Breaking News
light_mode
Beranda » Humaniora » Di Balik Wisuda UMTAS Tasikmalaya, Ada Doa dan Air Mata Orang Tua

Di Balik Wisuda UMTAS Tasikmalaya, Ada Doa dan Air Mata Orang Tua

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Rabu, 29 Apr 2026
  • visibility 79
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, HUMANIORA – Tangis itu akhirnya pecah ketika nama anak mereka dipanggil satu per satu menuju panggung wisuda.

Di antara tepuk tangan yang menggema di ruangan, beberapa orang tua tampak sibuk menyeka air mata. Ada yang tersenyum sambil merekam lewat ponsel. Ada pula yang hanya menatap panggung tanpa banyak bicara, seolah sedang mengingat perjalanan panjang yang berhasil dilewati bersama.

Rabu (29/4/2026), suasana haru menyelimuti sidang senat terbuka Wisuda ke-15 Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya (UMTAS) yang digelar di salah satu hotel di Jalan KHZ Mustofa Kota Tasikmalaya.

Sebanyak 244 wisudawan resmi dikukuhkan.

Namun hari itu bukan hanya tentang toga, ijazah, atau prosesi akademik.

Ada cerita perjuangan yang ikut berdiri di belakang setiap wisudawan.

Ada Perjuangan yang Tidak Terlihat dari Balik Bangku Wisuda

Bagi sebagian mahasiswa, perjalanan menuju wisuda tidak selalu mudah.

Ada yang harus membagi waktu antara kuliah dan pekerjaan. Ada yang berangkat kuliah sambil menahan lelah karena membantu orang tua di rumah. Ada pula yang bertahan menyelesaikan skripsi di tengah tekanan ekonomi keluarga.

Karena itu, wisuda sering terasa jauh lebih emosional dibanding sekadar seremoni kampus.

Di ruangan itu, banyak keluarga seperti sedang melihat mimpi lama mereka akhirnya menjadi nyata.

Ketika toga dikenakan dan nama dipanggil dari atas panggung, perjuangan bertahun-tahun terasa terbayar dalam satu momen singkat.

Sambutan Rektor yang Membuat Suasana Semakin Haru

Rektor UMTAS, Neni Nuraeni, M.Kep., Ns.Sp.Kep.Mat, membuka sambutan dengan kalimat yang langsung membuat ruangan hening.

“Hari ini bukan hari biasa. Hari ini adalah hari bukti,” ucapnya.

Kalimat tersebut langsung mengundang tepuk tangan panjang dari peserta wisuda dan keluarga.

Menurutnya, keberhasilan para wisudawan lahir dari kerja keras, doa, dan air mata yang tidak sedikit selama menjalani masa perkuliahan.

“Atas nama pimpinan, saya ucapkan selamat dan terima kasih. Selamat karena saudara telah menuntaskan satu babak penting. Terima kasih karena telah memilih UMTAS sebagai rumah untuk tumbuh,” katanya.

Sambutan itu terasa dekat dan personal bagi banyak wisudawan.

Sebab di balik kursi-kursi wisuda tersebut, ada perjalanan hidup yang berbeda-beda.

Wisuda Bukan Garis Akhir

Dalam sambutannya, Rektor UMTAS juga mengingatkan bahwa dunia luar tidak hanya membutuhkan orang pintar.

Menurutnya, masyarakat membutuhkan sosok yang peduli, jujur, dan mampu memberi manfaat.

“Jadilah perawat yang menyembuhkan dengan hati. Jadilah guru yang mendidik dengan cinta. Jadilah insinyur yang membangun dengan etika,” pesannya.

Kalimat itu langsung disambut tepuk tangan para tamu undangan.

Selain itu, ia menitipkan tiga pesan penting kepada seluruh lulusan:

  • menjaga integritas,
  • terus belajar,
  • dan selalu membawa manfaat bagi masyarakat.

Orang Tua Menjadi Tokoh yang Paling Bahagia Hari Itu

Di balik keberhasilan wisudawan, ada orang tua yang selama ini berjuang dalam diam.

Sebagian rela bekerja lebih keras demi biaya kuliah anaknya. Sebagian lain terus memberi semangat ketika anak mereka hampir menyerah.

Karena itu, wisuda bukan hanya milik mahasiswa.

Hari itu juga menjadi milik keluarga.

“Hari ini air mata Bapak Ibu adalah air mata bangga,” kata Rektor dengan suara yang mulai terdengar emosional.

Dan memang benar.

Beberapa orang tua tampak memeluk anak mereka erat setelah prosesi selesai. Kamera ponsel terus merekam. Foto keluarga diambil berkali-kali. Senyum bercampur tangis memenuhi hampir seluruh sudut ruangan.

UMTAS Lepas 244 Lulusan Baru

Pada wisuda tahun ini, UMTAS melepas lulusan dari berbagai program studi, mulai dari Keperawatan, BK, PGSD, Teknik Mesin, Teknik Elektro, hingga Teknik Pertambangan.

Wakil Wali Kota Tasikmalaya, Rd Diky Candranegara, yang hadir dalam acara tersebut turut memberi apresiasi terhadap kontribusi UMTAS dalam mencetak sumber daya manusia unggul untuk Priangan Timur.

