Breaking News
light_mode
Beranda » Opini » Kun Fayakun: Ketika Manusia Sok Berkuasa

Kun Fayakun: Ketika Manusia Sok Berkuasa

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Minggu, 1 Mar 2026
  • visibility 205
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, OPINIKun Fayakun bukan sekadar frasa populer yang sering menghiasi ceramah atau status media sosial. Kun Fayakun dalam QS Yasin ayat 82 adalah penegasan mutlak bahwa Allah Maha Berkuasa atas segala sesuatu. Namun ironisnya, di tengah keyakinan terhadap Kun Fayakun dan kekuasaan Allah tersebut, manusia tetap gemar merasa paling menentukan takdir.

Allah SWT berfirman:

اِنَّمَآ اَمْرُهٗٓ اِذَآ اَرَادَ شَيْـًٔاۖ اَنْ يَّقُوْلَ لَهٗ كُنْ فَيَكُوْنُ ۝٨٢
“Sesungguhnya urusan-Nya apabila Dia menghendaki sesuatu, Dia hanya berkata kepadanya: ‘Jadilah!’ Maka jadilah sesuatu itu.” (QS. Yasin: 82)

Ayat ini sederhana. Namun justru karena kesederhanaannya, ia menampar kesombongan manusia modern yang sibuk memuja kuasa dirinya.

Ketika Tombol “Jadilah” Bukan Milik Kita

Kita hidup di zaman di mana orang merasa cukup dengan jabatan, modal, atau pengaruh. Seolah-olah keputusan mereka adalah penentu mutlak realitas. Padahal, ayat Kun Fayakun mengajarkan bahwa kehendak Allah tidak membutuhkan proses panjang, rapat koordinasi, atau lobi politik.

Allah tidak memerlukan bantuan. Allah tidak mengulang perintah. Dan Allah tidak menunggu persetujuan siapa pun. Ketika Dia berkehendak, maka terjadi.

Sebaliknya, manusia sering kali terlalu percaya diri. Hari ini ia merancang dengan penuh keyakinan, esok rencananya runtuh tanpa aba-aba. Di sinilah letak satirnya: makhluk yang lemah justru gemar berlagak kuat.

Rasulullah SAW mengingatkan:

“Tidak akan masuk surga orang yang di dalam hatinya terdapat kesombongan walau sebesar biji sawi.” (HR. Muslim)

Namun anehnya, manusia tetap berlomba memupuk kesombongan itu. Ia lupa bahwa hidupnya sendiri bergantung pada satu tarikan napas yang tidak ia kendalikan.

Kecepatan Takdir dan Lambannya Kesadaran

Kun Fayakun menunjukkan betapa cepatnya kehendak Allah terwujud. Tidak ada jeda, tidak ada hambatan. Ketika Allah berfirman “Jadilah”, maka realitas tunduk sepenuhnya.

Sementara itu, manusia sering lambat menyadari keterbatasannya. Ia baru mengakui kelemahan setelah kehilangan. Ia baru ingat doa ketika kuasanya tak lagi berguna.

Imam Al-Ghazali pernah menegaskan bahwa kesadaran tentang kelemahan diri adalah pintu menuju makrifat. Artinya, semakin seseorang memahami bahwa ia bukan pusat kekuasaan, semakin dekat ia pada kebenaran.

Namun realitas sosial menunjukkan sebaliknya. Banyak orang justru merasa menjadi arsitek utama segala keberhasilan. Padahal, tanpa izin Allah, satu sel dalam tubuh pun tak bergerak.

Antara Ikhtiar dan Ilusi Kuasa

Tentu, Islam tidak mengajarkan fatalisme. Manusia tetap wajib berikhtiar. Namun ikhtiar berbeda dengan ilusi kuasa. Ikhtiar lahir dari kesadaran bahwa hasil berada di tangan Allah. Sebaliknya, ilusi kuasa lahir dari keyakinan bahwa semua dapat dikendalikan sendiri.

Allah berfirman dalam QS. Ali Imran ayat 26:

“Engkau berikan kerajaan kepada siapa yang Engkau kehendaki dan Engkau cabut kerajaan dari siapa yang Engkau kehendaki.”

Ayat ini mengingatkan bahwa kekuasaan berpindah bukan karena kehebatan manusia semata, melainkan karena kehendak Allah. Oleh sebab itu, ketika seseorang terlalu bangga atas posisinya, sesungguhnya ia sedang berdiri di atas tanah yang bisa runtuh kapan saja.

Selain itu, Nabi Muhammad SAW juga bersabda:

“Andai kalian bertawakal kepada Allah dengan sebenar-benarnya tawakal, niscaya kalian diberi rezeki sebagaimana burung diberi rezeki.” (HR. Tirmidzi)

Baca juga: Angka Turun, Beban Naik: Fakta Kemiskinan Tasikmalaya

Hadis ini memperjelas bahwa ketergantungan sejati hanya kepada Allah. Burung saja tidak memiliki lumbung, namun tetap hidup. Lalu mengapa manusia sering merasa menjadi pemilik kendali penuh?

