Patroli Dini Hari Ungkap Dugaan Sajam di Garut
- account_circle redaktur
- calendar_month Minggu, 2 Agt 2026
- visibility 48
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
albadarpost.com, BERITA DAERAH – Sajam Garut kembali menjadi perhatian setelah dua pemuda diduga membawa senjata tajam di Garut diamankan aparat kepolisian saat patroli dini hari. Kasus senjata tajam Garut tersebut terungkap berawal dari laporan masyarakat yang merasa resah melihat sekelompok orang berada di kawasan Terusan Pahlawan, Kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut.
Peristiwa itu terjadi pada Minggu (2/8/2026) sekitar pukul 01.30 WIB di depan Tekun, Desa Sukagalih. Berkat informasi yang cepat dari warga dan respons sigap petugas, situasi di lokasi dapat dikendalikan, sementara dua orang berhasil diamankan untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
Patroli pada jam-jam rawan menjadi salah satu langkah yang terus dilakukan jajaran kepolisian guna mengantisipasi potensi gangguan keamanan. Upaya preventif tersebut sekaligus mendorong masyarakat untuk segera melapor apabila menemukan aktivitas yang dinilai mencurigakan.
Respons Cepat Polisi Berawal dari Laporan Masyarakat
Saat melakukan patroli rutin, personel Polsek Tarogong Kidul menerima informasi mengenai sekelompok orang yang diduga membawa senjata tajam dan menimbulkan keresahan di lingkungan sekitar.
Petugas kemudian bergerak menuju lokasi untuk melakukan pengecekan.
Sesampainya di tempat kejadian, aparat mendapati beberapa orang yang langsung berupaya meninggalkan lokasi. Dalam situasi tersebut, seorang warga membantu menggagalkan upaya salah satu terduga pelaku yang membawa senjata tajam sehingga petugas dapat mengamankan dua orang.
Sementara itu, empat orang lainnya berhasil melarikan diri dan hingga kini masih dalam penelusuran aparat kepolisian.
Dua Pemuda dan Sebilah Golok Diamankan
Kapolsek Tarogong Kidul AKP Agus Kustanto, S.H. mengatakan petugas mengamankan dua terduga pelaku berinisial AR (20), warga Kecamatan Cikajang, serta DS (18), warga Kecamatan Tarogong Kaler.
Selain itu, polisi juga mengamankan barang bukti berupa satu bilah golok dengan panjang sekitar 45 sentimeter.
“Kedua terduga pelaku langsung dibawa ke Mapolsek Tarogong Kidul guna menjalani pemeriksaan lebih lanjut,” ujar AKP Agus.
Hingga berita ini ditulis, penyidik masih mendalami seluruh keterangan yang diperoleh, termasuk menelusuri keberadaan empat orang lain yang meninggalkan lokasi saat petugas datang. Proses hukum masih berlangsung dan kepolisian belum menyampaikan adanya penetapan tersangka dalam perkara tersebut.
Kawasan Ramai Jadi Perhatian Patroli Malam
Terusan Pahlawan dikenal sebagai salah satu ruas jalan yang masih dilalui kendaraan hingga larut malam, terutama pada akhir pekan. Karena itu, kawasan tersebut menjadi salah satu titik yang mendapat perhatian dalam patroli rutin kepolisian.
Kehadiran aparat di lokasi rawan diharapkan mampu mencegah potensi gangguan keamanan sejak dini. Selain patroli, keterlibatan masyarakat melalui penyampaian informasi juga menjadi bagian penting dalam menjaga situasi tetap kondusif.
Kolaborasi antara warga dan aparat dalam peristiwa ini menunjukkan bahwa laporan yang cepat dapat membantu proses penanganan berlangsung lebih efektif.
Polres Garut Perkuat Patroli di Jam Rawan
Polres Garut memastikan patroli pada waktu-waktu yang dianggap rawan akan terus ditingkatkan sebagai langkah pencegahan terhadap potensi tindak kriminal maupun gangguan ketertiban masyarakat.
Fokus pengawasan diarahkan ke sejumlah lokasi yang memiliki tingkat aktivitas cukup tinggi pada malam hingga dini hari. Dengan langkah tersebut, aparat berharap dapat menciptakan rasa aman sekaligus mempersempit ruang terjadinya pelanggaran hukum.
Di sisi lain, masyarakat diimbau tidak mengambil tindakan sendiri apabila menemukan aktivitas yang mencurigakan. Warga disarankan segera melaporkannya kepada kepolisian agar penanganan dilakukan sesuai prosedur dan mengutamakan keselamatan semua pihak.
Kasus sajam Garut ini masih dalam tahap penyelidikan. Kepolisian terus mengumpulkan keterangan serta menelusuri pihak-pihak lain yang diduga berada di lokasi saat kejadian.
Satu laporan dari warga bukan sekadar informasi, melainkan langkah awal menjaga keamanan bersama. Ketika masyarakat peduli dan aparat bergerak cepat, potensi gangguan dapat dicegah sebelum berkembang menjadi ancaman yang lebih besar. (Red)
- Penulis: redaktur



Saat ini belum ada komentar