Kebakaran Lahan Pangandaran Capai 1 Hektare, Diduga dari Bakar Sampah
- account_circle redaktur
- calendar_month Senin, 10 Agt 2026
- visibility 93
- comment 0 komentar
- print Cetak

Polsek Parigi bersama Tim Gabungan melakukan pengecekan untuk memastikan tidak ada titik api yang kembali menyala. (Foto: Polres Pangandaran).
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
albadarpost.com, BERITA DAERAH – Kebakaran lahan Pangandaran terjadi di Dusun Selakambang, Desa Selasari, Kecamatan Parigi, Minggu (9/8/2026). Api diduga berasal dari pembakaran sampah di pinggir jalan ketika warga melakukan pembersihan lingkungan untuk persiapan lomba menyambut HUT ke-81 Kemerdekaan RI.
Kobaran api kemudian merambat ke area yang dipenuhi daun kering, akar, dan tanaman pakis. Akibatnya, sekitar satu hektare lahan milik PT Bukit Jonggol Asri (BJA) terbakar.
Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Sementara itu, nilai kerugian materiil masih dalam pendataan.
Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa aktivitas pembakaran sampah membutuhkan perhatian serius, terutama ketika dilakukan di sekitar lahan yang memiliki banyak material kering.
Api Merambat dari Pinggir Jalan ke Area Lahan
Peristiwa kebakaran lahan di Parigi, Pangandaran itu terjadi sekitar pukul 10.00 WIB.
Berdasarkan informasi yang diterima, warga saat itu tengah membersihkan lingkungan untuk persiapan lomba dalam rangka memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan RI.
Dalam proses tersebut, warga melakukan pembakaran sampah di sekitar pinggir jalan.
Namun, api kemudian merambat ke bagian lahan yang memiliki material mudah terbakar. Daun kering, akar, dan tanaman pakis ikut tersambar hingga kobaran api meluas.
Warga yang melihat api mulai membesar tidak tinggal diam.
Mereka berupaya melakukan pemadaman menggunakan peralatan seadanya. Upaya tersebut dilakukan untuk mencegah api terus bergerak ke bagian lahan lainnya.
Akan tetapi, api belum sepenuhnya terkendali.
Situasi itu kemudian mendorong warga meminta bantuan petugas pemadam kebakaran.
Damkar Pangandaran Turun Memadamkan Api
Satu unit Damkar Kabupaten Pangandaran kemudian diterjunkan ke lokasi.
Petugas bersama warga melakukan penanganan terhadap titik-titik api yang masih menyala. Setelah proses pemadaman berlangsung, api akhirnya berhasil dikendalikan sekitar pukul 10.30 WIB.
Dengan demikian, kebakaran yang mulai terjadi sekitar pukul 10.00 WIB itu dapat dipadamkan sekitar 30 menit kemudian.
Setelah api padam, petugas tidak langsung meninggalkan lokasi.
Polsek Parigi bersama Tim Gabungan melakukan pengecekan untuk memastikan tidak ada titik api yang kembali menyala. Petugas juga melakukan pendataan serta meminta keterangan dari sejumlah saksi.
Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan kondisi lokasi benar-benar aman setelah kebakaran.
Polisi kemudian memastikan api sudah padam dan situasi di sekitar lokasi tetap kondusif.
Tidak Ada Korban Jiwa, Kerugian Masih Didata
Dalam kebakaran lahan Pangandaran tersebut, tidak ada korban jiwa yang dilaporkan.
Meski demikian, luas area yang terdampak mencapai sekitar satu hektare. Lahan tersebut merupakan area milik PT Bukit Jonggol Asri atau BJA.
Sementara itu, kerugian materiil belum dapat dipastikan karena masih dalam proses pendataan.
Pihak kepolisian juga melakukan pengecekan terhadap lokasi kejadian dan meminta keterangan sejumlah saksi.
Keterangan mengenai sumber api dalam laporan awal masih menggunakan kata “diduga”. Karena itu, pembakaran sampah belum tepat disebut sebagai penyebab yang sudah dipastikan melalui hasil penyelidikan akhir.
Kehati-hatian dalam menyampaikan informasi menjadi penting agar kronologi tidak berubah menjadi tuduhan terhadap pihak tertentu.
Polisi Ingatkan Warga Berhati-hati Membakar Sampah
Polres Pangandaran mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati ketika melakukan pembakaran sampah.
Jika pembakaran dilakukan, masyarakat perlu memastikan api benar-benar padam sebelum meninggalkan lokasi.
Imbauan tersebut menjadi penting karena material seperti daun kering, akar, dan tanaman pakis dapat membantu api merambat dengan cepat.
Kejadian di Dusun Selakambang menunjukkan bagaimana aktivitas yang awalnya bertujuan membersihkan lingkungan dapat berkembang menjadi persoalan lain ketika api tidak terkendali.
Apalagi, kegiatan warga menjelang perayaan HUT ke-81 Kemerdekaan RI biasanya melibatkan berbagai aktivitas pembersihan dan penataan lingkungan.
Semangat menyambut hari kemerdekaan tentu tetap perlu dijaga.
Namun, keselamatan juga tidak boleh dikesampingkan.
Membakar sampah di sekitar lahan terbuka membutuhkan perhatian terhadap kondisi lingkungan. Angin, material kering, dan jarak dengan vegetasi dapat memengaruhi arah rambatan api.
Karena itu, masyarakat perlu memastikan aktivitas tersebut tidak meninggalkan bara yang berpotensi memicu kebakaran baru.
Dari Bersih-Bersih Lingkungan hingga Api Meluas
Ada pelajaran sederhana dari peristiwa ini.
Kegiatan bersih-bersih sebenarnya bertujuan membuat lingkungan lebih rapi menjelang perayaan kemerdekaan. Namun, pembakaran sampah yang dilakukan dalam proses tersebut diduga berkaitan dengan munculnya api yang kemudian merambat ke lahan.
Sekali lagi, dugaan tersebut perlu dibedakan dari kesimpulan penyebab kebakaran.
Yang dapat dipastikan berdasarkan informasi awal adalah adanya kebakaran di lahan PT BJA, upaya pemadaman oleh warga, pengerahan satu unit damkar, serta pemeriksaan lokasi oleh petugas setelah api berhasil dipadamkan.
Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.
Namun, sekitar satu hektare lahan terdampak.
Karena itu, kewaspadaan terhadap api tidak boleh dianggap sebagai perkara kecil.
Api yang terlihat kecil belum tentu tetap kecil.
Ketika bertemu daun kering, akar, semak, atau material lain yang mudah terbakar, arah pergerakannya dapat berubah dengan cepat.
Niat warga awalnya sederhana: membersihkan lingkungan untuk menyambut kemerdekaan. Namun, api tidak mengenal niat baik. Ketika bara ditinggalkan tanpa kendali, yang semula hanya tumpukan sampah bisa berubah menjadi satu hektare lahan terbakar. (Red)
- Penulis: redaktur







Saat ini belum ada komentar