Breaking News
light_mode
Beranda » Lifestyle » Menata Cinta agar Tak Salah Arah

Menata Cinta agar Tak Salah Arah

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Rabu, 4 Feb 2026
  • visibility 153
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, LIFESTYLE – Ada pagi tertentu ketika manusia menghitung segalanya dengan angka. Saldo rekening, cicilan rumah, biaya sekolah anak, tabungan masa depan. Di saat seperti itu, cinta terasa nyata dalam bentuk rupiah dan jadwal. Namun Al-Qur’an datang dengan nada lembut sekaligus tegas, mengingatkan bahwa yang paling kita cintai bisa menjadi ujian paling sunyi.

Innama amwalukum wa auladukum fitnah,” firman Allah dalam QS. At-Taghabun ayat 15. Sesungguhnya harta dan anak-anak hanyalah cobaan. Ayat ini tidak menafikan cinta, tetapi meluruskannya. Allah tidak melarang manusia memiliki harta atau menyayangi anak, namun Allah menegaskan bahwa keduanya bukan tujuan akhir.

Di sinilah banyak manusia tergelincir. Cinta yang semestinya menguatkan iman justru melemahkannya. Niat baik berubah menjadi alasan. Amanah pelan-pelan menjelma penghalang.

Fitnah yang Menguji Cara Mencinta

Kata fitnah dalam ayat ini sering disalahpahami sebagai keburukan. Padahal, para ulama tafsir menjelaskan bahwa fitnah berarti ujian. Ibnu Katsir menegaskan bahwa harta dan anak menguji manusia: apakah ia bersyukur dan taat, atau justru lalai dan bergantung pada selain Allah.

Baca juga: Adab Bangun Tidur Ala Rasulullah SAW

Allah bahkan mengingatkan lebih awal pada ayat sebelumnya. QS. At-Taghabun ayat 14 menyebut bahwa sebagian pasangan dan anak dapat menjadi “musuh”, bukan karena mereka jahat, tetapi karena manusia menuruti cinta tanpa batas. Ketika perintah Allah ditunda demi kenyamanan keluarga, di situlah ujian bekerja.

Rasulullah SAW juga mengingatkan hal serupa. Dalam sebuah hadis riwayat Tirmidzi, beliau bersabda bahwa anak adalah sumber kegembiraan sekaligus ujian. Hadis ini tidak memadamkan kasih, tetapi menuntun arah kasih agar tetap lurus.

Cinta yang tidak diarahkan akan meminta lebih. Ia menuntut waktu, tenaga, bahkan prinsip. Tanpa sadar, manusia bisa mengorbankan nilai demi rasa aman semu.

Pahala Besar yang Menanti di Sisi Allah

Menariknya, ayat ini tidak berhenti pada peringatan. Allah melanjutkan dengan kalimat yang menenangkan: “Wallahu ‘indahû ajrun ‘adhîm.” Di sisi Allah ada pahala yang besar. Seakan Allah berkata, “Aku tahu kamu mencintai mereka. Namun jangan lupa, ada cinta yang lebih kekal.”

Para ulama seperti Al-Ghazali menjelaskan bahwa harta dan anak akan menjadi penolong di akhirat jika dikelola dengan benar. Harta yang digunakan di jalan kebaikan dan anak yang dididik dengan iman akan berubah dari ujian menjadi saksi kebaikan.

Baca juga: Prestasi Nasional Kini Terhubung ke Beasiswa Kuliah Unggul

Karena itu, Islam tidak mengajarkan pelepasan total, tetapi keseimbangan. Manusia bekerja, menafkahi, dan mendidik, namun tetap menjaga bahwa ketaatan tidak boleh digadaikan. Dunia digenggam, akhirat dijaga di hati.

Menata Cinta agar Tidak Salah Tujuan

Di zaman modern, ujian ini semakin halus. Harta datang dalam bentuk prestise, anak menjadi simbol keberhasilan sosial. Banyak orang rela mengorbankan waktu ibadah demi lembur, menunda kejujuran demi masa depan anak, atau menghalalkan cara demi rasa aman keluarga.

Padahal, Allah tidak pernah meminta manusia memilih antara iman dan keluarga. Allah hanya meminta agar iman memimpin semuanya. Ketika iman menjadi poros, cinta justru menemukan tempatnya.

Mendidik anak dengan nilai tauhid, mengelola harta dengan amanah, dan menjadikan keluarga sebagai jalan menuju Allah adalah bentuk keberhasilan sejati. Inilah keseimbangan yang diisyaratkan Al-Qur’an.

