Breaking News
light_mode
Beranda » Humaniora » Perbaikan Jalan “Insya Alloh” oleh Warga Tasikmalaya, Sindiran untuk Pejabat

Perbaikan Jalan “Insya Alloh” oleh Warga Tasikmalaya, Sindiran untuk Pejabat

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Rabu, 3 Des 2025
  • visibility 158
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Warga dua desa di Tasikmalaya gotong royong perbaiki jalan rusak karena janji pemerintah tak kunjung terealisasi.


albadarpost.com, HUMANIORA – Warga Desa Purwarahayu dan Desa Kertaraharja, Kecamatan Taraju, Kabupaten Tasikmalaya, turun langsung memperbaiki jalan desa pada Rabu, 3 Desember 2025. Perbaikan dilakukan secara sukarela melalui gotong royong. Jalan rusak yang menghubungkan dua desa itu selama bertahun-tahun belum tersentuh program pemerintah daerah. Aksi warga menunjukkan bagaimana perbaikan jalan desa yang seharusnya menjadi kewajiban negara justru diambil alih oleh masyarakat sendiri.

Dalam video yang beredar melalui akun TikTok infotasikmalaya1, puluhan warga terlihat membersihkan material, mengangkut tanah, hingga meratakan jalan yang rusak parah. Mereka menyebut aksi ini sebagai bentuk keputusasaan atas janji politik para pejabat saat pemilihan legislatif dan pemilihan bupati Tasikmalaya. Warga tak lagi menunggu, dan memilih bertindak.

“Yang punya kendaraan seratus ribu, yang punya usaha dua ratus ribu. Orang tua jompo dan yang tidak punya kendaraan dikenakan lima ribu,” kata salah seorang warga dalam video tersebut. Skema urunan sederhana itu dirancang agar beban tidak berat bagi warga kecil. Tak ada surat resmi, tak ada panitia formal. Semua berjalan berdasarkan kesepakatan.

Warga menyebut diri mereka sebagai pembayar pajak yang patuh. Mereka menganggap kritik sah karena pelayanan dasar tidak hadir. Bahkan sebagai bentuk sindiran, warga menamai ruas jalan yang sedang dikerjakan dengan sebutan “jalan insya Alloh.” Nama itu bukan sekadar humor, tetapi pesan: janji pejabat hanyalah harapan yang belum tentu diwujudkan.

Baca juga: Warga Perbaiki Jalan Desa Sendiri: Sindiran untuk Pejabat yang Lupa Janji


Gotong Royong Menggantikan Pemerintah

Di dua desa pegunungan itu, kondisi jalan mempengaruhi mobilitas petani, pedagang kecil, dan pelajar. Kerusakan jalan membuat ongkos logistik meningkat dan pelayanan dasar sulit diakses. Sebagian warga menyebut, truk distribusi hasil pertanian menolak masuk ketika musim hujan, karena badan jalan berubah menjadi lumpur.

Sebagian jalan rusak di Kecamatan Sukaratu, Kabupaten Tasikmalaya

Aksi perbaikan ini bukan kali pertama. Beberapa warga mengaku sudah berkali-kali mengajukan permohonan perbaikan ke pemerintah kecamatan dan kabupaten. Mereka berharap jika belum ada realisasi, setidaknya ada kejelasan anggaran. “Jangan datang dulu ke desa kami sebelum jalan ini selesai kami perbaiki,” ujar seorang warga dalam video. Ucapan itu menjadi bentuk protes terbuka kepada pejabat publik.

Dalam dinamika lokal seperti ini, masyarakat bergerak untuk bertahan. Mereka membayar pajak, tetapi juga membangun infrastruktur sendiri. Fenomena perbaikan jalan desa melalui swadaya memperlihatkan celah tata kelola: ketika anggaran tak menyentuh warga, biaya sosial ditanggung komunitas.

Para warga mengaku tidak menolak pemerintah, tetapi menolak diam. Mereka memilih bekerja karena menunggu bantuan berarti menanggung kerugian ekonomi lebih lama.


Janji Politik dan Kepercayaan Publik

Di Tasikmalaya, janji perbaikan infrastruktur kerap muncul menjelang pemilu. Warga menyebut janji itu kembali menghilang setelah kemenangan diraih. Ketika perbaikan jalan berulang kali tertunda tanpa penjelasan, kepercayaan publik pun terkikis.

Baca juga: KPK Lelang Aset Rampasan Korupsi untuk Pulihkan Negara

Penggunaan nama “jalan insya Alloh” mencerminkan keletihan warga terhadap proses yang tidak jelas. Ini bukan sekadar sindiran agama. Ia adalah kritik sosial: proyek perbaikan jalan hanya “insya Allah” terlaksana, bergantung pada nasib, bukan kebijakan.

