Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Daerah » Satpol PP Tasikmalaya Tertibkan Aksi, KRPL Ancam Buka Data

Satpol PP Tasikmalaya Tertibkan Aksi, KRPL Ancam Buka Data

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Selasa, 21 Apr 2026
  • visibility 143
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, BERITA DAERAH – Tenda KRPL Tasikmalaya yang berdiri di depan Bale Kota akhirnya dibongkar oleh Satpol PP. Penertiban ini memicu polemik karena berada di persimpangan antara penegakan aturan dan kebebasan menyampaikan aspirasi.

Selasa (21/4/2026), area yang sebelumnya dipenuhi tenda dan atribut aksi kini terlihat bersih. Aktivitas di sekitar Bale Kota kembali normal. Namun, perdebatan belum benar-benar reda.

Situasi sempat memanas.

Aksi Berawal dari Protes, Berujung Penertiban

Komunitas Rakyat Peduli Lingkungan (KRPL) memulai aksi sejak 6 April 2026. Mereka mendirikan tenda sebagai bentuk protes terhadap kinerja pemerintah daerah.

Awalnya, kegiatan berlangsung seperti unjuk rasa pada umumnya. Namun seiring waktu, fungsi tenda berubah. Area tersebut mulai digunakan layaknya tempat tinggal sementara.

Petugas menemukan berbagai perlengkapan pribadi, termasuk jemuran pakaian yang dipasang di pagar dan taman Bale Kota. Kondisi ini memicu keluhan karena dinilai mengganggu estetika dan fungsi kawasan pemerintahan.

Di titik inilah penertiban mulai dipertimbangkan.

Satpol PP: Ada Batas antara Aspirasi dan Ketertiban

Kepala Satpol PP Kota Tasikmalaya, Yogi Subarkah, menegaskan bahwa pembongkaran tidak dilakukan secara tiba-tiba. Pemerintah, menurutnya, tetap memberi ruang bagi warga untuk menyampaikan pendapat.

Namun, batas itu dinilai terlampaui.

“Kami tidak langsung bertindak. Tapi setelah lebih dari dua minggu, aktivitas di lokasi berubah menjadi pemukiman non-permanen,” ujarnya.

Ia menambahkan, kondisi tersebut melanggar norma etika dan tata nilai masyarakat setempat. Selain itu, citra pusat perkantoran pemerintah juga terdampak.

Penertiban, lanjutnya, mengacu pada Perda Ketertiban Umum, Perda Reklame, serta Undang-Undang Nomor 9 Tahun 1998.

KRPL: Pembongkaran Dinilai Sepihak

Di sisi lain, KRPL menilai langkah tersebut tidak mencerminkan komunikasi yang baik. Koordinator KRPL, Iwan Restiawan, menyebut pembongkaran dilakukan tanpa koordinasi yang jelas.

Menurutnya, sebelumnya sudah ada komitmen dengan pihak pemerintah daerah.

“Seharusnya ada komunikasi. Ini terlihat sepihak,” katanya.

Iwan juga menyampaikan kritik terhadap kepemimpinan di tingkat kota. Ia menilai pemerintah belum cukup responsif terhadap aspirasi warga.

Meski begitu, ia menegaskan bahwa pihaknya tidak menuntut hal di luar kewajaran. Fokus utama, kata dia, adalah membuka ruang dialog.

Ancaman Buka Data, Tensinya Meningkat

Pernyataan KRPL tidak berhenti pada kritik. Iwan bahkan mengisyaratkan akan membuka data yang selama ini belum disampaikan ke publik.

“Yang kami sampaikan selama ini baru sebagian kecil. Ke depan akan kami buka lebih luas,” ujarnya.

Pernyataan ini memunculkan dinamika baru. Publik kini menunggu sejauh mana langkah tersebut akan direalisasikan.

Namun hingga berita ini ditulis, belum ada tanggapan langsung dari pihak Wali Kota Tasikmalaya terkait pernyataan tersebut.

Garis Tipis antara Hak dan Aturan

Kasus ini memperlihatkan garis tipis antara hak menyampaikan pendapat dan kewajiban menjaga ketertiban umum.

Di satu sisi, aksi KRPL merupakan bagian dari kebebasan berekspresi. Di sisi lain, penggunaan ruang publik tetap memiliki batas yang harus dipatuhi.

Ketika dua kepentingan ini bertemu, gesekan sulit dihindari.

Karena itu, komunikasi menjadi faktor penting. Tanpa dialog, potensi konflik akan terus muncul dalam bentuk yang berbeda.

