Breaking News
light_mode
Beranda » Lifestyle » Tak Hanya Kolak, Ini 3 Bubur Khas Nusantara untuk Menu Buka Puasa

Tak Hanya Kolak, Ini 3 Bubur Khas Nusantara untuk Menu Buka Puasa

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Senin, 9 Mar 2026
  • visibility 95
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, LIFESTYLE – Bubur khas Nusantara selalu menjadi pilihan menarik saat waktu berbuka tiba. Selain mudah dicerna, makanan tradisional ini juga menghadirkan rasa hangat dan kaya rempah. Di berbagai daerah Indonesia, masyarakat mengenal beragam bubur tradisional untuk buka puasa dengan karakter rasa yang berbeda.

Beberapa di antaranya bahkan menjadi identitas kuliner daerah. Misalnya Bubur Kampiun dari Sumatera Barat, Bubur Sagu Ambon dari Maluku, serta Bubur Pedas dari Kalimantan Barat. Ketiga hidangan tersebut menunjukkan betapa kaya warisan kuliner Indonesia. Selain itu, setiap bubur memiliki cerita budaya yang unik sekaligus menggugah selera.

Bagi banyak keluarga, bubur sering hadir sebagai menu pembuka sebelum menikmati makanan utama. Teksturnya lembut sehingga lambung lebih siap menerima makanan setelah berpuasa seharian.

Bubur Kampiun, Sajian Manis Legendaris dari Sumatera Barat

Pertama, mari mengenal Bubur Kampiun yang berasal dari Sumatera Barat. Hidangan ini cukup populer sebagai bubur khas Nusantara untuk buka puasa karena tampilannya yang menggoda dan rasanya yang kaya.

Ilustrasi Bubur Kampiun.

Dalam satu mangkuk, Bubur Kampiun menghadirkan berbagai jenis bubur sekaligus. Biasanya terdiri dari bubur sumsum, bubur ketan hitam, kolak pisang atau ubi, candil, serta siraman santan gurih. Kombinasi ini menghasilkan perpaduan rasa manis dan lembut yang memanjakan lidah.

Menariknya, nama “kampiun” berarti juara. Konon, hidangan ini muncul setelah memenangkan lomba memasak di Sumatera Barat. Sejak saat itu, masyarakat semakin mengenalnya sebagai sajian spesial yang sering hadir pada bulan Ramadan.

Selain nikmat, Bubur Kampiun juga memberi energi cepat setelah berpuasa. Gula merah dan karbohidrat di dalamnya membantu tubuh mengembalikan tenaga secara perlahan. Oleh sebab itu, banyak orang memilih bubur ini sebagai menu berbuka yang sederhana namun mengenyangkan.

Bubur Sagu Ambon, Warisan Kuliner dari Tanah Maluku

Berbeda dari Bubur Kampiun, Bubur Sagu Ambon menonjolkan bahan utama yang khas, yaitu sagu. Bahan pangan ini sejak lama menjadi sumber makanan penting bagi masyarakat Maluku.

Ilustrasi Bubur Sagu.

Bubur Sagu Ambon memiliki tekstur kenyal dan transparan. Umumnya, masyarakat memasaknya bersama gula merah hingga menghasilkan kuah manis yang kental. Setelah itu, santan segar ditambahkan untuk memperkaya rasa.

Menu ini sering muncul sebagai bubur khas Nusantara saat Ramadan. Rasanya yang manis dan hangat sangat cocok untuk mengawali waktu berbuka. Selain itu, kandungan pati dalam sagu memberikan energi yang bertahan cukup lama.

Tak hanya itu, Bubur Sagu Ambon juga mencerminkan kearifan lokal masyarakat Maluku. Mereka memanfaatkan hasil alam sekitar untuk menciptakan makanan sederhana namun bernilai gizi.

Bubur Pedas Kalimantan Barat, Perpaduan Rempah yang Menggugah Selera

Jika dua bubur sebelumnya cenderung manis, Bubur Pedas dari Kalimantan Barat justru menghadirkan rasa gurih dan rempah yang kuat. Meski namanya “pedas”, hidangan ini tidak selalu terasa sangat pedas. Sebaliknya, cita rasa utamanya berasal dari campuran rempah dan sayuran.

Ilustrasi Bubur Pedas.

Bubur Pedas biasanya dibuat dari beras yang dimasak bersama berbagai sayuran seperti pakis, kacang panjang, dan daun kesum. Selain itu, masyarakat sering menambahkan ikan teri atau kacang tanah goreng untuk menambah tekstur.

Menu ini cukup populer sebagai bubur tradisional Nusantara untuk buka puasa karena memberikan rasa hangat setelah seharian berpuasa. Selain mengenyangkan, bubur ini juga kaya nutrisi dari sayur dan protein.

Baca juga: 3 Pelaut Indonesia Hilang di Selat Hormuz, Pencarian Terus Dilakukan

Menariknya, proses memasak Bubur Pedas cukup panjang. Banyak bumbu harus dihaluskan terlebih dahulu sebelum dicampurkan ke dalam bubur. Namun, usaha tersebut sepadan dengan rasa yang dihasilkan.

Baca juga: Prediksi Persib vs Persik: Mampukah Persik Kediri Kejutkan Liga 1?

