Breaking News
light_mode
Beranda » Cakrawala » Jarang Diketahui, Ini Tradisi Ngaji Pasaran di Pesantren Saat Ramadan

Jarang Diketahui, Ini Tradisi Ngaji Pasaran di Pesantren Saat Ramadan

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Selasa, 17 Mar 2026
  • visibility 187
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, CAKRAWALA – Bulan Ramadan selalu membawa suasana berbeda di pesantren. Salah satu tradisi yang paling khas adalah ngaji pasaran. Tradisi ngaji pasaran di pesantren ini menghadirkan pengajian kitab kuning secara intensif selama bulan Ramadan. Para santri, alumni, bahkan masyarakat umum berkumpul untuk mengikuti ngaji pasaran yang dipimpin langsung oleh para kiai.

Tradisi ini sudah berlangsung sejak lama. Bahkan hingga kini, ngaji pasaran tetap menjadi salah satu kegiatan paling dinanti di berbagai pesantren di Indonesia. Selain memperdalam ilmu agama, kegiatan ini juga mempererat hubungan antara santri, kiai, dan masyarakat.

Apa Itu Ngaji Pasaran?

Bagi sebagian orang, istilah ngaji pasaran mungkin terdengar unik. Namun di lingkungan pesantren, istilah ini sudah sangat dikenal.

Secara sederhana, ngaji pasaran adalah pengajian kitab klasik Islam yang dilakukan secara intensif dalam waktu tertentu, terutama selama Ramadan.

Kata “pasaran” berasal dari bahasa Jawa yang berarti kegiatan yang berlangsung setiap hari seperti pasar yang selalu ramai.

Artinya, pengajian tersebut dilakukan terus-menerus setiap hari selama periode tertentu tanpa jeda panjang.

Karena itu, dalam satu bulan Ramadan, para santri bisa menyelesaikan satu kitab secara tuntas.

Mengapa Tradisi Ini Selalu Ramai Saat Ramadan?

Ramadan sering dianggap sebagai waktu terbaik untuk meningkatkan ibadah dan memperdalam ilmu agama.

Karena itu, banyak pesantren mengadakan ngaji pasaran sebagai bagian dari kegiatan keilmuan selama bulan suci.

Selain santri mukim, masyarakat dari berbagai daerah juga sering datang untuk mengikuti pengajian tersebut.

Mereka ingin belajar langsung dari para kiai yang dikenal memiliki kedalaman ilmu agama.

Suasana pesantren pun berubah menjadi lebih hidup. Setiap hari, para santri berkumpul membawa kitab kuning untuk mengikuti kajian yang berlangsung sejak pagi hingga malam.

Kitab-Kitab yang Dipelajari dalam Ngaji Pasaran

Dalam tradisi ngaji pasaran, kitab yang dipelajari biasanya merupakan karya ulama klasik yang telah menjadi rujukan utama dalam dunia pesantren.

Kitab-kitab tersebut sering disebut sebagai kitab kuning karena warna kertasnya yang khas.

Beberapa kitab yang sering diajarkan antara lain kitab fiqih, tafsir, hadis, hingga tasawuf.

Contohnya seperti Tafsir Jalalain, Fathul Qarib, atau berbagai kitab karya ulama besar lainnya.

Kiai akan membaca teks Arab dari kitab tersebut, lalu menjelaskan maknanya kepada para santri.

Metode ini membuat santri tidak hanya memahami isi kitab, tetapi juga belajar cara membaca teks Arab klasik dengan benar.

Tradisi Ilmu yang Sudah Berlangsung Ratusan Tahun

Tradisi ngaji pasaran sebenarnya sudah berkembang sejak lama dalam dunia pesantren Nusantara.

Para ulama terdahulu menggunakan metode ini untuk mempercepat proses belajar kitab klasik Islam.

Karena pengajian dilakukan setiap hari, para santri dapat mempelajari materi secara intensif dalam waktu relatif singkat.

Selain itu, tradisi ini juga menjadi sarana penting untuk menjaga kesinambungan ilmu para ulama.

Ilmu yang diajarkan oleh generasi sebelumnya terus diwariskan kepada generasi berikutnya melalui proses belajar langsung di pesantren.

Hikmah di Balik Tradisi Ngaji Pasaran

Tradisi ngaji pasaran bukan hanya sekadar kegiatan belajar. Tradisi ini juga mengandung banyak hikmah.

Pertama, kegiatan ini mengajarkan kedisiplinan dalam mencari ilmu.

Para santri harus mengikuti pengajian secara rutin setiap hari agar dapat memahami isi kitab secara utuh.

Kedua, tradisi ini memperkuat hubungan antara guru dan murid.

Interaksi langsung antara kiai dan santri membuat proses belajar menjadi lebih mendalam dan penuh keberkahan.

Dalam Islam, mencari ilmu memiliki kedudukan yang sangat tinggi.

