Breaking News
light_mode
Beranda » Editorial » Kementerian Agama: Masa Depan Literasi Al-Qur’an Dipertaruhkan

Kementerian Agama: Masa Depan Literasi Al-Qur’an Dipertaruhkan

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Rabu, 31 Des 2025
  • visibility 9
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Editorial Albadarpost menilai rendahnya literasi Al-Qur’an guru PAI sebagai masalah serius kebijakan pendidikan agama.

albadarpost.com, EDITORIAL – Temuan Kementerian Agama tentang rendahnya literasi Al-Qur’an guru Pendidikan Agama Islam (PAI) tingkat sekolah dasar seharusnya menggugah nurani kebijakan publik. Data resmi menunjukkan bahwa lebih dari separuh guru PAI SD di Indonesia belum fasih membaca Al-Qur’an. Ini bukan sekadar statistik pendidikan. Ini adalah peringatan tentang kualitas fondasi keagamaan yang sedang kita bangun.

Guru PAI berada di posisi strategis. Mereka bukan hanya pengajar kurikulum, tetapi penanam nilai dasar, etika, dan spiritualitas anak. Ketika kemampuan membaca Al-Qur’an guru masih berada pada kategori dasar, maka persoalannya tidak berhenti pada individu guru. Dampaknya merembet ke ruang kelas, ke murid, dan ke masa depan literasi keagamaan bangsa.

Albadarpost memandang temuan ini sebagai momentum penting untuk berhenti menutup mata terhadap persoalan struktural dalam tata kelola pendidikan agama.


Data Bicara, Sistem yang Menjawab Masih Setengah Hati

Asesmen terhadap lebih dari 160 ribu guru PAI SD/SDLB menunjukkan indeks membaca Al-Qur’an berada di angka rendah. Titik terlemah terletak pada pemahaman tajwid, unsur paling dasar dalam membaca Al-Qur’an secara benar. Fakta ini menegaskan bahwa persoalan bukan pada metode mengajar semata, melainkan pada kompetensi inti guru itu sendiri.

Baca juga: Ketika Anak Terpapar Ekstremisme

Selama ini, kebijakan pembinaan guru PAI cenderung menempatkan kemampuan baca Al-Qur’an sebagai prasyarat moral, bukan sebagai standar profesional yang terukur. Sertifikasi, rekrutmen, dan penilaian karier lebih banyak menekankan aspek administratif dan pedagogik, sementara kemampuan dasar membaca Al-Qur’an justru sering diasumsikan sudah selesai di hulu.

Asumsi inilah yang kini runtuh oleh data.


Antara Apresiasi dan Kritik: Negara Hadir, Tapi Terlambat

Langkah Kementerian Agama membuka data ini patut diapresiasi. Kejujuran kebijakan adalah langkah awal reformasi. Namun, pengakuan saja tidak cukup. Fakta bahwa kondisi ini baru terpetakan secara serius hari ini menunjukkan bahwa negara terlambat membaca masalah di tingkat dasar.

Selama bertahun-tahun, rendahnya kemampuan membaca Al-Qur’an siswa SD sering dibicarakan. Namun, sedikit yang berani menarik garis lurus ke kualitas guru. Padahal, pendidikan selalu bekerja dari hulu ke hilir. Murid adalah cermin dari sistem yang membentuk gurunya.

Di titik ini, Albadarpost menilai bahwa klaim keberhasilan pembangunan pendidikan agama harus dibaca ulang secara kritis. Angka partisipasi sekolah dan kelengkapan kurikulum tidak otomatis berbanding lurus dengan kualitas substansi pembelajaran.


Masalah Kebijakan, Bukan Sekadar Masalah Individu

Penting ditegaskan: guru PAI bukan pihak yang harus dipersalahkan sendirian. Variasi latar belakang pendidikan, keterbatasan akses penguatan kompetensi, hingga minimnya dukungan berkelanjutan adalah bagian dari kegagalan sistemik.

Ketika kemampuan membaca Al-Qur’an tidak dijadikan indikator utama dalam rekrutmen dan pembinaan karier, maka negara secara tidak langsung menormalisasi standar rendah. Guru bertahan dalam sistem yang tidak mendorong peningkatan kompetensi inti.

Inilah yang membuat persoalan ini bersifat kebijakan publik, bukan sekadar isu personal atau moral.


Arah Perubahan Harus Tegas dan Terukur

Rekomendasi Kementerian Agama untuk mengintegrasikan literasi Al-Qur’an ke dalam rekrutmen, sertifikasi, dan penilaian kinerja guru PAI adalah langkah yang tepat. Namun, keberanian kebijakan diuji pada pelaksanaannya.

Baca juga: Kementerian Agama: Literasi Al-Qur’an Guru PAI Rendah

Penguatan kompetensi tidak boleh berhenti pada pelatihan singkat atau proyek tahunan. Ia harus menjadi ekosistem berkelanjutan, melibatkan pesantren, perguruan tinggi keagamaan, dan lembaga pendidikan Al-Qur’an sebagai mitra strategis.