Fenomena perbaikan jalan desa melalui swadaya memperlihatkan kesenjangan antara narasi pemerintah dan kebutuhan warga. Jalan adalah infrastruktur dasar. Ia memengaruhi akses sekolah, kesehatan, pasar, hingga harga komoditas pertanian. Setiap hari jalan rusak berarti biaya hidup meningkat.

Dalam konteks demokrasi lokal, aksi dua desa ini adalah indikator kemarahan terukur. Mereka tidak turun ke jalan untuk demonstrasi. Mereka memperbaiki jalan tanpa pejabat, lalu mengunggah aksi itu sebagai pesan publik: kerja nyata bukan slogan. (Red/Arrian)


  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Legalitas Galian Pasir

    Usai Polemik, Koperasi Panca Sakti Sejahtera Tasikmalaya Tunjukkan Legalitas

    • calendar_month Rabu, 29 Jul 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 97
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Polemik mengenai legalitas galian pasir di kawasan Sungai Ciwulan, Kabupaten Tasikmalaya, mendapat tanggapan dari Koperasi Panca Sakti Sejahtera. Menyusul beredarnya berbagai informasi di ruang publik, pengurus koperasi menunjukkan sejumlah dokumen legalitas galian pasir yang mereka sebut sebagai bagian dari proses perizinan galian pasir yang sedang berjalan sesuai ketentuan. Ketua Koperasi Panca […]

  • Mustika Darling

    Mustika Darling, Gerakan Ibu-Ibu yang Tak Sekadar Bersih

    • calendar_month Sabtu, 20 Jun 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 116
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH — Mustika Darling dan gerakan lingkungan bersih kini tidak lagi dipandang sekadar urusan menyapu halaman atau merapikan rumah. Bagi Muslimat NU Jawa Barat, program tersebut menjadi bagian dari upaya membangun keluarga sehat, memperkuat ketahanan pangan, sekaligus mengubah pola pikir masyarakat dari tingkat rumah tangga. Di tengah naiknya harga sejumlah kebutuhan pokok dan […]

  • RUU Sisdiknas

    RUU Sisdiknas: Kemenag Perjuangkan Guru dan Pesantren

    • calendar_month Minggu, 28 Jun 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 134
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL — Pembahasan Rancangan Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional (RUU Sisdiknas) kembali menjadi perhatian berbagai kalangan. Bagi jutaan guru agama, santri, dan pengelola lembaga pendidikan keagamaan, pembahasan regulasi ini tidak sekadar menyangkut perubahan aturan, tetapi juga berkaitan dengan kepastian masa depan pendidikan berbasis nilai dan karakter di Indonesia. Karena itu, Kementerian Agama (Kemenag) terus […]

  • Penolakan Visa Atlet Israel: Indonesia Dapat Dukungan FIG, Siap Hadapi Gugatan ke CAS

    Penolakan Visa Atlet Israel: Indonesia Dapat Dukungan FIG, Siap Hadapi Gugatan ke CAS

    • calendar_month Senin, 13 Okt 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 149
    • 0Komentar

    FIG mendukung Indonesia atas penolakan visa atlet Israel di Kejuaraan Dunia Senam 2025, meski digugat ke CAS oleh Federasi Israel. Indonesia Tegas Tolak Visa Atlet Israel albadarpost.com, HUMANIORA – Pemerintah Indonesia menegaskan sikapnya menolak penerbitan visa bagi enam atlet asal Israel yang dijadwalkan mengikuti Kejuaraan Dunia Senam Artistik 2025 di Jakarta pada 19–25 Oktober mendatang. […]

  • Persib vs Tampines

    Persib Belum Kebobolan, Kini Tampines Jadi Ujian Berikutnya

    • calendar_month Jumat, 31 Jul 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 95
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Persib vs Tampines menjadi salah satu pertandingan yang paling dinantikan pada lanjutan Piala Presiden 2026. Berbekal dua kemenangan beruntun tanpa kebobolan, Maung Bandung datang dengan kepercayaan diri tinggi saat menghadapi wakil Singapura, Tampines Rovers, pada Jumat, 31 Juli 2026 pukul 19.30 WIB. Statistik tersebut membuat duel ini menarik karena menjadi ujian berikutnya […]

  • Sindikat Curanmor Tasikmalaya

    Polres Tasikmalaya Bongkar Sindikat Curanmor Lintas Provinsi

    • calendar_month Selasa, 14 Jul 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 78
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Sindikat Curanmor Tasikmalaya yang diduga beraksi di sejumlah wilayah Jawa Barat hingga Jawa Tengah berhasil diungkap Satreskrim Polres Tasikmalaya. Pengungkapan komplotan curanmor tersebut berawal dari penyelidikan kasus pencurian sepeda motor di sebuah klinik di Kecamatan Karangnunggal. Selain menangkap dua orang yang diduga terlibat, polisi juga mengamankan 10 unit sepeda motor yang […]

expand_less