Breaking News
light_mode
Beranda » Opini » Pelajaran Ikhtiar yang Sering Kita Lupa

Pelajaran Ikhtiar yang Sering Kita Lupa

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Minggu, 25 Jan 2026
  • visibility 143
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, PERSPEKTIF – Setiap pagi, jauh sebelum rutinitas manusia dimulai, kehidupan sudah lebih dulu bergerak. Langit tidak pernah benar-benar sepi. Di sana, burung-burung meninggalkan sarangnya tanpa bekal, tanpa peta, dan tanpa jaminan hasil. Mereka terbang dengan satu keyakinan sederhana: rezeki telah disiapkan, tetapi harus dijemput.

Gambaran itu sejalan dengan pesan Nabi Muhammad SAW dalam sebuah hadis yang masyhur. Beliau bersabda bahwa seandainya manusia bertawakal kepada Allah dengan sebenar-benarnya tawakal, niscaya mereka akan diberi rezeki sebagaimana burung diberi rezeki: pergi pagi hari dalam keadaan lapar dan pulang sore hari dengan perut kenyang. Hadis ini sering dikutip, namun tidak selalu dipahami secara utuh. Banyak orang berhenti pada kata “tawakal”, tetapi melewatkan makna “pergi pagi hari”.

Tawakal Bukan Diam, tetapi Bergerak

Burung tidak menunggu makanan jatuh dari langit. Ia mengepakkan sayapnya, berpindah dari satu tempat ke tempat lain, mengamati, lalu mencoba kembali. Ketika satu dahan tak lagi memberi apa-apa, ia tidak berlama-lama meratapi keadaan. Ia terbang ke arah lain. Gerak itulah bagian dari keyakinan.

Di situlah letak tawakal yang sering luput dipahami. Tawakal bukan pasrah tanpa usaha. Ia justru hadir setelah ikhtiar dilakukan secara sungguh-sungguh. Dalam ajaran Islam, tawakal selalu berdampingan dengan usaha. Keduanya tidak saling meniadakan, melainkan saling menguatkan.

Burung bekerja tanpa hiruk-pikuk kecemasan. Ia tidak menyimpan kekhawatiran berlebih tentang hari esok, tetapi juga tidak menunda usaha hari ini. Seolah ia paham, bahwa bergerak adalah cara paling jujur untuk percaya. Rezeki memang ditetapkan, tetapi jalan menuju rezeki itu tetap harus ditempuh.

Antara Ikhtiar dan Kegelisahan Manusia

Manusia kerap terjebak pada dua sikap ekstrem. Sebagian berlari tanpa henti mengejar dunia, namun hatinya penuh rasa takut kehilangan. Sebagian lain bersembunyi di balik dalih tawakal, tetapi enggan melangkah keluar dari zona nyaman. Keduanya sama-sama menjauh dari makna tawakal yang seimbang.

Burung memberi pelajaran lain yang tidak kalah penting: kemampuan untuk berubah. Ia tidak bersikeras bertahan di tempat yang sudah tidak memberi kehidupan. Ketika lingkungan tak lagi menyediakan rezeki, ia pergi tanpa banyak keluh kesah. Tidak ada drama. Tidak ada penyesalan keyakinan. Ia hanya bergerak.

Pelajaran ini relevan bagi manusia yang sering bertahan dalam keadaan yang menyempitkan, lalu mengeluh tentang nasib. Bertahan di pekerjaan yang menguras jiwa tanpa usaha meningkatkan kapasitas diri. Bertahan pada cara lama yang tak lagi relevan, tetapi enggan belajar hal baru. Padahal, perubahan adalah bagian dari sunnatullah kehidupan.

Rezeki, Tanggung Jawab, dan Arah Pulang

Meski terbang jauh, burung selalu tahu ke mana ia akan pulang. Sarang menjadi tujuan, dan yang menunggu di sana menjadi alasan. Rezeki yang ia bawa bukan untuk ditimbun, tetapi untuk dibagi. Di sinilah dimensi lain dari tawakal muncul: orientasi pada keberkahan, bukan sekadar kecukupan pribadi.

Burung pulang sore hari membawa makanan untuk dirinya dan untuk yang menunggu dengan paruh kecil terbuka. Ia bergerak bukan karena ambisi, melainkan tanggung jawab. Ia terbang bukan demi gengsi, tetapi demi keberlangsungan hidup bersama. Sederhana, tetapi dalam.

Tawakal, pada akhirnya, bukan soal memastikan hasil. Tawakal adalah keberanian untuk berjalan di tengah ketidakpastian dengan hati yang tetap tenang. Jika hari ini langkah terasa berat, mungkin kita perlu menengadah sejenak, memperhatikan makhluk kecil di langit yang tak pernah menyusun rencana hidup rumit, tetapi tak pernah kehilangan arah.