Pendekatan ini juga harus disertai dengan evaluasi berkala yang transparan. Asesmen tidak boleh menjadi ritual administratif, melainkan alat koreksi kebijakan.


Refleksi Redaksi: Pendidikan Agama Dimulai dari Kejujuran Mutu

Albadarpost berpandangan bahwa pendidikan agama yang kuat tidak lahir dari slogan, tetapi dari keberanian mengakui kelemahan dan memperbaikinya secara sistematis. Literasi Al-Qur’an guru PAI adalah fondasi. Jika fondasi ini rapuh, maka bangunan pendidikan keagamaan akan terus retak, meski tampak utuh dari luar.

Negara telah membuka data. Kini publik menunggu konsistensi kebijakan. Masa depan pendidikan agama anak-anak tidak boleh dikorbankan oleh standar yang longgar dan pembiaran yang terlalu lama.

Membangun generasi beriman dan berpengetahuan dimulai dari satu hal sederhana: memastikan gurunya benar-benar mampu membaca kitab yang diajarkannya. (Ds)


  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • salah kelola amanah

    Nabi SAW Peringatkan Dampak Salah Kelola Amanah

    • calendar_month Sabtu, 24 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 18
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Rasulullah SAW memberi peringatan tegas tentang dampak penyerahan amanah kepada pihak yang tidak kompeten. Dalam hadis sahih riwayat Imam Bukhari, Nabi menyebut kondisi itu sebagai pertanda kehancuran. Pesan ini relevan dengan realitas publik hari ini, ketika banyak urusan strategis berdampak luas pada masyarakat ditangani tanpa keahlian dan integritas yang memadai. Hadis tersebut […]

  • manasik haji Tasikmalaya

    Bupati Tasikmalaya Soroti Pelayanan Haji Humanis, 655 Jamaah Ikut Manasik

    • calendar_month Kamis, 2 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 16
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Manasik haji Kabupaten Tasikmalaya kembali menjadi sorotan setelah ratusan calon jamaah mengikuti kegiatan terintegrasi yang digelar secara resmi di Gedung Islamic Center. Program ini tidak hanya menghadirkan simulasi ibadah, tetapi juga memperkuat bimbingan haji Tasikmalaya dan kualitas layanan jamaah secara menyeluruh. Melalui pendekatan terstruktur, pemerintah daerah berupaya memastikan setiap peserta memahami […]

  • banjir tahunan

    Banjir Tahunan dan Laporan yang Selalu Rapi

    • calendar_month Senin, 5 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 18
    • 0Komentar

    Editorial Albadarpost menyoroti anggaran drainase besar yang gagal menghentikan banjir tahunan dan dampaknya bagi publik. albadarpost.com, EDITORIAL – Setiap kali musim hujan datang, kota kembali menghadapi ujian yang tak pernah benar-benar berubah: banjir yang berulang. Air menggenang di lokasi yang sama, ruas jalan lumpuh, dan rutinitas warga terganggu. Padahal, dalam dokumen anggaran, belanja untuk drainase […]

  • A Symphony of Lights

    Gemerlap “A Symphony of Lights”, Pesta Lampu Spektakuler di Langit Malam Hong Kong

    • calendar_month Rabu, 29 Okt 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 21
    • 0Komentar

    Setiap malam, “A Symphony of Lights” menerangi langit Pelabuhan Victoria dengan pertunjukan cahaya gratis. albadarpost.com, LENSA – Langit malam di atas Pelabuhan Victoria, Hong Kong, selalu punya cerita setiap pukul delapan malam. Saat itu, sorot laser, warna-warna lampu LED, dan musik orkestra berpadu dalam harmoni yang menakjubkan: A Symphony of Lights. Pertunjukan cahaya dan suara […]

  • Business Summit 2025

    Business Summit 2025 Jadi Strategi KADIN Perkuat UMKM Tasikmalaya

    • calendar_month Senin, 15 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 18
    • 0Komentar

    KADIN Tasikmalaya gelar Business Summit 2025 untuk perkuat daya saing UMKM dan ekonomi daerah. albadarpost.com, BERITA DAERAH – Kamar Dagang dan Industri Indonesia (KADIN) Kota Tasikmalaya menggelar Business Summit 2025 sebagai upaya memperkuat daya saing dunia usaha daerah di tengah tekanan ekonomi dan perubahan pola bisnis. Forum ini menjadi penting karena kualitas pertumbuhan ekonomi lokal […]

  • Kegiatan penguatan HAM kesehatan di Dinas Kesehatan Tasikmalaya dengan Wakil Wali Kota dan Kanwil HAM Jawa Barat

    Tak Sekadar Prosedur, Ini Wajah Baru Layanan Kesehatan Tasikmalaya

    • calendar_month Kamis, 16 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 24
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Penguatan HAM kesehatan mulai menunjukkan arah baru di Kota Tasikmalaya. Tidak lagi sekadar formalitas, penerapan hak asasi manusia di sektor kesehatan kini bergerak menuju layanan yang lebih adil, inklusif, dan benar-benar dirasakan masyarakat. Suasana itu terasa dalam kegiatan Penguatan Kapasitas HAM bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Dinas Kesehatan Kota […]

expand_less