Allah berfirman dalam Al-Qur’an:

“Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antara kamu dan orang-orang yang diberi ilmu beberapa derajat.”
(QS. Al-Mujadilah: 11)

Rasulullah SAW juga bersabda:

“Barang siapa menempuh jalan untuk mencari ilmu, maka Allah akan mudahkan baginya jalan menuju surga.”
(HR. Muslim)

Karena itu, tradisi ngaji pasaran menjadi salah satu bentuk ikhtiar umat Islam dalam menuntut ilmu agama.

Tradisi Pesantren yang Tetap Bertahan di Era Modern

Meski zaman terus berubah, tradisi ngaji pasaran tetap bertahan hingga sekarang.

Bahkan di era digital, banyak orang justru semakin tertarik mengikuti pengajian langsung di pesantren.

Suasana belajar yang sederhana, kedekatan dengan para kiai, serta kedalaman materi yang diajarkan membuat tradisi ini tetap relevan.

Setiap Ramadan tiba, pesantren kembali dipenuhi para santri dan pencari ilmu.

Mereka datang dengan satu tujuan yang sama: memperdalam ilmu agama melalui ngaji pasaran yang telah menjadi warisan keilmuan ulama Nusantara. (Red)


  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bahaya Judi Online

    Bahaya Judi Online Mengintai Anak dan Petani, Kejaksaan RI Tingkatkan Edukasi Publik

    • calendar_month Minggu, 26 Okt 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 184
    • 0Komentar

    Kejaksaan RI soroti bahaya judi online pada anak dan petani, edukasi publik digencarkan. albadarpost.com, LENSA – Bahaya Judi Online kembali menjadi sorotan serius setelah Kejaksaan Agung mengungkap bahwa dampak praktik perjudian digital ini telah menjangkau lapisan masyarakat paling rentan, termasuk anak-anak sekolah dasar hingga petani di pedesaan. Fakta tersebut disampaikan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana […]

  • Oleh-oleh luar negeri

    Bea Cukai Ingatkan Batas Oleh-Oleh Luar Negeri

    • calendar_month Sabtu, 11 Jul 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 103
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Koper sudah penuh. Cokelat, camilan khas, parfum, hingga kosmetik untuk keluarga dan teman telah tersusun rapi. Suasana seperti ini hampir selalu menjadi penutup perjalanan wisata ke luar negeri. Namun sebelum pesawat mendarat di Indonesia, ada satu hal yang sering luput dari perhatian, yakni memastikan oleh-oleh luar negeri yang dibawa masih sesuai ketentuan. […]

  • guru digantikan AI

    Apakah AI Akan Menggantikan Guru? Ini Fakta yang Jarang Dibahas

    • calendar_month Kamis, 26 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 173
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HUMANIORA – Isu guru digantikan AI semakin sering muncul dalam diskusi tentang masa depan pendidikan. Seiring berkembangnya artificial intelligence, banyak orang mulai bertanya apakah peran guru di era AI masih diperlukan. Namun di balik kekhawatiran tersebut, terdapat fakta penting tentang guru di era artificial intelligence yang justru jarang dibahas. Teknologi AI memang berkembang sangat […]

  • Tradisi pondok pesantren santri belajar kitab kuning bersama kiai di lingkungan pesantren tradisional Indonesia

    Di Balik Kehidupan Santri: 7 Tradisi Pesantren yang Jarang Terungkap

    • calendar_month Senin, 9 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 186
    • 0Komentar

    albadarpost.com, CAKRAWALA – Tradisi pondok pesantren menjadi bagian penting dalam kehidupan santri di Indonesia. Budaya pesantren atau tradisi santri tidak hanya membentuk karakter religius, tetapi juga menanamkan nilai kedisiplinan, kebersamaan, serta penghormatan kepada guru. Banyak orang mengenal pesantren sebagai tempat belajar agama Islam. Namun di balik aktivitas mengaji dan belajar kitab, terdapat berbagai tradisi pondok […]

  • Kapolres Cup E-Sport

    Kapolres Cup E-Sport 2026 Gratis, Buruan Daftar!

    • calendar_month Senin, 22 Jun 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 87
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Suara “Maniac!” dan “Savage!” mungkin sudah akrab di telinga para pemain Mobile Legends. Namun kali ini, keseruan itu tidak hanya hadir di layar ponsel. Kapolres Cup E-Sport atau Road to E-Sport Kapolri Cup 2026 membuka peluang bagi gamer muda Kota Tasikmalaya untuk membuktikan kemampuan mereka di arena kompetisi yang lebih serius. […]

  • Timnas Indonesia

    Bukan Sekadar Menang, Timnas Indonesia Kirim Enam Sinyal Bahaya

    • calendar_month Selasa, 28 Jul 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 49
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Timnas Indonesia memulai perjalanan di Piala AFF 2026 dengan kemenangan telak 5-1 atas Kamboja. Namun, hasil Indonesia vs Kamboja bukan sekadar tambahan tiga poin. Di balik pesta gol tersebut, muncul sejumlah sinyal yang menunjukkan perkembangan permainan Garuda. Mulai dari efektivitas lini depan, organisasi permainan yang semakin matang, hingga kepercayaan diri skuad, […]

expand_less