Breaking News
light_mode
Beranda » Lifestyle » Mengabaikan Adzan Artinya Menolak Keberkahan

Mengabaikan Adzan Artinya Menolak Keberkahan

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Kamis, 22 Jan 2026
  • visibility 202
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, LIFESTYLE – Adzan berkumandang setiap hari, lima kali tanpa jeda. Namun di banyak ruang publik, panggilan itu sering berlalu tanpa respons. Ulama menilai, kebiasaan mengabaikan adzan bukan hanya persoalan teknis ibadah, tetapi gejala melemahnya disiplin spiritual umat yang berdampak langsung pada keberkahan hidup.

Fenomena ini semakin terasa di tengah ritme kehidupan modern. Aktivitas kerja, gawai, dan mobilitas tinggi kerap berjalan tanpa jeda, bahkan saat adzan terdengar jelas. Situasi ini memunculkan keprihatinan di kalangan ulama dan pemerhati keumatan.


Adzan sebagai Ukuran Disiplin Ibadah

Dalam ajaran Islam, adzan bukan sekadar penanda waktu. Ia adalah panggilan langsung dari Allah SWT agar umat menghentikan sejenak urusan dunia dan menegakkan shalat. Al-Qur’an menegaskan, “Sesungguhnya shalat itu adalah kewajiban yang telah ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman” (QS. An-Nisa: 103).

Baca juga: Ulama Ingatkan Bahaya Menunda Amal Baik dan Dampaknya

Ulama menilai, ketika adzan diabaikan secara berulang, umat sedang membangun jarak dengan disiplin ibadah. Bukan karena ketidaktahuan, tetapi karena kebiasaan menunda. Penundaan inilah yang perlahan membentuk kelalaian.

Di banyak tempat, adzan tetap terdengar lantang, tetapi aktivitas tidak berhenti. Percakapan berlanjut, pekerjaan diteruskan, dan perhatian tetap tertuju pada layar. Bagi ulama, kondisi ini menunjukkan krisis adab terhadap panggilan ibadah.


Dampak Mengabaikan Adzan terhadap Keberkahan

Ulama menegaskan bahwa keberkahan hidup tidak selalu diukur dari kelimpahan materi. Keberkahan hadir dalam bentuk ketenangan, kemudahan urusan, dan kejernihan hati. Mengabaikan adzan dinilai berpotensi menggerus semua itu.

Rasulullah SAW bersabda, “Antara adzan dan iqamah terdapat doa yang tidak tertolak” (HR. Abu Dawud). Hadis ini menempatkan waktu setelah adzan sebagai momen strategis untuk berdoa dan bermunajat.

Ketika adzan tidak dihiraukan, umat bukan hanya kehilangan shalat tepat waktu, tetapi juga melewatkan waktu mustajab yang jarang disadari. Dalam jangka panjang, kebiasaan ini membentuk kehidupan yang minim jeda spiritual.

Hadis lain menyebutkan, “Imam adalah penjamin dan muadzin adalah orang yang dipercaya” (HR. Abu Dawud dan Tirmidzi). Ulama menafsirkan, menghormati muadzin berarti menghormati amanah ibadah yang Allah tetapkan bagi umat.


Langkah Kecil Memulihkan Kesadaran

Ulama mengingatkan bahwa pintu ampunan Allah selalu terbuka. Kesadaran bahwa mengabaikan adzan adalah kekeliruan menjadi langkah awal pemulihan disiplin ibadah.

Baca juga: Rendang Terakhir di Kampong Glam Singapura

Perbaikan tidak harus dimulai dari langkah besar. Menjawab adzan, menghentikan aktivitas sejenak, lalu berdoa sebelum iqamah dinilai sebagai bentuk latihan adab yang sederhana namun konsisten.

Lingkungan juga berperan penting. Keluarga, tempat kerja, dan komunitas yang menghormati waktu shalat akan membantu individu menjaga ritme ibadah. Jika shalat pernah terlewat, qadha dianjurkan sebagai bentuk tanggung jawab spiritual.

Ulama menegaskan, menjaga adab terhadap adzan adalah pintu awal merawat disiplin ibadah. Dari situlah keberkahan hidup umat kembali dibangun, pelan namun pasti.

