Breaking News
light_mode
Beranda » Opini » Kun Fayakun: Ketika Manusia Sok Berkuasa

Kun Fayakun: Ketika Manusia Sok Berkuasa

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Minggu, 1 Mar 2026
  • visibility 69
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, OPINIKun Fayakun bukan sekadar frasa populer yang sering menghiasi ceramah atau status media sosial. Kun Fayakun dalam QS Yasin ayat 82 adalah penegasan mutlak bahwa Allah Maha Berkuasa atas segala sesuatu. Namun ironisnya, di tengah keyakinan terhadap Kun Fayakun dan kekuasaan Allah tersebut, manusia tetap gemar merasa paling menentukan takdir.

Allah SWT berfirman:

اِنَّمَآ اَمْرُهٗٓ اِذَآ اَرَادَ شَيْـًٔاۖ اَنْ يَّقُوْلَ لَهٗ كُنْ فَيَكُوْنُ ۝٨٢
“Sesungguhnya urusan-Nya apabila Dia menghendaki sesuatu, Dia hanya berkata kepadanya: ‘Jadilah!’ Maka jadilah sesuatu itu.” (QS. Yasin: 82)

Ayat ini sederhana. Namun justru karena kesederhanaannya, ia menampar kesombongan manusia modern yang sibuk memuja kuasa dirinya.

Ketika Tombol “Jadilah” Bukan Milik Kita

Kita hidup di zaman di mana orang merasa cukup dengan jabatan, modal, atau pengaruh. Seolah-olah keputusan mereka adalah penentu mutlak realitas. Padahal, ayat Kun Fayakun mengajarkan bahwa kehendak Allah tidak membutuhkan proses panjang, rapat koordinasi, atau lobi politik.

Allah tidak memerlukan bantuan. Allah tidak mengulang perintah. Dan Allah tidak menunggu persetujuan siapa pun. Ketika Dia berkehendak, maka terjadi.

Sebaliknya, manusia sering kali terlalu percaya diri. Hari ini ia merancang dengan penuh keyakinan, esok rencananya runtuh tanpa aba-aba. Di sinilah letak satirnya: makhluk yang lemah justru gemar berlagak kuat.

Rasulullah SAW mengingatkan:

“Tidak akan masuk surga orang yang di dalam hatinya terdapat kesombongan walau sebesar biji sawi.” (HR. Muslim)

Namun anehnya, manusia tetap berlomba memupuk kesombongan itu. Ia lupa bahwa hidupnya sendiri bergantung pada satu tarikan napas yang tidak ia kendalikan.

Kecepatan Takdir dan Lambannya Kesadaran

Kun Fayakun menunjukkan betapa cepatnya kehendak Allah terwujud. Tidak ada jeda, tidak ada hambatan. Ketika Allah berfirman “Jadilah”, maka realitas tunduk sepenuhnya.

Sementara itu, manusia sering lambat menyadari keterbatasannya. Ia baru mengakui kelemahan setelah kehilangan. Ia baru ingat doa ketika kuasanya tak lagi berguna.

Imam Al-Ghazali pernah menegaskan bahwa kesadaran tentang kelemahan diri adalah pintu menuju makrifat. Artinya, semakin seseorang memahami bahwa ia bukan pusat kekuasaan, semakin dekat ia pada kebenaran.

Namun realitas sosial menunjukkan sebaliknya. Banyak orang justru merasa menjadi arsitek utama segala keberhasilan. Padahal, tanpa izin Allah, satu sel dalam tubuh pun tak bergerak.

Antara Ikhtiar dan Ilusi Kuasa

Tentu, Islam tidak mengajarkan fatalisme. Manusia tetap wajib berikhtiar. Namun ikhtiar berbeda dengan ilusi kuasa. Ikhtiar lahir dari kesadaran bahwa hasil berada di tangan Allah. Sebaliknya, ilusi kuasa lahir dari keyakinan bahwa semua dapat dikendalikan sendiri.

Allah berfirman dalam QS. Ali Imran ayat 26:

“Engkau berikan kerajaan kepada siapa yang Engkau kehendaki dan Engkau cabut kerajaan dari siapa yang Engkau kehendaki.”

Ayat ini mengingatkan bahwa kekuasaan berpindah bukan karena kehebatan manusia semata, melainkan karena kehendak Allah. Oleh sebab itu, ketika seseorang terlalu bangga atas posisinya, sesungguhnya ia sedang berdiri di atas tanah yang bisa runtuh kapan saja.

Selain itu, Nabi Muhammad SAW juga bersabda:

“Andai kalian bertawakal kepada Allah dengan sebenar-benarnya tawakal, niscaya kalian diberi rezeki sebagaimana burung diberi rezeki.” (HR. Tirmidzi)

Baca juga: Angka Turun, Beban Naik: Fakta Kemiskinan Tasikmalaya

Hadis ini memperjelas bahwa ketergantungan sejati hanya kepada Allah. Burung saja tidak memiliki lumbung, namun tetap hidup. Lalu mengapa manusia sering merasa menjadi pemilik kendali penuh?

Zaman Serba Merasa Bisa

Zaman ini memuja kecepatan dan kontrol. Teknologi berkembang pesat. Informasi bergerak dalam hitungan detik. Namun di balik semua itu, manusia tetap tidak mampu memastikan detik berikutnya.

