Breaking News
light_mode
Beranda » Opini » Istidraj dalam Islam: Nikmat yang Menipu Jiwa

Istidraj dalam Islam: Nikmat yang Menipu Jiwa

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Sabtu, 14 Feb 2026
  • visibility 14
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, OPINI – Allah SWT berfirman dalam QS. Al-A’raf: 182:

وَالَّذِينَ كَذَّبُوا بِآيَاتِنَا سَنَسْتَدْرِجُهُمْ مِنْ حَيْثُ لَا يَعْلَمُونَ
Wallażīna każżabụ bi`āyātinā sanastadrijuhum min ḥaiṡu lā ya’lamụn

“Dan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami, akan Kami biarkan mereka berangsur-angsur (ke arah kebinasaan), dengan cara yang tidak mereka ketahui.”

Pada suatu masa yang terasa semakin dekat, manusia memuja dunia dan gemerlapnnya lebih daripada suara hati. Gedung-gedung menjulang, transaksi melesat dalam hitungan detik, dan nama seseorang melambung karena satu konten viral. Namun di balik sorak sorai itu, ayat ini bergetar pelan, seperti bisikan langit yang jarang didengar.

Baca juga: 5 Hal yang Membatalkan Puasa, Nomor 1 Jarang Disadari

Istidraj bukan sekadar azab. Sebaliknya, ia adalah penangguhan yang lembut. Allah memberi, menambah, melapangkan, bahkan memudahkan jalan dunia seseorang. Akan tetapi, kenikmatan itu tidak selalu berarti cinta. Kadang justru menjadi tangga yang menurun, bukan menaik.

Seseorang meraih kekayaan tanpa henti, lalu merasa dirinya aman. Ia sehat, dipuji, dan diikuti jutaan orang. Karena itu, ia menyangka dirinya diridhai. Padahal bisa jadi ia sedang ditarik perlahan, setapak demi setapak, menuju titik yang tak pernah ia bayangkan.

Rasulullah ﷺ bersabda:

“Apabila engkau melihat Allah memberi dunia kepada seorang hamba atas maksiat yang ia lakukan, maka itu adalah istidraj.”
(HR. Ahmad)

Hadis ini menampar kesadaran kita. Sebab sering kali manusia mengukur kemuliaan dengan materi. Padahal ukuran langit berbeda. Dunia bisa menjadi ujian dalam bentuk kekurangan. Namun lebih sering, ia menjadi ujian dalam bentuk kelimpahan.

Jalan Sunyi yang Tak Disadari

Istidraj bekerja dalam diam. Tidak ada tanda bahaya yang berkedip. Tidak ada gemuruh yang memperingatkan. Justru semuanya terasa baik-baik saja. Karena itu, banyak orang tertipu oleh stabilitas hidupnya sendiri.

Imam Al-Hasan Al-Bashri رحمه الله berkata,

“Barang siapa dilapangkan dunia untuknya sementara ia terus bermaksiat, maka ketahuilah bahwa itu adalah istidraj.”

Di sinilah letak getirnya. Seseorang merasa doanya terkabul karena bisnisnya berkembang. Ia merasa hidupnya diberkahi karena hartanya bertambah. Namun ia jarang sujud, lalai bersyukur, dan enggan bertobat. Ia tidak sadar bahwa waktu terus berjalan, sementara kesempatan kembali semakin menipis.

Di era mendatang—yang sebenarnya sudah kita pijak—manusia membangun citra lebih cepat daripada membangun jiwa. Mereka merawat reputasi, tetapi membiarkan hati retak. Mereka takut kehilangan pengikut, tetapi tidak takut kehilangan petunjuk.

Istidraj tidak datang dengan wajah menyeramkan. Ia hadir dengan kemewahan, tepuk tangan, dan validasi sosial. Karena itu, seseorang jarang merasa terancam. Ia justru merasa dipilih. Padahal mungkin ia sedang ditangguhkan untuk sebuah perhitungan yang lebih berat.

Allah menegaskan bahwa kebinasaan itu datang “dari arah yang tidak mereka ketahui.” Artinya, manusia tidak menyadari prosesnya. Ia tertawa hari ini, lalu esoknya terjatuh dalam kehinaan yang tak pernah ia sangka.

Antara Rahmat dan Perangkap

Lalu bagaimana membedakan nikmat dan istidraj?

Baca juga: Cara Food Prep Agar Tahan Seminggu

Pertama, lihatlah dampaknya pada hati. Jika kenikmatan membuat seseorang semakin tunduk, semakin takut kepada Allah, dan semakin gemar berbuat baik, maka itu rahmat. Namun jika kenikmatan membuatnya angkuh, meremehkan dosa, dan merasa aman dari azab, maka ia harus gemetar.

Kedua, perhatikan hubungan dengan Al-Qur’an. Apakah semakin dekat atau justru semakin jauh? Sebab cahaya wahyu tidak pernah menipu.

Dalam dunia yang serba cepat, manusia sering mengira penundaan hukuman berarti pengampunan. Padahal belum tentu. Penangguhan bisa menjadi strategi Ilahi agar kejatuhan terjadi dalam kondisi paling menyakitkan.

Karena itu, para ulama selalu mengajarkan muhasabah. Umar bin Khattab رضي الله عنه berkata,

“Hisablah diri kalian sebelum kalian dihisab.”