QS. At-Taghabun ayat 15 mengajarkan satu hal penting: cinta tidak boleh buta, dan iman tidak boleh kalah. Harta dan anak akan selalu hadir sebagai ujian. Namun pada akhirnya, manusialah yang menentukan apakah ujian itu akan menjadi beban, atau tangga menuju pahala besar.

Dan di situlah hidup menemukan maknanya, ketika cinta tidak menjauhkan dari Allah, tetapi justru mengantar pulang kepada-Nya. (ARR)


  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Honor Pendamping Tasikmalaya

    Dua hingga Tiga Bulan Tak Dibayar, Nasib Pendamping Tasikmalaya Jadi Sorotan

    • calendar_month Selasa, 16 Jun 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 90
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Keterlambatan pencairan honor pendamping di Kota Tasikmalaya mulai menjadi perhatian publik. Belum cairnya honor pendamping selama dua hingga tiga bulan memicu kekhawatiran terhadap keberlangsungan sejumlah program pelayanan masyarakat di Kota Tasikmalaya. Hingga kini, pendamping Dana Kelurahan dan pendamping Ohan Hafidz masih menunggu kepastian pembayaran hak mereka. Di lapangan, aktivitas para pendamping […]

  • Belanda vs Jepang

    Belanda vs Jepang, Ujian Berat Favorit Grup F

    • calendar_month Minggu, 14 Jun 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 76
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DUNIA – Belanda vs Jepang menjadi salah satu pertandingan yang paling dinanti pada fase grup Piala Dunia 2026. Duel Grup F ini mempertemukan tim yang belum pernah kalah dalam sejarah pertemuan melawan lawan yang dikenal sebagai pembunuh raksasa dari Asia. Pertandingan Belanda vs Jepang akan berlangsung di Dallas, Senin (15/6/2026) pukul 03:00 WIB. […]

  • Ilustrasi suasana Idul Adha di masjid kampung dengan jamaah dan panitia kurban menjelang penyembelihan hewan.

    Bukan Hanya Kurban, Ini 9 Fakta Idul Adha yang Jarang Dibahas

    • calendar_month Selasa, 26 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 194
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HIKMAH – Suara takbir biasanya mulai menggema sejak malam Idul Adha. Di beberapa kampung, bunyi beduk masih terdengar pelan bercampur dengan suara pisau panitia yang mulai diasah di halaman masjid. Sebagian warga sibuk menyiapkan plastik kresek merah untuk membungkus daging kurban. Sementara anak-anak kecil mulai berlarian membawa bambu penyangga tempat penyembelihan. Namun di balik […]

  • penyakit pascabencana

    Kemenkes Tegaskan Lonjakan Penyakit Pascabencana di Sumatera

    • calendar_month Minggu, 7 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 167
    • 0Komentar

    Kemenkes mencatat peningkatan penyakit pascabencana di Aceh, Sumbar, dan Sumut dengan risiko penyebaran yang membesar. Kemenkes Laporkan Lonjakan Penyakit Pascabencana dan Peringatkan Risiko Meluas albadarpost.com, LENSA – Kasus penyakit pascabencana mulai meningkat di tiga provinsi terdampak banjir dan tanah longsor di Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Aceh. Lonjakan ini menjadi perhatian pemerintah karena wilayah tersebut […]

  • Putusan MK pencemaran nama baik

    MK Tegaskan Kritik Pejabat Bukan Pencemaran Nama Baik

    • calendar_month Selasa, 20 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 155
    • 0Komentar

    albadarpost.com, PERSPEKTIF – Putusan Mahkamah Konstitusi terbaru kembali menguji arah demokrasi Indonesia. Di tengah meningkatnya penggunaan pasal pencemaran nama baik untuk merespons kritik, MK menegaskan batas yang selama ini kabur: negara tidak boleh mempidanakan kritik terhadap pejabat dan kebijakan publik. Putusan ini penting sekarang, ketika ruang berekspresi warga kerap berhadapan dengan ancaman hukum. Putusan Nomor […]

  • Trio Bayern vs PSG

    Kane Cs Gila Gol, Tapi PSG Lebih Mematikan di Momen Kritis

    • calendar_month Rabu, 6 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 121
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DUNIA – Trio Bayern vs PSG menjadi pusat perhatian dalam semifinal leg kedua Liga Champions. Duel lini depan antara Bayern Munich dan Paris Saint-Germain ini bukan hanya soal jumlah gol, tetapi juga tentang efektivitas serangan. Trio Bayern, lini serang Bayern, dan kekuatan ofensif PSG kini bertemu dalam satu panggung besar yang menentukan arah […]

expand_less