Breaking News
light_mode
Beranda » Humaniora » Nilai TKA Rendah: Learning Loss dan Kesenjangan Sekolah

Nilai TKA Rendah: Learning Loss dan Kesenjangan Sekolah

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Kamis, 8 Jan 2026
  • visibility 167
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Nilai TKA rendah mencerminkan learning loss dan kesenjangan struktural pendidikan yang belum tertangani secara sistemik.

albadarpost.com, HUMANIORA – Nilai Tes Kemampuan Akademik (TKA) yang rendah di berbagai daerah tidak dapat dipahami sekadar sebagai kegagalan siswa dalam menjawab soal. Data hasil TKA justru membuka persoalan yang lebih dalam: masalah struktural pendidikan nasional yang belum tertangani secara konsisten, terutama dampak learning loss pascapandemi.

Sejumlah laporan menunjukkan capaian siswa di mata pelajaran inti seperti matematika, bahasa Indonesia, dan bahasa Inggris masih berada di bawah standar yang diharapkan. Kondisi ini memunculkan pertanyaan penting: apakah sistem pendidikan telah benar-benar pulih, atau justru berjalan dengan asumsi pemulihan yang belum teruji?

Learning Loss dan Ketimpangan Akses Pembelajaran

Learning loss merujuk pada hilangnya capaian belajar akibat gangguan proses pendidikan dalam periode panjang. Pandemi Covid-19 mempercepat dan memperdalam masalah ini, terutama di wilayah dengan akses terbatas terhadap infrastruktur digital dan pendampingan belajar.

Di banyak daerah, pembelajaran jarak jauh berjalan tanpa kesiapan memadai. Guru kesulitan menyesuaikan metode, sementara siswa kehilangan interaksi belajar yang esensial. Dampaknya terasa hingga kini, tercermin dalam hasil TKA yang belum merata antarwilayah dan antarsekolah.

Baca juga: Pencurian Kotak Amal Tranding di Pangkep

Perbedaan capaian nilai menunjukkan bahwa ketimpangan akses pendidikan masih nyata. Sekolah dengan sumber daya terbatas menghadapi beban berlapis: keterbatasan sarana, kesiapan tenaga pendidik, serta dukungan lingkungan belajar yang tidak seimbang.

Soal Ujian Berubah, Kesiapan Sistem Tertinggal

Format TKA yang menekankan penalaran dan pemahaman konseptual menuntut perubahan pendekatan pembelajaran. Namun, perubahan ini tidak selalu diikuti kesiapan sistem secara menyeluruh. Banyak guru belum memperoleh pendampingan yang cukup untuk menyesuaikan strategi mengajar, sementara siswa terbiasa dengan pola hafalan.

Hasil TKA per mata pelajaran Nasional.

Akibatnya, ujian berfungsi sebagai alat pemetaan, bukan pemulihan. Nilai rendah muncul bukan karena siswa semata, tetapi karena sistem belum sepenuhnya menutup celah pembelajaran yang tertinggal selama bertahun-tahun.

Dalam konteks ini, learning loss menjadi isu kebijakan, bukan persoalan individu. Tanpa intervensi terarah, hasil ujian hanya akan mengulang pola ketimpangan yang sama dari tahun ke tahun.

Dampak Nyata bagi Masa Depan Pendidikan

Nilai TKA rendah memiliki implikasi jangka panjang. Ia memengaruhi kesiapan siswa memasuki jenjang pendidikan berikutnya, daya saing sumber daya manusia, serta kepercayaan publik terhadap sistem pendidikan nasional.

Jika tidak ditangani secara sistemik, learning loss berpotensi memperlebar jurang sosial. Siswa dari kelompok rentan akan semakin tertinggal, sementara sekolah unggulan melaju lebih cepat. Pendidikan yang seharusnya menjadi alat mobilitas sosial justru berisiko memperkuat ketimpangan.

Baca juga: Strategi Manajemen Sekolah Efektif di Tengah Anggaran Terbatas

Pemerintah perlu memastikan bahwa hasil TKA digunakan sebagai dasar kebijakan pemulihan pembelajaran. Intervensi harus diarahkan pada penguatan kapasitas guru, perbaikan metode belajar, serta dukungan khusus bagi daerah dengan capaian rendah.

Evaluasi Berbasis Data, Bukan Sekadar Target

Pendekatan berbasis data menjadi kunci. Hasil TKA seharusnya dipakai untuk memetakan kebutuhan riil, bukan sekadar memenuhi target administratif. Program pemulihan belajar perlu disesuaikan dengan kondisi lokal, bukan diseragamkan.

Tanpa langkah korektif yang terukur, learning loss akan terus membayangi sistem pendidikan. Nilai ujian akan tetap rendah, bukan karena siswa tidak mampu, tetapi karena negara belum sepenuhnya hadir dalam memastikan hak belajar yang setara.

