Breaking News
light_mode
Beranda » Opini » Pelajaran Ikhtiar yang Sering Kita Lupa

Pelajaran Ikhtiar yang Sering Kita Lupa

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Minggu, 25 Jan 2026
  • visibility 196
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, PERSPEKTIF – Setiap pagi, jauh sebelum rutinitas manusia dimulai, kehidupan sudah lebih dulu bergerak. Langit tidak pernah benar-benar sepi. Di sana, burung-burung meninggalkan sarangnya tanpa bekal, tanpa peta, dan tanpa jaminan hasil. Mereka terbang dengan satu keyakinan sederhana: rezeki telah disiapkan, tetapi harus dijemput.

Gambaran itu sejalan dengan pesan Nabi Muhammad SAW dalam sebuah hadis yang masyhur. Beliau bersabda bahwa seandainya manusia bertawakal kepada Allah dengan sebenar-benarnya tawakal, niscaya mereka akan diberi rezeki sebagaimana burung diberi rezeki: pergi pagi hari dalam keadaan lapar dan pulang sore hari dengan perut kenyang. Hadis ini sering dikutip, namun tidak selalu dipahami secara utuh. Banyak orang berhenti pada kata “tawakal”, tetapi melewatkan makna “pergi pagi hari”.

Tawakal Bukan Diam, tetapi Bergerak

Burung tidak menunggu makanan jatuh dari langit. Ia mengepakkan sayapnya, berpindah dari satu tempat ke tempat lain, mengamati, lalu mencoba kembali. Ketika satu dahan tak lagi memberi apa-apa, ia tidak berlama-lama meratapi keadaan. Ia terbang ke arah lain. Gerak itulah bagian dari keyakinan.

Di situlah letak tawakal yang sering luput dipahami. Tawakal bukan pasrah tanpa usaha. Ia justru hadir setelah ikhtiar dilakukan secara sungguh-sungguh. Dalam ajaran Islam, tawakal selalu berdampingan dengan usaha. Keduanya tidak saling meniadakan, melainkan saling menguatkan.

Burung bekerja tanpa hiruk-pikuk kecemasan. Ia tidak menyimpan kekhawatiran berlebih tentang hari esok, tetapi juga tidak menunda usaha hari ini. Seolah ia paham, bahwa bergerak adalah cara paling jujur untuk percaya. Rezeki memang ditetapkan, tetapi jalan menuju rezeki itu tetap harus ditempuh.

Antara Ikhtiar dan Kegelisahan Manusia

Manusia kerap terjebak pada dua sikap ekstrem. Sebagian berlari tanpa henti mengejar dunia, namun hatinya penuh rasa takut kehilangan. Sebagian lain bersembunyi di balik dalih tawakal, tetapi enggan melangkah keluar dari zona nyaman. Keduanya sama-sama menjauh dari makna tawakal yang seimbang.

Burung memberi pelajaran lain yang tidak kalah penting: kemampuan untuk berubah. Ia tidak bersikeras bertahan di tempat yang sudah tidak memberi kehidupan. Ketika lingkungan tak lagi menyediakan rezeki, ia pergi tanpa banyak keluh kesah. Tidak ada drama. Tidak ada penyesalan keyakinan. Ia hanya bergerak.

Pelajaran ini relevan bagi manusia yang sering bertahan dalam keadaan yang menyempitkan, lalu mengeluh tentang nasib. Bertahan di pekerjaan yang menguras jiwa tanpa usaha meningkatkan kapasitas diri. Bertahan pada cara lama yang tak lagi relevan, tetapi enggan belajar hal baru. Padahal, perubahan adalah bagian dari sunnatullah kehidupan.

Rezeki, Tanggung Jawab, dan Arah Pulang

Meski terbang jauh, burung selalu tahu ke mana ia akan pulang. Sarang menjadi tujuan, dan yang menunggu di sana menjadi alasan. Rezeki yang ia bawa bukan untuk ditimbun, tetapi untuk dibagi. Di sinilah dimensi lain dari tawakal muncul: orientasi pada keberkahan, bukan sekadar kecukupan pribadi.

Burung pulang sore hari membawa makanan untuk dirinya dan untuk yang menunggu dengan paruh kecil terbuka. Ia bergerak bukan karena ambisi, melainkan tanggung jawab. Ia terbang bukan demi gengsi, tetapi demi keberlangsungan hidup bersama. Sederhana, tetapi dalam.

Tawakal, pada akhirnya, bukan soal memastikan hasil. Tawakal adalah keberanian untuk berjalan di tengah ketidakpastian dengan hati yang tetap tenang. Jika hari ini langkah terasa berat, mungkin kita perlu menengadah sejenak, memperhatikan makhluk kecil di langit yang tak pernah menyusun rencana hidup rumit, tetapi tak pernah kehilangan arah.

