Breaking News
light_mode
Beranda » Lifestyle » Jangan Asal Jemur, Begini Cara Aman Saat Hujan Abu

Jangan Asal Jemur, Begini Cara Aman Saat Hujan Abu

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Selasa, 8 Sep 2026
  • visibility 31
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, LIFESYLEJemur pakaian saat hujan abu tidak bisa dilakukan seperti biasanya. Ketika abu vulkanik masih beterbangan, pakaian yang digantung di ruang terbuka berisiko kembali terkena partikel abu. Karena itu, cara mengeringkan pakaian saat hujan abu perlu mendapat perhatian, terutama bagi keluarga yang berada di wilayah terdampak aktivitas vulkanik.

Pakaian yang baru selesai dicuci tentu ingin segera dikeringkan. Namun, menjemurnya di halaman ketika udara masih dipenuhi abu justru dapat membuat kain kembali kotor. Selain itu, abu yang menempel pada pakaian dapat ikut bersentuhan dengan kulit saat pakaian digunakan.

Karena itu, selama hujan abu masih berlangsung, mengeringkan pakaian di dalam ruangan menjadi pilihan yang lebih masuk akal.

Mengapa Pakaian Sebaiknya Tidak Dijemur di Ruang Terbuka?

Abu vulkanik dapat terbawa angin dan mengendap pada berbagai permukaan. Ketika kondisi udara masih mengandung abu, pakaian yang dijemur di halaman atau tempat terbuka berpotensi terkena paparan ulang.

Kondisi tersebut menjadi lebih merepotkan jika pakaian sudah bersih tetapi kembali dipenuhi abu. Warga akhirnya harus melakukan pencucian tambahan sebelum pakaian aman digunakan.

Karena itu, keputusan sederhana untuk memindahkan jemuran ke dalam rumah dapat mengurangi kemungkinan pakaian terkena abu kembali.

Namun, ruangan yang dipilih juga perlu diperhatikan. Jangan menggunakan tempat yang sudah dipenuhi abu atau menjadi jalur masuk udara dari luar.

Cara Menjemur Pakaian Saat Hujan Abu

Pertama, pilih ruangan yang relatif bersih dan terlindung dari masuknya abu. Jemuran lipat dapat menjadi pilihan praktis bagi rumah yang tidak memiliki ruang khusus untuk mengeringkan pakaian.

Kemudian, bentangkan pakaian dengan jarak yang cukup. Cara tersebut membantu udara bergerak di antara kain sehingga proses pengeringan tetap berlangsung.

Selanjutnya, tutup pintu dan jendela ketika abu masih beterbangan di luar. Langkah ini dapat membantu mengurangi masuknya partikel dari luar ke dalam rumah.

Jika tersedia kipas, gunakan untuk membantu sirkulasi udara. Pastikan kipas berada di area yang bersih dan tidak justru menarik atau menyebarkan abu dari luar.

Selain itu, hindari menumpuk pakaian basah. Pakaian yang saling berhimpitan membutuhkan waktu lebih lama untuk kering dan dapat tetap lembap lebih lama.

Jika rumah memiliki ruang terbatas, prioritaskan pakaian yang paling diperlukan terlebih dahulu. Pakaian bayi, pakaian dalam, handuk, dan pakaian yang bersentuhan langsung dengan kulit sebaiknya mendapat perhatian lebih.

Pakaian Terlanjur Terkena Abu Vulkanik, Apa yang Harus Dilakukan?

Bagaimana jika pakaian sudah terlanjur dijemur di luar ketika hujan abu datang?

Jangan langsung menganggap pakaian tersebut siap dipakai hanya karena abu tidak terlihat jelas. Periksa permukaannya terlebih dahulu. Jika terdapat abu atau kotoran vulkanik, sebaiknya pakaian dibersihkan dan dicuci kembali.

Hindari mengibaskan pakaian secara keras di dalam rumah. Tindakan tersebut dapat membuat partikel yang menempel kembali beterbangan dan mengotori ruangan.

Jika perlu memindahkan pakaian yang terkena abu, lakukan dengan hati-hati. Gunakan perlindungan pernapasan yang sesuai ketika berada di lingkungan yang masih berdebu.

Setelah itu, pakaian dapat dibilas dan dicuci sesuai jenis bahannya. Jangan mencampurkan pakaian yang terkena banyak abu dengan pakaian bersih sebelum proses pembersihan selesai.

Langkah tersebut memang membutuhkan waktu tambahan. Namun, mencuci ulang lebih baik daripada menggunakan pakaian yang masih mengandung sisa abu pada permukaannya.

Pakaian Bayi dan Pakaian Dalam Jangan Diabaikan

Pakaian bayi, pakaian dalam, handuk, serta pakaian yang bersentuhan langsung dengan kulit perlu mendapat perhatian khusus.

Jika kondisi udara masih dipenuhi abu, sebaiknya jenis pakaian tersebut tidak dijemur di tempat terbuka. Gunakan ruangan yang terlindung dan pastikan area pengeringan tetap bersih.

Hal yang sama berlaku untuk pakaian yang akan segera digunakan. Jangan memaksakan pakaian menjadi cepat kering dengan menjemurnya di lokasi yang masih terpapar abu.

Bagi sebagian rumah tangga, langkah ini mungkin terasa merepotkan. Akan tetapi, mencegah pakaian terkena abu kembali dapat menghemat waktu karena warga tidak perlu mencuci pakaian berulang kali.

