Breaking News
light_mode
Beranda » Humaniora » Wali Kota Banjar Tegaskan Kebijakan Inklusi untuk Disabilitas Berdaya

Wali Kota Banjar Tegaskan Kebijakan Inklusi untuk Disabilitas Berdaya

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Sabtu, 13 Des 2025
  • visibility 14
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Peringatan Hari Disabilitas Internasional 2025 menegaskan arah Kota Banjar sebagai kota inklusif dan berdaya.

albadarpost.com, HUMANIORA Peringatan Hari Disabilitas Internasional (HDI) 2025 di Kota Banjar pada Jumat (12/12/2025), menjadi penanda penting arah pembangunan daerah yang semakin menempatkan inklusi sebagai fondasi kebijakan publik. Mengusung tema “Kota Banjar Inklusi, Penyandang Disabilitas Berdaya”, peringatan ini menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk memastikan seluruh warga, termasuk penyandang disabilitas, memperoleh akses dan kesempatan yang setara.

Wali Kota Banjar, Ir. H. Sudarsono, menegaskan bahwa inklusi tidak boleh berhenti pada slogan seremonial. Prinsip kota inklusif Banjar, kata dia, harus diterjemahkan secara konkret dalam setiap kebijakan, program pembangunan, hingga layanan publik. Tujuannya jelas: menciptakan ruang aman dan adil bagi penyandang disabilitas untuk berpartisipasi aktif dalam kehidupan sosial, ekonomi, dan politik.

“Peringatan Hari Disabilitas Internasional bukan hanya soal merayakan capaian. Ini momentum evaluasi dan komitmen bersama untuk membangun lingkungan yang inklusif, aksesibel, dan bebas diskriminasi,” ujar Wali Kota dalam sambutannya di Pendopo Kota Banjar.

Menurut Sudarsono, kota inklusif Banjar hanya dapat terwujud jika seluruh pemangku kepentingan bergerak searah. Pemerintah, masyarakat, dan dunia usaha harus memastikan bahwa setiap kebijakan pembangunan memperhitungkan kebutuhan penyandang disabilitas sejak tahap perencanaan.

Inklusi sebagai Arah Kebijakan Pembangunan

Wali Kota Banjar menekankan bahwa inklusi bukan kebijakan sektoral, melainkan prinsip lintas sektor. Aksesibilitas fasilitas publik, pelayanan kesehatan, pendidikan, hingga kesempatan kerja harus dirancang agar ramah bagi semua warga.

Baca juga: Kepala SD Diciduk Usai Cabuli Remaja di Pangandaran, Polisi Telusuri Korban Lain

Ia menilai masih terdapat tantangan struktural yang perlu dibenahi, mulai dari keterbatasan sarana pendukung hingga stigma sosial yang kerap menghambat partisipasi penyandang disabilitas. Karena itu, pemerintah daerah berkomitmen menjadikan prinsip kota inklusif Banjar sebagai rujukan dalam penyusunan program pembangunan ke depan.

“Setiap warga harus merasa diakui, dihargai, dan memiliki ruang berkontribusi. Tidak boleh ada warga yang tertinggal hanya karena keterbatasan fisik atau sensorik,” kata Sudarsono.

Peringatan HDI 2025 ini juga menjadi sarana refleksi atas berbagai upaya yang telah dilakukan pemerintah Kota Banjar. Sejumlah program pemberdayaan telah diarahkan untuk mendorong kemandirian penyandang disabilitas, baik melalui pelatihan keterampilan, penguatan akses pendidikan, maupun dukungan partisipasi sosial.

Disabilitas Berdaya, Kota Lebih Kuat

Tema Disabilitas Berdaya dipilih untuk menegaskan bahwa penyandang disabilitas bukan objek kebijakan, melainkan subjek pembangunan. Dengan dukungan kebijakan yang tepat, kelompok ini memiliki potensi besar untuk berkontribusi dalam berbagai sektor.

Momentum Hari Disabilitas Internasional 2025 juga menjadi pengingat bahwa kota inklusif Banjar tidak hanya diukur dari pembangunan fisik, tetapi dari sejauh mana kebijakan publik mampu menjamin keadilan sosial. Lingkungan yang ramah dan bebas diskriminasi akan menciptakan rasa aman sekaligus memperkuat kohesi sosial masyarakat.

Pemerintah Kota Banjar berharap semangat HDI tidak berhenti pada peringatan tahunan. Nilai-nilai inklusi harus terus hidup dalam praktik pemerintahan sehari-hari, mulai dari perencanaan anggaran hingga evaluasi program.

