Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Daerah » 87 Persen Lahan Sawah Masuk LP2B, Tasikmalaya Perkuat Ketahanan Pangan

87 Persen Lahan Sawah Masuk LP2B, Tasikmalaya Perkuat Ketahanan Pangan

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Kamis, 30 Apr 2026
  • visibility 130
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, BERITA DAERAH – Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya mulai memperkuat pembahasan terkait LP2B Tasikmalaya atau Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan sebagai langkah menjaga ketahanan pangan daerah. Isu perlindungan lahan sawah produktif menjadi perhatian serius di tengah meningkatnya tekanan alih fungsi lahan untuk permukiman dan pembangunan infrastruktur.

Pembahasan mengenai lahan baku sawah Tasikmalaya itu mengemuka dalam Rapat Koordinasi penetapan 87 persen Lahan Baku Sawah (LBS) menjadi LP2B yang digelar Pemerintah Provinsi Jawa Barat di Gedung Direktorat Jenderal Tata Ruang Kementerian ATR/BPN, Jakarta, Rabu (29/4/2026).

Wakil Bupati Asep Sopari Al Ayubi hadir langsung dalam rapat tersebut bersama sejumlah kepala daerah lainnya di Jawa Barat.

Rapat dipimpin Gubernur Jawa Barat bersama Direktorat Jenderal Tata Ruang sebagai bagian dari upaya menjaga keberlanjutan lahan pertanian produktif di daerah.

Sawah Produktif Mulai Tertekan Pembangunan

Kabupaten Tasikmalaya selama ini dikenal sebagai salah satu daerah dengan potensi pertanian cukup besar di Jawa Barat. Namun dalam beberapa tahun terakhir, tekanan alih fungsi lahan mulai menjadi perhatian pemerintah daerah.

Perubahan fungsi sawah menjadi kawasan permukiman dan pembangunan non-pertanian dinilai terus meningkat, terutama di wilayah yang mengalami perkembangan infrastruktur.

Wakil Bupati Asep Sopari Al Ayubi mengatakan keberadaan Lahan Baku Sawah dan LP2B menjadi hal penting untuk menjaga produksi pangan daerah tetap stabil.

Menurutnya, perlindungan lahan pertanian tidak hanya berkaitan dengan kebutuhan pangan, tetapi juga menyangkut keberlangsungan ekonomi masyarakat petani.

“Alih fungsi lahan perlu diantisipasi secara serius agar sawah produktif tetap terjaga,” ujarnya dalam pembahasan tersebut.

Di sejumlah daerah, penyusutan lahan sawah memang mulai dirasakan petani. Karena itu, pemerintah daerah menilai pengendalian tata ruang perlu diperkuat agar perubahan fungsi lahan tidak berjalan tanpa pengawasan.

Pemda Dorong Sinkronisasi Kebijakan LP2B

Dalam rapat koordinasi tersebut, pemerintah pusat, provinsi, dan daerah membahas sinkronisasi kebijakan terkait penetapan serta perlindungan LP2B.

Langkah ini dianggap penting karena implementasi perlindungan lahan pertanian membutuhkan kesamaan arah kebijakan di setiap tingkat pemerintahan.

Selain itu, pemerintah daerah juga perlu menyesuaikan rencana tata ruang dengan kebutuhan perlindungan sawah produktif di wilayah masing-masing.

Tasikmalaya sendiri menjadi salah satu daerah yang dinilai memiliki peran strategis dalam mendukung ketahanan pangan Jawa Barat karena luas kawasan pertaniannya masih cukup besar.

Melalui kebijakan LP2B, pemerintah berharap keberadaan sawah produktif tetap terlindungi di tengah meningkatnya kebutuhan pembangunan.

Perlindungan Sawah Dinilai Penting untuk Ketahanan Pangan

Pengamat pertanian menilai perlindungan LP2B menjadi langkah penting untuk menjaga ketersediaan pangan dalam jangka panjang.

Jika alih fungsi lahan terus terjadi tanpa pengendalian, produksi pertanian dikhawatirkan menurun dan berdampak terhadap stabilitas pangan daerah.

Selain itu, penyusutan sawah juga dapat memengaruhi kesejahteraan petani, terutama di daerah yang masih bergantung pada sektor pertanian sebagai sumber ekonomi utama.

Pemerintah daerah berharap kebijakan perlindungan lahan pertanian tidak hanya berhenti pada penetapan administrasi, tetapi juga diikuti pengawasan di lapangan.

Di sisi lain, sejumlah petani berharap pemerintah tetap memberi perhatian terhadap kebutuhan infrastruktur pertanian, irigasi, dan akses distribusi hasil panen.

Tasikmalaya Dinilai Punya Peran Strategis di Sektor Pertanian

Kabupaten Tasikmalaya selama ini menjadi salah satu wilayah penyangga produksi pangan di Jawa Barat. Karena itu, keberadaan lahan sawah produktif dinilai memiliki peran penting bagi ketahanan pangan daerah.

