Breaking News
light_mode
Beranda » Humaniora » Kebijakan Baru Rotasi Kepala Sekolah di Jawa Barat: 641 Pendidik Kembali ke Daerah Asal

Kebijakan Baru Rotasi Kepala Sekolah di Jawa Barat: 641 Pendidik Kembali ke Daerah Asal

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Jumat, 31 Okt 2025
  • visibility 101
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Pemprov Jabar rotasi 641 kepala sekolah agar lebih dekat ke domisili, dorong efisiensi dan mutu pendidikan.

albadarpost.com, HUMANIORA – Pemerintah Provinsi Jawa Barat resmi menerapkan kebijakan baru dalam sistem rotasi kepala sekolah dengan melantik 641 pejabat pendidikan, sebagian besar kini ditempatkan kembali di wilayah asal mereka. Langkah ini dinilai sebagai upaya memperkuat kualitas pendidikan berbasis kedekatan sosial dan kultural antara kepala sekolah dan lingkungan tempatnya bertugas.


Rotasi Kepala Sekolah Jabar untuk Dekatkan Pendidik ke Domisili

Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Jawa Barat, Purwanto, menjelaskan kebijakan rotasi kepala sekolah ini merupakan bagian dari penataan jabatan sekaligus promosi bagi sejumlah pendidik yang telah memenuhi kriteria kinerja.

“Total ada 641 kepala sekolah yang baru dilantik, gabungan antara rotasi dan promosi. Yang promosi ada 215 orang,” ujar Purwanto usai pelantikan di Gedung Sate, Kota Bandung, Rabu (29/10/2025).

Ia menjelaskan bahwa kebijakan baru ini memiliki tujuan utama untuk mendekatkan kepala sekolah dengan domisili masing-masing, sehingga mereka dapat bekerja lebih efektif serta berkontribusi langsung terhadap lingkungan pendidikan di daerah sendiri.

“Sebarannya diarahkan agar mereka bisa mengajar di kabupatennya masing-masing. Jadi yang sebelumnya bertugas di luar kabupaten, sekarang dikembalikan ke daerah asalnya,” jelasnya.

Meski begitu, Purwanto mengakui belum semua kepala sekolah dapat ditempatkan di kabupaten asal karena keterbatasan formasi di beberapa daerah. Ia mencontohkan Kabupaten Sukabumi, di mana seluruh posisi kepala sekolah sudah terisi penuh, sehingga beberapa pejabat sementara ditempatkan di wilayah sekitar.

“Ada beberapa daerah yang sudah penuh, maka yang bersangkutan ditempatkan dulu di kabupaten tetangga,” sambungnya.

Kebijakan ini, kata dia, merupakan tindak lanjut dari arahan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, yang ingin memastikan para kepala sekolah memiliki kedekatan emosional dan sosial dengan wilayah tugasnya.

“Pak Gubernur ingin mendekatkan para kepala sekolah dengan wilayahnya masing-masing. Saat ini mayoritas sudah bisa ditempatkan di kabupaten asal, walaupun belum 100 persen,” ujar Purwanto.


Dedi Mulyadi: Kepala Sekolah Harus Pahami Karakter Daerahnya

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menilai kebijakan rotasi kepala sekolah kali ini sebagai momentum untuk memperkuat sistem pendidikan daerah. Ia menegaskan bahwa kepala sekolah idealnya mengabdi di tempat tinggalnya sendiri agar dapat memahami kebutuhan pendidikan dan karakter masyarakat setempat secara lebih mendalam.

“Ada perubahan format di kepala sekolah. Walaupun belum semua, saya ingin kepala sekolah menjadi pemimpin pendidikan di wilayahnya masing-masing,” ujar Dedi di Bandung.

Baca juga: Konsumsi Cabai Berlebihan Dapat Picu Kanker Lambung, Ini Penjelasan Ahli

Menurutnya, pola lama di mana kepala sekolah harus bertugas jauh dari tempat tinggal justru tidak efisien dan bisa berdampak pada penurunan produktivitas. Ia menegaskan, prinsip baru ini juga sejalan dengan visi pemerataan kualitas pendidikan di seluruh Jawa Barat.

“Kalau dia tinggalnya di kabupaten ini, harus bertugas di situ. Tidak boleh ada kepala sekolah di kabupaten ini tapi mengajar di kabupaten lain,” tandasnya.

Kebijakan tersebut juga diharapkan dapat meningkatkan rasa memiliki terhadap sekolah, memperkuat relasi antara pendidik dan masyarakat, serta mendorong partisipasi orang tua dalam pengembangan mutu pendidikan lokal.

Selain itu, Dedi menilai pendekatan ini dapat menciptakan iklim kerja yang lebih harmonis, mengurangi biaya perjalanan dinas, dan memungkinkan kepala sekolah lebih fokus dalam pembinaan siswa dan tenaga pendidik.


Efek Positif Rotasi Kepala Sekolah bagi Kinerja Pendidikan

Kebijakan rotasi kepala sekolah di Jawa Barat tidak hanya berdampak administratif, tetapi juga strategis. Dengan menempatkan kepala sekolah sesuai dengan domisilinya, pemerintah daerah berharap muncul sinergi antara sistem pendidikan dan kondisi sosial budaya masyarakat setempat.

Langkah ini sejalan dengan semangat reformasi birokrasi pendidikan yang menekankan efisiensi, tanggung jawab, dan kedekatan emosional dalam pelayanan publik. Kepala sekolah yang berasal dari daerah yang sama dinilai lebih peka terhadap masalah lokal, seperti tingkat partisipasi siswa, kondisi ekonomi keluarga, dan kebutuhan pembelajaran berbasis potensi daerah.

