Breaking News
light_mode
Beranda » Opini » Istidraj dalam Islam: Nikmat yang Menipu Jiwa

Istidraj dalam Islam: Nikmat yang Menipu Jiwa

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Sabtu, 14 Feb 2026
  • visibility 169
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, OPINI – Allah SWT berfirman dalam QS. Al-A’raf: 182:

وَالَّذِينَ كَذَّبُوا بِآيَاتِنَا سَنَسْتَدْرِجُهُمْ مِنْ حَيْثُ لَا يَعْلَمُونَ
Wallażīna każżabụ bi`āyātinā sanastadrijuhum min ḥaiṡu lā ya’lamụn

“Dan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami, akan Kami biarkan mereka berangsur-angsur (ke arah kebinasaan), dengan cara yang tidak mereka ketahui.”

Pada suatu masa yang terasa semakin dekat, manusia memuja dunia dan gemerlapnnya lebih daripada suara hati. Gedung-gedung menjulang, transaksi melesat dalam hitungan detik, dan nama seseorang melambung karena satu konten viral. Namun di balik sorak sorai itu, ayat ini bergetar pelan, seperti bisikan langit yang jarang didengar.

Baca juga: 5 Hal yang Membatalkan Puasa, Nomor 1 Jarang Disadari

Istidraj bukan sekadar azab. Sebaliknya, ia adalah penangguhan yang lembut. Allah memberi, menambah, melapangkan, bahkan memudahkan jalan dunia seseorang. Akan tetapi, kenikmatan itu tidak selalu berarti cinta. Kadang justru menjadi tangga yang menurun, bukan menaik.

Seseorang meraih kekayaan tanpa henti, lalu merasa dirinya aman. Ia sehat, dipuji, dan diikuti jutaan orang. Karena itu, ia menyangka dirinya diridhai. Padahal bisa jadi ia sedang ditarik perlahan, setapak demi setapak, menuju titik yang tak pernah ia bayangkan.

Rasulullah ﷺ bersabda:

“Apabila engkau melihat Allah memberi dunia kepada seorang hamba atas maksiat yang ia lakukan, maka itu adalah istidraj.”
(HR. Ahmad)

Hadis ini menampar kesadaran kita. Sebab sering kali manusia mengukur kemuliaan dengan materi. Padahal ukuran langit berbeda. Dunia bisa menjadi ujian dalam bentuk kekurangan. Namun lebih sering, ia menjadi ujian dalam bentuk kelimpahan.

Jalan Sunyi yang Tak Disadari

Istidraj bekerja dalam diam. Tidak ada tanda bahaya yang berkedip. Tidak ada gemuruh yang memperingatkan. Justru semuanya terasa baik-baik saja. Karena itu, banyak orang tertipu oleh stabilitas hidupnya sendiri.

Imam Al-Hasan Al-Bashri رحمه الله berkata,

“Barang siapa dilapangkan dunia untuknya sementara ia terus bermaksiat, maka ketahuilah bahwa itu adalah istidraj.”

Di sinilah letak getirnya. Seseorang merasa doanya terkabul karena bisnisnya berkembang. Ia merasa hidupnya diberkahi karena hartanya bertambah. Namun ia jarang sujud, lalai bersyukur, dan enggan bertobat. Ia tidak sadar bahwa waktu terus berjalan, sementara kesempatan kembali semakin menipis.

Di era mendatang—yang sebenarnya sudah kita pijak—manusia membangun citra lebih cepat daripada membangun jiwa. Mereka merawat reputasi, tetapi membiarkan hati retak. Mereka takut kehilangan pengikut, tetapi tidak takut kehilangan petunjuk.

Istidraj tidak datang dengan wajah menyeramkan. Ia hadir dengan kemewahan, tepuk tangan, dan validasi sosial. Karena itu, seseorang jarang merasa terancam. Ia justru merasa dipilih. Padahal mungkin ia sedang ditangguhkan untuk sebuah perhitungan yang lebih berat.

Allah menegaskan bahwa kebinasaan itu datang “dari arah yang tidak mereka ketahui.” Artinya, manusia tidak menyadari prosesnya. Ia tertawa hari ini, lalu esoknya terjatuh dalam kehinaan yang tak pernah ia sangka.

Antara Rahmat dan Perangkap

Lalu bagaimana membedakan nikmat dan istidraj?

Baca juga: Cara Food Prep Agar Tahan Seminggu

Pertama, lihatlah dampaknya pada hati. Jika kenikmatan membuat seseorang semakin tunduk, semakin takut kepada Allah, dan semakin gemar berbuat baik, maka itu rahmat. Namun jika kenikmatan membuatnya angkuh, meremehkan dosa, dan merasa aman dari azab, maka ia harus gemetar.

Kedua, perhatikan hubungan dengan Al-Qur’an. Apakah semakin dekat atau justru semakin jauh? Sebab cahaya wahyu tidak pernah menipu.

Dalam dunia yang serba cepat, manusia sering mengira penundaan hukuman berarti pengampunan. Padahal belum tentu. Penangguhan bisa menjadi strategi Ilahi agar kejatuhan terjadi dalam kondisi paling menyakitkan.

