Dari Aktivis ke Pejabat Tinggi, Hery Susanto Kini Diuji Isu Nikel
- account_circle redaktur
- calendar_month 4 jam yang lalu
- visibility 9
- comment 0 komentar
- print Cetak

Hery Susanto (tengah). (Foto: Dok. Kejagung).
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Nama Hery Susanto mendadak ramai diperbincangkan. Ketua Ombudsman RI yang baru seminggu dilantik itu kini masuk dalam pusaran isu nikel yang tengah jadi perhatian nasional. Publik langsung bereaksi, mempertanyakan posisi dan perannya, sekaligus menelusuri kembali rekam jejaknya.
Di tengah derasnya sorotan, satu hal menjadi jelas: sosok Hery Susanto bukan figur baru dalam pengawasan pelayanan publik. Namun, ketika isu strategis seperti nikel menyeret namanya, standar publik pun ikut naik—lebih kritis, lebih tajam, dan menuntut kejelasan.
Isu Nikel: Kenapa Nama Hery Susanto Ikut Terseret?
Isu nikel bukan perkara kecil. Sektor ini berkaitan langsung dengan investasi besar, kepentingan global, hingga tata kelola sumber daya alam. Karena itu, ketika nama pejabat publik muncul dalam arus isu tersebut, perhatian langsung membesar.
Hingga saat ini, belum ada kesimpulan hukum yang menetapkan keterlibatan Hery Susanto. Namun demikian, ruang publik sudah lebih dulu ramai. Spekulasi berkembang, sementara publik menunggu penjelasan yang utuh.
Situasi ini menciptakan tekanan ganda. Di satu sisi, Hery dituntut menjaga integritas sebagai Ketua Ombudsman RI. Di sisi lain, ia berada dalam sorotan yang tidak bisa dihindari.
Jejak Karier: Dari Aktivis hingga Kursi Puncak Ombudsman
Perjalanan Hery Susanto tidak dimulai dari jabatan tinggi. Ia tumbuh dari dunia aktivisme, khususnya dalam advokasi pelayanan publik. Pengalaman ini membentuk karakter kritis yang kemudian melekat dalam setiap langkah kariernya.
Kariernya semakin terlihat saat ia menjadi Tenaga Ahli Anggota DPR RI Komisi IX periode 2014–2019. Dalam fase ini, ia terlibat langsung dalam pembahasan kebijakan strategis, terutama di sektor kesehatan dan layanan publik.
Selanjutnya, ia memimpin lembaga Komunal sebagai Direktur Eksekutif selama dua periode. Peran ini memperkuat jejaring dan pengaruhnya dalam isu kebijakan publik.
Tak hanya itu, ia juga aktif sebagai Ketua Koordinator Nasional Masyarakat Peduli BPJS pada 2016–2021. Dari sini, namanya makin dikenal sebagai sosok yang vokal mengawal hak pelayanan masyarakat.
Latar Pendidikan dan Pendekatan Ilmiah
Hery Susanto tidak hanya mengandalkan pengalaman lapangan. Ia juga memperkuat kapasitas akademiknya dengan meraih gelar doktor pada 2024 di bidang Pendidikan Kependudukan dan Lingkungan Hidup.
Latar pendidikan ini memberi warna dalam pendekatannya. Ia cenderung menggabungkan analisis data dengan praktik lapangan. Karena itu, banyak rekomendasinya berbasis kajian, bukan sekadar opini.
Pendekatan ini pula yang kemudian ia bawa ke Ombudsman RI, terutama dalam mendorong sistem pengawasan yang lebih terukur.
Peran di Ombudsman RI: Fokus Pengawasan Sektor Strategis
Saat menjabat sebagai Ketua Ombudsman RI periode 2026–2031, Hery Susanto memegang peran penting dalam mengawasi pelayanan publik nasional. Sebelumnya, ia lebih dulu menjadi anggota Ombudsman RI pada 2021–2026.
Ia memberi perhatian besar pada sektor kemaritiman, investasi, dan energi. Ketiga sektor ini memiliki potensi konflik kepentingan tinggi, sehingga membutuhkan pengawasan ketat.
Selain itu, ia aktif mendorong pencegahan maladministrasi. Ia juga memperkuat kolaborasi lintas sektor melalui pendekatan Eptahelix. Strategi ini melibatkan berbagai pihak agar pengawasan berjalan lebih efektif.
Di saat yang sama, ia menggagas penguatan kelembagaan Ombudsman melalui dorongan revisi undang-undang. Langkah ini menunjukkan fokusnya pada perbaikan sistem, bukan hanya penanganan kasus.
Ujian Integritas di Tengah Sorotan
Kini, isu nikel menjadi ujian nyata bagi Hery Susanto. Publik tidak hanya melihat rekam jejak, tetapi juga menilai responsnya terhadap situasi.
Kepercayaan publik menjadi taruhan utama. Oleh sebab itu, transparansi dan komunikasi terbuka akan sangat menentukan arah persepsi ke depan.
Jika mampu menjawab keraguan dengan jelas, ia berpeluang menjaga reputasi. Sebaliknya, jika respons dinilai lambat atau tidak tegas, tekanan publik bisa semakin besar.
Antara Rekam Jejak dan Realitas Saat Ini
Hery Susanto telah membangun karier panjang dalam pengawasan pelayanan publik. Ia dikenal aktif, vokal, dan konsisten dalam mendorong perbaikan sistem.
Namun, dinamika terbaru menunjukkan bahwa posisi tinggi selalu membawa konsekuensi besar. Setiap langkah akan diawasi, setiap keputusan akan dinilai.
Kini, publik menunggu satu hal: kejelasan. Dan dari situlah, arah kepercayaan terhadap sosok Hery Susanto akan ditentukan. (Red)
- Penulis: redaktur

Saat ini belum ada komentar