Breaking News
light_mode
Beranda » Humaniora » Muhammad Jazir dan Warisan Tata Kelola Masjid

Muhammad Jazir dan Warisan Tata Kelola Masjid

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Kamis, 25 Des 2025
  • visibility 193
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Muhammad Jazir wafat, meninggalkan warisan tata kelola masjid terbuka yang berpihak pada pelayanan dan pemberdayaan umat.

albadarpost.com, HUMANIORA – Tokoh pembaru tata kelola masjid, Muhammad Jazir, wafat di Yogyakarta pada Senin, 22 Desember 2025. Kepergiannya meninggalkan jejak penting dalam perubahan cara masjid berfungsi, dari ruang ibadah tertutup menjadi pusat layanan umat yang inklusif dan berorientasi sosial.

Kabar duka ini menyebar cepat di kalangan takmir, aktivis dakwah, dan jamaah masjid di berbagai daerah. Muhammad Jazir dikenal luas sebagai penggerak Masjid Jogokariyan Yogyakarta, model masjid yang menempatkan tata kelola masjid sebagai instrumen pemberdayaan warga, bukan sekadar pengelolaan bangunan ibadah.

Bagi publik, wafatnya Jazir bukan hanya kehilangan figur, tetapi juga momen refleksi tentang bagaimana masjid dikelola dan sejauh mana rumah ibadah hadir untuk menjawab persoalan sosial umat.

Masjid Terkunci dan Masalah Pengelolaan

Dalam praktik sehari-hari, wajah masjid di banyak tempat masih menyisakan problem serius. Akses dibatasi. Pagar dikunci di luar waktu salat. Toilet digembok. Anak-anak dianggap pengganggu. Jamaah yang kehilangan barang sering kali tak mendapat perlindungan dari pengurus.

Berbagai peristiwa menunjukkan bahwa kekakuan tata kelola masjid dapat berujung pada eksklusi sosial. Konflik antarsesama jamaah, pengusiran karena perbedaan pandangan, hingga kekerasan fisik di ruang ibadah mencerminkan rapuhnya fungsi masjid sebagai ruang aman.

Baca juga: Gubernur Jabar Tetapkan UMP dan UMK 2026

Masalah mendasarnya terletak pada pola manajemen. Banyak masjid dikelola secara tertutup, berbasis senioritas dan relasi personal, tanpa visi tertulis dan program pemberdayaan yang terukur. Transparansi keuangan minim. Fungsi masjid menyempit menjadi rutinitas ibadah lima waktu.

Dalam kerangka ini, keberhasilan masjid sering diukur dari aspek fisik: kebersihan karpet, keawetan bangunan, dan saldo kas. Manusia justru diposisikan sebagai risiko. Maka, akses dibatasi demi menjaga aset.

Pendekatan Muhammad Jazir

Muhammad Jazir hadir sebagai antitesis dari pola tersebut. Ia menempatkan tata kelola masjid sebagai urusan sosial dan kemanusiaan. Bagi Jazir, masjid harus menjadi tempat memecahkan persoalan umat—ekonomi, pendidikan, hingga krisis sosial—bukan sekadar ruang ritual.

Lahir di Yogyakarta pada 28 Oktober 1962, Jazir tumbuh dalam lingkungan takmir. Latar belakang pendidikannya di Fakultas Hukum Universitas Islam Indonesia memberinya bekal untuk merancang sistem pengelolaan masjid yang rapi, terukur, dan berkeadilan.

Kiprahnya melampaui dinding masjid. Ia terlibat dalam berbagai forum keislaman dan kebudayaan, termasuk Pusat Studi Pancasila UGM dan MUI DIY. Namun, kontribusi terbesarnya tetap berada di Masjid Jogokariyan, Mantrijeron, Yogyakarta.

Masjid sebagai Pusat Layanan Sosial

Masjid Jogokariyan berdiri di kawasan yang secara historis bukan basis santri. Jazir membaca konteks sosial ini dengan pendekatan sosiologis. Ia tidak mengedepankan pendekatan dogmatis, melainkan pelayanan nyata.

Visinya jelas: mengembalikan fungsi masjid seperti pada masa awal Islam, sebagai pusat peradaban. Masjid menjadi balai pertemuan, pusat ekonomi umat, ruang pendidikan, hingga tempat perlindungan sosial.

Baca juga: Pemkot Tasikmalaya Musnahkan Ribuan Miras Ilegal

Program kuncinya adalah “Sensus Masjid”. Jazir dan tim mendata seluruh kepala keluarga di sekitar masjid—kondisi ekonomi, tingkat ibadah, hingga kebutuhan sosial. Data ini menjadi dasar penyusunan program, termasuk distribusi sembako rutin kepada ratusan keluarga.

Pendekatan berbasis data ini menjadikan tata kelola masjid lebih akuntabel dan tepat sasaran. Masjid tidak lagi reaktif, tetapi proaktif dalam melayani umat.

Dampak dan Warisan

Model Jogokariyan memengaruhi banyak masjid di Indonesia. Ia menunjukkan bahwa keterbukaan, transparansi, dan keberpihakan pada warga justru memperkuat fungsi masjid. Jamaah tumbuh. Kepercayaan publik meningkat. Masjid hidup.

