Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Dunia » Donald Trump Pertimbangkan Penundaan Larangan TikTok di Amerika Serikat

Donald Trump Pertimbangkan Penundaan Larangan TikTok di Amerika Serikat

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Jumat, 19 Jan 2024
  • visibility 10
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Presiden terpilih Donald Trump memberi sinyal penundaan larangan TikTok di AS, membuka peluang baru bagi ByteDance.

albadarpost.com, LENSA -Presiden terpilih Amerika Serikat, Donald Trump, memberi sinyal kuat bahwa pemerintahannya kemungkinan akan menunda larangan TikTok yang dijadwalkan berlaku pada 19 Januari 2025. Isyarat ini muncul hanya beberapa hari sebelum pelantikannya, memberi harapan bagi jutaan pengguna TikTok dan perusahaan induknya, ByteDance, untuk tetap beroperasi di pasar digital terbesar dunia itu.


Trump Buka Peluang Penundaan Larangan TikTok

Keputusan mengenai nasib aplikasi berbasis video pendek itu semula ditetapkan oleh pemerintahan Presiden Joe Biden. Undang-undang yang disahkan pada April 2024 mewajibkan ByteDance untuk menjual operasional TikTok di Amerika Serikat kepada perusahaan lokal. Bila tidak, aplikasi tersebut akan diblokir mulai 19 Januari 2025.

Namun kini, arah kebijakan itu tampaknya bisa berubah. Dalam pernyataannya kepada CNN, Trump mengatakan akan mempertimbangkan penundaan larangan TikTok selama 90 hari.
“Saya rasa itu adalah opsi yang patut dipertimbangkan. Perpanjangan 90 hari kemungkinan besar akan dilakukan karena itu langkah yang tepat,” ujar Trump, dikutip dari CNN, Minggu (19/1/2025).

Pernyataan itu segera memunculkan reaksi beragam di Washington. Di satu sisi, keputusan tersebut dianggap memberi ruang dialog bagi ByteDance untuk menegosiasikan kepemilikan TikTok di AS. Di sisi lain, sebagian anggota parlemen menilai penundaan itu bisa memperpanjang ancaman keamanan nasional yang sudah lama dikemukakan.

Gedung Putih sendiri menyatakan bahwa keputusan akhir mengenai TikTok akan diserahkan sepenuhnya kepada pemerintahan baru Donald Trump, yang resmi dilantik pada Senin, 20 Januari 2025. Dengan demikian, kemungkinan besar larangan tidak akan diberlakukan tepat waktu, setidaknya hingga pemerintahan baru memutuskan langkah selanjutnya.


Latar Belakang Sengketa TikTok di Amerika

Ketegangan antara Amerika Serikat dan ByteDance sudah berlangsung lama. Sejak masa pemerintahan Presiden Joe Biden, isu mengenai keamanan data dan potensi propaganda Tiongkok melalui TikTok menjadi perhatian serius.

Menurut laporan Kompas.com pada Jumat (17/1/2025), Washington menuding aplikasi tersebut dapat digunakan oleh pemerintah China untuk mengakses data pribadi pengguna Amerika dan menyebarkan informasi yang berpotensi mengancam keamanan nasional.

Undang-undang yang diteken Biden pada April 2024 memberikan batas waktu bagi ByteDance hingga Januari 2025 untuk menjual aset TikTok kepada perusahaan AS. Jika gagal, larangan operasional akan diberlakukan secara otomatis.

Namun ByteDance menolak keras kebijakan itu. Dalam pernyataannya, perusahaan asal Beijing tersebut menilai bahwa larangan TikTok melanggar kebebasan berbicara yang dijamin oleh Amandemen Pertama Konstitusi AS.

“Pemblokiran TikTok bukan hanya soal bisnis, tapi menyangkut hak berekspresi jutaan warga AS,” tulis ByteDance dalam pernyataan resminya.

Kendati demikian, sejumlah hakim Mahkamah Agung Amerika Serikat cenderung mendukung keputusan untuk menegakkan larangan TikTok, dengan alasan potensi ancaman terhadap keamanan nasional tidak bisa diabaikan.


