Breaking News
light_mode
Beranda » Cakrawala » Jarang Diketahui, Ini Tradisi Ngaji Pasaran di Pesantren Saat Ramadan

Jarang Diketahui, Ini Tradisi Ngaji Pasaran di Pesantren Saat Ramadan

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Selasa, 17 Mar 2026
  • visibility 121
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, CAKRAWALA – Bulan Ramadan selalu membawa suasana berbeda di pesantren. Salah satu tradisi yang paling khas adalah ngaji pasaran. Tradisi ngaji pasaran di pesantren ini menghadirkan pengajian kitab kuning secara intensif selama bulan Ramadan. Para santri, alumni, bahkan masyarakat umum berkumpul untuk mengikuti ngaji pasaran yang dipimpin langsung oleh para kiai.

Tradisi ini sudah berlangsung sejak lama. Bahkan hingga kini, ngaji pasaran tetap menjadi salah satu kegiatan paling dinanti di berbagai pesantren di Indonesia. Selain memperdalam ilmu agama, kegiatan ini juga mempererat hubungan antara santri, kiai, dan masyarakat.

Apa Itu Ngaji Pasaran?

Bagi sebagian orang, istilah ngaji pasaran mungkin terdengar unik. Namun di lingkungan pesantren, istilah ini sudah sangat dikenal.

Secara sederhana, ngaji pasaran adalah pengajian kitab klasik Islam yang dilakukan secara intensif dalam waktu tertentu, terutama selama Ramadan.

Kata “pasaran” berasal dari bahasa Jawa yang berarti kegiatan yang berlangsung setiap hari seperti pasar yang selalu ramai.

Artinya, pengajian tersebut dilakukan terus-menerus setiap hari selama periode tertentu tanpa jeda panjang.

Karena itu, dalam satu bulan Ramadan, para santri bisa menyelesaikan satu kitab secara tuntas.

Mengapa Tradisi Ini Selalu Ramai Saat Ramadan?

Ramadan sering dianggap sebagai waktu terbaik untuk meningkatkan ibadah dan memperdalam ilmu agama.

Karena itu, banyak pesantren mengadakan ngaji pasaran sebagai bagian dari kegiatan keilmuan selama bulan suci.

Selain santri mukim, masyarakat dari berbagai daerah juga sering datang untuk mengikuti pengajian tersebut.

Mereka ingin belajar langsung dari para kiai yang dikenal memiliki kedalaman ilmu agama.

Suasana pesantren pun berubah menjadi lebih hidup. Setiap hari, para santri berkumpul membawa kitab kuning untuk mengikuti kajian yang berlangsung sejak pagi hingga malam.

Kitab-Kitab yang Dipelajari dalam Ngaji Pasaran

Dalam tradisi ngaji pasaran, kitab yang dipelajari biasanya merupakan karya ulama klasik yang telah menjadi rujukan utama dalam dunia pesantren.

Kitab-kitab tersebut sering disebut sebagai kitab kuning karena warna kertasnya yang khas.

Beberapa kitab yang sering diajarkan antara lain kitab fiqih, tafsir, hadis, hingga tasawuf.

Contohnya seperti Tafsir Jalalain, Fathul Qarib, atau berbagai kitab karya ulama besar lainnya.

Kiai akan membaca teks Arab dari kitab tersebut, lalu menjelaskan maknanya kepada para santri.

Metode ini membuat santri tidak hanya memahami isi kitab, tetapi juga belajar cara membaca teks Arab klasik dengan benar.

Tradisi Ilmu yang Sudah Berlangsung Ratusan Tahun

Tradisi ngaji pasaran sebenarnya sudah berkembang sejak lama dalam dunia pesantren Nusantara.

Para ulama terdahulu menggunakan metode ini untuk mempercepat proses belajar kitab klasik Islam.

Karena pengajian dilakukan setiap hari, para santri dapat mempelajari materi secara intensif dalam waktu relatif singkat.

Selain itu, tradisi ini juga menjadi sarana penting untuk menjaga kesinambungan ilmu para ulama.

Ilmu yang diajarkan oleh generasi sebelumnya terus diwariskan kepada generasi berikutnya melalui proses belajar langsung di pesantren.

Hikmah di Balik Tradisi Ngaji Pasaran

Tradisi ngaji pasaran bukan hanya sekadar kegiatan belajar. Tradisi ini juga mengandung banyak hikmah.

Pertama, kegiatan ini mengajarkan kedisiplinan dalam mencari ilmu.

Para santri harus mengikuti pengajian secara rutin setiap hari agar dapat memahami isi kitab secara utuh.

Kedua, tradisi ini memperkuat hubungan antara guru dan murid.

Interaksi langsung antara kiai dan santri membuat proses belajar menjadi lebih mendalam dan penuh keberkahan.

Dalam Islam, mencari ilmu memiliki kedudukan yang sangat tinggi.

Allah berfirman dalam Al-Qur’an:

“Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antara kamu dan orang-orang yang diberi ilmu beberapa derajat.”
(QS. Al-Mujadilah: 11)

Rasulullah SAW juga bersabda:

“Barang siapa menempuh jalan untuk mencari ilmu, maka Allah akan mudahkan baginya jalan menuju surga.”
(HR. Muslim)

Karena itu, tradisi ngaji pasaran menjadi salah satu bentuk ikhtiar umat Islam dalam menuntut ilmu agama.