Karena itu, para ulama selalu mengajarkan muhasabah. Umar bin Khattab رضي الله عنه berkata,

“Hisablah diri kalian sebelum kalian dihisab.”

Nasihat ini terasa semakin relevan. Sebab istidraj tidak menyasar orang yang sadar dan terus memperbaiki diri. Ia lebih mudah menjangkiti mereka yang merasa sudah cukup baik.

Maka, sebelum langit benar-benar menutup pintu kesempatan, setiap jiwa perlu bertanya: apakah nikmat yang aku rasakan mendekatkanku kepada Allah atau justru menjauhkan?

Istidraj adalah peringatan yang halus namun tajam. Ia menyayat tanpa darah, memanggil tanpa suara. Dan hanya hati yang hidup yang mampu merasakannya.

Semoga kita tidak termasuk mereka yang tertawa dalam kelalaian, lalu terbangun saat semuanya telah terlambat.

وَاللَّهُ أَعْلَمُ بِالصَّوَابِ

Penulis: Diki Sam ani (Pemimpin Redaksi AlbadarPost)

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Maarten Paes kontrak 2029

    Statistik & Rekam Jejak Maarten Paes

    • calendar_month Rabu, 28 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 148
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Maarten Vincent Paes menjadi salah satu kiper paling menarik di kancah sepak bola Indonesia dan internasional. Lahir di Nijmegen, Belanda, pada 14 Mei 1998, Paes mengawali karier profesionalnya di Eropa sebelum tampil impresif di Amerika Serikat bersama FC Dallas. Menurut data resmi kariernya, Paes telah tampil 176 kali di level klub […]

  • gempa Jepang

    Jepang Siaga: Gempa 7,7 SR Picu Risiko Besar

    • calendar_month Senin, 20 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 129
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DUNIA – Jepang kembali diguncang gempa besar. Bukan sekadar getaran biasa, gempa berkekuatan 7,7 skala Richter ini langsung memicu peringatan serius dari pemerintah: risiko gempa besar (megaquake) meningkat drastis dalam waktu dekat. Guncangan kuat terjadi di lepas pantai timur laut Jepang dan terasa hingga ke berbagai wilayah. Aktivitas warga sempat lumpuh, transportasi terganggu, […]

  • ekstremisme pada anak

    Ketika Anak Terpapar Ekstremisme

    • calendar_month Selasa, 30 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 135
    • 0Komentar

    Editorial Albadarpost: Paparan ekstremisme pada anak mengungkap kegagalan pengawasan ruang digital dan perlindungan sosial. albadarpost.com – EDITORIAL – Indonesia kembali dihadapkan pada kenyataan yang mengganggu nurani publik. Densus 88 Antiteror Polri menangani 68 anak di 18 provinsi yang terpapar ideologi ekstrem seperti White Supremacy dan neo-Nazi. Paparan ekstremisme anak ini bukan sekadar fenomena daring, melainkan […]

  • kosmetik menyesatkan BPOM

    BPOM Cabut Izin 13 Kosmetik Menyesatkan BPOM Berklaim Medis

    • calendar_month Kamis, 11 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 154
    • 0Komentar

    BPOM menindak 13 kosmetik menyesatkan BPOM yang mengklaim tingkatkan fungsi vital pria. albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Badan Pengawas Obat dan Makanan menemukan kosmetik menyesatkan BPOM yang dipasarkan luas melalui platform digital. Sebanyak 13 produk teridentifikasi menggunakan klaim vulgar yang menyalahi aturan dan berpotensi merugikan konsumen. Temuan ini penting karena maraknya penjualan kosmetik ilegal yang memanfaatkan […]

  • Harmoni Sastra dan Resiliensi: Kisah Penyair Perempuan Palestina yang Tak Terungkap

    Harmoni Sastra dan Resiliensi: Kisah Penyair Perempuan Palestina yang Tak Terungkap (Fadwa Tuqan)

    • calendar_month Sabtu, 20 Sep 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 193
    • 0Komentar

    Harmoni Sastra dan Resiliensi: Kisah Fadwa Tuqan, penyair perempuan Palestina yang dari keheningan bangkit dengan puisi, harapan, dan identitas. albadarpost.com, PELITA. Di tengah berita konflik dan penderitaan yang sering terdengar dari Palestina, muncul kisah seorang perempuan penyair yang suaranya lembut namun tidak pernah padam. Harmoni Sastra dan Resiliensi: Kisah Penyair Perempuan Palestina yang Tak Terungkap […]

  • Naming Rights Stasiun Cirebon

    Kerugian Rp1 Miliar Akibat Pembatalan Naming Rights Stasiun Cirebon BT Batik Trusmi

    • calendar_month Rabu, 29 Okt 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 203
    • 0Komentar

    Pembatalan kerja sama naming rights Stasiun Cirebon BT Batik Trusmi rugikan perusahaan hingga Rp1 miliar. albadarpost.com, LENSA -Dua hari sebelum peluncuran resmi, kerja sama naming rights Stasiun Cirebon antara PT Kereta Api Indonesia (Persero) dan perusahaan batik lokal BT Batik Trusmi mendadak dibatalkan. Keputusan itu bukan hanya menggagalkan rencana promosi besar pada Hari Batik Nasional, […]

expand_less