Zaman Serba Merasa Bisa

Zaman ini memuja kecepatan dan kontrol. Teknologi berkembang pesat. Informasi bergerak dalam hitungan detik. Namun di balik semua itu, manusia tetap tidak mampu memastikan detik berikutnya.

Di sinilah Kun Fayakun menjadi pengingat paling tajam. Ayat ini bukan hanya berbicara tentang penciptaan alam, melainkan juga tentang batas manusia.

Kita boleh merencanakan. Kita boleh berusaha. Akan tetapi, hasil akhir tetap berada dalam kehendak Allah. Karena itu, setiap ambisi seharusnya dibingkai dengan kerendahan hati.

Akhirnya, Kun Fayakun bukan sekadar ayat tentang kekuasaan ilahi. Ia adalah cermin yang memantulkan betapa kecilnya manusia. Dan mungkin, di tengah hiruk-pikuk ambisi dunia, satir terbesar justru terletak pada kenyataan bahwa tombol “Jadilah” itu bukan milik kita.

وَاللَّهُ أَعْلَمُ بِالصَّوَابِ

Penulis: Diki Samani (Pemimpin Redaksi AlbadarPost)


  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kawal Haji

    “Kawal Haji” Mulai Aktif, Jemaah Kini Bisa Lapor dan Langsung Ditindaklanjuti

    • calendar_month Senin, 27 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 171
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Di tengah padatnya aktivitas pelayanan haji 2026, satu sistem baru mulai terasa dampaknya di lapangan. Kawal Haji, sebuah kanal pengaduan digital jemaah haji, kini benar-benar digunakan sebagai jalur utama penyampaian keluhan. Beberapa jemaah yang ditemui di area layanan menyebut perubahan ini cukup terasa. Tidak seperti sebelumnya yang harus menunggu lama, laporan […]

  • Hari Polwan

    Kenapa Hari Polwan Diperingati 1 September? Ini Sejarahnya

    • calendar_month 15 jam yang lalu
    • account_circle redaktur
    • visibility 24
    • 0Komentar

    AlbadarPost.com, HUMANIORA — Hari Polwan atau Hari Polisi Wanita Indonesia diperingati setiap 1 September. Pada 2026, peringatan tersebut memasuki Hari Jadi Polwan ke-78, sekaligus menjadi momentum untuk mengingat kembali sejarah lahirnya polisi wanita di Indonesia. Mengapa tanggal 1 September dipilih? Jawabannya bermula dari Bukittinggi, Sumatera Barat, pada 1 September 1948, ketika enam perempuan mengikuti pendidikan kepolisian. […]

  • gempa megathrust Jawa Sumatra

    Megathrust Mengintai Jawa–Sumatra

    • calendar_month Minggu, 4 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 190
    • 0Komentar

    BMKG mengingatkan ancaman gempa megathrust di Jawa dan Sumatra. Potensi besar dan dampaknya perlu diwaspadai. albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) kembali mengingatkan potensi gempa megathrust di wilayah Indonesia, khususnya di sepanjang pesisir selatan Pulau Jawa dan Pulau Sumatra. Zona tersebut dinilai menyimpan akumulasi energi tektonik besar yang sewaktu-waktu dapat dilepaskan […]

  • Penataan PKL Tasikmalaya

    Pemkot Tasikmalaya Tata PKL untuk Pulihkan Ruang Publik

    • calendar_month Rabu, 10 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 136
    • 0Komentar

    Penataan PKL Tasikmalaya kembalikan fungsi ruang publik dan wujudkan kawasan Masjid Agung yang lebih tertib. albadarpost.com, HUMANIORA – Kawasan pusat Kota Tasikmalaya kembali tertib setelah Pemerintah Kota melakukan penataan PKL Tasikmalaya di area plaza dan trotoar sekitar Masjid Agung pada Rabu, 10 Desember 2025. Penataan ini dilakukan untuk mengembalikan fungsi ruang publik, meningkatkan kenyamanan warga, […]

  • Puasa Asyura

    Puasa Asyura, Satu Hari Pahala Setahun

    • calendar_month Minggu, 14 Jun 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 192
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HIKMAH – Menjelang tanggal 10 Muharram, banyak Muslim mulai mencari informasi tentang Puasa Asyura, keutamaan puasa Asyura, dan amalan Muharram yang paling dianjurkan. Menariknya, di tengah berbagai ibadah sunnah yang ada, Puasa Asyura justru memiliki keutamaan yang sangat besar. Hanya satu hari berpuasa, tetapi Rasulullah SAW menyebutnya sebagai amalan yang dapat menjadi sebab dihapuskannya […]

  • Ilustrasi pekerja internasional di Singapura terkait kebijakan baru pekerjaan untuk pemegang permit kerja.

    Peluang Kerja Internasional Makin Luas di Singapura

    • calendar_month Rabu, 4 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 215
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DUNIA – Pekerjaan untuk pemegang permit kerja kini semakin terbuka di Singapura. Pemerintah setempat mengumumkan kebijakan baru yang memungkinkan delapan jenis pekerjaan diakses oleh lebih banyak pemegang visa kerja internasional. Dengan aturan terbaru ini, akses kerja bagi tenaga asing diperluas demi menjawab kebutuhan pasar tenaga kerja. Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi pemerintah […]

expand_less