Breaking News
light_mode
Beranda » Lifestyle » Tak Hanya Kolak, Ini 3 Bubur Khas Nusantara untuk Menu Buka Puasa

Tak Hanya Kolak, Ini 3 Bubur Khas Nusantara untuk Menu Buka Puasa

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Senin, 9 Mar 2026
  • visibility 25
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, LIFESTYLE – Bubur khas Nusantara selalu menjadi pilihan menarik saat waktu berbuka tiba. Selain mudah dicerna, makanan tradisional ini juga menghadirkan rasa hangat dan kaya rempah. Di berbagai daerah Indonesia, masyarakat mengenal beragam bubur tradisional untuk buka puasa dengan karakter rasa yang berbeda.

Beberapa di antaranya bahkan menjadi identitas kuliner daerah. Misalnya Bubur Kampiun dari Sumatera Barat, Bubur Sagu Ambon dari Maluku, serta Bubur Pedas dari Kalimantan Barat. Ketiga hidangan tersebut menunjukkan betapa kaya warisan kuliner Indonesia. Selain itu, setiap bubur memiliki cerita budaya yang unik sekaligus menggugah selera.

Bagi banyak keluarga, bubur sering hadir sebagai menu pembuka sebelum menikmati makanan utama. Teksturnya lembut sehingga lambung lebih siap menerima makanan setelah berpuasa seharian.

Bubur Kampiun, Sajian Manis Legendaris dari Sumatera Barat

Pertama, mari mengenal Bubur Kampiun yang berasal dari Sumatera Barat. Hidangan ini cukup populer sebagai bubur khas Nusantara untuk buka puasa karena tampilannya yang menggoda dan rasanya yang kaya.

Ilustrasi Bubur Kampiun.

Dalam satu mangkuk, Bubur Kampiun menghadirkan berbagai jenis bubur sekaligus. Biasanya terdiri dari bubur sumsum, bubur ketan hitam, kolak pisang atau ubi, candil, serta siraman santan gurih. Kombinasi ini menghasilkan perpaduan rasa manis dan lembut yang memanjakan lidah.

Menariknya, nama “kampiun” berarti juara. Konon, hidangan ini muncul setelah memenangkan lomba memasak di Sumatera Barat. Sejak saat itu, masyarakat semakin mengenalnya sebagai sajian spesial yang sering hadir pada bulan Ramadan.

Selain nikmat, Bubur Kampiun juga memberi energi cepat setelah berpuasa. Gula merah dan karbohidrat di dalamnya membantu tubuh mengembalikan tenaga secara perlahan. Oleh sebab itu, banyak orang memilih bubur ini sebagai menu berbuka yang sederhana namun mengenyangkan.

Bubur Sagu Ambon, Warisan Kuliner dari Tanah Maluku

Berbeda dari Bubur Kampiun, Bubur Sagu Ambon menonjolkan bahan utama yang khas, yaitu sagu. Bahan pangan ini sejak lama menjadi sumber makanan penting bagi masyarakat Maluku.

Ilustrasi Bubur Sagu.

Bubur Sagu Ambon memiliki tekstur kenyal dan transparan. Umumnya, masyarakat memasaknya bersama gula merah hingga menghasilkan kuah manis yang kental. Setelah itu, santan segar ditambahkan untuk memperkaya rasa.

Menu ini sering muncul sebagai bubur khas Nusantara saat Ramadan. Rasanya yang manis dan hangat sangat cocok untuk mengawali waktu berbuka. Selain itu, kandungan pati dalam sagu memberikan energi yang bertahan cukup lama.

Tak hanya itu, Bubur Sagu Ambon juga mencerminkan kearifan lokal masyarakat Maluku. Mereka memanfaatkan hasil alam sekitar untuk menciptakan makanan sederhana namun bernilai gizi.

Bubur Pedas Kalimantan Barat, Perpaduan Rempah yang Menggugah Selera

Jika dua bubur sebelumnya cenderung manis, Bubur Pedas dari Kalimantan Barat justru menghadirkan rasa gurih dan rempah yang kuat. Meski namanya “pedas”, hidangan ini tidak selalu terasa sangat pedas. Sebaliknya, cita rasa utamanya berasal dari campuran rempah dan sayuran.

Ilustrasi Bubur Pedas.

Bubur Pedas biasanya dibuat dari beras yang dimasak bersama berbagai sayuran seperti pakis, kacang panjang, dan daun kesum. Selain itu, masyarakat sering menambahkan ikan teri atau kacang tanah goreng untuk menambah tekstur.

Menu ini cukup populer sebagai bubur tradisional Nusantara untuk buka puasa karena memberikan rasa hangat setelah seharian berpuasa. Selain mengenyangkan, bubur ini juga kaya nutrisi dari sayur dan protein.

Baca juga: 3 Pelaut Indonesia Hilang di Selat Hormuz, Pencarian Terus Dilakukan

Menariknya, proses memasak Bubur Pedas cukup panjang. Banyak bumbu harus dihaluskan terlebih dahulu sebelum dicampurkan ke dalam bubur. Namun, usaha tersebut sepadan dengan rasa yang dihasilkan.

Baca juga: Prediksi Persib vs Persik: Mampukah Persik Kediri Kejutkan Liga 1?

