Breaking News
light_mode
Beranda » Humaniora » Perbaikan Jalan “Insya Alloh” oleh Warga Tasikmalaya, Sindiran untuk Pejabat

Perbaikan Jalan “Insya Alloh” oleh Warga Tasikmalaya, Sindiran untuk Pejabat

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Rabu, 3 Des 2025
  • visibility 125
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Warga dua desa di Tasikmalaya gotong royong perbaiki jalan rusak karena janji pemerintah tak kunjung terealisasi.


albadarpost.com, HUMANIORA – Warga Desa Purwarahayu dan Desa Kertaraharja, Kecamatan Taraju, Kabupaten Tasikmalaya, turun langsung memperbaiki jalan desa pada Rabu, 3 Desember 2025. Perbaikan dilakukan secara sukarela melalui gotong royong. Jalan rusak yang menghubungkan dua desa itu selama bertahun-tahun belum tersentuh program pemerintah daerah. Aksi warga menunjukkan bagaimana perbaikan jalan desa yang seharusnya menjadi kewajiban negara justru diambil alih oleh masyarakat sendiri.

Dalam video yang beredar melalui akun TikTok infotasikmalaya1, puluhan warga terlihat membersihkan material, mengangkut tanah, hingga meratakan jalan yang rusak parah. Mereka menyebut aksi ini sebagai bentuk keputusasaan atas janji politik para pejabat saat pemilihan legislatif dan pemilihan bupati Tasikmalaya. Warga tak lagi menunggu, dan memilih bertindak.

“Yang punya kendaraan seratus ribu, yang punya usaha dua ratus ribu. Orang tua jompo dan yang tidak punya kendaraan dikenakan lima ribu,” kata salah seorang warga dalam video tersebut. Skema urunan sederhana itu dirancang agar beban tidak berat bagi warga kecil. Tak ada surat resmi, tak ada panitia formal. Semua berjalan berdasarkan kesepakatan.

Warga menyebut diri mereka sebagai pembayar pajak yang patuh. Mereka menganggap kritik sah karena pelayanan dasar tidak hadir. Bahkan sebagai bentuk sindiran, warga menamai ruas jalan yang sedang dikerjakan dengan sebutan “jalan insya Alloh.” Nama itu bukan sekadar humor, tetapi pesan: janji pejabat hanyalah harapan yang belum tentu diwujudkan.

Baca juga: Warga Perbaiki Jalan Desa Sendiri: Sindiran untuk Pejabat yang Lupa Janji


Gotong Royong Menggantikan Pemerintah

Di dua desa pegunungan itu, kondisi jalan mempengaruhi mobilitas petani, pedagang kecil, dan pelajar. Kerusakan jalan membuat ongkos logistik meningkat dan pelayanan dasar sulit diakses. Sebagian warga menyebut, truk distribusi hasil pertanian menolak masuk ketika musim hujan, karena badan jalan berubah menjadi lumpur.

Sebagian jalan rusak di Kecamatan Sukaratu, Kabupaten Tasikmalaya

Aksi perbaikan ini bukan kali pertama. Beberapa warga mengaku sudah berkali-kali mengajukan permohonan perbaikan ke pemerintah kecamatan dan kabupaten. Mereka berharap jika belum ada realisasi, setidaknya ada kejelasan anggaran. “Jangan datang dulu ke desa kami sebelum jalan ini selesai kami perbaiki,” ujar seorang warga dalam video. Ucapan itu menjadi bentuk protes terbuka kepada pejabat publik.

Dalam dinamika lokal seperti ini, masyarakat bergerak untuk bertahan. Mereka membayar pajak, tetapi juga membangun infrastruktur sendiri. Fenomena perbaikan jalan desa melalui swadaya memperlihatkan celah tata kelola: ketika anggaran tak menyentuh warga, biaya sosial ditanggung komunitas.

Para warga mengaku tidak menolak pemerintah, tetapi menolak diam. Mereka memilih bekerja karena menunggu bantuan berarti menanggung kerugian ekonomi lebih lama.


Janji Politik dan Kepercayaan Publik

Di Tasikmalaya, janji perbaikan infrastruktur kerap muncul menjelang pemilu. Warga menyebut janji itu kembali menghilang setelah kemenangan diraih. Ketika perbaikan jalan berulang kali tertunda tanpa penjelasan, kepercayaan publik pun terkikis.

Baca juga: KPK Lelang Aset Rampasan Korupsi untuk Pulihkan Negara

Penggunaan nama “jalan insya Alloh” mencerminkan keletihan warga terhadap proses yang tidak jelas. Ini bukan sekadar sindiran agama. Ia adalah kritik sosial: proyek perbaikan jalan hanya “insya Allah” terlaksana, bergantung pada nasib, bukan kebijakan.