Di sinilah Kun Fayakun menjadi pengingat paling tajam. Ayat ini bukan hanya berbicara tentang penciptaan alam, melainkan juga tentang batas manusia.

Kita boleh merencanakan. Kita boleh berusaha. Akan tetapi, hasil akhir tetap berada dalam kehendak Allah. Karena itu, setiap ambisi seharusnya dibingkai dengan kerendahan hati.

Akhirnya, Kun Fayakun bukan sekadar ayat tentang kekuasaan ilahi. Ia adalah cermin yang memantulkan betapa kecilnya manusia. Dan mungkin, di tengah hiruk-pikuk ambisi dunia, satir terbesar justru terletak pada kenyataan bahwa tombol “Jadilah” itu bukan milik kita.

وَاللَّهُ أَعْلَمُ بِالصَّوَابِ

Penulis: Diki Samani (Pemimpin Redaksi AlbadarPost)


  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • WFH ASN Jumat

    WFH ASN Setiap Jumat Dimulai, Negara Hemat Tapi Pelayanan Aman?

    • calendar_month Rabu, 1 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 73
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Kebijakan WFH ASN Jumat resmi dimulai pada April 2026 dan langsung menjadi perhatian publik. Program kerja fleksibel ASN atau work from home pegawai negeri ini disebut pemerintah sebagai langkah efisiensi energi sekaligus modernisasi birokrasi. Namun di sisi lain, muncul pertanyaan besar: apakah kebijakan kerja dari rumah setiap Jumat mampu meningkatkan produktivitas […]

  • penemuan jasad bayi

    Penemuan Jasad Bayi Berujung Penjara

    • calendar_month Jumat, 9 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 65
    • 0Komentar

    Penemuan jasad bayi di Lampung Barat berujung tersangka dan ancaman hukuman berat atas kejahatan terhadap anak. albadarpost.com, HUMANIORA— Kasus penemuan jasad bayi di sebuah kebun kopi di Kabupaten Lampung Barat berakhir pada penetapan tersangka dan ancaman pidana berat. Kepolisian memastikan bahwa rasa malu akibat kehamilan di luar nikah tidak dapat menjadi alasan pembenar atas tindakan […]

  • perjuangan ekonomi

    Bukan Lagi Angkat Senjata: Gen Z Membangun ‘Indonesia Emas’ Lewat Perjuangan Ekonomi

    • calendar_month Senin, 10 Nov 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 104
    • 0Komentar

    Generasi Z menjadi motor perjuangan ekonomi menuju Indonesia Emas 2045 melalui inovasi dan ketahanan digital. albadarpost.com, PERSPEKTIF – Perjuangan ekonomi kini menjadi medan juang generasi muda. Pada peringatan Hari Pahlawan, narasi tentang bambu runcing dan medan tempur tetap hidup, tetapi tantangan yang dihadapi generasi sekarang bergeser dari perlawanan fisik menjadi perebutan peluang di tengah ketidakpastian […]

  • Proses packaging frozen food menggunakan vacuum sealer, ice gel, dan insulated box untuk pengiriman jarak jauh.

    Teknik Kirim Frozen Food Jarak Jauh Anti Gagal

    • calendar_month Rabu, 25 Feb 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 76
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Packaging frozen food menjadi kunci sukses bisnis kuliner jarak jauh. Teknik kemasan frozen food atau cara mengemas makanan beku tidak hanya menjaga kualitas, tetapi juga menentukan kepuasan pelanggan. Tanpa packaging frozen food yang tepat, produk mudah rusak, berubah rasa, bahkan gagal sampai tujuan dalam kondisi baik. Karena itu, pelaku usaha wajib […]

  • Petugas Imigrasi Indonesia melakukan deportasi terhadap 16 WNA pelaku scam online dalam operasi pengawasan kejahatan digital.

    Imigrasi Bongkar Jaringan Scam Asing, 16 WNA Dipulangkan

    • calendar_month Jumat, 1 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 46
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Langkah tegas dilakukan pemerintah terhadap WNA pelaku scam. Direktorat Jenderal Imigrasi memastikan Indonesia bukan tempat aman bagi pelaku penipuan online dan jaringan kejahatan digital internasional. Dalam operasi senyap pengawasan terbaru, sebanyak 16 warga negara asing langsung dipulangkan setelah aparat menemukan dugaan keterlibatan mereka dalam aktivitas scam online dan pelanggaran izin tinggal. […]

  • Nabi Ayub AS

    Refleksi Harian dari Kisah Nabi Ayub AS

    • calendar_month Jumat, 26 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 67
    • 0Komentar

    Kisah Nabi Ayub AS mengajarkan keteguhan iman saat kehilangan harta, keluarga, dan kesehatan. albadarpost.com, OPINI – Hidup modern bergerak cepat, tetapi rapuh. Krisis kesehatan, tekanan ekonomi, dan permasalahan sosial bisa datang tanpa aba-aba. Dalam situasi seperti ini, kisah Nabi Ayub AS tidak berhenti sebagai cerita masa lalu. Ia hadir sebagai cermin harian tentang bagaimana manusia […]

expand_less