Breaking News
light_mode
Beranda » Lifestyle » Tak Hanya Kolak, Ini 3 Bubur Khas Nusantara untuk Menu Buka Puasa

Tak Hanya Kolak, Ini 3 Bubur Khas Nusantara untuk Menu Buka Puasa

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Senin, 9 Mar 2026
  • visibility 221
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, LIFESTYLE – Bubur khas Nusantara selalu menjadi pilihan menarik saat waktu berbuka tiba. Selain mudah dicerna, makanan tradisional ini juga menghadirkan rasa hangat dan kaya rempah. Di berbagai daerah Indonesia, masyarakat mengenal beragam bubur tradisional untuk buka puasa dengan karakter rasa yang berbeda.

Beberapa di antaranya bahkan menjadi identitas kuliner daerah. Misalnya Bubur Kampiun dari Sumatera Barat, Bubur Sagu Ambon dari Maluku, serta Bubur Pedas dari Kalimantan Barat. Ketiga hidangan tersebut menunjukkan betapa kaya warisan kuliner Indonesia. Selain itu, setiap bubur memiliki cerita budaya yang unik sekaligus menggugah selera.

Bagi banyak keluarga, bubur sering hadir sebagai menu pembuka sebelum menikmati makanan utama. Teksturnya lembut sehingga lambung lebih siap menerima makanan setelah berpuasa seharian.

Bubur Kampiun, Sajian Manis Legendaris dari Sumatera Barat

Pertama, mari mengenal Bubur Kampiun yang berasal dari Sumatera Barat. Hidangan ini cukup populer sebagai bubur khas Nusantara untuk buka puasa karena tampilannya yang menggoda dan rasanya yang kaya.

Ilustrasi Bubur Kampiun.

Dalam satu mangkuk, Bubur Kampiun menghadirkan berbagai jenis bubur sekaligus. Biasanya terdiri dari bubur sumsum, bubur ketan hitam, kolak pisang atau ubi, candil, serta siraman santan gurih. Kombinasi ini menghasilkan perpaduan rasa manis dan lembut yang memanjakan lidah.

Menariknya, nama “kampiun” berarti juara. Konon, hidangan ini muncul setelah memenangkan lomba memasak di Sumatera Barat. Sejak saat itu, masyarakat semakin mengenalnya sebagai sajian spesial yang sering hadir pada bulan Ramadan.

Selain nikmat, Bubur Kampiun juga memberi energi cepat setelah berpuasa. Gula merah dan karbohidrat di dalamnya membantu tubuh mengembalikan tenaga secara perlahan. Oleh sebab itu, banyak orang memilih bubur ini sebagai menu berbuka yang sederhana namun mengenyangkan.

Bubur Sagu Ambon, Warisan Kuliner dari Tanah Maluku

Berbeda dari Bubur Kampiun, Bubur Sagu Ambon menonjolkan bahan utama yang khas, yaitu sagu. Bahan pangan ini sejak lama menjadi sumber makanan penting bagi masyarakat Maluku.

Ilustrasi Bubur Sagu.

Bubur Sagu Ambon memiliki tekstur kenyal dan transparan. Umumnya, masyarakat memasaknya bersama gula merah hingga menghasilkan kuah manis yang kental. Setelah itu, santan segar ditambahkan untuk memperkaya rasa.

Menu ini sering muncul sebagai bubur khas Nusantara saat Ramadan. Rasanya yang manis dan hangat sangat cocok untuk mengawali waktu berbuka. Selain itu, kandungan pati dalam sagu memberikan energi yang bertahan cukup lama.

Tak hanya itu, Bubur Sagu Ambon juga mencerminkan kearifan lokal masyarakat Maluku. Mereka memanfaatkan hasil alam sekitar untuk menciptakan makanan sederhana namun bernilai gizi.

Bubur Pedas Kalimantan Barat, Perpaduan Rempah yang Menggugah Selera

Jika dua bubur sebelumnya cenderung manis, Bubur Pedas dari Kalimantan Barat justru menghadirkan rasa gurih dan rempah yang kuat. Meski namanya “pedas”, hidangan ini tidak selalu terasa sangat pedas. Sebaliknya, cita rasa utamanya berasal dari campuran rempah dan sayuran.

Ilustrasi Bubur Pedas.

Bubur Pedas biasanya dibuat dari beras yang dimasak bersama berbagai sayuran seperti pakis, kacang panjang, dan daun kesum. Selain itu, masyarakat sering menambahkan ikan teri atau kacang tanah goreng untuk menambah tekstur.

Menu ini cukup populer sebagai bubur tradisional Nusantara untuk buka puasa karena memberikan rasa hangat setelah seharian berpuasa. Selain mengenyangkan, bubur ini juga kaya nutrisi dari sayur dan protein.

Baca juga: 3 Pelaut Indonesia Hilang di Selat Hormuz, Pencarian Terus Dilakukan

Menariknya, proses memasak Bubur Pedas cukup panjang. Banyak bumbu harus dihaluskan terlebih dahulu sebelum dicampurkan ke dalam bubur. Namun, usaha tersebut sepadan dengan rasa yang dihasilkan.

Baca juga: Prediksi Persib vs Persik: Mampukah Persik Kediri Kejutkan Liga 1?