Jangan Kejar Cepat Kering, Utamakan Kebersihan

Dalam kondisi normal, sinar matahari menjadi salah satu cara paling sederhana untuk mengeringkan pakaian. Situasinya berbeda ketika lingkungan sedang mengalami hujan abu vulkanik.

Saat itu, tempat terbuka bukan selalu pilihan terbaik untuk menjemur pakaian.

Warga perlu melihat kondisi udara terlebih dahulu. Jika abu masih beterbangan, gunakan ruang yang lebih terlindung. Setelah kondisi kembali bersih, kegiatan menjemur di luar dapat dilakukan dengan tetap memperhatikan kebersihan pakaian dan lingkungan sekitar.

Selain pakaian, kebersihan rumah juga perlu diperhatikan. Abu yang masuk melalui pintu, jendela, atau celah bangunan sebaiknya dibersihkan dengan metode yang tidak membuat partikel kembali beterbangan.

Jika aktivitas vulkanik masih berlangsung, ikuti informasi dan imbauan resmi dari lembaga berwenang seperti PVMBG, BNPB, atau BPBD setempat. Kondisi setiap wilayah dapat berbeda sehingga langkah penanganannya juga perlu menyesuaikan situasi di lapangan.

Pada akhirnya, cara menjemur pakaian saat hujan abu bukan sekadar persoalan cepat atau lambat kering. Ada kondisi lingkungan yang harus menjadi pertimbangan utama. (ARR)

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Rekaman CCTV pelaku pencurian yang membobol Toko Naura di Tasikmalaya hingga akhirnya diamankan Satreskrim Polres Tasikmalaya.

    Terekam CCTV, Pemuda Ini Ditangkap Polisi Tasikmalaya

    • calendar_month Selasa, 2 Jun 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 174
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH — Sebuah rekaman kamera pengawas kembali membuktikan perannya dalam mengungkap tindak kejahatan. Kali ini, kasus CCTV bobol toko menjadi sorotan setelah seorang pemuda berinisial RPK (24) diduga melakukan pencurian dengan pemberatan di Toko Naura yang berada di Jalan Raya Tasikmalaya-Karangnunggal, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Tasikmalaya. Pelaku diduga membawa kabur uang yang tersimpan di […]

  • Siswa SMA berdiskusi dengan orang tua menyiapkan strategi pendaftaran SNBP 2026 di rumah

    SNBP 2026 dan Peran Orang Tua Menentukan Peluang Lolos

    • calendar_month Senin, 2 Feb 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 246
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HUMANIORA – Pendaftaran Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) 2026 resmi dibuka mulai 3 Februari. Di atas kertas, jalur ini tampak ramah bagi siswa berprestasi. Namun di lapangan, banyak siswa justru gugur bukan karena nilai, melainkan karena salah membaca strategi. Di titik inilah peran orang tua dan sekolah menjadi penentu yang sering diabaikan. SNBP 2026 […]

  • Sajam Garut

    Patroli Dini Hari Ungkap Dugaan Sajam di Garut

    • calendar_month Minggu, 2 Agt 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 174
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Sajam Garut kembali menjadi perhatian setelah dua pemuda diduga membawa senjata tajam di Garut diamankan aparat kepolisian saat patroli dini hari. Kasus senjata tajam Garut tersebut terungkap berawal dari laporan masyarakat yang merasa resah melihat sekelompok orang berada di kawasan Terusan Pahlawan, Kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut. Peristiwa itu terjadi pada […]

  • lagu erika itb

    Kontroversi Lagu Erika ITB, Publik Tak Lagi Diam Soal Etika Kampus

    • calendar_month Rabu, 15 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 207
    • 0Komentar

    albadarpost.com, PERSPEKTIF – Jagat media sosial mendadak riuh. Lagu Erika Institut Teknologi Bandung (ITB) viral dan memantik reaksi yang tidak sedikit. Lagu yang juga dikenal sebagai lagu Erika mahasiswa ITB atau lagu Erika viral kampus itu langsung menyebar luas, memunculkan perdebatan yang nyaris tak terbendung. Di satu sisi, ada yang menganggapnya bagian dari tradisi lama. Namun di sisi lain, tidak sedikit […]

  • regulasi kuota haji Indonesia

    Kasus Yaqut: Ujian Serius Regulasi Haji Indonesia

    • calendar_month Jumat, 9 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 202
    • 0Komentar

    Kasus kuota haji Yaqut membuka momentum reformasi regulasi dan tata kelola haji Indonesia agar lebih adil dan transparan. albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Penetapan mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas sebagai tersangka dalam dugaan korupsi kuota haji bukan sekadar perkara hukum individu. Kasus ini membuka kembali diskursus lama tentang regulasi kuota haji Indonesia, tata kelola penyelenggaraan […]

  • Kebakaran KM Mutiara Sentosa 2

    230 Penumpang Selamat dari Kebakaran KM Mutiara Sentosa 2

    • calendar_month Selasa, 4 Agt 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 72
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Berdasarkan keterangan resmi Puspen TNI, kebakaran KM Mutiara Sentosa 2 di perairan utara Sumenep, Madura, memicu operasi penyelamatan besar-besaran pada Minggu (2/8/2026). Dalam insiden kapal terbakar tersebut, TNI AL mengerahkan KRI Bung Hatta-370, KRI Nala-363, dan Pesawat Udara Casa U-6206 untuk mempercepat evakuasi penumpang. Berdasarkan data sementara, sebanyak 230 orang berhasil […]

expand_less