Breaking News
light_mode
Beranda » Humaniora » Data Bansos Meleset, Lansia di Bekasi Tidak Menerima Bantuan

Data Bansos Meleset, Lansia di Bekasi Tidak Menerima Bantuan

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Minggu, 30 Nov 2025
  • visibility 102
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Kasus Inah di Bekasi menunjukkan data bansos meleset, warga rentan tidak menerima bantuan sosial.


albadarpost.com, HUMANIORA – Di sebuah rumah kecil di Kampung Wangkal, Desa Sukajaya, Cibitung, Bekasi, seorang lansia bernama Inah hidup tanpa kepastian. Perempuan 64 tahun itu mengaku tak pernah menerima bantuan sosial, sementara banyak warga di sekitarnya memperoleh bantuan dalam jumlah besar. Situasi ini memperlihatkan celah penyaluran data bansos, dan dampaknya terasa langsung terhadap kelompok paling rentan.

Di lingkungannya, bantuan pangan berupa beras, minyak goreng, dan telur dibagikan ke sejumlah keluarga. Namun menurut penuturan Inah, sebagian penerima justru memiliki kondisi ekonomi jauh lebih baik. “Beras seliter juga kagak. Orang-orang dapat beras sampai dua karung. Kita cuma lihat,” katanya, Minggu, 30 November 2025. Ia menyampaikan keluhan itu pelan, dengan nada yang tidak mencari sensasi, hanya meminta perlakuan setara.

Inah tinggal bersama putra bungsunya. Anak itu bekerja serabutan sebagai penyapu di kawasan perumahan. Penghasilannya sekitar Rp450.000 per minggu, yang kerap tak mencukupi kebutuhan dasar. “Ya cukup enggak cukup, cukupin aja. Apa-apa kan mahal,” ucapnya. Di ruang tinggal beralaskan tikar, mereka berdua tidur bergantian di ruang tengah atau belakang rumah, bergantung pada kondisi hari itu.


Distribusi Bantuan Tidak Sejalan dengan Kondisi Lapangan

Kasus Inah mencerminkan persoalan klasik: data bansos yang tidak sinkron dengan realitas warga. Penentuan penerima bantuan masih bertumpu pada data administratif di tingkat RT dan RW, sementara kondisi faktual tidak selalu dipantau ulang. Di lingkungannya, warga dengan pekerjaan tetap di perusahaan besar, pemilik kendaraan pribadi, atau rumah berukuran besar justru masuk daftar penerima.

Inah menyebut beberapa nama tanpa menyebut detail identitas. Misalnya, keluarga dengan tiga mobil yang tetap menerima beras karungan. “Rumahnya gede-gede, punya mobil tiga biji, kemarin pada dapet,” tuturnya. Ia sendiri mengaku pernah menyerahkan fotokopi kartu keluarga, tetapi setelah itu tidak ada tindak lanjut. Tidak ada penjelasan, tidak ada verifikasi lanjutan, dan tidak ada bantuan yang diterima.

Kondisi kesehatannya memperburuk keadaan. Ia mengidap penyakit jantung dan hipertensi. Pergerakannya terbatas dan ia harus rutin menebus obat di puskesmas. Dahulu, ia bekerja sebagai buruh cuci. Sekarang, berjalan beberapa puluh meter saja membuatnya kelelahan. “Tiap bulan ambil obat darah tinggi, darah kental. Ada lima macam,” katanya.

Program bansos dirancang pemerintah untuk mengurangi beban pengeluaran rumah tangga miskin. Namun tanpa koreksi data, manfaatnya jatuh ke kelompok yang salah. Situasi seperti ini menimbulkan ketidakpercayaan. Warga yang berhak merasa tidak terlihat oleh sistem, sementara warga yang relatif mampu terus menerima bantuan.


Bias Administratif dan Ketiadaan Mekanisme Pengaduan

Distribusi data bansos kerap berpatokan pada pembaruan dokumen, bukan kondisi hidup terkini. Mekanisme verifikasi faktual terkadang tidak berjalan. Prosesnya berhenti pada pengumpulan berkas dan penentuan daftar penerima oleh aparat setempat. Tidak ada sistem banding yang jelas. Tidak ada ruang bagi warga yang terlewat untuk meminta evaluasi berbasis fakta.

Baca juga: Kilang Balongan Jaga Pasokan BBM Jawa Barat Aman Hingga 2025

Di Sukajaya, program bantuan sosial bukan hanya soal beras atau minyak goreng. Ia cerminan tata kelola kebijakan publik. Ketika warga seperti Inah tidak mendapatkan perlindungan minimum, maka standar keadilan sosial runtuh. Negara hadir di angka statistik, tetapi tidak hadir di dalam rumah-rumah sempit yang membutuhkan intervensi.

