OJK Dorong Pramuka Cerdas Keuangan, Ini Pesan Pentingnya
- account_circle redaktur
- calendar_month Rabu, 19 Agt 2026
- visibility 26
- comment 0 komentar
- print Cetak

Ilustrasi Gedung Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
albadarpost.com, BERITA DAERAH – Ada bekal yang tak kalah penting dari keterampilan organisasi dan kepemimpinan bagi generasi muda: Pramuka Cerdas Keuangan. Program ini menjadi bagian dari upaya Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memperkuat literasi keuangan generasi muda melalui rangkaian Literasi Keuangan Indonesia Terdepan atau LIKE IT 2026. Pesannya sederhana, tetapi penting: anak muda perlu memahami cara mengelola uang sebelum berhadapan dengan keputusan finansial yang semakin kompleks.
Berdasarkan siaran pers OJK, edukasi tersebut terhubung dengan kegiatan Jambore Nasional XII 2026. Melalui pendekatan yang dekat dengan dunia Pramuka, OJK mendorong peserta agar memiliki pengetahuan dan keterampilan dalam mengambil keputusan keuangan secara lebih bijak.
Dari Uang Saku, Kebiasaan Finansial Dimulai
Literasi keuangan sering terdengar seperti istilah ekonomi yang rumit. Padahal, penerapannya justru dimulai dari keputusan sehari-hari.
Ketika seorang pelajar memilih menabung sebagian uang sakunya, misalnya, ia sedang belajar mengatur keuangan. Saat membedakan kebutuhan dan keinginan, ia juga sedang membangun kebiasaan finansial.
Karena itu, Pramuka Cerdas Keuangan memiliki pesan yang relevan bagi generasi muda. Pendidikan finansial tidak harus menunggu seseorang memiliki penghasilan sendiri.
Justru sejak usia sekolah, pemahaman mengenai uang perlu dibangun secara bertahap.
OJK melalui LIKE IT 2026 menempatkan edukasi tersebut dalam konteks yang lebih luas. Generasi muda tidak hanya perlu mengenal produk jasa keuangan, tetapi juga memahami manfaat, risiko, biaya, serta konsekuensi sebelum menggunakannya.
Di tengah perkembangan teknologi digital, kebutuhan tersebut semakin terasa.
Kemudahan Finansial Datang Bersama Risiko
Ponsel membuat berbagai layanan keuangan berada semakin dekat dengan masyarakat. Transaksi dapat dilakukan dalam hitungan detik. Informasi investasi juga mudah ditemukan.
Namun, kemudahan tidak selalu berarti keamanan.
Generasi muda perlu memiliki kemampuan untuk memilah informasi sebelum mengikuti tawaran finansial yang muncul di internet. Mereka juga perlu memahami bahwa keuntungan yang dijanjikan sebuah produk tidak selalu datang tanpa risiko.
Karena itu, pendidikan keuangan memiliki fungsi penting sebagai benteng pengetahuan.
Peserta didik yang memahami dasar pengelolaan uang akan lebih siap menghadapi berbagai pilihan finansial. Mereka dapat belajar menghitung kemampuan sebelum berutang, memahami tujuan menabung, serta mengenali pentingnya memilih layanan keuangan yang legal dan sesuai kebutuhan.
OJK Tasikmalaya juga sebelumnya aktif memberikan edukasi keuangan kepada kalangan pelajar di wilayah Priangan Timur. Materinya antara lain mencakup pengelolaan keuangan, kebiasaan menabung, serta kewaspadaan terhadap pinjaman daring ilegal dan investasi ilegal.
Konteks tersebut memperlihatkan bahwa literasi keuangan bukan isu yang jauh dari kehidupan pelajar di daerah.
LIKE IT 2026 Membawa Pesan untuk Generasi Muda
LIKE IT 2026 menjadi salah satu ruang edukasi OJK untuk memperluas pemahaman masyarakat mengenai keuangan. Pada tahun ini, OJK mengangkat Pramuka Cerdas Keuangan sebagai bagian dari rangkaian edukasi yang berkaitan dengan Jambore Nasional XII 2026.