Nasihat ini terasa semakin relevan. Sebab istidraj tidak menyasar orang yang sadar dan terus memperbaiki diri. Ia lebih mudah menjangkiti mereka yang merasa sudah cukup baik.

Maka, sebelum langit benar-benar menutup pintu kesempatan, setiap jiwa perlu bertanya: apakah nikmat yang aku rasakan mendekatkanku kepada Allah atau justru menjauhkan?

Istidraj adalah peringatan yang halus namun tajam. Ia menyayat tanpa darah, memanggil tanpa suara. Dan hanya hati yang hidup yang mampu merasakannya.

Semoga kita tidak termasuk mereka yang tertawa dalam kelalaian, lalu terbangun saat semuanya telah terlambat.

وَاللَّهُ أَعْلَمُ بِالصَّوَابِ

Penulis: Diki Sam ani (Pemimpin Redaksi AlbadarPost)

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • kenaikan elektoral Dedi

    Efisiensi Anggaran Jawa Barat: Birokrat “Berpuasa”, Rakyat Tetap “Berpesta”

    • calendar_month Sabtu, 11 Okt 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 10
    • 0Komentar

    Pemprov Jawa Barat lakukan efisiensi besar-besaran demi menjaga ketahanan fiskal tanpa ganggu program publik. Pemprov Jawa Barat Pangkas Anggaran, Prioritaskan Pembangunan Publik albadarposrt.com, PERSPEKTIF – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat tengah bersiap menghadapi masa ketat anggaran setelah dana transfer dari pemerintah pusat dipangkas sekitar Rp2,45 triliun. Langkah penghematan ini menjadi bagian dari strategi efisiensi anggaran […]

  • Quraish Shihab memberikan ceramah dengan latar belakang pendidikan Al-Azhar yang membentuk pemikiran keislamannya

    Nasihati Prabowo, Pendidikan Quraish Shihab Jadi Sorotan

    • calendar_month Kamis, 12 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 8
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Jejak pendidikan Quraish Shihab kembali menjadi perhatian publik setelah berbagai nasihatnya tentang kepemimpinan dan nilai keislaman ramai diperbincangkan. Riwayat pendidikan Quraish Shihab menunjukkan perjalanan akademik panjang yang membentuk cara pandangnya yang moderat, mendalam, dan mudah diterima berbagai kalangan. Tidak hanya dikenal sebagai ulama, pendidikan Quraish Shihab di institusi bergengsi dunia Islam menjadikan […]

  • P3K Paruh Waktu

    Pemkab Pangandaran Serahkan SK P3K Paruh Waktu

    • calendar_month Rabu, 24 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 11
    • 0Komentar

    Pemkab Pangandaran serahkan SK P3K paruh waktu untuk perkuat manajemen ASN dan layanan publik. albadarpost.com, BERITA DAERAH – Pemerintah Kabupaten Pangandaran menyerahkan surat keputusan (SK) Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) paruh waktu kepada ribuan aparatur pada Rabu, 24 Desember 2025. Penyerahan dilakukan melalui apel resmi di Alun-alun Parigi dan menjadi langkah penting dalam penataan […]

  • PPPK Sekolah Rakyat

    Rekrutmen PPPK Sekolah Rakyat 2025 Dibuka, Kuota 3.003 Formasi

    • calendar_month Kamis, 4 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 8
    • 0Komentar

    Kemensos membuka 3.003 formasi PPPK Sekolah Rakyat 2025 bagi tenaga kependidikan dengan batas usia 50 tahun. albadarpost.com, HUMANIORA – Kementerian Sosial membuka rekrutmen PPPK Sekolah Rakyat tahun 2025. Peluang ini penting karena menyediakan 3.003 formasi bagi tenaga kependidikan yang selama ini bekerja paruh waktu maupun yang ingin masuk jalur karier pemerintah. Batas usia maksimal ditetapkan […]

  • edukasi HIV/AIDS

    Pemda Majalengka Perluas Edukasi HIV/AIDS Lewat Platform Digital

    • calendar_month Kamis, 4 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 9
    • 0Komentar

    Edukasi HIV/AIDS Majalengka diperkuat lewat platform digital baru untuk menekan kasus dan perluas akses informasi publik. albadarpost.com, LENSA – Pemerintah Kabupaten Majalengka memperluas edukasi HIV/AIDS dengan meluncurkan situs Pojok Lajur Pesat. Langkah ini dinilai penting karena angka kasus baru HIV/AIDS di Majalengka masih berada pada tingkat tertinggi di kawasan Cirebon Raya. Pemerintah Kabupaten Majalengka, Jawa […]

  • UMKM bertahan saat ekonomi sulit

    6 Cara UMKM Bertahan Saat Ekonomi Lesu

    • calendar_month Selasa, 17 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 19
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Perlambatan ekonomi global mulai berdampak pada sektor usaha kecil di berbagai daerah. Namun menariknya, data menunjukkan tidak semua bisnis mengalami penurunan drastis. Justru sebagian pelaku UMKM bertahan saat ekonomi sulit karena menerapkan strategi berbasis data, efisiensi usaha, dan perubahan perilaku konsumen. Sejumlah laporan ekonomi nasional memperlihatkan bahwa usaha mikro dan kecil […]

expand_less