Breaking News
light_mode
Beranda » Lifestyle » Makna Isra Mikraj dalam Peneguhan Salat Lima Waktu

Makna Isra Mikraj dalam Peneguhan Salat Lima Waktu

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Jumat, 16 Jan 2026
  • visibility 209
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, LIFESTYLE – Malam itu sunyi. Kota Mekkah terlelap, sementara Nabi Muhammad SAW menempuh perjalanan yang melampaui batas nalar manusia. Dalam satu malam, beliau bergerak dari Masjidil Haram menuju Masjidil Aqsa, lalu naik menembus tujuh lapisan langit. Peristiwa itu dikenal sebagai Isra Mikraj, sebuah perjalanan spiritual yang hingga kini menjadi salah satu fondasi utama ajaran Islam.

Isra Mikraj bukan sekadar kisah mukjizat. Ia adalah titik balik dalam perjalanan dakwah Nabi Muhammad SAW, sekaligus penanda lahirnya kewajiban salat lima waktu. Karena itulah, setiap tanggal 27 Rajab, umat Islam memperingatinya sebagai momen refleksi, bukan hanya perayaan seremonial.

Peristiwa Isra Mikraj terjadi sebelum hijrah ke Madinah, sekitar tahun 620–621 Masehi. Saat itu, Nabi Muhammad SAW berada dalam fase berat perjuangan. Tekanan dari kaum Quraisy terus meningkat, sementara dukungan masih terbatas. Dalam situasi inilah Isra Mikraj hadir sebagai penguatan iman dan peneguhan misi.


Perjalanan Malam yang Mengubah Arah Umat

Isra Mikraj diawali dengan persiapan spiritual. Dalam riwayat yang masyhur, Malaikat Jibril dan Mikail membersihkan hati Nabi Muhammad SAW sebagai tanda kesiapan menerima amanah besar. Setelah itu, Nabi memulai perjalanan Isra dengan menaiki Buraq dari Masjidil Haram menuju Masjidil Aqsa.

Baca juga: Ahli Luruskan Isu Super Flu, Kelompok Rentan Perlu Waspada

Di Masjidil Aqsa, Nabi Muhammad SAW melaksanakan salat berjamaah bersama para nabi terdahulu. Peristiwa ini bukan tanpa makna. Ia menegaskan posisi Nabi Muhammad SAW sebagai penutup para nabi dan pemimpin risalah tauhid.

Dari Masjidil Aqsa, perjalanan berlanjut ke Mikraj. Nabi Muhammad SAW naik ke langit, bertemu para nabi di setiap lapisannya. Nabi Adam, Nabi Isa, Nabi Yahya, Nabi Yusuf, Nabi Idris, Nabi Harun, Nabi Musa, hingga Nabi Ibrahim menyambut beliau dalam perjalanan tersebut.

Puncaknya terjadi di Sidratul Muntaha, batas tertinggi yang tidak dapat dilampaui makhluk. Di tempat inilah Nabi Muhammad SAW menerima perintah salat secara langsung dari Allah SWT.


Salat Lima Waktu sebagai Amanah Utama

Awalnya, perintah salat ditetapkan sebanyak 50 waktu dalam sehari. Atas saran Nabi Musa, Nabi Muhammad SAW memohon keringanan hingga akhirnya Allah SWT menetapkan lima waktu salat dengan pahala yang tetap setara.

Penetapan salat melalui Isra Mikraj menunjukkan betapa pentingnya ibadah ini dalam kehidupan umat Islam. Salat bukan sekadar ritual, melainkan sarana membangun kedekatan langsung antara hamba dan Tuhan.

Dalam konteks kehidupan sehari-hari, salat lima waktu menjadi pengikat disiplin, pengingat moral, dan penopang spiritual. Karena itu, Isra Mikraj selalu dikaitkan dengan ajakan untuk memperbaiki kualitas salat, bukan hanya kuantitasnya.


Makna Isra Mikraj bagi Kehidupan Hari Ini

Hikmah Isra Mikraj melampaui dimensi sejarah. Ia mengajarkan bahwa setelah kesulitan, selalu ada pertolongan. Perjalanan Nabi Muhammad SAW terjadi pada masa penuh ujian, namun justru melahirkan perintah ibadah yang menjadi sumber kekuatan umat hingga kini.

Baca juga: Oknum LSM Terjaring OTT Polres Subang

Isra Mikraj juga mengingatkan manusia tentang kebesaran Allah SWT dan keterbatasan akal. Tidak semua hal harus dipahami secara rasional untuk diyakini, karena iman berdiri di atas kepercayaan dan ketundukan.

Di tengah kehidupan modern yang serba cepat, peringatan Isra Mikraj menjadi ruang jeda. Umat Islam diajak berhenti sejenak, menengok kembali hubungan dengan Allah SWT, dan menata ulang prioritas hidup melalui salat.


Refleksi Tahunan, Tanggung Jawab Sepanjang Hayat

Setiap 27 Rajab, masjid dan musala dipenuhi pengajian dan peringatan Isra Mikraj. Namun, makna sejatinya tidak berhenti pada satu malam. Isra Mikraj adalah pengingat sepanjang hayat tentang tanggung jawab spiritual umat Islam.

