Breaking News
light_mode
Beranda » Humaniora » Kesbangpol Jabar Perketat Pencegahan Radikalisme Digital di Lingkungan Remaja

Kesbangpol Jabar Perketat Pencegahan Radikalisme Digital di Lingkungan Remaja

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Jumat, 28 Nov 2025
  • visibility 188
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Kesbangpol Jabar memperketat pencegahan radikalisme digital yang menyasar anak muda melalui game dan algoritma media sosial.


albadarpost.com, PELITA – Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Jawa Barat memperketat langkah pencegahan radikalisme digital yang kini menyasar anak muda melalui pola penyusupan baru, termasuk konten video gim dan algoritma media sosial. Perubahan strategi ini penting karena kanal rekrutmen ekstrem bukan lagi tatap muka, melainkan masuk lewat ruang digital yang tidak diawasi orang dewasa.

Kepala Kesbangpol Jabar, Wahyu Mijaya, menyampaikan bahwa ancaman ekstremisme berkembang lebih halus dibanding lima atau sepuluh tahun lalu. Menurutnya, platform video gim mulai dimanfaatkan untuk membentuk persepsi kekerasan sebelum disusupi ideologi teror. “Terorisme sekarang sudah masuk melalui berbagai game yang dimainkan anak-anak. Setelah diarahkan pada kekerasan, kemudian masuk pada pemahaman terorisme,” ujarnya dalam keterangan di Kuningan, Jawa Barat.

Pada beberapa model gim, Wahyu mengatakan terdapat simulasi yang menyerupai pembuatan bahan peledak. Praktik itu menjadi saluran baru bagi narasi ekstrem, yang sulit dipantau karena tidak muncul dalam ruang publik seperti forum terbuka atau kelompok pengajian.


Pola Penyusupan dan Kerentanan Anak Muda

Kesbangpol Jabar menilai radikalisme digital memanfaatkan fase psikologis anak muda yang masih mencari identitas. Minimnya kemampuan menyaring informasi membuat mereka mudah menerima narasi manipulatif yang dikemas sebagai hiburan. Disebutkan, algoritma media sosial memperkuat proses itu karena terus mendorong konten bernuansa negatif atau kekerasan kepada pengguna yang sudah berinteraksi dengan tema serupa.

“Kalau algoritma terus memasukkan isu negatif kepada anak-anak, itu akan menjadi pemahaman mereka. Di era post-truth, kebenaran sering dianggap berdasarkan seberapa masif isu itu beredar, bukan faktanya,” kata Wahyu. Menurutnya, pola ini membentuk persepsi yang keliru karena anak muda tidak lagi mencari keabsahan sumber informasi, melainkan mengikuti tren yang tampak dominan.

Pada level teknis, radikalisme lama membutuhkan rekrutmen tatap muka. Pendekatan baru sepenuhnya digital dan jauh lebih sulit diidentifikasi. Kontak pertama sering dimulai melalui komentar anonim atau fitur obrolan di game daring. Dari sana, penyusupan berlanjut ke komunitas tertutup, di mana wacana ekstrem dikembangkan secara bertahap.


Program Pencegahan Bersama Densus 88

Untuk menekan risiko eskalasi radikalisme digital, Kesbangpol Jabar tengah menyusun program pencegahan bersama Densus 88 Antiteror. Program ditargetkan menjangkau siswa tingkat sekolah yang dianggap paling rentan terhadap narasi ekstrem di internet. Pendekatan ini menyasar dua lapis: edukasi dasar terhadap siswa, dan peringatan dini terhadap materi digital yang berisiko.

Baca juga: Pemerintah Hapus Bukti Tanah Adat Mulai 2026, Warga Wajib Sertifikasi

Wahyu mengatakan upaya edukasi tidak cukup hanya untuk anak muda. Kesbangpol menilai para ibu memiliki peran pengawasan signifikan. “Jika ibu terpapar, dampaknya bisa langsung menjangkau anak-anak. Ini menjadi perhatian serius bagi kami,” ujarnya. Dalam banyak kasus, orang tua tidak menyadari bahwa konten berbahaya masuk melalui perangkat rumah tangga: ponsel, PC, atau konsol game.

Selain pelatihan literasi digital, Kesbangpol Jabar menekankan peran pendidikan karakter sebagai fondasi utama pencegahan. Wawasan kebangsaan ditekankan sebagai pijakan nilai, bukan sekadar materi hafalan. “Kalau jati diri mereka kuat, sebesar apa pun pengaruh luar, mereka tetap punya pijakan yang benar,” kata Wahyu.

Pendekatan ini menempatkan fase psikologis remaja sebagai variabel utama. Penguatan identitas kultural dan moral dianggap lebih efektif dibanding sekadar pembatasan akses teknologi. Kebijakan represif, seperti pemblokiran gim, berisiko kontra produktif karena akan memindahkan aktivitas ekstrem ke ruang digital lain yang lebih tertutup.


Analisis Dampak dan Tantangan Implementasi

Kebijakan pencegahan radikalisme digital di Jawa Barat merefleksikan tantangan baru dalam pengelolaan ruang siber. Algoritma media sosial berperan sebagai percepatan distribusi wacana ekstrem. Jika model konsumsi konten tidak dikontrol, remaja terbiasa menyerap pola pikir berbasis kekerasan tanpa memahami konsekuensinya.