Kepergian Muhammad Jazir menutup satu bab penting dalam sejarah pengelolaan masjid di Indonesia. Namun gagasannya tetap relevan di tengah tantangan sosial yang terus berkembang.

Wafatnya Muhammad Jazir menegaskan bahwa pembaruan masjid adalah kerja panjang. Warisannya mengingatkan bahwa tata kelola masjid yang terbuka dan manusiawi adalah kebutuhan publik, bukan pilihan tambahan.

Warisan Muhammad Jazir memperkuat gagasan tata kelola masjid sebagai pusat layanan sosial yang terbuka dan berpihak pada umat. (Red/Asep Chandra)


  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • HUT Bhayangkara ke-80

    HUT Bhayangkara ke-80, Wabup Minta Polri Perkuat Kepercayaan Publik

    • calendar_month Rabu, 1 Jul 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 125
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – HUT Bhayangkara ke-80 bukan sekadar peringatan hari jadi Kepolisian Negara Republik Indonesia. Momentum ini menjadi pengingat bahwa Polri dituntut terus meningkatkan profesionalisme, memperkuat kepercayaan publik, dan menghadirkan penegakan hukum yang adil bagi seluruh masyarakat. Pesan tersebut mengemuka dalam Upacara HUT Bhayangkara ke-80 yang berlangsung di Bale Kota Tasikmalaya, Jalan Letnan Harun, […]

  • Relawan MBG Ciamis

    Ribuan Relawan MBG Ciamis Berkumpul, Siap Bertugas Lagi

    • calendar_month Sabtu, 27 Jun 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 131
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH– Relawan MBG Ciamis atau relawan Program Makan Bergizi Gratis dari berbagai wilayah Kabupaten Ciamis memadati Alun-alun Ciamis, Jumat (26/6/2026). Kehadiran ribuan relawan dalam kegiatan silaturahmi dan doa bersama itu menjadi penegasan bahwa dukungan terhadap Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tetap kuat meskipun operasional sejumlah dapur saat ini memasuki masa penyesuaian sementara. Sejak […]

  • nasi goreng spesial

    Menu Keluarga: Nasi Goreng Spesial Praktis

    • calendar_month Kamis, 25 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 241
    • 0Komentar

    Nasi goreng spesial Laziiz jadi menu keluarga praktis, bergizi, dan terjangkau dengan bahan sederhana. albadarpost.com, LIFESTYLE – Menu nasi goreng spesial Laziiz menjadi pilihan keluarga untuk mengolah makanan rumahan yang praktis, bergizi, dan terjangkau. Dengan bahan sederhana dan waktu memasak sekitar 35 menit, menu ini menjawab kebutuhan keluarga akan hidangan cepat tanpa mengabaikan nilai gizi. […]

  • Koperasi Merah Putih

    Puluhan Kendaraan KDMP Siap Didistribusikan ke Desa Tasikmalaya

    • calendar_month Rabu, 20 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 188
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Program Koperasi Merah Putih mulai bergerak nyata di Tasikmalaya. Puluhan kendaraan operasional yang dikirim langsung dari Jakarta tiba di halaman Makodim 0612/Tasikmalaya, Rabu (20/05/2026), untuk segera didistribusikan ke desa dan kelurahan di wilayah Kota serta Kabupaten Tasikmalaya. Kedatangan kendaraan tersebut langsung menarik perhatian warga dan aparat yang berada di sekitar Makodim. […]

  • lagu Rukun Sama Teman

    Lagu “Rukun Sama Teman” dan Ujian Implementasi Pendidikan Karakter

    • calendar_month Selasa, 27 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 211
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HUMANIORA – Kebijakan pendidikan sering kali lahir dengan niat baik, tetapi diuji justru di ruang paling sederhana: halaman sekolah setiap Senin pagi. Mulai 2026, lagu Rukun Sama Teman resmi menjadi bagian dari upacara bendera nasional. Negara menempatkan pesan kerukunan sebagai ritual bersama pelajar. Pertanyaannya bukan lagi soal setuju atau tidak, melainkan sejauh mana kebijakan […]

  • Ilustrasi seseorang termenung tentang tanda hati mati di tengah kehidupan modern.

    Ketika Dosa Dirasa Biasa, Mungkin Hati Sedang Bermasalah

    • calendar_month Jumat, 29 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 223
    • 0Komentar

    albadarpost.com, OPINI – Di zaman sekarang, pembahasan tentang hati mati sering terdengar seperti potongan ceramah yang lewat begitu saja di beranda media sosial. Padahal ketika kalimat Syekh Athaillah dibaca pelan-pelan, rasanya tidak nyaman juga. Beliau berkata: “مِنْ عَلَامَاتِ مَوْتِ الْقَلْبِ عَدَمُ الْحُزْنِ عَلَى مَا فَاتَكَ مِنَ الْمُوَافَقَاتِ، وَتَرْكُ النَّدَمِ عَلَى مَا فَعَلْتَهُ مِنْ وُجُودِ الزَّلَّاتِ” […]

expand_less