Dialog Jadi Kunci Meredakan Ketegangan

Pembongkaran tenda memang telah selesai. Namun akar persoalan belum sepenuhnya terselesaikan.

Pemerintah menekankan ketertiban. KRPL menuntut ruang aspirasi.

Di antara keduanya, masyarakat menunggu solusi.

Ke depan, ruang dialog yang terbuka menjadi kunci. Tanpa itu, polemik serupa bisa kembali terjadi. (Red)


 

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • PCINU ANZ

    Jelang Konfercab X, PCINU ANZ Gelar Tahlil dan Istighosah Kubro

    • calendar_month Rabu, 3 Jun 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 100
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DUNIA – Di tengah berbagai dinamika organisasi, Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama Australia dan New Zealand (PCINU ANZ) memilih cara yang berbeda untuk menyambut Konferensi Cabang (Konfercab) ke-10. Alih-alih langsung berbicara soal kepengurusan atau agenda organisasi, PCINU ANZ terlebih dahulu mengajak warga Nahdliyin memperkuat ikatan spiritual melalui Tahlil dan Istighosah Kubro. Kegiatan bertajuk […]

  • kebakaran rumah sakit

    Kebakaran Rumah Sakit PMC Disikapi Damkar dengan Evakuasi Besar Pasien

    • calendar_month Kamis, 20 Nov 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 98
    • 0Komentar

    Damkar Subang menangani kebakaran rumah sakit PMC Subang yang memicu evakuasi besar pasien dan tenaga medis. albadarpost.com, HUMANIORA – Kebakaran rumah sakit kembali terjadi dan mengganggu layanan publik. Peristiwa kebakaran rumah sakit Pamanukan Medical Center (PMC) di Kabupaten Subang, Kamis, 20 November 2025, memaksa penghuni gedung dievakuasi dalam waktu cepat. Api yang muncul dari lantai […]

  • Buruh Migran

    Tak Semudah yang Dibayangkan, Ini Perjuangan Buruh Indonesia di Luar Negeri

    • calendar_month Sabtu, 9 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 230
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HUMANIORA – Menjadi buruh migran atau pekerja migran di luar negeri sering dianggap jalan cepat mengubah nasib. Banyak orang melihat foto-foto keberhasilan mereka di media sosial, mulai dari rumah baru, kendaraan, hingga kiriman uang untuk keluarga di kampung halaman. Namun, di balik itu semua, ada perjuangan panjang yang jarang benar-benar terlihat. Sebagian buruh migran […]

  • Ilustrasi seseorang berdoa di pagi hari dengan cahaya lembut sebagai simbol tanda rezeki menurut ulama sedang terbuka

    9 Tanda Rezeki Dibuka Menurut Ulama, Nomor 1 Paling Jarang Disadari

    • calendar_month Selasa, 28 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 171
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Ada satu hal yang sering luput dari perhatian banyak orang. Tanda rezeki menurut ulama tidak selalu hadir dalam bentuk uang yang tiba-tiba bertambah atau usaha yang langsung besar. Justru, dalam banyak kajian para ulama, tanda rezeki dibuka sering muncul dalam bentuk yang sangat halus—bahkan kadang tidak dianggap sebagai rezeki sama sekali. Beberapa […]

  • tumis ikan jambal roti

    Rahasia Tumis Jambal Roti Pedas Manis, Ikan Asin Jadi Menu Sultan!

    • calendar_month Kamis, 2 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 182
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Tumis ikan jambal roti kini menjadi primadona baru di dapur rumahan. Olahan ikan asin ini berubah total—lebih mewah, lebih menggoda, dan pastinya kaya rasa. Resep tumis jambal roti pedas manis menghadirkan perpaduan gurih, manis, dan pedas yang langsung bikin nafsu makan meningkat. Selain itu, variasi olahan ikan asin pedas manis semakin digemari […]

  • pelantikan pejabat tasikmalaya

    262 ASN Dilantik Sekaligus, Langkah Berani Bupati Tasikmalaya

    • calendar_month Rabu, 18 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 155
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Sebanyak 262 pejabat berdiri, mengucap sumpah, lalu resmi dilantik dalam satu waktu. Sekilas terlihat megah. Terlihat serius. Bahkan terasa penuh harapan. Namun di balik itu semua, muncul pertanyaan yang tidak semua orang berani ucapkan:apakah pelantikan pejabat Tasikmalaya ini benar-benar membawa perubahan, atau hanya rutinitas birokrasi yang diulang kembali? Fenomena Besar yang […]

expand_less