Selain itu, rotasi ini diharapkan menjadi solusi bagi tantangan distribusi tenaga pendidik yang selama ini tidak merata. Pemerintah menegaskan bahwa proses seleksi dan rotasi dilakukan dengan mempertimbangkan kompetensi, integritas, dan rekam jejak kinerja setiap calon kepala sekolah.

Kebijakan rotasi kepala sekolah di Jawa Barat menandai babak baru dalam manajemen pendidikan berbasis daerah. Dengan menempatkan kepala sekolah di wilayah asal, pemerintah berupaya menciptakan sistem pendidikan yang lebih efisien, adaptif, dan berakar pada nilai-nilai lokal.

Kedekatan emosional dan pemahaman terhadap karakter masyarakat diharapkan menjadi modal penting bagi kepala sekolah dalam meningkatkan kualitas pendidikan di Jawa Barat secara berkelanjutan.

Rotasi kepala sekolah di Jawa Barat memperkuat sistem pendidikan lokal dengan menempatkan pendidik sesuai domisili asal. (Red)

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Anak Putus Sekolah Tasikmalaya

    7.000 Anak Tasikmalaya Putus Sekolah karena Kemiskinan

    • calendar_month Rabu, 15 Jul 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 34
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH– Anak putus sekolah Tasikmalaya kembali menjadi perhatian setelah Dinas Pendidikan Kota Tasikmalaya mengungkapkan sekitar 7.000 anak tidak lagi melanjutkan pendidikan, dengan kemiskinan sebagai faktor utama. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa persoalan putus sekolah di Kota Tasikmalaya masih menjadi tantangan serius yang membutuhkan penanganan lintas sektor. Kepala Dinas Pendidikan Kota Tasikmalaya, H. Rojab Riswan […]

  • Kisah Hasan dan Husain

    7 Kisah Hasan dan Husain, Nomor 4 Membuat Rasulullah Turun dari Mimbar

    • calendar_month Kamis, 26 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 195
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Kisah Hasan dan Husain selalu menarik untuk dipelajari karena keduanya merupakan cucu Rasulullah SAW yang sangat beliau cintai. Namun, di balik sejarah besar tersebut, terdapat banyak kisah Hasan dan Husain yang jarang diketahui oleh umat Islam. Cerita tentang keteladanan Hasan dan Husain, cucu Nabi Muhammad SAW, tidak hanya menggambarkan kedekatan mereka dengan […]

  • QS Ar-Rum 41

    Ketika Alam Menyampaikan Teguran Tuhan

    • calendar_month Senin, 26 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 151
    • 0Komentar

    albadarpost.com, OPINI – Ayat itu bukan hal asing. Ia sering dibaca, dikutip, dan didengar. Namun, maknanya jarang benar-benar menembus kesadaran. Padahal isinya kini hadir di hadapan mata. Allah SWT berfirman, “Telah tampak kerusakan di darat dan di laut akibat perbuatan tangan manusia. Allah membuat mereka merasakan sebagian akibat perbuatan mereka agar mereka kembali.” (QS. Ar-Rum: […]

  • Ilustrasi vape dengan indikasi kandungan narkoba yang berbahaya bagi kesehatan dan masyarakat

    Bahaya Vape Terungkap: Bukan Sekadar Rokok Elektrik!

    • calendar_month Jumat, 10 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 136
    • 0Komentar

    albadarpsot.com, BERITA NASIONAL – Fenomena vape narkoba kini mulai mengkhawatirkan. Tidak hanya sekadar rokok elektrik, vape atau rokok elektronik diduga menjadi media baru penyalahgunaan zat terlarang. Isu ini langsung menarik perhatian publik karena berkaitan dengan meningkatnya penggunaan vape di kalangan anak muda. Selain itu, dugaan adanya zat psikoaktif dalam liquid vape memperkuat kekhawatiran bahwa tren […]

  • Insentif Guru Honorer

    Insentif Guru Honorer Naik Mulai 2026, Pemerintah Siapkan Beasiswa dan PPG Massal

    • calendar_month Kamis, 23 Okt 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 239
    • 0Komentar

    Kenaikan insentif guru honorer jadi Rp400 ribu serta beasiswa dan perluasan PPG dimulai 2026. albadarpost.com, CENDIKIA – Insentif Guru Honorer menjadi salah satu kebijakan yang kembali disorot publik setelah Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) memastikan adanya peningkatan dukungan kesejahteraan bagi tenaga pengajar non-PNS mulai tahun 2026. Pemerintah menyatakan komitmennya untuk memperluas akses pendidikan tinggi […]

  • Botol jamu modern berisi kunyit asam dan jahe lemon dalam kemasan estetik dengan latar minimalis kekinian.

    Jamu Modern: Herbal Tradisional yang Bertransformasi

    • calendar_month Minggu, 22 Feb 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 182
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HUMANIORA – Jamu modern kini hadir sebagai wajah baru dari minuman herbal tradisional. Jika dulu jamu identik dengan rasa pahit dan botol sederhana, sekarang jamu modern—atau minuman herbal kekinian—tampil estetik, segar, dan digemari generasi muda. Transformasi ini bukan sekadar perubahan kemasan; ia mencerminkan pergeseran gaya hidup sehat yang semakin populer. Saat tren wellness global […]

expand_less