Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Daerah » Dedi Mulyadi: Tangkap Begal, Serahkan Hidup ke Polisi

Dedi Mulyadi: Tangkap Begal, Serahkan Hidup ke Polisi

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Kamis, 23 Jul 2026
  • visibility 30
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, BERITA DAERAH – Hadiah hingga Rp50 juta bagi warga yang membantu tangkap begal langsung menjadi perhatian publik. Namun, bagi Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, nominal hadiah bukanlah pesan utama. Ia justru menegaskan satu syarat yang tidak boleh diabaikan, yakni pelaku begal harus diserahkan kepada kepolisian dalam keadaan hidup agar dapat diproses sesuai hukum yang berlaku.

Pernyataan tersebut disampaikan sebagai respons atas maraknya aksi begal, jambret, copet, pencurian, hingga perampokan yang meresahkan masyarakat di sejumlah wilayah Jawa Barat. Di sisi lain, Dedi juga mengajak masyarakat untuk berpartisipasi menjaga keamanan lingkungan tanpa mengesampingkan kewenangan aparat penegak hukum. Dengan demikian, kebijakan ini tidak hanya berbicara tentang hadiah, tetapi juga tentang bagaimana partisipasi warga tetap berjalan dalam koridor hukum.

Hadiah Besar, Tetapi Hukum Tetap Menjadi Panglima

Dalam penjelasannya, Dedi Mulyadi menyatakan Pemerintah Provinsi Jawa Barat menyiapkan hadiah mulai Rp5 juta hingga Rp50 juta bagi warga yang membantu melumpuhkan pelaku kejahatan jalanan.

Namun, penghargaan tersebut hanya diberikan apabila pelaku diserahkan hidup kepada kepolisian. Penegasan itu menunjukkan bahwa pemerintah tidak mendorong tindakan main hakim sendiri. Sebaliknya, masyarakat diajak membantu aparat agar proses penyidikan, pembuktian, hingga persidangan dapat berjalan sesuai ketentuan hukum.

Pendekatan tersebut menjadi pembeda dibanding sekadar seruan menangkap pelaku kejahatan. Fokus utamanya tetap pada penegakan hukum yang adil dan tertib.

Mengapa Pelaku Harus Diserahkan Hidup?

Di tengah tingginya emosi masyarakat terhadap pelaku begal, Dedi Mulyadi justru menekankan pentingnya proses hukum.

Pelaku yang masih hidup memungkinkan penyidik menggali keterangan, mengembangkan perkara, hingga mengungkap kemungkinan adanya jaringan pelaku lain. Selain itu, proses peradilan juga memberikan kepastian hukum bagi korban, masyarakat, maupun tersangka sesuai prinsip negara hukum.

Karena itu, keberanian warga membantu aparat tidak boleh berubah menjadi tindakan yang melanggar hukum. Partisipasi masyarakat harus tetap mengedepankan keselamatan, proporsionalitas, dan penghormatan terhadap proses hukum.

Bukan Hanya Sayembara, Pencegahan Juga Diperkuat

Kebijakan hadiah bukan satu-satunya langkah yang disampaikan Dedi Mulyadi.

Ia juga mendorong penguatan patroli bersama kepolisian di wilayah yang rawan kejahatan jalanan. Selain itu, masyarakat diajak kembali mengaktifkan ronda malam atau sistem keamanan lingkungan (siskamling) sebagai bentuk pencegahan sejak dini.

Langkah tersebut menunjukkan bahwa keamanan tidak hanya bergantung pada penindakan setelah kejahatan terjadi. Pencegahan melalui kehadiran masyarakat dan aparat di lingkungan sekitar tetap menjadi strategi utama.

Fakta Singkat Kebijakan Dedi Mulyadi

  • Hadiah yang disiapkan berkisar Rp5 juta hingga Rp50 juta.
  • Sasaran meliputi pelaku begal, jambret, copet, pencurian, dan perampokan.
  • Pelaku wajib diserahkan hidup kepada kepolisian.
  • Penegakan hukum tetap menjadi prioritas utama.
  • Patroli dan ronda malam didorong untuk mencegah kejahatan sejak dini.

Kolaborasi Warga dan Aparat Menjadi Kunci

Keamanan lingkungan tidak dapat diwujudkan hanya oleh aparat penegak hukum ataupun masyarakat secara sendiri-sendiri.

Sebaliknya, kolaborasi yang saling melengkapi menjadi fondasi utama. Warga dapat berperan melalui kewaspadaan, pelaporan cepat, dan bantuan yang proporsional ketika terjadi tindak kejahatan. Di sisi lain, aparat memiliki kewenangan untuk melakukan penyelidikan, penyidikan, dan penegakan hukum.

Dengan pembagian peran yang jelas, rasa aman dapat dibangun tanpa mengorbankan prinsip keadilan.

Apa yang Selanjutnya?