“Ketika kita membangun kota yang ramah bagi penyandang disabilitas, sejatinya kita sedang membangun kota yang lebih manusiawi untuk semua,” ujar Sudarsono.

Hari Disabilitas Internasional 2025 menegaskan komitmen Kota Banjar membangun kota inklusif yang memberi ruang setara bagi semua warga. (Red/Asep Chandra)

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Insentif Guru Honorer

    Insentif Guru Honorer Naik Mulai 2026, Pemerintah Siapkan Beasiswa dan PPG Massal

    • calendar_month Kamis, 23 Okt 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 28
    • 0Komentar

    Kenaikan insentif guru honorer jadi Rp400 ribu serta beasiswa dan perluasan PPG dimulai 2026. albadarpost.com, CENDIKIA – Insentif Guru Honorer menjadi salah satu kebijakan yang kembali disorot publik setelah Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) memastikan adanya peningkatan dukungan kesejahteraan bagi tenaga pengajar non-PNS mulai tahun 2026. Pemerintah menyatakan komitmennya untuk memperluas akses pendidikan tinggi […]

  • Ilustrasi jurnalis Indonesia memanfaatkan kecerdasan buatan AI dalam proses produksi berita digital.

    Jurnalis dan AI: Antara Peluang dan Tantangan di Era Digital

    • calendar_month Sabtu, 21 Feb 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 16
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Perkembangan teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) mulai mengubah wajah industri media di Indonesia. Jurnalis dan AI kini menjadi dua entitas yang semakin sering bersinggungan, baik dalam proses riset, penulisan, hingga distribusi berita. Di satu sisi, teknologi ini menawarkan efisiensi kerja. Namun di sisi lain, tantangan etika dan perlindungan konten […]

  • kasus suap Singapura

    Polisi Singapura Tolak Suap, Warga Malaysia Didakwa dalam Kasus Suap Singapura

    • calendar_month Minggu, 9 Nov 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 7
    • 0Komentar

    Seorang warga Malaysia didakwa dalam kasus suap Singapura setelah mencoba menyuap polisi 50 dolar.. albadarpost.com, HUMANIORA – Kasus dugaan korupsi dalam bentuk penyuapan kembali diuji di pengadilan Singapura ketika seorang warga Malaysia, Lee Keh Meng, 44 tahun, didakwa atas percobaan menyuap seorang petugas polisi. Peristiwa ini memperlihatkan bagaimana kasus suap Singapura ditangani dengan pendekatan nol […]

  • Polres Pangandaran membuka posko pengaduan korban dugaan investasi bodong berbasis aplikasi digital MBA

    Breaking News: Polres Pangandaran Buka Posko Pengaduan Dugaan Investasi Bodong

    • calendar_month Selasa, 10 Feb 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 13
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Polres Pangandaran resmi membuka posko pengaduan bagi masyarakat yang menjadi korban dugaan investasi bodong berbasis aplikasi digital MBA. Langkah ini dilakukan menyusul terus bertambahnya laporan warga yang mengaku mengalami kerugian finansial. Kapolres Pangandaran AKBP Ikrar Potawari mengatakan bahwa pihak kepolisian telah mendata sejumlah korban dengan nilai kerugian yang bervariasi. Kerugian tersebut […]

  • Rendang daging sapi khas Sumatera Barat dengan bumbu rempah kental berwarna cokelat gelap di piring tradisional.

    Rendang: Kuliner Nusantara dengan Sejarah Menakjubkan

    • calendar_month Selasa, 10 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 17
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Rendang dikenal sebagai salah satu kuliner paling terkenal dari Indonesia. Hidangan ini sering disebut juga rendang Minang atau rendang daging khas Sumatera Barat yang terkenal karena bumbu rempahnya yang kuat dan proses memasaknya yang panjang. Banyak orang menikmatinya karena rasanya kaya, aromanya menggoda, dan tekstur dagingnya lembut setelah dimasak berjam-jam. Namun […]

  • kisah lucu pesantren

    Kisah Lucu Dunia Pesantren yang Jarang Diketahui

    • calendar_month Senin, 6 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 52
    • 0Komentar

    albadarpost.com, CAKRAWALA – Kehidupan di pesantren tidak selalu serius dan penuh jadwal mengaji. Di balik rutinitas padat, ada banyak kisah lucu pesantren yang sering muncul tanpa direncanakan. Cerita pesantren seperti ini justru membuat para santri betah, akrab, dan sulit melupakan masa-masa mereka di asrama. Bahkan, sebagian besar momen lucu itu lahir dari kepolosan santri, aturan […]

expand_less