Breaking News
light_mode
Beranda » Cakrawala » Jarang Diketahui, Ini Tradisi Ngaji Pasaran di Pesantren Saat Ramadan

Jarang Diketahui, Ini Tradisi Ngaji Pasaran di Pesantren Saat Ramadan

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Selasa, 17 Mar 2026
  • visibility 44
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, CAKRAWALA – Bulan Ramadan selalu membawa suasana berbeda di pesantren. Salah satu tradisi yang paling khas adalah ngaji pasaran. Tradisi ngaji pasaran di pesantren ini menghadirkan pengajian kitab kuning secara intensif selama bulan Ramadan. Para santri, alumni, bahkan masyarakat umum berkumpul untuk mengikuti ngaji pasaran yang dipimpin langsung oleh para kiai.

Tradisi ini sudah berlangsung sejak lama. Bahkan hingga kini, ngaji pasaran tetap menjadi salah satu kegiatan paling dinanti di berbagai pesantren di Indonesia. Selain memperdalam ilmu agama, kegiatan ini juga mempererat hubungan antara santri, kiai, dan masyarakat.

Apa Itu Ngaji Pasaran?

Bagi sebagian orang, istilah ngaji pasaran mungkin terdengar unik. Namun di lingkungan pesantren, istilah ini sudah sangat dikenal.

Secara sederhana, ngaji pasaran adalah pengajian kitab klasik Islam yang dilakukan secara intensif dalam waktu tertentu, terutama selama Ramadan.

Kata “pasaran” berasal dari bahasa Jawa yang berarti kegiatan yang berlangsung setiap hari seperti pasar yang selalu ramai.

Artinya, pengajian tersebut dilakukan terus-menerus setiap hari selama periode tertentu tanpa jeda panjang.

Karena itu, dalam satu bulan Ramadan, para santri bisa menyelesaikan satu kitab secara tuntas.

Mengapa Tradisi Ini Selalu Ramai Saat Ramadan?

Ramadan sering dianggap sebagai waktu terbaik untuk meningkatkan ibadah dan memperdalam ilmu agama.

Karena itu, banyak pesantren mengadakan ngaji pasaran sebagai bagian dari kegiatan keilmuan selama bulan suci.

Selain santri mukim, masyarakat dari berbagai daerah juga sering datang untuk mengikuti pengajian tersebut.

Mereka ingin belajar langsung dari para kiai yang dikenal memiliki kedalaman ilmu agama.

Suasana pesantren pun berubah menjadi lebih hidup. Setiap hari, para santri berkumpul membawa kitab kuning untuk mengikuti kajian yang berlangsung sejak pagi hingga malam.

Kitab-Kitab yang Dipelajari dalam Ngaji Pasaran

Dalam tradisi ngaji pasaran, kitab yang dipelajari biasanya merupakan karya ulama klasik yang telah menjadi rujukan utama dalam dunia pesantren.

Kitab-kitab tersebut sering disebut sebagai kitab kuning karena warna kertasnya yang khas.

Beberapa kitab yang sering diajarkan antara lain kitab fiqih, tafsir, hadis, hingga tasawuf.

Contohnya seperti Tafsir Jalalain, Fathul Qarib, atau berbagai kitab karya ulama besar lainnya.

Kiai akan membaca teks Arab dari kitab tersebut, lalu menjelaskan maknanya kepada para santri.

Metode ini membuat santri tidak hanya memahami isi kitab, tetapi juga belajar cara membaca teks Arab klasik dengan benar.

Tradisi Ilmu yang Sudah Berlangsung Ratusan Tahun

Tradisi ngaji pasaran sebenarnya sudah berkembang sejak lama dalam dunia pesantren Nusantara.

Para ulama terdahulu menggunakan metode ini untuk mempercepat proses belajar kitab klasik Islam.

Karena pengajian dilakukan setiap hari, para santri dapat mempelajari materi secara intensif dalam waktu relatif singkat.

Selain itu, tradisi ini juga menjadi sarana penting untuk menjaga kesinambungan ilmu para ulama.

Ilmu yang diajarkan oleh generasi sebelumnya terus diwariskan kepada generasi berikutnya melalui proses belajar langsung di pesantren.

Hikmah di Balik Tradisi Ngaji Pasaran

Tradisi ngaji pasaran bukan hanya sekadar kegiatan belajar. Tradisi ini juga mengandung banyak hikmah.

Pertama, kegiatan ini mengajarkan kedisiplinan dalam mencari ilmu.

Para santri harus mengikuti pengajian secara rutin setiap hari agar dapat memahami isi kitab secara utuh.

Kedua, tradisi ini memperkuat hubungan antara guru dan murid.

Interaksi langsung antara kiai dan santri membuat proses belajar menjadi lebih mendalam dan penuh keberkahan.

Dalam Islam, mencari ilmu memiliki kedudukan yang sangat tinggi.

Allah berfirman dalam Al-Qur’an:

“Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antara kamu dan orang-orang yang diberi ilmu beberapa derajat.”
(QS. Al-Mujadilah: 11)

Rasulullah SAW juga bersabda:

“Barang siapa menempuh jalan untuk mencari ilmu, maka Allah akan mudahkan baginya jalan menuju surga.”
(HR. Muslim)

Karena itu, tradisi ngaji pasaran menjadi salah satu bentuk ikhtiar umat Islam dalam menuntut ilmu agama.