Kekayaan Bubur Tradisional yang Menyatukan Nusantara

Ketiga hidangan tersebut memperlihatkan betapa beragamnya bubur khas Nusantara. Setiap daerah menghadirkan bahan dan teknik memasak yang berbeda, tetapi tujuan akhirnya sama: menciptakan makanan hangat yang menenangkan perut setelah berpuasa.

Selain menjadi menu buka puasa, bubur tradisional juga menyimpan nilai budaya yang kuat. Resepnya sering diwariskan turun-temurun dalam keluarga. Karena itu, setiap mangkuk bubur tidak hanya menghadirkan rasa lezat, tetapi juga cerita panjang tentang tradisi dan kehidupan masyarakat.

Ramadan pun menjadi momen tepat untuk kembali mengenal kuliner lokal. Dengan mencoba berbagai bubur dari daerah berbeda, masyarakat dapat merasakan kekayaan rasa sekaligus merayakan keragaman budaya Indonesia. (ARR)


  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Hikmah: Menemukan Cahaya dalam Setiap Peristiwa

    Hikmah: Menemukan Cahaya dalam Setiap Peristiwa

    • calendar_month Kamis, 18 Sep 2025
    • account_circle admin
    • visibility 5
    • 0Komentar

    albadarpost.com – HIKMAH. Rubrik Hikmah di albadarpost.com hadir sebagai ruang perenungan, ruang spiritual, dan ruang refleksi yang menuntun kita melihat kehidupan dengan kearifan. Kata “Hikmah” sendiri bukan sekadar berarti kebijaksanaan, tetapi juga mengandung makna mendalam: menemukan pelajaran dalam setiap peristiwa, menyingkap cahaya dari setiap pengalaman, dan menumbuhkan ketenangan batin di tengah hiruk-pikuk dunia. Sebagai media […]

  • ilustrasi suasana tenang seseorang bermunajat menggambarkan mahabbah kepada Allah dalam tasawuf

    Inilah Cinta Sejati Menurut Sufi: Mahabbah kepada Allah

    • calendar_month Rabu, 15 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 15
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Pernahkah kita bertanya dalam diam—apakah cinta kita kepada Allah sudah benar-benar tulus? Atau justru masih penuh harap pada balasan? Mahabbah kepada Allah bukan sekadar konsep dalam kitab tasawuf. Ia adalah cinta Ilahi yang hidup, berdenyut di hati, dan perlahan mengubah cara seseorang melihat dunia. Dalam pandangan para sufi, cinta kepada Allah bukan […]

  • Pengakuan caregiver

    Regulasi Caregiver, Kunci Perlindungan Pekerja Perawatan

    • calendar_month Selasa, 18 Nov 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 18
    • 0Komentar

    Pengakuan caregiver dinilai penting untuk memperkuat layanan sosial dan perlindungan pekerja perawatan. albadarpost.com, LIFESTYLE – Pekerja perawatan atau caregiver di Indonesia masih berada di ruang abu-abu kebijakan. Perannya krusial, tetapi pengakuan negara belum sebanding dengan beban kerja yang ditanggung. Kondisi ini dinilai berdampak langsung pada kualitas layanan sosial dan kesehatan, terutama bagi lansia, penyandang disabilitas, […]

  • syarat sah wudhu

    Wudhu sebagai Fondasi Kesucian Ibadah

    • calendar_month Minggu, 25 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 17
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Kesadaran berwudhu dengan benar kembali mendapat perhatian ulama. Wudhu bukan sekadar rutinitas sebelum salat, melainkan fondasi kesucian ibadah yang menentukan sah atau tidaknya amalan seorang muslim. Kelalaian dalam wudhu berpotensi menggugurkan nilai ibadah, meski dilakukan dengan niat baik. Dalam Islam, syarat sah wudhu menjadi bagian tak terpisahkan dari pelaksanaan salat dan ibadah […]

  • nilai sekolah

    Biaya Rendah Tak Menjamin, Value Sekolah Jadi Penentu Murid

    • calendar_month Selasa, 13 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 22
    • 0Komentar

    albadarpost.com, PERSPEKTIF – Fenomena sekolah berbiaya murah tetapi kekurangan murid semakin sering ditemui. Di berbagai daerah, ruang kelas kosong bukan disebabkan oleh mahalnya pendidikan, melainkan oleh lemahnya value atau nilai sekolah yang dirasakan masyarakat. Orang tua kini menimbang lebih dari sekadar biaya: mereka mencari kepastian mutu dan arah pendidikan anak. Perubahan ini penting dicermati. Penurunan […]

  • keuangan daerah Tasikmalaya

    Ketergantungan PAD Ungkap Kerentanan Keuangan Tasikmalaya

    • calendar_month Selasa, 20 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 26
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH — Kondisi keuangan daerah Tasikmalaya kembali mendapat sorotan setelah dua aset utama penyumbang Pendapatan Asli Daerah (PAD), yakni RSUD dr. Soekardjo dan Pasar Cikurubuk, menunjukkan tanda-tanda pelemahan. Situasi ini tidak berdiri sendiri sebagai persoalan manajerial aset, melainkan mencerminkan ketergantungan fiskal daerah pada mesin pendapatan yang semakin rentan di tengah tekanan ekonomi dan […]

expand_less