Breaking News
light_mode
Beranda » Hikmah » Jangan Sampai Allah Hanya Dicari Saat Butuh

Jangan Sampai Allah Hanya Dicari Saat Butuh

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Jumat, 7 Agt 2026
  • visibility 76
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, HIKMAH — Pernahkah Anda memperhatikan satu pemandangan yang terus berulang? Ketika hidup sedang sempit, masjid terasa penuh. Ketika usaha bangkrut, doa mengalir tanpa henti. Saat penyakit datang, tahajud menjadi sahabat malam. Namun setelah rezeki terbuka, jabatan naik, atau cita-cita tercapai, perlahan langkah menuju masjid mulai berkurang.

Fenomena itu bukan sekadar kebiasaan sosial. Dalam dunia tasawuf, itulah ujian ikhlas kepada Allah. Niat ikhlas, keikhlasan ibadah, dan hijrah karena Allah sering kali justru diuji setelah seseorang memperoleh apa yang selama ini diminta.

Ironisnya, manusia jarang berubah ketika sedang kekurangan. Mereka justru berubah setelah Allah melimpahkan nikmat.

Di situlah Kitab Al-Hikam karya Syekh Ibnu Athaillah memberikan tamparan yang sangat halus, tetapi menggetarkan hati.

Allah Menilai Arah Hati, Bukan Sekadar Banyaknya Amal

Syekh Ibnu Athaillah mengajak pembaca merenungkan hadis pertama dalam Shahih Bukhari.

Rasulullah ﷺ bersabda:

إِنَّمَا الْأَعْمَالُ بِالنِّيَّاتِ…

“Sesungguhnya setiap amal bergantung pada niatnya. Barang siapa hijrahnya karena Allah dan Rasul-Nya, maka hijrahnya kepada Allah dan Rasul-Nya. Barang siapa hijrahnya karena dunia yang ingin diperoleh atau karena wanita yang ingin dinikahi, maka hijrahnya hanya kepada apa yang ia tuju.”

(HR. Bukhari No. 1 dan Muslim No. 1907)

Sekilas hadis ini berbicara tentang hijrah. Namun, Syekh Ibnu Athaillah mengajak pembaca melihat makna yang lebih dalam.

Beliau menjelaskan bahwa seseorang bisa melakukan ibadah yang sama, tetapi memperoleh hasil yang berbeda karena tujuan yang berbeda.

Ada yang salat untuk mencari rida Allah.

Ada yang salat agar usahanya laris.

Ada yang berdoa agar naik jabatan.

Gerak tubuhnya sama.

Namun arah hatinya berbeda.

Dan Allah melihat arah hati itu.

Ketika Allah Mengabulkan Doa, Justru Saat Itulah Ujian Dimulai

Lucunya, banyak orang mengira ujian terbesar adalah kemiskinan.

Padahal tidak selalu demikian.

Dalam psikologi dikenal istilah hedonic adaptation, yaitu kecenderungan manusia cepat terbiasa dengan kenikmatan. Setelah memperoleh sesuatu yang dahulu sangat diinginkan, rasa syukur perlahan memudar dan standar kebahagiaan kembali naik.

Tasawuf telah lebih dahulu mengingatkan fenomena itu.

Syekh Ibnu Athaillah menulis bahwa nikmat merupakan ujian untuk melihat siapa yang tetap mengingat Allah sebelum dan sesudah memperoleh karunia.

Betapa banyak orang menangis meminta pekerjaan.

Enam bulan kemudian ia diterima di perusahaan impiannya.

Lalu alasan yang muncul berubah.

“Saya sibuk.”

Ada yang dahulu memohon agar diberi pasangan salehah.

Setelah menikah, salat berjamaah di rumah justru mulai jarang.

Ada pula yang dahulu berjanji akan bersedekah jika usahanya berkembang.

Ketika omzet meningkat berkali-kali lipat, sedekah malah terasa semakin berat.

Masalahnya bukan pada harta.

Bukan pula pada jabatan.

Masalahnya adalah hati yang diam-diam memindahkan tujuan.

