BBKK Soetta Perketat Pengawasan Cegah Migrasi Malaria Saat Nataru

BBKK Soekarno-Hatta memperketat pengawasan untuk mencegah migrasi malaria selama arus libur Nataru.
albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Balai Besar Kekarantinaan Kesehatan (BBKK) Bandara Soekarno-Hatta meningkatkan pengawasan kesehatan untuk mencegah migrasi malaria selama periode perjalanan Natal dan Tahun Baru. Lonjakan mobilitas penumpang dipandang sebagai faktor risiko yang dapat membawa penyakit dari daerah endemik ke pusat aktivitas masyarakat.
Kepala BBKK Soekarno-Hatta, Naning Nugrahini, menjelaskan bahwa fokus pengawasan diarahkan pada penerbangan domestik yang menghubungkan wilayah dengan kasus malaria tinggi. “Kami ingin mengetahui apakah terjadi migrasi malaria dari daerah endemik menuju bandara ini,” ujar Naning. Ia menegaskan, upaya tersebut penting karena lonjakan perjalanan selalu berbanding lurus dengan potensi penyebaran penyakit.
BBKK Soekarno-Hatta menambah petugas kesehatan untuk memperkuat pengawasan. Pada periode Nataru, jumlah personel di terminal domestik dinaikkan menjadi 40 orang. Pemeriksaan visual dilakukan pada penumpang, dan jika ditemukan gejala lanjutan, petugas akan melakukan tes laboratorium di fasilitas BBKK.
Pengawasan Ketat untuk Mengantisipasi Migrasi Malaria
Upaya mencegah migrasi malaria dilakukan melalui survei kesehatan yang diterapkan pada penerbangan domestik. Petugas memantau penumpang menggunakan pemeriksaan visual dan perangkat pemantau suhu tubuh. Langkah ini menjadi prosedur standar BBKK untuk menekan pergerakan penyakit dari daerah berisiko tinggi menuju pusat lalu lintas nasional.
Naning menyatakan bahwa pengawasan berlapis diterapkan pada momen libur besar karena tingkat mobilitas warga melonjak signifikan. Dengan pola perjalanan jarak jauh yang melibatkan wilayah endemik, potensi masuknya kasus baru tidak bisa diabaikan. Pengawasan yang diperkuat juga memberi ruang bagi petugas untuk mendeteksi kasus lebih cepat sebelum penumpang berinteraksi dengan kerumunan di bandara.
Selain malaria, BBKK Soekarno-Hatta menaruh perhatian pada ancaman penyakit dari rute internasional. Salah satu sorotan adalah Ethiopia, negara yang saat ini menghadapi wabah virus Marburg. Penyakit ini memiliki gejala mirip Ebola dan tingkat fatalitas tinggi. Petugas melakukan skrining sebelum penumpang turun dari pesawat menggunakan thermal scanner dan pemeriksaan risiko.
Waspada Penyakit dari Rute Internasional
Selain fokus pada migrasi malaria, BBKK Soekarno-Hatta memperketat pengawasan terhadap penyebaran penyakit dari penerbangan internasional. Wabah virus Marburg di Ethiopia membuat rute tersebut mendapat pemantauan lebih ketat. Petugas menganalisis faktor risiko penumpang sebelum mereka keluar dari pesawat. Jika ditemukan indikasi gejala, penumpang dibawa ke pos kesehatan untuk pemeriksaan lanjutan, termasuk tes laboratorium.
Baca juga: OJK Bertindak Tegas Blokir Ribuan Keuangan Ilegal Sepanjang 2025
Pemeriksaan pada rute internasional juga diperkuat melalui penggunaan aplikasi All Indonesia. Penumpang wajib mengisi data kesehatan dan riwayat perjalanan. Informasi dari aplikasi menjadi acuan petugas untuk menentukan langkah pemeriksaan, mulai dari skrining suhu tubuh hingga pemeriksaan lanjutan. Naning meminta penumpang mengisi formulir dengan jujur agar deteksi dini bisa dilakukan lebih tepat. “Kejujuran penumpang menentukan keberhasilan pencegahan penyebaran penyakit,” ujarnya.
Konteks dan Analisis
Peningkatan kewaspadaan BBKK Soekarno-Hatta menjadi bagian dari strategi nasional dalam memperketat sistem karantina kesehatan pada arus perjalanan besar. Pengalaman pandemi Covid-19 membuat bandara menjadi titik penting dalam memutus penularan. Dengan tingginya mobilitas pada libur akhir tahun, potensi penyebaran penyakit meningkat, baik dari dalam negeri maupun luar negeri.
Penguatan petugas dan survei kesehatan memberi gambaran bahwa pemerintah ingin menekan risiko distribusi penyakit pada masa lonjakan perjalanan. Sistem yang memadukan pemeriksaan visual, skrining suhu, dan pemantauan aplikasi menjadi dasar langkah antisipatif.
BBKK Soekarno-Hatta memastikan bahwa seluruh mekanisme pengawasan berjalan hingga seluruh tahapan arus liburan selesai. Pengawasan berlapis ini diharapkan memberi perlindungan kesehatan bagi masyarakat yang menggunakan bandara sebagai titik transit utama.
BBKK Soekarno-Hatta memperketat pengawasan untuk mencegah migrasi malaria dan penyakit impor selama Nataru, memastikan mobilitas warga tetap aman. (Red/Arrian)