Tradisi Pesantren yang Tetap Bertahan di Era Modern

Meski zaman terus berubah, tradisi ngaji pasaran tetap bertahan hingga sekarang.

Bahkan di era digital, banyak orang justru semakin tertarik mengikuti pengajian langsung di pesantren.

Suasana belajar yang sederhana, kedekatan dengan para kiai, serta kedalaman materi yang diajarkan membuat tradisi ini tetap relevan.

Setiap Ramadan tiba, pesantren kembali dipenuhi para santri dan pencari ilmu.

Mereka datang dengan satu tujuan yang sama: memperdalam ilmu agama melalui ngaji pasaran yang telah menjadi warisan keilmuan ulama Nusantara. (Red)


  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Entrepreneur Awards

    Entrepreneur Awards Pemkab Tasikmalaya 2025

    • calendar_month Kamis, 25 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 30
    • 0Komentar

    Pemkab Tasikmalaya beri apresiasi wirausaha lewat Entrepreneur Awards 2025 untuk dorong ekonomi daerah. albadarpost.com, BERITA DAERAH – Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya mengapresiasi peran pelaku usaha lokal melalui ajang Tasikmalaya Entrepreneur Awards 2025, yang digelar di Hotel Al Hambra, Rabu (24/12/2025). Kegiatan ini menjadi bagian dari strategi pemerintah daerah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis inovasi dan penguatan […]

  • edukasi kebangsaan

    Bakesbangpol Menginisiasi Edukasi Kebangsaan dan Dampaknya bagi Generasi 2045

    • calendar_month Minggu, 16 Nov 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 19
    • 0Komentar

    Editorial Albadarpost: edukasi kebangsaan dinilai kunci menyiapkan generasi 2045 yang kuat dan berkarakter. albadarpost.com, EDITORIAL – Inisiatif edukasi kebangsaan yang digagas Bakesbangpol Kota Tasikmalaya bersama Forum Diskusi Albadar Institute layak dibaca sebagai langkah serius memperbaiki fondasi generasi Indonesia Emas 2045. Program ini menandai kesadaran baru: masa depan negara tidak ditentukan oleh pembangunan fisik, tetapi oleh […]

  • klaim intelijen

    Saudi Bombardir Yaman Selatan

    • calendar_month Rabu, 7 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 32
    • 0Komentar

    Serangan udara Saudi ke Yaman selatan menandai eskalasi baru konflik internal dan gagalnya upaya damai regional. Serangan Udara Saudi Picu Eskalasi Baru albadarpost.com, BERITA DUNIA – Koalisi militer pimpinan Arab Saudi kembali melancarkan serangan udara ke wilayah Yaman selatan. Target utama serangan kali ini adalah posisi Dewan Transisi Selatan (STC), kelompok separatis yang selama ini […]

  • Ilustrasi empat golongan dirindukan surga: pembaca Quran, penjaga lisan, dermawan, dan orang berpuasa Ramadan.

    Empat Golongan Manusia yang Dirindukan Surga

    • calendar_month Sabtu, 21 Feb 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 35
    • 0Komentar

    albadarpost.com, OPINI – Empat Golongan Dirindukan Surga menjadi kabar langit yang menggetarkan jiwa. Dalam hadis Nabi ﷺ, disebutkan bahwa surga merindukan empat tipe manusia: pecinta Al-Qur’an, penjaga lisan, orang dermawan, dan ahli puasa Ramadan. Ini bukan sekadar kabar gembira; ia adalah peta ruhani menuju taman keabadian. Maka, ketika dunia sibuk menghitung laba, langit justru menghitung […]

  • Doa bersama Polres Tasikmalaya

    Polres Tasikmalaya Gelar Doa Bersama untuk Korban Bencana Sumatera

    • calendar_month Kamis, 4 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 16
    • 0Komentar

    Doa bersama Polres Tasikmalaya digelar untuk korban banjir dan longsor di tiga provinsi di Sumatera. albadarpost.com, HUMANIORA – Doa bersama Polres Tasikmalaya digelar di Gedung Pertemuan Warga (GPW) Tasikmalaya, Kamis, (4/12/2025), sebagai bentuk kepedulian atas bencana banjir dan longsor yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera. Kegiatan ini menjadi ruang solidaritas yang mempertemukan aparat, tokoh masyarakat, […]

  • Akses pendidikan

    Bangunan Berdiri, Hak Belajar Tertunda

    • calendar_month Jumat, 16 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 35
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Bangunan sekolah telah berdiri, lahan tersedia, dan kebutuhan masyarakat nyata. Namun hingga kini, Unit Sekolah Baru (USB) SMAN 1 Sidamulih, Kabupaten Pangandaran, belum dapat menjalankan fungsi pendidikan. Sekolah tersebut belum memiliki kepala sekolah, tenaga pendidik, maupun anggaran operasional. Situasi ini memantik kritik keras dari DPRD Jawa Barat yang menilai negara gagal […]

expand_less