Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Daerah » Pemprov Jabar Libatkan Mahasiswa Teknik Sipil Awasi Infrastruktur Daerah

Pemprov Jabar Libatkan Mahasiswa Teknik Sipil Awasi Infrastruktur Daerah

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Sabtu, 29 Nov 2025
  • visibility 13
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Pemprov Jabar libatkan mahasiswa Teknik Sipil dalam pengawasan infrastruktur untuk mempercepat proyek publik.

albadarpost.com, LENSA – Pemerintah Provinsi Jawa Barat melibatkan mahasiswa Teknik Sipil untuk mendukung pengawasan infrastruktur pada proyek pembangunan daerah. Langkah ini menyusul instruksi Presiden Prabowo Subianto, yang menargetkan percepatan pembangunan jembatan dan fasilitas publik untuk membuka akses mobilitas masyarakat.


Langkah Pemerintah dan Ruang Keterlibatan

Presiden Prabowo Subianto meminta mahasiswa berperan dalam monitoring dan evaluasi proyek infrastruktur. Instruksi itu terkait rencana membangun 300 ribu jembatan pada 2026. Tujuannya memperluas akses desa terpencil dan meningkatkan konektivitas antarwilayah.

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menindaklanjuti arahan tersebut. Pemprov Jabar telah mengajak 38 perguruan tinggi di wilayahnya untuk terlibat dalam pelaksanaan dan evaluasi proyek. Penandatanganan komitmen dilakukan bersama kampus sebagai dasar kerja sama.

“Kesepakatan ini mengoptimalkan pemanfaatan tenaga ahli perguruan tinggi dalam rekomendasi teknis, kajian akademik, dan pendampingan proyek infrastruktur,” kata Dedi, Sabtu, 29 November 2025.

Ia menambahkan, kolaborasi akan mencakup peningkatan kompetensi mahasiswa melalui pelatihan, workshop, hingga sertifikasi. Fokus keterlibatan adalah pengawasan nonstruktural proyek pembangunan jalan, jembatan, dan fasilitas publik.

“Kami mendorong perguruan tinggi terlibat sejak perencanaan, pelaksanaan, evaluasi, hingga pemeliharaan program infrastruktur secara terintegrasi dan akuntabel,” ujarnya.


Analisis Kebijakan dan Kualitas Teknis

Langkah membuka akses pengawasan infrastruktur kepada mahasiswa menunjukkan upaya baru pemerintah dalam memperbaiki kualitas proyek daerah. Selama bertahun-tahun, kendala teknis sering muncul bukan pada bahan bangunan maupun anggaran, melainkan proses supervisi yang lemah.

Dedi menyoroti lemahnya performa sebagian konsultan proyek yang menangani kawasan kabupaten dan kota. Ia menyebut kualitas tenaga konsultan sering tidak sejalan dengan kebutuhan konstruksi modern, dan tidak jarang minim pemahaman teknologi.

“Selalu masalah di konsultan yang tidak mengerti kemajuan pembangunan, rata-rata sudah tua,” ujarnya.

Masalah ini memiliki dampak sistemik. Minimnya ahli muda menyebabkan proyek berjalan konservatif dan mengulang kesalahan lama. Audit internal daerah menunjukkan ketidaksinkronan antara dokumen perencanaan dan kondisi lapangan, terutama dalam pemeliharaan aset publik.

Baca juga: Begal Anak di Sukabumi: Respons Polisi Cepat, Pencegahan Masih Lemah

Dengan masuknya mahasiswa Teknik Sipil, Pemprov berupaya mengisi kesenjangan tersebut. Mahasiswa menjadi jembatan antara kapasitas akademik kampus dan kebutuhan teknis pemerintah daerah. Teknologi pemetaan digital, audit visual berbasis sensor, hingga model konstruksi 3D yang diajarkan di kampus dapat mempercepat perbaikan tata kelola.


Skala Proyek Nasional dan Beban Implementasi

Instruksi Presiden terkait 300 ribu jembatan menjadi tantangan logistik terbesar dalam pembangunan pasca-perpindahan prioritas infrastruktur nasional. Satgas Darurat Khusus Pembangunan Jembatan akan dibentuk untuk mengawasi eksekusi. Keterlibatan mahasiswa merupakan bagian strategi percepatan.

“Kita butuh membangun 300 ribu jembatan. Ada yang kecil, ada yang penyebrangan,” kata Prabowo dalam peringatan Hari Guru Nasional di Jakarta.

Ia menyatakan penggerahan mahasiswa Teknik Sipil dilakukan melalui koordinasi Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi. Tujuannya adalah memperbanyak tenaga lapangan ketika anggaran tersebar ke daerah-daerah terpencil.

“Semua mahasiswa Teknik Sipil akan saya minta terjun ke desa untuk membangun jembatan,” ujar Prabowo.

Dengan target berdiri pada 2026, mobilisasi sumber daya manusia perlu dipastikan tidak sekadar simbolik. Tanpa standar pelaksanaan jelas, mahasiswa berpotensi hanya menjadi relawan administratif yang tidak bersentuhan dengan pekerjaan teknis. Kejelasan peran menjadi krusial: apakah mahasiswa hanya melakukan inspeksi visual atau ikut terlibat dalam desain struktural penuh.


