Breaking News
light_mode
Beranda » Humaniora » Nilai TKA Rendah: Learning Loss dan Kesenjangan Sekolah

Nilai TKA Rendah: Learning Loss dan Kesenjangan Sekolah

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Kamis, 8 Jan 2026
  • visibility 231
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Nilai TKA rendah mencerminkan learning loss dan kesenjangan struktural pendidikan yang belum tertangani secara sistemik.

albadarpost.com, HUMANIORA – Nilai Tes Kemampuan Akademik (TKA) yang rendah di berbagai daerah tidak dapat dipahami sekadar sebagai kegagalan siswa dalam menjawab soal. Data hasil TKA justru membuka persoalan yang lebih dalam: masalah struktural pendidikan nasional yang belum tertangani secara konsisten, terutama dampak learning loss pascapandemi.

Sejumlah laporan menunjukkan capaian siswa di mata pelajaran inti seperti matematika, bahasa Indonesia, dan bahasa Inggris masih berada di bawah standar yang diharapkan. Kondisi ini memunculkan pertanyaan penting: apakah sistem pendidikan telah benar-benar pulih, atau justru berjalan dengan asumsi pemulihan yang belum teruji?

Learning Loss dan Ketimpangan Akses Pembelajaran

Learning loss merujuk pada hilangnya capaian belajar akibat gangguan proses pendidikan dalam periode panjang. Pandemi Covid-19 mempercepat dan memperdalam masalah ini, terutama di wilayah dengan akses terbatas terhadap infrastruktur digital dan pendampingan belajar.

Di banyak daerah, pembelajaran jarak jauh berjalan tanpa kesiapan memadai. Guru kesulitan menyesuaikan metode, sementara siswa kehilangan interaksi belajar yang esensial. Dampaknya terasa hingga kini, tercermin dalam hasil TKA yang belum merata antarwilayah dan antarsekolah.

Baca juga: Pencurian Kotak Amal Tranding di Pangkep

Perbedaan capaian nilai menunjukkan bahwa ketimpangan akses pendidikan masih nyata. Sekolah dengan sumber daya terbatas menghadapi beban berlapis: keterbatasan sarana, kesiapan tenaga pendidik, serta dukungan lingkungan belajar yang tidak seimbang.

Soal Ujian Berubah, Kesiapan Sistem Tertinggal

Format TKA yang menekankan penalaran dan pemahaman konseptual menuntut perubahan pendekatan pembelajaran. Namun, perubahan ini tidak selalu diikuti kesiapan sistem secara menyeluruh. Banyak guru belum memperoleh pendampingan yang cukup untuk menyesuaikan strategi mengajar, sementara siswa terbiasa dengan pola hafalan.

Hasil TKA per mata pelajaran Nasional.

Akibatnya, ujian berfungsi sebagai alat pemetaan, bukan pemulihan. Nilai rendah muncul bukan karena siswa semata, tetapi karena sistem belum sepenuhnya menutup celah pembelajaran yang tertinggal selama bertahun-tahun.

Dalam konteks ini, learning loss menjadi isu kebijakan, bukan persoalan individu. Tanpa intervensi terarah, hasil ujian hanya akan mengulang pola ketimpangan yang sama dari tahun ke tahun.

Dampak Nyata bagi Masa Depan Pendidikan

Nilai TKA rendah memiliki implikasi jangka panjang. Ia memengaruhi kesiapan siswa memasuki jenjang pendidikan berikutnya, daya saing sumber daya manusia, serta kepercayaan publik terhadap sistem pendidikan nasional.

Jika tidak ditangani secara sistemik, learning loss berpotensi memperlebar jurang sosial. Siswa dari kelompok rentan akan semakin tertinggal, sementara sekolah unggulan melaju lebih cepat. Pendidikan yang seharusnya menjadi alat mobilitas sosial justru berisiko memperkuat ketimpangan.

Baca juga: Strategi Manajemen Sekolah Efektif di Tengah Anggaran Terbatas

Pemerintah perlu memastikan bahwa hasil TKA digunakan sebagai dasar kebijakan pemulihan pembelajaran. Intervensi harus diarahkan pada penguatan kapasitas guru, perbaikan metode belajar, serta dukungan khusus bagi daerah dengan capaian rendah.

Evaluasi Berbasis Data, Bukan Sekadar Target

Pendekatan berbasis data menjadi kunci. Hasil TKA seharusnya dipakai untuk memetakan kebutuhan riil, bukan sekadar memenuhi target administratif. Program pemulihan belajar perlu disesuaikan dengan kondisi lokal, bukan diseragamkan.