Abu Yazid Al-Busthami Memberikan Jawaban yang Mengejutkan

Dalam penjelasan Al-Hikam, seorang murid meminta nasihat kepada Abu Yazid Al-Busthami.

Jawaban beliau sangat mengejutkan.

Seandainya Allah menawarkan seluruh kekayaan dari Arsy hingga bumi, seorang hamba hendaknya tetap berkata,

“Bukan itu, ya Allah. Hanya Engkau tujuan kami.”

Kalimat ini terdengar sederhana.

Namun, mencapainya membutuhkan perjuangan seumur hidup.

Sebab kebanyakan manusia tidak meninggalkan Allah.

Mereka hanya menjadikan Allah sebagai jalan menuju dunia.

Allah dipanggil ketika usaha macet.

Allah dicari ketika rumah tangga retak.

Allah diingat ketika penyakit datang.

Setelah semua membaik, kesibukan baru perlahan menggantikan kedekatan itu.

Satirnya terasa pahit.

Sebagian orang memperlakukan doa seperti tombol darurat. Mereka menekan tombol itu hanya ketika keadaan genting.

Penyair Itu Sedang Menertawakan Kita

Syekh Ibnu Athaillah mengutip syair yang maknanya begitu dalam.

Sembahyang dan puasa karena sesuatu yang ia harapkan, sehingga setelah tercapai hajatnya tidak sembahyang dan tidak puasa.

Kalimat itu terasa seperti ditulis untuk zaman sekarang.

Masjid penuh ketika hasil seleksi kerja belum diumumkan.

Majelis taklim ramai menjelang ujian.

Doa bersama digelar saat bisnis sedang lesu.

Namun setelah keinginan tercapai, sebagian orang perlahan menghilang.

Padahal Allah telah mengingatkan,

وَمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا إِلَّا مَتَاعُ الْغُرُورِ

“Kehidupan dunia hanyalah kesenangan yang memperdaya.”

(QS. Ali ‘Imran: 185)

Bahkan ketika Allah memerintahkan,

كُلُوا وَاشْرَبُوا

“Makan dan minumlah.”

(QS. Al-A’raf: 31)

Asysyibli tetap mengingatkan agar manusia berhati-hati. Sebab nikmat yang halal pun bisa berubah menjadi ujian jika membuat hati lupa kepada Sang Pemberi Nikmat.

Allah juga menegaskan tujuan penciptaan manusia,

وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنْسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ

“Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan agar mereka beribadah kepada-Ku.”

(QS. Adz-Dzariyat: 56)

Ibadah Bukan Alat Tukar dengan Dunia

Ada anggapan yang tumbuh tanpa disadari.

Semakin rajin beribadah, semakin besar peluang memperoleh apa yang diinginkan.

Cara berpikir ini perlahan mengubah ibadah menjadi transaksi.

Padahal cinta tidak pernah lahir dari transaksi.

Orang yang benar-benar mencintai Allah tetap bersujud, baik doanya dikabulkan hari ini, ditunda, atau bahkan diganti dengan sesuatu yang lebih baik menurut hikmah-Nya.

Karena itu, ukuran keikhlasan bukanlah seberapa lama seseorang menangis dalam doa.

Ukuran sebenarnya adalah apakah ia masih setia bersujud setelah air matanya berubah menjadi senyum.

Barangkali masalah terbesar kita bukan karena terlalu sedikit beribadah.

Masalah terbesar kita adalah terlalu sering menjadikan Allah sebagai jalan menuju dunia, padahal dunia seharusnya menjadi jalan menuju Allah.