Dampak Publik dan Arah Perubahan

Di Jawa Barat, kebutuhan keterhubungan antarkampung masih besar. Banyak daerah pegunungan memiliki akses terbatas, terutama pada musim hujan. Jembatan desa bukan sekadar infrastruktur fisik, tetapi penentu distribusi pangan, layanan kesehatan, dan pendidikan dasar.

Dengan model pengawasan infrastruktur yang diperluas, Pemprov ingin membangun proses yang transparan. Publik berhak mengetahui kenapa proyek gagal, di mana titik kemacetan tata kelola, dan bagaimana akuntabilitas dikembalikan.

Kolaborasi perguruan tinggi dan pemerintah daerah memberi sinyal perubahan tata kelola infrastruktur. Jika implementasi tepat, pengawasan generasi muda dapat mempercepat kualitas pembangunan yang menyentuh kebutuhan warga. (Red/Asep Chandra)


  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • PPPK Paruh Waktu

    Bupati Tasikmalaya Lantik 4.555 PPPK Paruh Waktu, Evaluasi Kinerja Jadi Kunci

    • calendar_month Selasa, 2 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 16
    • 0Komentar

    Tasikmalaya melantik 4.555 PPPK Paruh Waktu, Bupati tegaskan evaluasi kinerja dan tanggung jawab penuh ASN. albadarpost.com, HUMANIORA – Pelantikan 4.555 Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja Paruh Waktu di Kabupaten Tasikmalaya bukan sekadar seremoni kepegawaian. Kebijakan ini menandai arah baru tata kelola tenaga kerja non-ASN, terutama bagi ribuan pegawai yang bertahun-tahun mengabdi tanpa status jelas. PPPK […]

  • “Ibu ditandu warga melewati jalan rusak di Sukabumi demi menyelamatkan bayinya yang kritis menuju fasilitas kesehatan”

    Kisah Heroik Tapi Tragis: Ibu Ditandu Demi Selamatkan Bayinya

    • calendar_month Jumat, 6 Feb 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 11
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Tangis pecah di sebuah pelosok Sukabumi, tepatnya di di Dusun Cidahu, Desa Tanjungsari, Kecamatan Jampangtengah. Bukan sekadar tangis kehilangan, melainkan jerit pilu dari sebuah perjuangan panjang yang berakhir duka. Inilah kisah heroik tapi tragis seorang ibu yang rela ditandu ratusan meter demi menyelamatkan bayinya yang kritis. Peristiwa memilukan itu bermula saat […]

  • kultur ngopi

    Indonesia Jadi Negara dengan Tempat Kopi Terbanyak Dunia

    • calendar_month Senin, 12 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 19
    • 0Komentar

    Kultur ngopi menjadikan Indonesia negara dengan tempat kopi terbanyak dunia dan mendorong perubahan sosial ekonomi lokal. albadarpost.com, LIFESTYLE – Indonesia kini tidak hanya dikenal sebagai salah satu produsen kopi terbesar dunia, tetapi juga sebagai negara dengan jumlah tempat ngopi terbanyak secara global. Fenomena ini menandai perubahan besar dalam kultur ngopi nasional—dari sekadar kebiasaan minum kopi […]

  • PMT stunting

    PMT Stunting Jadi Fokus PKK Tasikmalaya Percepat Perbaikan Gizi

    • calendar_month Selasa, 9 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 12
    • 0Komentar

    Upaya PKK Tasikmalaya percepat penurunan stunting dengan penyaluran PMT di 39 kecamatan. albadarpost.com, HUMANIORA – Tingkat stunting di Kabupaten Tasikmalaya yang masih berada di kisaran 17,1 persen mendorong PKK memperluas penyaluran PMT stunting bagi balita. Program ini digerakkan serentak di 39 kecamatan sebagai upaya percepatan penurunan kasus melalui intervensi gizi langsung. Ketua TP PKK Kabupaten […]

  • war tiket haji

    Wacana War Tiket Haji Picu Polemik, PBNU Soroti Ancaman Ketimpangan

    • calendar_month Jumat, 10 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 43
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HUMANIORA – Wacana war tiket haji kembali memicu perdebatan hangat. Sistem ini disebut-sebut bisa menggantikan antrean haji yang selama ini berlangsung puluhan tahun. Namun, di tengah harapan efisiensi, muncul kekhawatiran besar soal keadilan akses ibadah. Belakangan, konsep war tiket haji atau pendaftaran cepat tanpa antrean panjang mulai dibahas sebagai solusi atas panjangnya daftar tunggu. […]

  • kelompok rentan

    Ahli Luruskan Isu Super Flu, Kelompok Rentan Perlu Waspada

    • calendar_month Rabu, 14 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 19
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Fenomena yang disebut publik sebagai super flu kembali memicu kekhawatiran masyarakat. Istilah ini ramai dibicarakan di media sosial dan sejumlah pemberitaan internasional seiring lonjakan kasus influenza di berbagai negara. Para ahli menegaskan, super flu bukan istilah medis resmi. Namun, ancaman kesehatan tetap nyata, terutama bagi kelompok rentan. Pakar mikrobiologi dan epidemiologi menjelaskan […]

expand_less