Pemerintah daerah menilai keseimbangan antara pembangunan dan perlindungan lahan pertanian harus dijaga agar kebutuhan ekonomi dan keberlanjutan pangan dapat berjalan bersamaan.

Melalui pembahasan LP2B ini, pemerintah berharap ada langkah konkret untuk menjaga lahan pertanian tetap produktif dan tidak terus berkurang akibat pembangunan yang tidak terkendali.

Rapat koordinasi tersebut juga menjadi bagian dari upaya memperkuat kolaborasi antara pemerintah pusat, provinsi, dan daerah dalam menjaga masa depan sektor pertanian di Jawa Barat. (GZ)

 

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Nadya Nurazizah

    Siswi SMP Garut Raih Emas Kejurnas Panahan

    • calendar_month Kamis, 30 Jul 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 27
    • 0Komentar

    AlbadarPost.com, BERITA DAERAH – Nadya Nurazizah mencatatkan namanya di jajaran atlet muda terbaik Indonesia. Siswi kelas IX SMP Negeri 2 Garut itu berhasil meraih medali emas Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Panahan Junior 2026 setelah menjadi juara Kategori Individu Nasional U-18 Putri pada ajang MilkLife Archery Challenge Kejurnas Junior 2026 di Supersoccer Arena, Kabupaten Kudus, Rabu (29/7/2026). […]

  • Kanker Lambung

    Konsumsi Cabai Berlebihan Dapat Picu Kanker Lambung, Ini Penjelasan Ahli

    • calendar_month Jumat, 31 Okt 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 266
    • 0Komentar

    Konsumsi cabai berlebihan berisiko picu kanker lambung. Pahami dampaknya dan cara aman menikmatinya. albadarpost.com, PERSPEKTIF – Cabai menjadi elemen penting dalam kuliner Indonesia. Namun, di balik sensasi pedas yang menggugah selera, penelitian terbaru menunjukkan konsumsi cabai berlebihan dapat memicu risiko kanker lambung. Para ahli mengingatkan, kenikmatan rasa pedas sebaiknya dinikmati dengan batas wajar agar tidak […]

  • ASN Ciamis 2024

    BPS Ungkap Fakta ASN Ciamis 2024, Mayoritas Bergelar S1

    • calendar_month Senin, 27 Jul 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 21
    • 0Komentar

    AlbadarPost.com, BERITA DAERAH – ASN Ciamis 2024 kembali menjadi perhatian setelah Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Ciamis merilis publikasi Kabupaten Ciamis Dalam Angka 2025. Data terbaru mengenai Aparatur Sipil Negara Kabupaten Ciamis menunjukkan perubahan menarik. Jumlah ASN memang sedikit menurun dibanding tahun sebelumnya, namun kualitas sumber daya manusia justru semakin kuat. Mayoritas aparatur kini merupakan lulusan […]

  • Santri mempelajari kitab kuning di pesantren dengan metode tradisional yang mendalam

    Kitab Kuning Santri: Rahasia Ilmu yang Bertahan Ratusan Tahun

    • calendar_month Rabu, 18 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 161
    • 0Komentar

    albadarpost.com, CAKRAWALA – Kitab kuning santri menjadi bagian penting dalam dunia pesantren. Melalui kitab kuning pesantren, para santri mempelajari kitab klasik Islam yang berisi ilmu fikih, akidah, hingga akhlak. Selain itu, buku santri ini tidak hanya menjadi sumber ilmu, tetapi juga menjadi tradisi intelektual yang terus hidup hingga sekarang. Oleh karena itu, memahami kitab kuning […]

  • Musik Digital Tasikmalaya

    Menuju Platform Streaming, Pelajar Tasikmalaya Belajar Industri Musik Digital

    • calendar_month Sabtu, 30 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 106
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Musik Digital Tasikmalaya mulai menunjukkan geliat baru. Ratusan pelajar SMA, SMK, dan sederajat memadati Gedung Creative Center (GCC) Dadaha Kota Tasikmalaya dalam Seminar Industri Musik dan Ekonomi Kreatif Berbasis Digital Tahap 1 yang digelar Sabtu (30/5/2026). Kegiatan hasil kolaborasi Rumusarindo, Polresta Tasikmalaya, dan Dinas Pendidikan Kota Tasikmalaya tersebut tidak hanya berbicara […]

  • aturan nama anak

    Nama Anak Bisa Ditolak Disdukcapil? Ini Aturan Baru yang Wajib Orang Tua Tahu

    • calendar_month Jumat, 10 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 178
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Banyak orang tua belum memahami aturan nama anak di Indonesia, padahal regulasi ini sangat penting. Pemerintah telah mengatur aturan penamaan anak atau ketentuan nama bayi untuk mencegah masalah administrasi di masa depan. Jika orang tua melanggar, petugas pencatatan sipil bisa menolak nama anak tersebut. Karena itu, memahami aturan sejak awal bukan […]

expand_less