Salat lima waktu yang diturunkan melalui perjalanan luar biasa itu menjadi tolok ukur keimanan. Dari sanalah akhlak, ketenangan, dan arah hidup seorang muslim dibentuk.

Isra Mikraj, pada akhirnya, bukan hanya tentang perjalanan Nabi Muhammad SAW. Ia adalah perjalanan iman setiap muslim—dari lalai menuju sadar, dari rutinitas menuju makna.

Isra Mikraj menegaskan salat lima waktu sebagai amanah utama dan penguat iman umat Islam di setiap zaman. (ARR)


  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Padakembang Maju

    Padakembang Bersatu di 1 Muharram 1448 H, Satu Keinginan Menuju Kemajuan

    • calendar_month Kamis, 11 Jun 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 196
    • 0Komentar

    AlbadarPost.com, BERITA DAERAH — Menjelang datangnya Tahun Baru Islam 1448 Hijriah, suasana berbeda mulai terasa di berbagai pelosok Kecamatan Padakembang, Kabupaten Tasikmalaya. Dari jalan lingkungan hingga halaman masjid, perbincangan warga mengarah pada satu agenda yang sama: peringatan 1 Muharram yang tahun ini mengusung semangat “Satu Keinginan Padakembang Maju.” Tema tersebut bukan sekadar slogan kegiatan, melainkan ajakan […]

  • Audit K3 Proyek Daerah

    Dua Nyawa Melayang, Audit K3 Banjar Jangan Ditunda

    • calendar_month Sabtu, 4 Jul 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 91
    • 0Komentar

    albadarpost.com, EDITORIAL – Tragedi robohnya tower saat proses pembongkaran di lingkungan Badan Pengelolaan Keuangan dan Pendapatan Daerah (BPKPD) Kota Banjar yang merenggut dua nyawa pekerja bukan sekadar kabar duka. Peristiwa ini harus menjadi momentum untuk melakukan audit K3 proyek daerah secara menyeluruh. Di tengah penyelidikan polisi, pemerintah perlu mengevaluasi sistem keselamatan kerja pada seluruh proyek […]

  • Heboh Video TNI Pukul Warga, Dandim 0612 Bongkar Fakta Sebenarnya

    Heboh Video TNI Pukul Warga, Dandim 0612 Bongkar Fakta Sebenarnya

    • calendar_month Sabtu, 18 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 167
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Video TNI pukul tramadol, kabar anggota TNI pukul penjual tramadol, serta isu penertiban obat terlarang langsung menjadi sorotan publik setelah viral di media sosial. Namun, klarifikasi resmi memastikan narasi tersebut tidak benar. Dandim 0612 Tasikmalaya menegaskan bahwa informasi yang beredar adalah hoax dan tidak sesuai fakta lapangan. Seiring cepatnya penyebaran informasi digital, […]

  • Ilustrasi anak dan remaja Indonesia menggunakan smartphone dengan pembatasan akses media sosial oleh pemerintah

    Mulai 28 Maret, Aturan Medsos RI Berubah Total!

    • calendar_month Kamis, 19 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 184
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Larangan medsos RI mulai 28 Maret langsung menjadi perbincangan hangat. Kebijakan ini menyasar sekitar 70 juta warga Indonesia, terutama anak dan remaja. Aturan pembatasan media sosial, pembatasan usia pengguna, hingga kebijakan digital pemerintah menjadi sorotan karena dampaknya dinilai besar terhadap kebiasaan masyarakat. Namun demikian, di balik angka fantastis tersebut, ada sejumlah […]

  • tata kelola pemerintahan

    Uji Tata Kelola Pelayanan Publik Bogor

    • calendar_month Sabtu, 3 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 255
    • 0Komentar

    Penataan dinas baru Bogor menguji tata kelola pemerintahan dan kualitas pelayanan publik daerah. albadarpost.com, PERSPEKTIF – Awal 2026 menjadi titik uji bagi tata kelola pemerintahan di Kabupaten Bogor. Pemerintah daerah membentuk dua dinas baru—Dinas Pertanahan dan Tata Ruang serta Dinas Kebudayaan—sekaligus menempatkannya di pusat perbelanjaan. Langkah ini bukan sekadar soal struktur birokrasi, tetapi menyentuh inti […]

  • Ilustrasi pekerja dari Sumedang yang terjebak janji pekerjaan di pedalaman Yahukimo Papua

    Janji Kerja Berujung Petaka: Kisah Warga Sumedang di Papua Jadi Peringatan

    • calendar_month Sabtu, 14 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 167
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Mereka berangkat dengan harapan besar. Pekerjaan baru dijanjikan menanti di Papua. Namun perjalanan itu justru berubah menjadi kisah yang hampir tidak ingin mereka ingat lagi. Cerita warga Sumedang di Yahukimo kini menjadi perhatian publik setelah kisah mereka tentang tawaran kerja yang berujung masalah mulai tersebar. Banyak orang tidak menyangka bahwa perjalanan […]

expand_less