Performa Wasit Indonesia 2025/26: Keputusan Tepat Capai 92%
- account_circle redaktur
- calendar_month Rabu, 26 Agt 2026
- visibility 42
- comment 0 komentar
- print Cetak

Ilustrasi gambar VAR.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
albadarpost.com, BERITA NASIONAL — Performa wasit Indonesia 2025/26 menjadi salah satu bagian yang mendapat sorotan dalam materi evaluasi PSSI. Berdasarkan data tersebut, tingkat keputusan tepat wasit pada Championship tercatat 92 persen, sedangkan Super League mencapai 91 persen pada musim 2025/26.
Angka itu menjadi bagian penting dalam evaluasi performa wasit Liga Indonesia. Sebab, materi PSSI memperlihatkan adanya perubahan dibandingkan musim sebelumnya, meski besaran perubahannya berbeda antara Championship dan Super League.
Pada Championship, persentase keputusan tepat tercatat meningkat dari 75 persen pada 2024/25 menjadi 92 persen pada 2025/26. Sementara itu, Super League bergerak dari 89 persen menjadi 91 persen.
Dengan demikian, data tersebut menunjukkan peningkatan pada indikator keputusan tepat yang ditampilkan dalam materi evaluasi PSSI. Namun, angka itu tidak serta-merta dapat dimaknai sebagai ukuran tunggal seluruh kualitas wasit.
Championship Naik dari 75 Persen Menjadi 92 Persen
Perubahan paling mencolok terlihat pada Championship.
Dalam materi PSSI, pertumbuhan keputusan tepat pada kompetisi tersebut tercatat 75 persen pada musim 2024/25. Kemudian, angka itu mencapai 92 persen pada musim 2025/26.
Artinya, terdapat kenaikan 17 poin persentase pada indikator yang ditampilkan.
Selain itu, materi yang sama mencatat jumlah Key Match Incident (KMI) Championship meningkat dari 211 pada 2024/25 menjadi 311 pada 2025/26.
Namun, kenaikan jumlah KMI tersebut tidak dapat langsung disebut sebagai kenaikan kesalahan wasit. KMI merupakan insiden penting dalam pertandingan yang menjadi fokus evaluasi. Karena itu, angka tersebut perlu dibaca sebagai bagian dari mekanisme evaluasi, bukan sebagai daftar kesalahan wasit.
Hal lain yang menarik, Championship menggunakan VAR untuk pertama kalinya pada musim 2025/26. Materi PSSI mencatat 226 OFR/VAROR pada periode tersebut.
Super League Mencatat 91 Persen Keputusan Tepat
Sementara itu, evaluasi pada Super League menunjukkan angka yang berbeda.
Tingkat keputusan tepat tercatat 89 persen pada 2024/25, kemudian menjadi 91 persen pada 2025/26. Dengan demikian, indikator tersebut mengalami kenaikan 2 poin persentase.
Pada saat yang sama, jumlah KMI juga meningkat. Materi PSSI mencatat 300 KMI pada 2024/25 dan 346 KMI pada 2025/26.
Untuk mekanisme review, Super League mencatat 188 OFR/VAROR pada 2024/25. Angka tersebut kemudian menjadi 212 pada 2025/26.
PSSI juga mencantumkan evaluasi bahwa pemahaman dan penggunaan VAR di Super League meningkat. Selain itu, materi tersebut menyebut konsistensi pengambilan keputusan semakin baik dibandingkan musim sebelumnya.
VAR dan Evaluasi Keputusan Wasit
Perkembangan penggunaan VAR Liga Indonesia menjadi bagian lain yang terlihat dalam materi evaluasi.
Pada Super League, mekanisme review VAR sudah tercatat pada musim sebelumnya dan meningkat pada 2025/26. Sebaliknya, Championship mulai menggunakan VAR pada musim 2025/26.
Materi PSSI menyebut implementasi VAR pada Championship berhasil mengurangi keputusan yang keliru secara signifikan. Sementara itu, pada Super League, evaluasi menyoroti meningkatnya pemahaman serta penggunaan VAR.
Meski demikian, angka-angka tersebut tetap perlu dibaca secara proporsional.
Tidak tepat apabila kenaikan persentase keputusan tepat langsung dianggap semata-mata sebagai akibat penggunaan VAR. Materi yang tersedia menunjukkan dua hal tersebut secara bersamaan, tetapi tidak memberikan analisis sebab-akibat yang cukup untuk menyatakan bahwa VAR sendirilah yang menyebabkan peningkatan tersebut.
Begitu pula dengan KMI. Bertambahnya jumlah insiden yang masuk dalam evaluasi tidak otomatis berarti kualitas keputusan wasit memburuk.
Apa Arti Data Ini bagi Wasit Indonesia?
Jika melihat indikator yang ditampilkan PSSI, performa wasit Indonesia 2025/26 memperlihatkan perkembangan positif pada persentase keputusan tepat.
Championship mencatat angka 92 persen, sedangkan Super League mencapai 91 persen. Perbedaannya memang tidak kecil pada Championship, sementara Super League menunjukkan peningkatan yang lebih moderat.
Namun, publik tetap perlu melihat data tersebut secara utuh. Evaluasi wasit tidak hanya berkaitan dengan satu angka, tetapi juga menyangkut KMI, mekanisme review, penggunaan VAR, serta konsistensi pengambilan keputusan.
Karena itu, angka 92 persen dan 91 persen sebaiknya dibaca sebagai indikator keputusan tepat dalam materi evaluasi PSSI, bukan sebagai klaim bahwa seluruh keputusan wasit sepanjang musim selalu benar.
Pada akhirnya, kualitas perwasitan tidak hanya diuji ketika keputusan berjalan mulus. Justru dalam insiden kontroversial, konsistensi, transparansi evaluasi, dan kemampuan menggunakan teknologi menjadi bagian penting yang menentukan kepercayaan publik.
Angka 92 persen dan 91 persen memang memberi sinyal positif. Namun, bagi publik sepak bola, ukuran keberhasilan wasit pada akhirnya bukan sekadar statistik—melainkan seberapa konsisten keputusan itu terasa adil ketika pertandingan benar-benar dipertaruhkan. (Red)
- Penulis: redaktur







Saat ini belum ada komentar