Pemerintah Provinsi Jawa Barat menyatakan akan terus berkoordinasi dengan kepolisian dalam memperkuat patroli, meningkatkan pengamanan di titik rawan, serta menghidupkan kembali budaya ronda malam.

Pelaksanaan kebijakan hadiah tersebut juga akan bergantung pada mekanisme dan koordinasi bersama aparat penegak hukum agar tetap berjalan sesuai aturan yang berlaku.

Keberanian memang layak dihargai. Namun, keberanian yang paling bernilai adalah keberanian menjaga keamanan tanpa meninggalkan hukum. Sebab, ketika warga dan aparat berdiri di sisi yang sama, keadilan tidak hanya ditegakkan, tetapi juga dipercaya. (Red)

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Serangan AS–Israel Tewaskan Khomeini, Krisis Baru Dimulai

    Serangan AS–Israel Tewaskan Khomeini, Krisis Baru Dimulai

    • calendar_month Minggu, 1 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 144
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DUNIA – Kematian Khomeini  akibat serangan militer gabungan Amerika Serikat dan Israel langsung mengguncang stabilitas kawasan. Peristiwa yang memicu kematian pemimpin tertinggi Iran itu tidak hanya mengubah peta politik domestik Tehran, tetapi juga memperlebar risiko konflik regional. Sejak kabar tewasnya Ayatollah Ali Khomeini menyebar, respons diplomatik dan militer bermunculan dari berbagai negara. Insiden […]

  • Turnamen Sepak Bola Garut

    Turnamen Sepak Bola SD/MI Garut Diserbu 80 Tim, Bupati Soroti Anak Mager

    • calendar_month Minggu, 24 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 183
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Turnamen Sepak Bola Garut tingkat SD/MI Tahun 2026 resmi dibuka Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, di Lapangan Jayaraga, Kecamatan Tarogong Kidul, Sabtu (23/5/2026). Namun di tengah kemeriahan turnamen, ada satu pesan yang paling menarik perhatian publik: anak-anak diminta lebih banyak bergerak dibanding terlalu lama bermain gawai. Pesan itu terasa sangat dekat […]

  • Soto ayam kampung kuah bening gurih dengan suwiran ayam, bihun, kol, dan bawang goreng dalam mangkuk hangat

    Bocor! Rahasia Soto Ayam Kampung Gurih yang Jarang Diketahui

    • calendar_month Sabtu, 25 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 151
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Banyak orang mencoba membuat soto ayam kampung, tetapi hasilnya sering terasa biasa saja. Padahal, rahasia resep dan cara membuat soto ayam kampung bukan hanya soal bumbu. Ada teknik kecil yang sering terlewat, padahal justru menentukan rasa. Dengan memahami resep soto ayam kampung secara utuh—mulai dari bahan, proses, hingga penyajian—kamu bisa mendapatkan kuah […]

  • Pendidikan Karakter

    Pesan Diky untuk Lulusan SD: Akhlak Lebih Berharga dari Nilai

    • calendar_month Rabu, 24 Jun 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 51
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Tepuk tangan bergema di aula saat satu per satu siswa Kelas 6 melangkah menuju akhir perjalanan mereka di bangku sekolah dasar. Di antara senyum bangga para orang tua, terselip mata yang mulai berkaca-kaca. Momen pelepasan siswa memang selalu menghadirkan perasaan yang sulit dijelaskan dengan kata-kata. Namun dalam acara pelepasan siswa SD […]

  • manajemen sekolah

    Strategi Manajemen Sekolah Efektif di Tengah Anggaran Terbatas

    • calendar_month Kamis, 8 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 209
    • 0Komentar

    albadarpost.com, OPINI – Sekolah dengan keterbatasan anggaran tetap dapat menjaga mutu pendidikan jika menerapkan manajemen sekolah yang efektif dan terukur. Di tengah tekanan biaya operasional, tuntutan kualitas pembelajaran, serta ekspektasi publik, pengelolaan sekolah tidak lagi bisa bertumpu pada dana semata, melainkan pada ketepatan strategi dan disiplin tata kelola. Fakta ini terlihat dari praktik sejumlah sekolah […]

  • Keajaiban hujan dalam Al-Qur’an Surah Al-An’am 99 ungkap tanda kekuasaan Allah lewat tumbuhan, buah, dan proses kehidupan.

    Kisah Keajaiban Hujan dalam Al-Qur’an

    • calendar_month Kamis, 19 Feb 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 146
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Keajaiban hujan dalam Al-Qur’an menjadi salah satu bukti nyata kebesaran Allah yang kerap hadir di sekitar manusia. Melalui air yang sama, Allah menumbuhkan beragam tanaman dengan bentuk, warna, dan rasa berbeda. Fenomena ini menegaskan tanda kekuasaan Ilahi sekaligus mengajak manusia merenungkan proses kehidupan. Dalam perspektif iman, turunnya hujan bukan sekadar peristiwa alam, […]

expand_less