Harapan Baru bagi ByteDance dan Pengguna TikTok

Kabar mengenai kemungkinan penundaan larangan TikTok disambut dengan lega oleh banyak pengguna di Amerika Serikat. Aplikasi itu saat ini memiliki lebih dari 150 juta pengguna aktif bulanan di negara tersebut, dan menjadi sumber penghasilan utama bagi banyak kreator digital.

“Kalau TikTok diblokir, banyak bisnis kecil kehilangan akses ke pelanggan,” ujar influencer asal California, Megan Lopez, kepada The Verge. “Kabar penundaan ini seperti napas baru bagi kami.”

Di sisi lain, ByteDance tampak berupaya menjaga stabilitas internalnya. Menurut laporan RIA Novosti, perusahaan itu meyakinkan karyawan TikTok di Amerika Serikat bahwa pekerjaan, gaji, dan tunjangan mereka tetap aman meskipun menghadapi ancaman larangan.

Bahkan, menurut sumber internal, ByteDance lebih memilih menutup operasional TikTok di AS sepenuhnya daripada menjualnya ke pihak lain. “Kami berkomitmen mempertahankan integritas TikTok,” ujar salah satu eksekutif ByteDance yang enggan disebut namanya.


Trump dan Dinamika Kebijakan Digital AS

Langkah Trump untuk meninjau kembali kebijakan pelarangan TikTok dianggap menarik, mengingat sebelumnya ia juga sempat melontarkan sikap keras terhadap aplikasi asal China itu saat masih menjabat pada periode 2016–2020.

Kini, dengan kembali terpilih sebagai presiden, Trump tampaknya mengambil pendekatan berbeda. Ia menilai bahwa masalah TikTok perlu diselesaikan melalui jalur diplomasi dan pertimbangan ekonomi yang matang.

Menurut dokumen yang diperoleh RIA Novosti, Trump bahkan meminta Mahkamah Agung menunda pelaksanaan larangan TikTok hingga ia resmi menjabat. Tujuannya agar pemerintahan baru dapat mempelajari ulang dampak sosial, ekonomi, dan hukum dari kebijakan tersebut.

Beberapa analis melihat sikap ini sebagai sinyal bahwa Trump ingin menyeimbangkan kepentingan keamanan nasional dengan pertumbuhan ekonomi digital Amerika. “Trump tampaknya sadar bahwa melarang TikTok bisa menimbulkan reaksi negatif dari jutaan pengguna dan pelaku usaha kreatif,” ujar analis politik Brookings Institution, James Carter.


Implikasi Ekonomi dan Politik dari Penundaan Larangan TikTok

Apabila penundaan larangan TikTok benar-benar dilakukan, dampaknya akan terasa luas. Di sektor ekonomi digital, kebijakan ini dapat menenangkan para investor dan kreator konten yang bergantung pada platform tersebut.

Sementara itu, dari sisi politik, keputusan Trump bisa memperbaiki hubungan diplomatik dengan Beijing yang sempat memanas akibat kebijakan proteksionisme digital. Namun, sebagian pihak di Kongres menilai langkah tersebut bisa dianggap “terlalu lunak” terhadap China.

“Penundaan bukan berarti solusi. Pemerintah tetap harus memastikan keamanan data warga Amerika,” ujar Senator Lindsey Graham dalam konferensi pers di Washington.


Kesimpulan: Menanti Langkah Trump Selanjutnya

Keputusan akhir tentang penundaan larangan TikTok diperkirakan akan diumumkan segera setelah pelantikan Trump pada 20 Januari 2025. Apakah kebijakan lama akan dipertahankan atau ditunda, semuanya kini bergantung pada strategi pemerintahan baru menghadapi tantangan di dunia digital.

Satu hal yang pasti, TikTok bukan sekadar aplikasi hiburan. Ia telah menjadi ruang ekspresi dan ekonomi bagi jutaan warga AS — dan masa depannya kini menunggu keputusan satu orang: Donald Trump.