Sebab jika salat mulai ditinggalkan setelah doa terkabul, mungkin sejak awal yang paling kita cintai bukan Allah, melainkan hadiah yang kita minta kepada-Nya. (Red)

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Penghulu Nikah

    Penghulu Nikah, Ini Peran Pentingnya

    • calendar_month Selasa, 30 Jun 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 232
    • 0Komentar

    albadarpost.com, PERSPEKTIF – Gedung resepsi bisa dipilih jauh-jauh hari. Dekorasi, katering, hingga gaun pengantin sering menjadi perhatian utama calon mempelai. Namun, di balik semua persiapan itu, masih banyak pasangan yang belum memahami peran penghulu nikah. Padahal, kehadiran penghulu saat akad nikah dan pencatatan nikah menjadi penentu apakah sebuah pernikahan memperoleh pengakuan penuh, baik menurut syariat […]

  • kasus leptospirosis di Pangandaran

    Kasus Leptospirosis Meningkat di Pangandaran, Dinkes Intensifkan Sosialisasi dan Pengendalian Tikus

    • calendar_month Kamis, 25 Sep 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 266
    • 0Komentar

    Kasus leptospirosis di Pangandaran tembus 22 kasus per September 2025. Dinkes perketat pengendalian tikus dan sosialisasi APD untuk cegah lonjakan. Kasus Leptospirosis Terkini albadarpost.com, LENSA – Dinas Kesehatan Kabupaten Pangandaran kembali mencatat kenaikan kasus leptospirosis. Hingga September 2025, terdapat 22 warga yang terinfeksi penyakit yang disebabkan bakteri leptospira ini. Penyakit tersebut biasanya menyebar melalui air […]

  • doa hari jumat

    Jangan Terlewat! Ini Doa Mustajab di Malam dan Hari Jumat

    • calendar_month Kamis, 2 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 216
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Doa hari Jumat menjadi salah satu amalan penting yang dianjurkan dalam Islam, terutama pada malam dan hari Jumat. Banyak umat Muslim mencari doa malam Jumat, doa mustajab hari Jumat, serta amalan yang dapat mendatangkan keberkahan. Menariknya, hari Jumat bukan sekadar hari biasa, melainkan waktu istimewa yang penuh peluang dikabulkannya doa. Oleh karena […]

  • Inflasi Tasikmalaya

    Tasikmalaya Gandeng Blitar, Harga Telur Jadi Sorotan

    • calendar_month Rabu, 24 Jun 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 97
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Inflasi Tasikmalaya kembali menjadi perhatian publik. Di tengah naik turunnya harga pangan nasional, pengendalian inflasi, stabilitas harga kebutuhan pokok, dan kelancaran pasokan pangan menjadi faktor penting yang menentukan daya beli masyarakat. Karena itu, Kota Tasikmalaya memilih memperkuat kerja sama dengan Kabupaten Blitar, salah satu sentra produksi telur terbesar di Indonesia. Langkah […]

  • bayi Citayam

    Polisi Ungkap Motif Ibu Buang Bayi Citayam di Toilet Stasiun

    • calendar_month Senin, 8 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 115
    • 0Komentar

    Polres Depok menangkap ibu pembuang bayi Citayam dan mengungkap motif serta kronologi penemuan jasadnya. albadarpost.com, HUMANIOARA – Polres Metro Depok menetapkan ibu kandung sebagai pelaku pembuangan bayi Citayam yang ditemukan tak bernyawa di toilet Stasiun Citayam, Depok. Polisi menyebut bayi perempuan itu dibunuh sebelum ditinggalkan begitu saja dalam sebuah tas. Kasus ini penting karena membuka […]

  • Diky Candranegara memimpin apel di Lapas Kelas IIB Tasikmalaya saat mulai menjabat sebagai Plh Wali Kota

    Hari Pertama Jadi Plh Wali Kota, Diky Soroti HP Ilegal di Lapas

    • calendar_month Jumat, 8 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 140
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Suasana di Lapas Kelas IIB Tasikmalaya, Jumat pagi (8/5/2026), terlihat lebih sibuk dari biasanya. Sejumlah petugas pemasyarakatan tampak bersiaga sejak pagi di halaman dalam lapas. Beberapa pegawai berdiri berjejer mengikuti apel, sementara aktivitas warga binaan tetap berjalan dari balik blok tahanan. Pagi itu, Diky Candranegara datang untuk pertama kalinya sebagai Pelaksana […]

expand_less