Fenomena perbaikan jalan desa melalui swadaya memperlihatkan kesenjangan antara narasi pemerintah dan kebutuhan warga. Jalan adalah infrastruktur dasar. Ia memengaruhi akses sekolah, kesehatan, pasar, hingga harga komoditas pertanian. Setiap hari jalan rusak berarti biaya hidup meningkat.

Dalam konteks demokrasi lokal, aksi dua desa ini adalah indikator kemarahan terukur. Mereka tidak turun ke jalan untuk demonstrasi. Mereka memperbaiki jalan tanpa pejabat, lalu mengunggah aksi itu sebagai pesan publik: kerja nyata bukan slogan. (Red/Arrian)


  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ilustrasi peserta BPJS PBI JK mengurus reaktivasi kepesertaan melalui Dinas Sosial sesuai panduan Kemensos RI.

    Kemensos Ungkap Cara Reaktivasi PBI JK yang Mudah dan Cepat

    • calendar_month Minggu, 8 Feb 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 140
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Kementerian Sosial Republik Indonesia (Kemensos RI) menegaskan bahwa proses reaktivasi Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan (PBI JK) berjalan mudah dan cepat. Informasi tersebut disampaikan langsung melalui laman media sosial resmi Kemensos RI untuk menjawab keresahan masyarakat terkait kepesertaan PBI JK yang dinonaktifkan. Dalam keterangannya, Kemensos menyebutkan bahwa sebanyak 8.394 peserta PBI […]

  • Operasi Patuh 2026

    Bukan Sekadar Tilang, Ini Pesan Penting di Balik Operasi Patuh 2026

    • calendar_month Sabtu, 6 Jun 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 133
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Pagi hari di sebuah persimpangan kota biasanya selalu sama. Lampu lalu lintas berganti dari merah ke hijau. Deretan sepeda motor mulai bergerak perlahan. Suara knalpot bercampur dengan bunyi klakson pendek yang sesekali terdengar dari belakang antrean. Di sisi jalan, seorang pengendara terlihat buru-buru mengenakan helm sambil sesekali melirik jam di layar […]

  • Live CCTV Pantai Pangandaran menampilkan kondisi gerbang utama dan aktivitas wisatawan secara real time.

    Tak Perlu Tebak Keramaian Pantai Pangandaran, Kini Bisa Dipantau Langsung Online

    • calendar_month Kamis, 26 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 158
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Banyak wisatawan sering bertanya satu hal sebelum berangkat ke pantai: apakah Pantai Pangandaran sedang ramai atau tidak? Kini jawabannya bisa diketahui dalam hitungan detik melalui Live CCTV Pantai Pangandaran yang menampilkan kondisi kawasan wisata secara real time. Melalui layanan CCTV Pantai Pangandaran online, masyarakat dapat memantau situasi di gerbang utama pantai, […]

  • wirausaha muda

    Lomba Wirausaha Muda 2026 Dibuka, Kesempatan Langka untuk Pemula

    • calendar_month Selasa, 23 Jun 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 125
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Wirausaha Muda kembali menjadi perhatian di Kabupaten Tasikmalaya. Melalui ajang Lomba Wirausaha Muda, pemerintah daerah membuka kesempatan bagi generasi muda untuk menunjukkan kreativitas, mengembangkan usaha, sekaligus meningkatkan daya saing di tengah persaingan ekonomi yang semakin ketat. Program yang digagas Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Disparpora) Kabupaten Tasikmalaya ini tidak hanya menawarkan […]

  • Kerang Totok Cabe Merah pedas gurih dengan bumbu merah dan daun aromatik

    Rahasia Kerang Totok Cabe Merah Enak dan Praktis

    • calendar_month Minggu, 15 Feb 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 174
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Kerang Totok Cabe Merah menjadi pilihan tepat bagi pencinta seafood pedas. Hidangan kerang totok pedas ini menghadirkan rasa gurih, segar, dan sedikit asam dari air asam jawa. Selain itu, olahan kerang dengan sambal cabe merah ini cocok dijadikan lauk makan siang maupun stok makanan rumahan. Pertama-tama, kerang totok yang sudah direbus digoreng […]

  • Ilustrasi suasana Idul Fitri dengan makna spiritual mendalam setelah menjalani puasa Ramadan

    Makna Idul Fitri yang Sering Terlewat, Padahal Paling Penting

    • calendar_month Rabu, 18 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 160
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HUMANIORA – Makna Idul Fitri sering dipahami sebagai hari kemenangan setelah menjalani puasa Ramadan. Namun, arti lebaran, filosofi Idul Fitri, dan hikmah puasa Ramadan sesungguhnya jauh lebih dalam. Banyak orang merayakan, tetapi tidak semua memahami pesan spiritual yang tersembunyi di balik momen sakral ini. Oleh karena itu, penting untuk menggali makna Idul Fitri dari […]

expand_less