Dalam penutup pembicaraan, meminta bantuan bukanlah tuntutan besar baginya. “Saya ingin dapet kayak orang-orang. Jangan dibedain,” ujarnya lirih. Kalimat itu menunjukkan harapan sederhana: diperlakukan sebagai warga yang memiliki hak yang sama.

Kasus Inah memperlihatkan data bansos yang tidak akurat, membuat warga rentan terabaikan dari program bantuan sosial. (Red/Arrian)


  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ilustrasi muslim berwudhu dan larangan ibadah tertentu ketika wudhu batal menurut ajaran Islam

    Batal Wudhu? Ini Larangan yang Wajib Diketahui Muslim

    • calendar_month Selasa, 10 Feb 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 168
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Wudhu memiliki kedudukan penting dalam ajaran Islam. Ibadah ini berfungsi sebagai syarat sah bagi sejumlah amalan tertentu. Oleh karena itu, setiap Muslim perlu memahami konsekuensi ketika wudhu batal. Pemahaman yang benar akan membantu menjaga kesucian ibadah dan menghindari amalan yang tidak sah. Dalam fiqih Islam, para ulama menjelaskan bahwa batalnya wudhu membawa […]

  • Tafsir At-Talaq 2-3

    Sedang Sulit Ekonomi? Simak Tafsir At-Talaq 2-3 yang Banyak Dicari

    • calendar_month Selasa, 9 Jun 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 138
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HIKMAH – Pencarian tentang Tafsir At-Talaq 2-3 terus muncul di internet, terutama saat kondisi ekonomi terasa berat. Banyak orang meyakini ayat ini sebagai salah satu ayat tentang rezeki tak terduga, yakni rezeki yang datang dari arah yang sama sekali tidak terpikirkan sebelumnya. Menariknya, ayat ini sering dibaca bukan hanya oleh para santri atau jamaah […]

  • Strategi Perang Khandaq

    Sahabat Nu’aym bin Mas’ud Mengubah Jalannya Perang Khandaq

    • calendar_month Senin, 6 Jul 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 30
    • 0Komentar

    albadarpost.com, PERSPEKTIF – Tidak banyak orang menyangka bahwa salah satu titik balik paling menentukan dalam Strategi Perang Khandaq justru terjadi tanpa duel, tanpa hujan anak panah, dan tanpa benturan dua pasukan di medan perang. Ketika ribuan pasukan Ahzab mengepung Madinah, kemenangan kaum Muslimin tidak diawali oleh serangan besar, melainkan oleh retaknya kepercayaan di dalam tubuh […]

  • kontes bonsai Tasikmalaya

    Ramai dan Menggiurkan, Azis Gagap Bongkar Potensi Ekonomi Bonsai di Tasik

    • calendar_month Minggu, 26 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 121
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Kontes bonsai Tasikmalaya langsung menyedot perhatian publik saat ratusan peserta memadati lokasi pameran. Event bonsai nasional ini bukan hanya soal estetika tanaman, tetapi juga membuka mata tentang potensi ekonomi bonsai yang nilainya bisa mencapai puluhan juta rupiah. Sejak hari pertama, suasana sudah terasa berbeda. Deretan bonsai dengan bentuk unik dan karakter […]

  • Petugas Damkar memadamkan kebakaran gudang hengeur di Irigasi Cikunten Tamansari Kota Tasikmalaya dengan asap hitam pekat.

    Kebakaran Gudang Hengeur di Tasikmalaya Bikin Damkar Putar Arah Dua Kali

    • calendar_month Senin, 11 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 105
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Kebakaran gudang hengeur di Kecamatan Tamansari, Kota Tasikmalaya, Minggu (10/5/2026), sempat memicu kepanikan warga sekaligus membuat petugas pemadam kebakaran putar arah beberapa kali akibat laporan lokasi yang tidak akurat. Peristiwa kebakaran di Irigasi Cikunten, Kampung Sindangalih, itu langsung menjadi perhatian warga karena asap hitam pekat terlihat membubung tinggi hingga radius sekitar […]

  • peredaran ekstasi

    Bareskrim Sita 200 Ribu Pil Ekstasi dan Telusuri Jaringan Peredaran

    • calendar_month Selasa, 25 Nov 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 171
    • 0Komentar

    Bareskrim mengamankan 200.000 pil ekstasi di Tol Trans Sumatera dan menahan kurir dalam operasi peredaran narkoba. albadarpost.com, LENSA – Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri mengungkap peredaran ekstasi berskala besar setelah mengamankan lebih dari 200.000 pil dari sebuah minibus yang kecelakaan di ruas Tol Trans Sumatera, Bandar Lampung. Barang bukti ditemukan tersusun dalam tas dan […]

expand_less