Seperti burung, tugas manusia bukan memastikan rezeki datang dengan cara tertentu. Tugas kita adalah menunaikan perjalanan dengan ikhtiar terbaik. Selebihnya, Allah Maha Mengetahui ke mana rezeki itu seharusnya singgah.

وَاللَّهُ أَعْلَمُ بِالصَّوَابِ

Penulis: Diki Samani (Pemred AlbadarPost)


  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • penyakit pascabencana

    Kemenkes Tegaskan Lonjakan Penyakit Pascabencana di Sumatera

    • calendar_month Minggu, 7 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 167
    • 0Komentar

    Kemenkes mencatat peningkatan penyakit pascabencana di Aceh, Sumbar, dan Sumut dengan risiko penyebaran yang membesar. Kemenkes Laporkan Lonjakan Penyakit Pascabencana dan Peringatkan Risiko Meluas albadarpost.com, LENSA – Kasus penyakit pascabencana mulai meningkat di tiga provinsi terdampak banjir dan tanah longsor di Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Aceh. Lonjakan ini menjadi perhatian pemerintah karena wilayah tersebut […]

  • Masakan sederhana berbuka berupa sup ayam, tempe goreng, sayur bening, dan kolak pisang di meja makan keluarga saat Ramadan.

    Menu Berbuka Hemat tapi Penuh Berkah, Wajib Coba!

    • calendar_month Kamis, 5 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 121
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Masakan sederhana berbuka selalu menjadi pilihan favorit saat Ramadan. Selain praktis, menu berbuka puasa yang simpel dan hemat tetap mampu menghadirkan kehangatan di meja makan. Bahkan, hidangan sederhana untuk buka puasa sering kali terasa lebih nikmat karena dimasak dengan niat berbagi dan penuh syukur. Oleh karena itu, memilih masakan sederhana berbuka bukan […]

  • kesbangpol kab tasikmalaya

    Memupuk Nasionalisme Generasi Emas Lewat Permainan

    • calendar_month Jumat, 19 Sep 2025
    • account_circle admin
    • visibility 156
    • 0Komentar

    albadarpost.com – WARTA MITRA. Membentuk karakter dan nasionalisme generasi muda kini bisa dilakukan dengan cara yang menyenangkan. Kesbang Kab. Tasikmalaya mengajak 150 siswa SMP Negeri 1 Cigalontang mengikuti sosialisasi wawasan kebangsaan melalui permainan kartu modern. Kegiatan ini dirancang untuk menumbuhkan nilai persatuan, kerja sama, dan tanggung jawab sejak dini. Meskipun berbasis kartu fisik, permainan ini […]

  • Laka Leuwikeris

    Detik-Detik Mobil Wisatawan Pangandaran Terbalik di Tanjakan Leuwikeris

    • calendar_month Sabtu, 6 Jun 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 75
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Jalur Leuwikeris kembali menjadi perhatian setelah terjadi Laka Leuwikeris yang melibatkan sebuah Toyota Avanza berisi wisatawan asal Pangandaran, Sabtu (6/6/2026). Kecelakaan tunggal itu terjadi di tanjakan curam jalur Karanglayung-Cineam. Namun yang membuat peristiwa ini menyita perhatian warga bukan hanya karena kendaraan terbalik. Pengemudi mengaku sempat mengalami kondisi yang tidak biasa sesaat […]

  • Ilustrasi nasi putih yang cepat basi akibat kesalahan memasak dan penyimpanan yang sering tidak disadari

    Nasi Cepat Basi? Ini Kesalahan yang Sering Terjadi

    • calendar_month Minggu, 1 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 151
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Pernah merasa heran karena nasi cepat basi, padahal baru dimasak beberapa jam lalu? Banyak orang mengira penyebabnya adalah kualitas beras. Padahal, nasi mudah basi, nasi cepat bau, dan teksturnya berubah sering kali terjadi akibat kesalahan memasak nasi yang tampak sepele dan jarang disadari sejak awal. Menariknya, kebiasaan yang terlihat “biasa saja” justru […]

  • Ilustrasi transaksi paylater melalui ponsel dengan simbol timbangan hukum Islam dan Al-Qur’an di latar belakang.

    Paylater Riba atau Bukan? Ini Penjelasan Tegasnya

    • calendar_month Senin, 2 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 156
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Pertanyaan tentang paylater riba semakin sering muncul seiring maraknya layanan beli sekarang bayar nanti. Banyak orang juga mencari hukum paylater dalam Islam serta kejelasan apakah paylater termasuk riba. Karena itu, memahami konsep riba dalam syariat menjadi langkah awal sebelum menilai praktik paylater secara objektif. Secara umum, paylater adalah fasilitas pembayaran yang memungkinkan […]

expand_less