Kekayaan Bubur Tradisional yang Menyatukan Nusantara

Ketiga hidangan tersebut memperlihatkan betapa beragamnya bubur khas Nusantara. Setiap daerah menghadirkan bahan dan teknik memasak yang berbeda, tetapi tujuan akhirnya sama: menciptakan makanan hangat yang menenangkan perut setelah berpuasa.

Selain menjadi menu buka puasa, bubur tradisional juga menyimpan nilai budaya yang kuat. Resepnya sering diwariskan turun-temurun dalam keluarga. Karena itu, setiap mangkuk bubur tidak hanya menghadirkan rasa lezat, tetapi juga cerita panjang tentang tradisi dan kehidupan masyarakat.

Ramadan pun menjadi momen tepat untuk kembali mengenal kuliner lokal. Dengan mencoba berbagai bubur dari daerah berbeda, masyarakat dapat merasakan kekayaan rasa sekaligus merayakan keragaman budaya Indonesia. (ARR)


  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Poster rekrutmen Duta Literasi Keuangan OJK Jawa Barat 2026 bagi mahasiswa dan masyarakat umum.

    Kesempatan Emas! OJK Jabar Cari Duta Literasi Keuangan 2026

    • calendar_month Minggu, 8 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 87
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Jawa Barat membuka rekrutmen Duta Literasi Keuangan OJK 2026 bagi masyarakat yang ingin berkontribusi dalam meningkatkan pemahaman keuangan masyarakat. Program duta edukasi keuangan OJK ini bertujuan memperluas literasi keuangan di berbagai kalangan, mulai dari pelajar hingga komunitas masyarakat. Rekrutmen Duta Literasi Keuangan OJK Jawa Barat terbuka […]

  • doa hari jumat

    Jangan Terlewat! Ini Doa Mustajab di Malam dan Hari Jumat

    • calendar_month Kamis, 2 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 112
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Doa hari Jumat menjadi salah satu amalan penting yang dianjurkan dalam Islam, terutama pada malam dan hari Jumat. Banyak umat Muslim mencari doa malam Jumat, doa mustajab hari Jumat, serta amalan yang dapat mendatangkan keberkahan. Menariknya, hari Jumat bukan sekadar hari biasa, melainkan waktu istimewa yang penuh peluang dikabulkannya doa. Oleh karena […]

  • Tokoh Quraisy

    Tokoh Quraisy Paling Berpengaruh: Dari Penentang Jadi Pembela

    • calendar_month Senin, 20 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 75
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Tokoh Quraisy selalu berada di pusat sejarah Islam. Dalam perjalanan Quraisy di Mekkah, kita melihat kontras yang tajam: ada tokoh Quraisy penentang Islam, ada pula tokoh Quraisy pendukung Islam. Namun yang jarang disadari, sebagian dari mereka justru berbalik arah—dari musuh menjadi pembela. Di titik inilah sejarah terasa hidup. Konflik tidak hanya terjadi di […]

  • reintroduksi banteng jawa

    BBKSDA Jabar Perkuat Reintroduksi Banteng Jawa di Pangandaran

    • calendar_month Rabu, 3 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 63
    • 0Komentar

    BBKSDA Jawa Barat memperkuat reintroduksi banteng jawa di Pangandaran guna menekan ancaman kepunahan. albadarpost.com, HUMANIORA — Program reintroduksi banteng jawa kembali menjadi fokus konservasi Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Jawa Barat. Langkah ini dilakukan untuk mengatasi ancaman kepunahan banteng jawa (Bos javanicus) yang statusnya meningkat menjadi “sangat terancam punah”. Intervensi dilakukan di Pusat […]

  • Pemain Persib dan Borneo FC bersaing ketat di papan atas Liga 1 Indonesia musim 2026

    Saat Persib dan Borneo Saling Tekan, Gelar Juara Kini Ditentukan Mental

    • calendar_month Minggu, 3 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 69
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Persib vs Borneo menjadi salah satu persaingan paling panas di Liga 1 Indonesia musim ini. Perebutan puncak klasemen kini tidak lagi hanya soal selisih angka, tetapi berubah menjadi adu konsistensi, ketahanan mental, dan nafas juara hingga pekan-pekan terakhir kompetisi. Di tengah tekanan besar dan jadwal yang semakin padat, kedua tim mulai […]

  • Analisis kritis SK Komdigi 127 2026 dan dampaknya terhadap kebebasan pers serta demokrasi digital di Indonesia

    SK Komdigi 127/2026: Regulasi Cepat, Demokrasi Terhambat?

    • calendar_month Kamis, 9 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 85
    • 0Komentar

    albadarpost.com, EDITORIAL – SK Komdigi 127 2026 kembali membuka perdebatan serius tentang arah regulasi digital, kebebasan berekspresi, dan posisi negara dalam mengontrol ruang publik. Pemerintah menyebut aturan ini sebagai langkah strategis melawan disinformasi. Namun, sejumlah kalangan melihatnya sebagai sinyal kemunduran dalam praktik demokrasi digital. Masalahnya bukan pada niat, melainkan pada desain kebijakan yang berpotensi melampaui […]

expand_less