Bupati Tasikmalaya Tegas! Distribusi Air Harus Sampai Ujung
- account_circle redaktur
- calendar_month Rabu, 22 Apr 2026
- visibility 10
- comment 0 komentar
- print Cetak

Bupati Tasikmalaya, H. Cecep Nurul Yakin.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
albadarpost.com, BERITA DAERAH – Air Bersih Tasikmalaya kini berada di bawah sorotan. Di tengah kebutuhan warga yang terus meningkat, layanan air minum daerah atau distribusi air bersih dinilai belum sepenuhnya merata. Karena itu, pemerintah daerah mulai menekan percepatan kinerja agar pelayanan tidak lagi tersendat.
Air Bersih Tasikmalaya—yang juga mencakup layanan air minum Perumda—menjadi isu yang semakin terasa di lapangan. Sebagian wilayah sudah menikmati aliran stabil, tetapi di titik lain, distribusi belum selalu konsisten. Situasi ini mendorong langkah cepat untuk memperbaiki sistem dari hulu hingga hilir.
Bupati Tasikmalaya, Cecep Nurul Yakin, menegaskan hal tersebut saat membuka kegiatan penguatan soliditas dan peningkatan kinerja pegawai Perumda Air Minum Tirta Sukapura di Pendopo Baru, Selasa (21/04/2026).
“Peningkatan kualitas pelayanan itu penting. Cerita baik dari pelanggan bisa menjadi kekuatan kita,” ujarnya.
Nada pesannya jelas: layanan tidak boleh biasa-biasa saja.
Layanan Jadi Wajah Pemerintah, Kepercayaan Dipertaruhkan
Bagi masyarakat, air bersih bukan sekadar fasilitas. Ini kebutuhan harian yang langsung terasa. Karena itu, kualitas pelayanan menjadi penentu kepercayaan publik.
Bupati Cecep menilai setiap pengalaman pelanggan akan membentuk persepsi terhadap pemerintah. Jika pelayanan cepat dan tepat, kepercayaan akan tumbuh. Namun jika lambat, keluhan akan meluas.
Karena itu, ia meminta seluruh jajaran Perumda untuk lebih peka. Setiap interaksi harus dijaga, mulai dari respon awal hingga penyelesaian masalah.
Menariknya, pendekatan ini tidak hanya fokus pada teknis. Pemerintah juga melihat kepuasan pelanggan sebagai “modal sosial” yang bisa memperkuat posisi daerah di tingkat provinsi maupun pusat.
Dengan kata lain, pelayanan yang baik bisa membuka peluang yang lebih besar.
Distribusi Harus Sampai Ujung, Bukan Hanya di Pusat
Persoalan lain yang disorot adalah distribusi air. Selama ini, aliran air sering kali kuat di pusat, tetapi melemah di wilayah yang lebih jauh.
Kondisi seperti ini tidak bisa dibiarkan.
Bupati Cecep menegaskan bahwa air harus mengalir hingga ke titik paling belakang. Ini menjadi tanggung jawab manajemen yang tidak bisa ditawar.
“Tolong pastikan air bersih bisa sampai ke belakang,” tegasnya.
Pernyataan ini langsung menyentuh persoalan utama. Sebab, ketimpangan distribusi sering menjadi sumber keluhan warga.
Dengan perbaikan jaringan dan pengawasan yang lebih ketat, pemerintah berharap tidak ada lagi wilayah yang tertinggal.
Keluhan Tak Boleh Menumpuk, Respons Harus Seketika
Selain distribusi, kecepatan respons menjadi perhatian utama. Di era sekarang, masyarakat tidak hanya menuntut layanan, tetapi juga kecepatan.
Keluhan yang lambat ditangani bisa langsung menyebar dan merusak kepercayaan.
Karena itu, Bupati Cecep meminta agar setiap laporan segera ditindaklanjuti. Tidak perlu menunggu lama, tidak perlu birokrasi berbelit.
“Saat ada keluhan, gerak cepat. Layani dan perbaiki,” tandasnya.
Pendekatan ini mengubah pola kerja. Dari yang sebelumnya cenderung menunggu, kini harus bergerak aktif. Dengan respons cepat, masalah bisa selesai sebelum meluas.
Soliditas Internal Jadi Penentu, Bukan Sekadar Seremonial
Di balik pelayanan yang baik, ada organisasi yang solid. Karena itu, kegiatan ini juga menekankan pentingnya kekompakan internal.
Seluruh pegawai Perumda Air Minum Tirta Sukapura didorong untuk bekerja lebih terkoordinasi. Komunikasi antarbagian harus lancar agar pelayanan tidak terhambat.
Selain itu, profesionalisme menjadi tuntutan utama. Setiap pegawai harus memahami peran dan tanggung jawabnya.
Dengan soliditas yang kuat, target pelayanan akan lebih mudah dicapai. Sebaliknya, tanpa koordinasi, program terbaik pun bisa terhambat.
Tasikmalaya di Persimpangan: Perbaikan atau Keluhan Berulang
Saat ini, layanan air bersih di Tasikmalaya berada di titik penting. Di satu sisi, kebutuhan masyarakat terus meningkat. Namun di sisi lain, sistem masih perlu pembenahan.
Langkah yang diambil sekarang akan menentukan arah ke depan.
Jika perbaikan berjalan konsisten, hasilnya akan terasa langsung. Air mengalir lebih stabil, keluhan berkurang, dan kepercayaan meningkat.
Namun jika tidak, pola lama bisa kembali terulang.
Karena itu, tekanan terhadap kinerja Perumda bukan tanpa alasan. Ini menjadi bagian dari upaya memastikan pelayanan benar-benar berubah.
Air Bersih Tasikmalaya kini tidak lagi sekadar layanan dasar. Ini menjadi cerminan kualitas pelayanan publik secara keseluruhan.
Dorongan dari pemerintah daerah menjadi sinyal kuat bahwa perubahan sedang didorong. Kini, semua bergantung pada eksekusi di lapangan.
Jika berjalan konsisten, bukan tidak mungkin Tasikmalaya menghadirkan layanan air bersih yang lebih merata, cepat, dan dipercaya masyarakat. (Red)
- Penulis: redaktur

Saat ini belum ada komentar