Nilai TKA hari ini menjadi pengingat bahwa pendidikan membutuhkan konsistensi kebijakan. Pemulihan pembelajaran tidak bisa ditunda, karena dampaknya akan dirasakan dalam waktu panjang. (AC)


  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ilustrasi guru mengajar di kelas yang menunjukkan penerapan kompetensi pedagogik dalam proses pembelajaran siswa.

    Tanpa Kompetensi Pedagogik, Pendidikan Bisa Kehilangan Arah

    • calendar_month Minggu, 8 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 152
    • 0Komentar

    albadarpost.com, PERSPEKTIF – Kompetensi pedagogik guru menjadi salah satu faktor utama dalam keberhasilan proses pendidikan. Kemampuan ini berkaitan langsung dengan cara guru memahami karakter peserta didik, merancang pembelajaran, serta mengevaluasi hasil belajar. Oleh karena itu, kemampuan pedagogik guru atau keterampilan pedagogik pendidik tidak hanya menentukan keberhasilan transfer ilmu, tetapi juga mempengaruhi pembentukan sikap dan keterampilan […]

  • Suasana budaya Sunda dalam peringatan Hari Tatar Sunda di Jawa Barat sebagai simbol pelestarian identitas dan warisan leluhur.

    18 Mei Resmi Jadi Hari Tatar Sunda, Jabar Perkuat Identitas Budaya

    • calendar_month Senin, 4 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 129
    • 0Komentar

    albadarpost.com, CAKRAWALA – Di tengah dunia yang bergerak semakin cepat, Pemerintah Provinsi Jawa Barat mengambil satu langkah yang sarat makna budaya. Mulai tahun ini, setiap 18 Mei resmi diperingati sebagai Hari Tatar Sunda. Bagi sebagian orang, keputusan itu mungkin terlihat seperti agenda seremonial biasa. Namun bagi masyarakat Sunda, penetapan tersebut menyimpan pesan yang jauh lebih […]

  • penemuan jasad bayi

    Polisi Dalami Penemuan Jasad Bayi di Toilet Stasiun Citayam

    • calendar_month Selasa, 2 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 87
    • 0Komentar

    Penemuan jasad bayi di Stasiun Citayam mengusut motif pelaku, polisi kumpulkan saksi dan lakukan autopsi. albadarpost.com, HUMANIORA — Penemuan jasad bayi perempuan di toilet Stasiun Citayam mengubah rutinitas sore pengguna KRL menjadi laporan kriminal yang menuntut kejelasan. Senin, 1 Desember 2025, seorang petugas kebersihan menemukan bayi yang diperkirakan baru berusia lima hari di dalam sebuah […]

  • Geng Motor Garut

    Laporan Warga Berbuah Penangkapan, 7 Pemuda Diamankan

    • calendar_month Minggu, 21 Jun 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 83
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Dugaan aktivitas geng motor Garut kembali menjadi perhatian. Berawal dari laporan warga, Tim Patroli Presisi Polres Garut mengamankan tujuh pemuda beserta sejumlah barang bukti yang diduga terkait potensi aksi kekerasan jalanan. Peristiwa tersebut terjadi pada Minggu (21/6/2026) sekitar pukul 03.00 WIB di wilayah Kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut. Petugas turut menyita […]

  • Anak Putus Sekolah Tasikmalaya

    7.000 Anak Tasikmalaya Putus Sekolah karena Kemiskinan

    • calendar_month Rabu, 15 Jul 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 16
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH– Anak putus sekolah Tasikmalaya kembali menjadi perhatian setelah Dinas Pendidikan Kota Tasikmalaya mengungkapkan sekitar 7.000 anak tidak lagi melanjutkan pendidikan, dengan kemiskinan sebagai faktor utama. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa persoalan putus sekolah di Kota Tasikmalaya masih menjadi tantangan serius yang membutuhkan penanganan lintas sektor. Kepala Dinas Pendidikan Kota Tasikmalaya, H. Rojab Riswan […]

  • Lahan Sawah Tasikmalaya

    Sawah Menyusut, Wakil Wali Kota Tasikmalaya Angkat Suara

    • calendar_month Rabu, 24 Jun 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 61
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Lahan sawah Tasikmalaya kembali menjadi perhatian. Di tengah kebutuhan pembangunan yang terus meningkat, keberadaan lahan sawah Tasikmalaya, sawah abadi, dan ruang hijau kini menghadapi tekanan yang semakin besar. Jika tren alih fungsi lahan terus berlangsung tanpa kendali, kota ini berisiko kehilangan salah satu penyangga utama ketahanan pangan dan keseimbangan lingkungannya. Peringatan […]

expand_less