Mengabaikan adzan dinilai ulama melemahkan integritas diri dan keberkahan hidup. Menjawab adzan menjadi langkah awal perbaikan iman. (ARR)


  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Parkir Manual vs Digital

    Parkir Manual vs Digital, Ujian Koordinasi Kebijakan Kota Tasikmalaya

    • calendar_month Sabtu, 13 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 233
    • 0Komentar

    Perbedaan arah Dishub dan Kominfo soal parkir menyingkap masalah koordinasi dan tata kelola kebijakan digital Tasikmalaya. Parkir Manual vs Digital, Masalah Arah Kebijakan albadarpost.com, EDITORIAL – Kota Tasikmalaya sedang menghadapi persoalan yang tampak teknis, tetapi berdampak langsung pada tata kelola publik. Dinas Perhubungan (Dishub) memilih mempertahankan sistem retribusi parkir manual, sementara Dinas Komunikasi dan Informatika […]

  • Lasqi Tasikmalaya

    Qasidah Tasik Bangkit, Lasqi Usung Misi Go Digital

    • calendar_month Kamis, 16 Jul 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 84
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Di tengah derasnya arus musik digital dan perubahan selera generasi muda, Lasqi Tasikmalaya memilih menjawab tantangan dengan cara berbeda. Kepengurusan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Lembaga Seni dan Qasidah Indonesia (Lasqi) Kota Tasikmalaya periode 2025–2030 resmi dilantik di Aula Bappelitbangda Kota Tasikmalaya, Kamis (16/7/2026), dengan membawa misi besar menghidupkan kembali seni qasidah […]

  • Bandara Husein Bandung

    Bandara Husein Bandung Dibidik 9 Maskapai, Ini Rute Favorit

    • calendar_month Selasa, 14 Jul 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 148
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Bandara Husein Bandung kembali menarik perhatian dunia penerbangan. Sedikitnya sembilan maskapai nasional dan internasional telah mengajukan slot penerbangan di Bandara Husein Sastranegara, membuka peluang bertambahnya pilihan penerbangan Bandung menuju sejumlah kota besar di Indonesia hingga Asia Tenggara. Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan, Lukman F. Laisa, mengatakan pengajuan tersebut masih berada dalam […]

  • Perpres Nomor 115 Tahun 2025

    Suara dari Ruang Kelas: Guru Honorer Protes Perpres 115/2025

    • calendar_month Jumat, 16 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 188
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HUMANIORA – Sudah lebih dari satu dekade Siti Rahmawati mengajar di sebuah sekolah negeri di Jawa Tengah. Setiap pagi ia masuk kelas, menyiapkan materi, dan mendampingi murid-muridnya seperti guru lain. Namun hingga kini, statusnya tetap guru honorer. Ketika pemerintah menerbitkan Perpres Nomor 115 Tahun 2025, harapan yang sempat tumbuh justru berubah menjadi kekecewaan. Siti […]

  • Pinjol Darurat

    Ambulans Dipakai Tagih Pinjol, DPR RI Minta Debt Collector Ditindak

    • calendar_month Sabtu, 2 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 172
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Suara sirene ambulans biasanya membuat warga panik. Orang-orang memberi jalan karena mengira ada nyawa yang harus segera diselamatkan. Namun belakangan, fasilitas darurat itu justru diduga dipakai untuk kepentingan penagihan pinjaman online atau pinjol darurat. Kasus ini memantik kemarahan publik setelah muncul laporan tentang debt collector yang memanfaatkan layanan ambulans dan pemadam […]

  • bersih sungai Tasikmalaya

    Tak Sekadar Seremonial, HKB 2026 di Tasikmalaya Diisi Aksi Lapangan

    • calendar_month Senin, 27 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 171
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Bersih sungai Tasikmalaya menjadi aksi nyata dalam peringatan Hari Kesiapsiagaan Bencana (HKB) 2026. Kegiatan yang juga dikenal sebagai aksi bersih sungai dan pembersihan saluran air ini digelar di Kelurahan Tugujaya, Kecamatan Cihideung, Minggu (26/4/2026), saat ancaman genangan masih kerap muncul di sejumlah titik kota. Sejak pagi, ratusan orang sudah berkumpul di […]

expand_less