Seperti burung, tugas manusia bukan memastikan rezeki datang dengan cara tertentu. Tugas kita adalah menunaikan perjalanan dengan ikhtiar terbaik. Selebihnya, Allah Maha Mengetahui ke mana rezeki itu seharusnya singgah.

وَاللَّهُ أَعْلَمُ بِالصَّوَابِ

Penulis: Diki Samani (Pemred AlbadarPost)


  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • gencatan senjata Iran AS

    Iran vs AS Gencatan Senjata: Benarkah Iran Menang? Ini Faktanya!

    • calendar_month Rabu, 8 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 199
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DUNIA – Gencatan senjata Iran AS langsung memicu perdebatan global. Banyak pihak menyebut ini sebagai tanda kemenangan Iran, sementara lainnya menilai langkah ini hanya strategi politik. Istilah seperti konflik Iran Amerika, perang Timur Tengah, hingga negosiasi Iran AS pun ramai muncul dan menjadi sorotan publik. Namun, jika dilihat lebih dalam, situasi ini jauh […]

  • Kepala Sekolah

    Ferdiansyah: Kepala Sekolah Jangan Hanya Tunggu Dana BOS

    • calendar_month Sabtu, 20 Jun 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 114
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HUMANIORA — Konsep kepala sekolah sebagai pemimpin pendidikan kembali mendapat sorotan. Anggota DPR RI Komisi X Ferdiansyah menilai kepala sekolah, manajer sekolah, dan pemimpin ekosistem pendidikan tidak lagi cukup hanya menjalankan fungsi administratif. Menurutnya, sekolah membutuhkan figur yang mampu melihat peluang, membangun kolaborasi, dan menghadirkan solusi di tengah keterbatasan. Pandangan tersebut ia sampaikan saat […]

  • biaya nikah KUA

    Biaya Nikah KUA 2026: Gratis atau Rp600 Ribu?

    • calendar_month Jumat, 14 Agt 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 57
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Bagi calon pengantin, biaya nikah KUA menjadi salah satu informasi penting sebelum menentukan lokasi dan waktu akad. Secara umum, layanan nikah di KUA pada hari dan jam kerja dikenakan tarif Rp0, sedangkan nikah di luar KUA atau di luar ketentuan waktu layanan dikenakan PNBP Rp600.000. Namun, aturan juga memberikan kemungkinan tarif […]

  • Ilustrasi seseorang menatap langit dengan tenang sebagai simbol memahami makna ayat tentang kesabaran dalam Al-Qur'an.

    Saat Hidup Terasa Berat, Ayat Tentang Kesabaran Ini Menguatkan Hati

    • calendar_month Kamis, 12 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 173
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Suatu malam, seorang pria duduk sendirian di teras rumahnya. Ia baru saja kehilangan pekerjaan yang selama ini menjadi sumber penghidupan keluarganya. Pikiran terasa penuh, hati terasa berat, dan masa depan tampak tidak pasti. Namun ketika membuka Al-Qur’an, matanya tertuju pada sebuah ayat tentang kesabaran yang seolah menjawab kegelisahannya. Ayat itu mengingatkannya bahwa […]

  • Ilustrasi pengemudi Grab di Singapura dengan latar kota modern dan grafik kenaikan tarif akibat lonjakan harga BBM global.

    Tarif Grab Melonjak, Warga Singapura Kena Imbas Konflik Dunia

    • calendar_month Senin, 23 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 218
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DUNIA – Kebijakan grab naik tarif resmi diberlakukan di Singapura. Kenaikan tarif Grab ini menjadi respons atas lonjakan harga bahan bakar yang dipicu konflik global yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran. Dampaknya kini mulai dirasakan langsung oleh masyarakat, terutama pengguna layanan transportasi online yang bergantung pada mobilitas harian. Skema Tarif Baru Grab […]

  • SIMWAS Tasikmalaya

    SIMWAS Tasikmalaya Diperkuat, Pengawasan Pemkab Berbasis Data

    • calendar_month Rabu, 19 Agt 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 46
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Inspektorat Daerah Kabupaten Tasikmalaya memperkuat penggunaan SIMWAS Tasikmalaya sebagai bagian dari upaya mendorong pengawasan internal pemerintah berbasis digital dan data. Penguatan tersebut dilakukan melalui Bimbingan Teknis (Bimtek) Aplikasi Sistem Informasi Manajemen Pengawasan (SIMWAS) yang berlangsung di Aula Wirawangsa Inspektorat Daerah Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat. Kegiatan itu menjadi bagian dari peningkatan kapasitas […]

expand_less