Kesimpulan

Donald Trump buka peluang penundaan larangan TikTok. Nasib aplikasi asal China itu kini bergantung pada keputusan pemerintahannya. (AlbadarPost/DAS)


  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • korupsi PMT

    KPK Percepat Penuntasan Kasus Korupsi PMT untuk Bayi dan Ibu Hamil

    • calendar_month Kamis, 25 Sep 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 11
    • 0Komentar

    KPK percepat penyelidikan dugaan korupsi PMT. Sprindik umum segera terbit untuk mengungkap pelaku penyimpangan program makanan tambahan. albadarpost.com, LENSA. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bergerak cepat mendekati tahap akhir penyelidikan dugaan korupsi PMT (Program Makanan Tambahan) untuk bayi dan ibu hamil di Kementerian Kesehatan periode 2016–2020. Lembaga antirasuah itu memastikan siap mengeluarkan surat perintah penyidikan (sprindik) […]

  • MBG Kota Banjar jadi sorotan publik

    Klarifikasi DPRD Banjar: Bukan Korban MBG, Bukan Pelaku

    • calendar_month Minggu, 25 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 9
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Isu dugaan penipuan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Banjar terus bergulir dan menyedot perhatian publik. Nama anggota DPRD Kota Banjar, Hendrik Purnomo, sempat ikut terseret dalam pusaran pemberitaan awal terkait laporan dugaan penipuan jalur cepat menjadi mitra dapur MBG. Menyikapi situasi tersebut, Hendrik akhirnya menyampaikan klarifikasi terbuka untuk meluruskan […]

  • Ilustrasi Muslim menjalankan ibadah puasa sesuai syarat sah puasa berdasarkan dalil hadis dan penjelasan ulama.

    Syarat Sah Puasa: Penjelasan Lengkap dan Dalilnya

    • calendar_month Minggu, 22 Feb 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 15
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Syarat Sah Puasa menjadi dasar penting sebelum seorang Muslim menjalankan ibadah Ramadan maupun puasa sunnah. Ketentuan sahnya ibadah ini tidak hanya berlaku pada puasa fardhu, tetapi juga pada puasa sunnah. Para ulama menegaskan bahwa ada empat syarat sah puasa yang harus terpenuhi agar ibadah tersebut diterima secara hukum syariat. Lalu, apa saja […]

  • vendor

    Vendor dan Calon Pengantin Jadi Korban WO Garut

    • calendar_month Selasa, 13 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 13
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Kasus dugaan penipuan jasa layanan pernikahan kembali mencuat. Kali ini, sebuah wedding organizer (WO) di Kabupaten Garut, Jawa Barat, diduga menipu puluhan calon pengantin dan vendor pernikahan. Total kerugian yang dialami para korban ditaksir mencapai ratusan juta rupiah. Para korban berasal dari berbagai latar belakang, mulai dari calon pengantin hingga vendor […]

  • Piala Dunia 2026

    Piala Dunia 2026: Daftar 48 Tim dan Pembagian Grup Resmi, Ada Grup Neraka!

    • calendar_month Sabtu, 4 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 15
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DUNIA – Piala Dunia 2026 akhirnya menjadi sorotan dunia setelah daftar 48 tim dan pembagian grup resmi dirilis. Turnamen akbar ini menghadirkan format baru yang memperluas jumlah peserta, sehingga persaingan Piala Dunia 2026 dipastikan semakin ketat dan penuh kejutan. Selain itu, ajang sepak bola terbesar di dunia ini akan digelar di tiga negara […]

  • Prospek kerja lulusan sarjana di tengah persaingan dunia kerja

    Jurusan Favorit Tapi Sulit Dapat Kerja, Ini Tips Menentukan Masa Depan

    • calendar_month Rabu, 28 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 6
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HUMANIORA — Setiap tahun, jutaan calon mahasiswa berburu jurusan favorit. Nama jurusan sering dianggap sebagai tiket aman menuju masa depan mapan. Semakin populer sebuah jurusan, semakin tinggi pula kepercayaan bahwa lulusannya akan mudah terserap dunia kerja. Namun realitas di lapangan tidak selalu seindah brosur kampus. Di balik tingginya minat, sejumlah jurusan justru menyimpan risiko […]

expand_less