Tradisi Pesantren yang Tetap Bertahan di Era Modern

Meski zaman terus berubah, tradisi ngaji pasaran tetap bertahan hingga sekarang.

Bahkan di era digital, banyak orang justru semakin tertarik mengikuti pengajian langsung di pesantren.

Suasana belajar yang sederhana, kedekatan dengan para kiai, serta kedalaman materi yang diajarkan membuat tradisi ini tetap relevan.

Setiap Ramadan tiba, pesantren kembali dipenuhi para santri dan pencari ilmu.

Mereka datang dengan satu tujuan yang sama: memperdalam ilmu agama melalui ngaji pasaran yang telah menjadi warisan keilmuan ulama Nusantara. (Red)


  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kota Makkah

    7 Hal di Kota Makkah yang Membuat Hati Merasa Dekat dengan Langit

    • calendar_month Selasa, 28 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 149
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Tidak sedikit orang yang menitikkan air mata saat pesawat mulai meninggalkan Kota Makkah. Padahal mereka datang bukan untuk tinggal selamanya. Namun entah mengapa, ketika harus pulang, hati terasa berat. Kota Makkah memang berbeda. Banyak jemaah mengaku sulit menjelaskan perasaan mereka setelah melihat Ka’bah untuk pertama kali. Ada yang diam cukup lama. Ada […]

  • Evakuasi Cincin

    Evakuasi Cincin, Damkar Ciamis Butuh 20 Menit

    • calendar_month Rabu, 3 Jun 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 58
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH — Sebuah cincin stainless yang awalnya hanya menjadi aksesori sehari-hari nyaris berubah menjadi masalah serius bagi seorang pemuda asal Kabupaten Ciamis. Jari manis tangan kanannya membengkak setelah cincin yang telah lama dipakai tidak lagi bisa dilepas. Beruntung, petugas UPTD Damkar Ciamis bergerak cepat melakukan evakuasi cincin sehingga kondisi korban dapat segera ditangani […]

  • Gudang Miras Tasik

    Gudang Miras Tasik Diongkar Polisi Jelang Long Weekend

    • calendar_month Selasa, 19 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 56
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Satnarkoba Polres Tasikmalaya membongkar sebuah gudang miras Tasik di wilayah Taraju, Kabupaten Tasikmalaya, Selasa (19/5/2026). Dalam penggerebekan tersebut, polisi menyita sekitar seribu botol minuman keras ilegal berbagai merek yang diduga akan diedarkan menjelang acara nonton bareng Persib Bandung melawan Persijap Jepara. Operasi berlangsung dalam rangka Kegiatan Rutin Yang Ditingkatkan (KRYD) menjelang […]

  • telur ayam bebek

    Perbandingan Telur Ayam dan Telur Bebek bagi Kesehatan

    • calendar_month Senin, 29 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 110
    • 0Komentar

    Telur ayam dan telur bebek sama-sama bergizi. Perbedaannya terletak pada kandungan nutrisi dan kebutuhan tubuh. albadarpost.com, LIFESTYLE – Telur hampir selalu hadir di meja makan masyarakat Indonesia. Murah, mudah diolah, dan kaya gizi, bahan pangan ini menjadi andalan dari sarapan hingga makan malam. Namun di balik kebiasaan tersebut, muncul pertanyaan yang terus berulang: antara telur […]

  • Ilustrasi muslim berwudhu dan larangan ibadah tertentu ketika wudhu batal menurut ajaran Islam

    Batal Wudhu? Ini Larangan yang Wajib Diketahui Muslim

    • calendar_month Selasa, 10 Feb 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 120
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Wudhu memiliki kedudukan penting dalam ajaran Islam. Ibadah ini berfungsi sebagai syarat sah bagi sejumlah amalan tertentu. Oleh karena itu, setiap Muslim perlu memahami konsekuensi ketika wudhu batal. Pemahaman yang benar akan membantu menjaga kesucian ibadah dan menghindari amalan yang tidak sah. Dalam fiqih Islam, para ulama menjelaskan bahwa batalnya wudhu membawa […]

  • Perpres Kesehatan 2026 memperkuat sistem layanan kesehatan nasional terpadu dari pusat hingga daerah untuk masyarakat Indonesia

    Langkah Besar Prabowo: Perpres Kesehatan 2026 Siap Ubah Sistem Kesehatan

    • calendar_month Sabtu, 18 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 89
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Di tengah tantangan layanan kesehatan yang belum sepenuhnya merata, pemerintah akhirnya mengambil langkah besar. Perpres Kesehatan 2026 resmi ditetapkan sebagai fondasi baru dalam membenahi sistem kesehatan nasional. Regulasi pengelolaan kesehatan ini tidak hanya mengatur, tetapi juga menyatukan arah kebijakan dari pusat hingga desa. Sejak awal, Perpres Kesehatan 2026 dirancang untuk menjawab […]

expand_less