Keterlibatan Densus 88 menunjukkan pemerintah mulai menggeser langkah dari sekadar edukasi ke pencegahan berbasis intelijen. Namun, persoalan utama tetap pada titik pengawasan. Rekrutmen digital berlangsung cepat, terfragmentasi, dan sering kali melewati platform yang tidak dipahami orang tua atau guru.

Pemerintah daerah tidak menjelaskan secara detail mekanisme pemantauan konten, termasuk indikator bahaya atau standar pelaporan. Tanpa pedoman teknis yang jelas, sekolah berpotensi mengalami kesulitan dalam membedakan ruang ekspresi kreatif dan tanda awal penyusupan ekstremisme. Tantangan ini akan menentukan efektivitas program ke depan.

Kesbangpol Jabar memperketat pencegahan radikalisme digital. Anak muda menjadi target utama perlindungan melalui edukasi sekolah dan penguatan karakter. (Red/Asep Chandra)

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • ilustrasi sistem pendidikan islam klasik dengan murid belajar bersama ulama di masjid secara tradisional

    Tanpa Teknologi, Begini Cara Belajar Ulama Zaman Dulu

    • calendar_month Rabu, 18 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 153
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Bayangkan sebuah ruang sederhana tanpa kursi modern, tanpa proyektor, bahkan tanpa buku cetak seperti sekarang. Seorang murid duduk di lantai, mendengarkan gurunya dengan penuh fokus. Tidak ada gangguan. Tidak ada distraksi. Namun, dari sistem sederhana inilah lahir para ulama besar dunia. Inilah pendidikan islam klasik, sebuah sistem pendidikan tradisional Islam yang […]

  • Koperasi Merah Putih

    Bukan Sekadar Gedung, KDMP Tasikmalaya Siapkan Armada Logistik untuk Desa

    • calendar_month Sabtu, 30 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 123
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Koperasi Merah Putih di Kota dan Kabupaten Tasikmalaya ternyata tidak hanya membangun gedung koperasi. Program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) juga menyiapkan armada logistik berupa truk Fuso, jeep bak terbuka 4×4, hingga motor roda tiga untuk mendukung distribusi barang dan aktivitas ekonomi masyarakat desa. Langkah ini menjadi bagian dari strategi memperkuat […]

  • cuaca Nataru

    BMKG Ingatkan Risiko Cuaca Pada Nataru

    • calendar_month Selasa, 30 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 189
    • 0Komentar

    BMKG memetakan cuaca Nataru 2025/2026. Hujan lebat, angin kencang, dan gelombang tinggi perlu diwaspadai. albadarpost.com, FOKUS – Libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 berlangsung di tengah dinamika cuaca yang tidak sepenuhnya ekstrem, namun menyimpan risiko nyata. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memetakan potensi hujan lebat, angin kencang, dan gelombang tinggi di sejumlah wilayah. […]

  • telur ayam bebek

    Perbandingan Telur Ayam dan Telur Bebek bagi Kesehatan

    • calendar_month Senin, 29 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 166
    • 0Komentar

    Telur ayam dan telur bebek sama-sama bergizi. Perbedaannya terletak pada kandungan nutrisi dan kebutuhan tubuh. albadarpost.com, LIFESTYLE – Telur hampir selalu hadir di meja makan masyarakat Indonesia. Murah, mudah diolah, dan kaya gizi, bahan pangan ini menjadi andalan dari sarapan hingga makan malam. Namun di balik kebiasaan tersebut, muncul pertanyaan yang terus berulang: antara telur […]

  • Sespimma Polri

    Serdik Sespimma Polri Bagikan Sembako dan Tas Sekolah di Tasikmalaya

    • calendar_month Selasa, 19 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 124
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Suasana di Polres Tasikmalaya terlihat berbeda dari biasanya, Selasa (19/5/2026). Tidak ada wajah tegang saat pengamanan. Tidak terdengar suara sirene atau barisan formal yang kaku. Sebaliknya, halaman dan gedung pertemuan justru dipenuhi anak-anak, lansia, dan warga yang datang untuk menerima bantuan sosial dari para anggota polisi. Namun ada hal lain yang […]

  • Dokumen resmi pengumuman Seleksi Dewas BPR Sukapura 2026 beserta format surat lamaran dan persyaratan administrasi.

    Kesempatan Emas! BPR Sukapura Buka Seleksi Dewan Pengawas

    • calendar_month Selasa, 3 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 186
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Seleksi Dewas BPR Sukapura Kabupaten Tasikmalaya resmi diumumkan kepada publik. Melalui pengumuman resmi panitia, proses Seleksi Dewan Pengawas BPR Sukapura 2026 mulai dibuka bagi calon yang memenuhi kriteria. Kesempatan ini memberi ruang bagi profesional terbaik untuk mengikuti tahapan seleksi dan berkontribusi dalam pengawasan Perumda BPR Sukapura. Panitia seleksi menegaskan bahwa seluruh […]

expand_less