Tanpa langkah korektif yang terukur, learning loss akan terus membayangi sistem pendidikan. Nilai ujian akan tetap rendah, bukan karena siswa tidak mampu, tetapi karena negara belum sepenuhnya hadir dalam memastikan hak belajar yang setara.

Nilai TKA hari ini menjadi pengingat bahwa pendidikan membutuhkan konsistensi kebijakan. Pemulihan pembelajaran tidak bisa ditunda, karena dampaknya akan dirasakan dalam waktu panjang. (AC)


  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Fosfor Tugu Koperasi

    Dugaan Fosfor Tugu Koperasi Tasikmalaya Tunggu Kajian Ahli

    • calendar_month Jumat, 17 Jul 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 74
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Fosfor Tugu Koperasi menjadi perhatian setelah muncul informasi mengenai dugaan material fosfor yang disebut berada di sebuah kolam di belakang kawasan Tugu Koperasi, Kota Tasikmalaya. Hingga kini, material yang diduga fosfor tersebut belum dievakuasi karena masih menunggu kajian teknis dari instansi yang berwenang. Informasi awal mengenai keberadaan material itu disampaikan oleh […]

  • SPMB 2026

    SPMB 2026 Dibuka, Kesalahan Sepele Ini Bisa Bikin Anak Gagal Masuk Sekolah

    • calendar_month Minggu, 7 Jun 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 177
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HUMANIORA – SPMB 2026 atau Sistem Penerimaan Murid Baru mulai menjadi perhatian banyak keluarga menjelang tahun ajaran baru. Namun pendaftaran sekolah bukan hanya soal memilih sekolah lalu mengunggah berkas. Di balik proses penerimaan murid baru itu, ada jadwal, dokumen, ketentuan usia, hingga jalur penerimaan yang perlu dipahami sejak awal. Karena itu, orang tua tidak […]

  • Self Care

    Self Care Pagi yang Bikin Mood Lebih Baik

    • calendar_month Sabtu, 25 Jul 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 111
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Self Care tidak selalu identik dengan perawatan kulit, spa, atau liburan mahal. Justru, perawatan diri atau self-care dapat dimulai dari 15 menit pertama setelah bangun tidur. Kebiasaan sederhana pada awal hari terbukti membantu menjaga suasana hati, meningkatkan fokus, dan membuat aktivitas harian terasa lebih ringan. Momentum Self-Care Day menjadi pengingat bahwa merawat […]

  • Australia vs Turki

    Turki Kembali Setelah 24 Tahun, Tekanan Baru Dimulai

    • calendar_month Minggu, 14 Jun 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 152
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DUNIA – Australia vs Turki, 14 Juni 2026, bukan pertandingan yang paling banyak dibicarakan menjelang Piala Dunia 2026. Namun justru di situlah letak menariknya. Di tengah sorotan besar yang mengarah ke Brasil, Argentina, Prancis, atau Inggris, ada satu kisah yang diam-diam menyimpan emosi besar. Kisah itu datang dari Turki. Selama 24 tahun, generasi […]

  • Masakan sederhana berbuka berupa sup ayam, tempe goreng, sayur bening, dan kolak pisang di meja makan keluarga saat Ramadan.

    Menu Berbuka Hemat tapi Penuh Berkah, Wajib Coba!

    • calendar_month Kamis, 5 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 184
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Masakan sederhana berbuka selalu menjadi pilihan favorit saat Ramadan. Selain praktis, menu berbuka puasa yang simpel dan hemat tetap mampu menghadirkan kehangatan di meja makan. Bahkan, hidangan sederhana untuk buka puasa sering kali terasa lebih nikmat karena dimasak dengan niat berbagi dan penuh syukur. Oleh karena itu, memilih masakan sederhana berbuka bukan […]

  • Harkitnas Tasikmalaya

    Harkitnas Kodim Tasikmalaya: Dandim Soroti Ancaman Digital

    • calendar_month Rabu, 20 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 155
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Harkitnas Kodim Tasikmalaya atau Hari Kebangkitan Nasional ke-118 di Makodim 0612/Tasikmalaya berlangsung penuh khidmat, Rabu (20/05/2026). Namun di balik upacara bendera dan barisan prajurit yang berdiri tegak di Lapangan Makodim, tersimpan pesan penting tentang tantangan baru bangsa Indonesia: ancaman era digital terhadap generasi muda. Upacara dipimpin langsung Dandim 0612/Tasikmalaya Letkol Czi M. […]

expand_less