Pilihan Pramuka sebagai ruang edukasi memiliki alasan yang kuat.
Gerakan Pramuka tidak hanya berkaitan dengan kegiatan luar ruang. Di dalamnya terdapat proses pembentukan karakter, kemandirian, kedisiplinan, dan tanggung jawab.
Nilai-nilai tersebut memiliki hubungan erat dengan kecakapan mengelola uang.
Seseorang yang terbiasa disiplin sejak muda akan lebih mudah memahami pentingnya membuat prioritas. Begitu pula dengan sikap bertanggung jawab. Keduanya dibutuhkan ketika seseorang mulai mengambil keputusan finansial sendiri.
Dengan demikian, Pramuka Cerdas Keuangan tidak semata-mata berbicara mengenai produk perbankan atau investasi.
Lebih jauh, program tersebut membawa pesan mengenai cara berpikir.
OJK Tasikmalaya dan Pentingnya Edukasi di Daerah
Bagi masyarakat Tasikmalaya dan kawasan Priangan Timur, edukasi finansial memiliki ruang yang cukup luas untuk dikembangkan.
OJK Tasikmalaya sebelumnya telah menjalankan berbagai kegiatan literasi keuangan dengan menyasar pelajar dan kelompok masyarakat di wilayah kerjanya. Pendekatan tersebut penting karena kebutuhan edukasi setiap kelompok masyarakat dapat berbeda.
Pelajar membutuhkan pemahaman dasar.
Generasi muda membutuhkan kemampuan menyaring informasi.
Sementara masyarakat yang sudah menggunakan produk keuangan membutuhkan pemahaman mengenai hak, kewajiban, manfaat, dan risiko.
Karena itu, literasi keuangan idealnya tidak berhenti pada satu kegiatan. Edukasi perlu hadir secara berkelanjutan melalui sekolah, keluarga, komunitas, organisasi kepemudaan, hingga lingkungan masyarakat.
Langkah tersebut juga sejalan dengan kebutuhan untuk membangun masyarakat yang bukan hanya semakin mudah mengakses layanan keuangan, tetapi juga semakin mampu menggunakannya secara bertanggung jawab.
Bukan Tentang Seberapa Banyak Uang yang Dimiliki
Pada akhirnya, Pramuka Cerdas Keuangan bukan tentang mengajarkan anak muda menjadi investor dalam waktu singkat.
Tujuannya jauh lebih mendasar.
Mereka perlu memahami bahwa uang memiliki fungsi, tujuan, dan risiko. Mereka perlu belajar membuat prioritas sebelum membelanjakan uang. Mereka juga perlu mengetahui bahwa setiap keputusan finansial membawa konsekuensi.
Menabung membutuhkan konsistensi.
Investasi membutuhkan pengetahuan.
Berutang membutuhkan perhitungan.
Sementara itu, setiap tawaran finansial perlu diperiksa sebelum dipercaya.
Di sinilah nilai penting edukasi keuangan sejak usia muda.
LIKE IT 2026 memberikan ruang bagi pesan tersebut untuk disampaikan melalui pendekatan yang dekat dengan generasi muda. Sementara itu, kegiatan literasi yang dilakukan OJK di berbagai daerah, termasuk melalui OJK Tasikmalaya, dapat memperkuat pemahaman tersebut di tingkat lokal.
Generasi muda akhirnya tidak hanya dituntut melek teknologi.
Mereka juga perlu melek finansial.
Sebab, di era ketika uang dapat berpindah hanya dengan beberapa sentuhan layar, keputusan yang paling mahal terkadang bukan ketika seseorang kehilangan uang, melainkan ketika ia mengambil keputusan tanpa memahami risikonya.
Uang boleh kecil hari ini. Keputusannya bisa menentukan masa depan. Karena itu, sebelum generasi muda belajar mengejar keuntungan, mereka perlu belajar menjaga apa yang sudah dimiliki. (Red)
- Penulis: redaktur







Saat ini belum ada komentar