Kebakaran Sukahurip, Dua Rumah Ludes di Permukiman Padat
- account_circle redaktur
- calendar_month Jumat, 28 Agt 2026
- visibility 41
- comment 0 komentar
- print Cetak

Kebakaran di Kecamatan Taman Sari Kota Tasik (Foto: Damkar Kota Tasik).
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
albadarpost.com, BERITA DAERAH — Kebakaran Sukahurip terjadi di Kampung Rahayu, Kelurahan Sukahurip, Kecamatan Tamansari, Kota Tasikmalaya, Kamis (27/8/2026). Api membakar dua rumah warga di tengah permukiman yang cukup padat sehingga warga sempat khawatir kobaran api menjalar ke bangunan lain.
Peristiwa itu terjadi sekitar siang hari. Berdasarkan informasi penanganan Damkar Kota Tasikmalaya yang diperoleh AlbadarPost, laporan masuk sekitar pukul 11.31 WIB. Petugas kemudian bergerak menuju lokasi dan tiba sekitar pukul 11.39 WIB.
Sementara itu, laporan dari lapangan menyebut api sudah terlihat warga sejak sekitar pukul 11.00 WIB. Perbedaan waktu tersebut menunjukkan adanya selisih antara waktu pertama kali warga mengetahui kebakaran dan waktu laporan diterima petugas.
Yang paling penting, tidak ada korban jiwa maupun luka dalam kejadian tersebut. Namun, dua rumah mengalami kerusakan berat dan tidak lagi dapat ditempati.
Warga Panik Saat Penghuni Rumah Sedang Sakit
Kebakaran menjadi lebih menegangkan karena salah satu penghuni rumah masih berada di dalam bangunan ketika api mulai membesar.
Menurut keterangan saksi yang dikutip sejumlah laporan di lokasi, penghuni tersebut sedang dalam kondisi sakit. Sementara itu, keluarga dari rumah lainnya sedang mengikuti pengajian di Masjid Agung Tasikmalaya.
Karena itu, warga langsung bergerak membantu menyelamatkan penghuni yang sakit.
Situasi semakin mengkhawatirkan karena rumah-rumah di kawasan tersebut berdiri berdekatan. Jika warga dan petugas terlambat memutus perambatan api, kobaran berpotensi menjangkau bangunan lain.
Saksi Dzikri Badruzaman juga menyebut petugas pemadam menghadapi kondisi api yang sudah membesar ketika tiba di lokasi. Petugas kemudian berupaya memutus jalur rambatan agar kebakaran tidak meluas.
Dengan demikian, fokus penanganan bukan hanya memadamkan titik api, tetapi juga menjaga agar kobaran tidak menjalar ke rumah lain.
Damkar Bergerak Cepat Tangani Kebakaran
Dalam laporan penanganan yang diberikan kepada AlbadarPost, Damkar Kota Tasikmalaya mengerahkan tiga unit fire truck serta dua unit tangki BPBD.
Armada tersebut terdiri atas Fire Truck 05, Fire Truck 04, Fire Truck 03, dan dua unit tangki BPBD.
Selain itu, petugas mendapat dukungan dari Polres Kota Tasikmalaya, Polsek Tamansari, Babinsa Tamansari, serta PSC Kota Tasikmalaya.
Petugas mulai melakukan pemadaman dan melanjutkan proses penanganan sampai sekitar pukul 13.30 WIB.
Sebelumnya, lima petugas lain juga berada di sekitar wilayah tersebut karena sedang menangani kebakaran lahan. Kondisi itu turut membantu mempercepat respons ketika laporan kebakaran rumah masuk.
Catatan BPBD yang diberitakan media lokal juga menyebut petugas mengerahkan armada pemadam dan kendaraan suplai air untuk mengendalikan api serta melakukan pendinginan.
Dugaan Korsleting Listrik Masih Menunggu Kepastian
Setelah api berhasil dikendalikan, perhatian beralih pada penyebab kebakaran Tamansari tersebut.
Kapolsek Tamansari AKP Nuraeni menyampaikan bahwa penyelidikan awal mengarah pada dugaan korsleting listrik. Namun, dugaan tersebut belum dapat diperlakukan sebagai kesimpulan akhir.
Artinya, penyebab pasti kebakaran masih menunggu hasil pemeriksaan lebih lanjut.
Poin ini penting agar informasi mengenai kebakaran Tasikmalaya tidak berkembang menjadi spekulasi. Korsleting listrik merupakan dugaan awal yang disampaikan aparat, bukan keputusan final mengenai penyebab kebakaran.
Karena itu, masyarakat sebaiknya menunggu keterangan resmi apabila nantinya terdapat hasil pemeriksaan lanjutan.
Dua Rumah Rusak Berat, Warga Terdampak
Dua rumah yang terbakar mengalami kerusakan berat. Selain bangunan, sejumlah barang milik penghuni juga ikut terbakar.
Laporan di lapangan menyebut salah satu keluarga bahkan kehilangan persediaan padi yang baru dipanen. Sementara itu, dua keluarga harus meninggalkan rumah mereka karena bangunan sudah tidak layak dihuni.
Untuk nilai kerugian, sejumlah laporan media menyebut taksiran ratusan juta rupiah, bahkan ada angka sekitar Rp500 juta. Namun, angka tersebut belum semestinya dianggap sebagai nilai kerugian final karena penghitungan resmi dapat berubah setelah asesmen selesai.
Dengan pendekatan tersebut, informasi mengenai kerugian sebaiknya tetap ditulis sebagai taksiran, bukan angka pasti.
Pelajaran dari Kebakaran di Permukiman Padat
Kebakaran di Kampung Rahayu memperlihatkan satu persoalan penting di kawasan permukiman: jarak antarrumah dapat menentukan seberapa cepat api berkembang.
Karena itu, respons warga menjadi bagian penting pada menit-menit awal kejadian. Dalam kasus ini, warga tidak hanya melaporkan kebakaran, tetapi juga membantu menyelamatkan penghuni yang sedang sakit.
Setelah itu, petugas pemadam mengambil alih penanganan dan berupaya menghentikan perambatan api.
Di sisi lain, masyarakat perlu semakin waspada terhadap instalasi listrik di rumah. Kabel yang rusak, sambungan yang tidak sesuai, beban listrik berlebihan, atau instalasi yang sudah tua dapat meningkatkan risiko gangguan listrik.
Namun, kewaspadaan tersebut tidak berarti masyarakat boleh langsung menyimpulkan penyebab suatu kebakaran. Setiap kejadian tetap membutuhkan pemeriksaan dan keterangan dari pihak berwenang.
Kebakaran Sukahurip akhirnya tidak hanya menyisakan dua rumah yang rusak berat. Peristiwa ini juga meninggalkan pelajaran sederhana: ketika api muncul di permukiman padat, beberapa menit pertama sangat menentukan—dan keberanian warga untuk menyelamatkan sesama bisa menjadi hal paling berarti sebelum bantuan tiba. (Red)
- Penulis: redaktur







Saat ini belum ada komentar