Kekayaan Bubur Tradisional yang Menyatukan Nusantara

Ketiga hidangan tersebut memperlihatkan betapa beragamnya bubur khas Nusantara. Setiap daerah menghadirkan bahan dan teknik memasak yang berbeda, tetapi tujuan akhirnya sama: menciptakan makanan hangat yang menenangkan perut setelah berpuasa.

Selain menjadi menu buka puasa, bubur tradisional juga menyimpan nilai budaya yang kuat. Resepnya sering diwariskan turun-temurun dalam keluarga. Karena itu, setiap mangkuk bubur tidak hanya menghadirkan rasa lezat, tetapi juga cerita panjang tentang tradisi dan kehidupan masyarakat.

Ramadan pun menjadi momen tepat untuk kembali mengenal kuliner lokal. Dengan mencoba berbagai bubur dari daerah berbeda, masyarakat dapat merasakan kekayaan rasa sekaligus merayakan keragaman budaya Indonesia. (ARR)


  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Keteguhan Hati

    Doa Nabi yang Menjaga Iman Tetap Istiqamah

    • calendar_month Jumat, 24 Jul 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 119
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HIKMAH – Tidak sedikit orang yang memulai perjalanan hijrahnya dengan penuh semangat. Masjid terasa dekat, Al-Qur’an rajin dibaca, dan doa mengalir setiap hari. Namun, beberapa bulan kemudian semangat itu mulai memudar. Kesibukan mengambil alih. Godaan datang silih berganti. Hati pun perlahan melemah. Kenyataan ini menunjukkan bahwa menjaga keteguhan hati, istiqamah, dan keimanan jauh lebih […]

  • Kadin TikTok Tasik

    TikTok Shop Masuk Tasikmalaya, Kadin Bidik Ledakan Ekonomi Digital

    • calendar_month Sabtu, 9 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 198
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH — Suasana di ruang rapat itu sebenarnya tidak terlalu formal-formal amat. Beberapa peserta masih terdengar saling bercanda kecil sebelum acara dimulai. Namun ketika pembahasan masuk soal TikTok Shop dan investasi digital, nada diskusi langsung berubah serius. Di situlah nama Tasikmalaya beberapa kali disebut dengan nada optimistis. Kadin Kota Tasikmalaya kini mencoba masuk […]

  • Ilustrasi pasukan darat Amerika Serikat dan militer Iran dalam skenario invasi militer di kawasan Timur Tengah.

    AS Siapkan Pasukan Darat ke Iran? Ini 4 Skenario yang Bisa Terjadi di Medan Perang

    • calendar_month Kamis, 26 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 216
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DUNIA – Ketegangan geopolitik kembali menjadi perhatian dunia setelah muncul berbagai analisis tentang kemungkinan invasi AS ke Iran. Skenario serangan pasukan darat Amerika ke Iran atau operasi militer AS terhadap Iran dinilai dapat memicu perubahan besar di kawasan Timur Tengah. Para analis militer menyebut konflik ini tidak hanya berpotensi memicu pertempuran langsung antara […]

  • Kebijakan ASN

    Gubernur Jabar Libatkan Mahasiswa Teknik Sipil Jadi Pengawas Proyek Infrastruktur

    • calendar_month Rabu, 19 Nov 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 260
    • 0Komentar

    Jabar rekrut Mahasiswa Teknik Sipil jadi pengawas proyek. Honor Rp 300 ribu/hari. Tingkatkan idealisme dan kualitas konstruksi. Dampak Kebijakan Konsultan Mahasiswa albadarpost.com, LENSA – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengambil langkah inovatif untuk memperkuat pengawasan proyek infrastruktur daerah dengan melibatkan kalangan akademisi muda. Kebijakan ini akan merekrut Mahasiswa Teknik Sipil dari berbagai perguruan tinggi di […]

  • penemuan jasad bayi

    Polisi Dalami Penemuan Jasad Bayi di Toilet Stasiun Citayam

    • calendar_month Selasa, 2 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 129
    • 0Komentar

    Penemuan jasad bayi di Stasiun Citayam mengusut motif pelaku, polisi kumpulkan saksi dan lakukan autopsi. albadarpost.com, HUMANIORA — Penemuan jasad bayi perempuan di toilet Stasiun Citayam mengubah rutinitas sore pengguna KRL menjadi laporan kriminal yang menuntut kejelasan. Senin, 1 Desember 2025, seorang petugas kebersihan menemukan bayi yang diperkirakan baru berusia lima hari di dalam sebuah […]

  • Pelantikan Pejabat Kabupaten Tasikmalaya

    Cecep Lantik 56 Pejabat, Sekda Baru Jadi Sorotan

    • calendar_month Jumat, 10 Jul 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 116
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Pelantikan Pejabat Kabupaten Tasikmalaya menjadi salah satu langkah strategis Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya dalam memperkuat tata kelola birokrasi. Bupati Tasikmalaya Dr. Cecep Nurul Yakin melantik sekaligus mengambil sumpah jabatan 56 pejabat yang terdiri atas Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama, Administrator, Pengawas, dan Fungsional. Dalam pelantikan pejabat Tasikmalaya tersebut, perhatian publik tertuju pada pengangkatan […]

expand_less