Menurutnya, lulusan perguruan tinggi harus mampu menjadi solusi di tengah masyarakat.

“Ilmu yang didapat di kampus harus mampu menjawab persoalan di masyarakat,” tegasnya.

Ada Mimpi yang Akhirnya Sampai Tujuan

Ketika prosesi wisuda selesai, ruangan perlahan mulai kosong.

Namun ada satu hal yang masih tertinggal dari hari itu:

Perasaan haru.

Karena bagi banyak keluarga, wisuda bukan sekadar menerima ijazah.

Wisuda adalah bukti bahwa perjuangan panjang tidak pernah benar-benar sia-sia.

Dan di balik toga yang hari itu dikenakan dengan bangga, ada doa orang tua yang akhirnya menemukan jawabannya. (GZ)

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ilustrasi pelajar Indonesia di era digital dengan sorotan krisis karakter dan pendidikan moral saat Hardiknas 2026

    Hardiknas 2026: Nilai Sekolah Naik, Tapi Kasus Bullying dan Etika Pelajar Jadi Sorotan

    • calendar_month Sabtu, 2 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 90
    • 0Komentar

    albadarpost.com, EDITORIAL – Peringatan Hardiknas 2026 atau Hari Pendidikan Nasional tahun ini menghadirkan kegelisahan baru di tengah masyarakat. Di satu sisi, pendidikan Indonesia terus berkembang dengan dukungan teknologi digital, kecerdasan buatan, dan sistem pembelajaran modern. Namun di sisi lain, kasus bullying, kekerasan pelajar, hingga rendahnya etika digital justru semakin sering muncul. Fenomena tersebut memunculkan pertanyaan […]

  • hadis amanah

    Ketika Amanah Dikhianati: Tamparan Keras Hadis Nabi

    • calendar_month Selasa, 7 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 117
    • 0Komentar

    albadarpost.com, OPINI — Hadis amanah selalu menempati posisi penting dalam ajaran Islam. Bahkan, hadis Nabi tentang amanah, kejujuran, dan tanggung jawab berulang kali menegaskan bahwa kepercayaan bukan sekadar simbol, melainkan ujian nyata bagi manusia—terutama mereka yang diberi kekuasaan. Namun ironisnya, di era modern, amanah sering diperlakukan seperti formalitas. Banyak yang pandai bersumpah, tetapi cepat lupa […]

  • Kurban ASUH

    Kurban Bukan Sekadar Menyembelih, Ini Aturan ASUH yang Wajib Diketahui

    • calendar_month Senin, 25 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 75
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HIKMAH – Menjelang Idul Adha, suasana di banyak kampung mulai berubah pelan-pelan. Kandang sementara berdiri di halaman masjid. Tali tambang digantung di pagar. Rumput hijau menumpuk di sudut teras musala. Sementara anak-anak kecil biasanya mulai sibuk menebak-nebak sapi mana yang paling besar. Pagi hari terasa berbeda. Suara kambing terdengar lebih sering dari biasanya. Kadang […]

  • Indonesia vs Bulgaria

    Indonesia vs Bulgaria: Duel Dua Gaya yang Siap Meledak di Final

    • calendar_month Senin, 30 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 86
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Laga Indonesia vs Bulgaria langsung mencuri perhatian karena mempertemukan dua karakter permainan yang bertolak belakang. Pertandingan final ini bukan sekadar perebutan trofi, melainkan adu identitas: pertahanan solid Indonesia menghadapi serangan tajam Bulgaria. Duel ini juga sering disebut sebagai “final taktik vs agresivitas”, sebuah narasi yang kuat dan menarik perhatian publik sepak […]

  • Disdukcapil Garut

    Disdukcapil Garut Jemput Bola ke Mall, Pelayanan Adminduk Makin Praktis

    • calendar_month Minggu, 24 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 51
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Disdukcapil Garut kembali mencuri perhatian publik lewat layanan jemput bola administrasi kependudukan di pusat perbelanjaan. Melalui program Jembol atau jemput bola, warga kini bisa mengurus KTP-el, Kartu Keluarga, hingga akta kelahiran langsung di Garut Plaza tanpa harus datang ke kantor dinas. Langkah ini terasa berbeda. Biasanya urusan administrasi identik dengan antrean […]

  • Gambaran seorang muslim merenung dengan tenang di alam terbuka melambangkan ridha dalam tauhid dan keikhlasan menerima takdir Allah

    Hidup Tak Sesuai Rencana? Ini Rahasia Ridha dalam Tauhid

    • calendar_month Sabtu, 18 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 89
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Pernah merasa hidup tidak berjalan sesuai rencana? Harapan sudah disusun rapi, tetapi kenyataan justru berbalik arah. Di titik inilah ridha dalam tauhid menjadi kunci. Konsep ini bukan sekadar menerima takdir, melainkan sikap hati yang yakin bahwa setiap ketentuan Allah selalu membawa kebaikan. Dalam Islam, ridha juga sering dipahami sebagai ikhlas menerima takdir […]

expand_less