Operasi SAR Waduk Jatiluhur Berakhir, Korban Ditemukan
- account_circle redaktur
- calendar_month Kamis, 23 Jul 2026
- visibility 29
- comment 0 komentar
- print Cetak

Tim SAR Gabungan mengevakuasi korban tenggelam di Waduk Jatiluhur setelah tujuh hari operasi pencarian di Kabupaten Purwakarta, Kamis (23/7/2026).
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
albadarpost.com, BERITA DAERAH – Operasi pencarian korban tenggelam di Waduk Jatiluhur akhirnya mencapai titik akhir. Setelah tujuh hari menyisir perairan waduk terbesar di Jawa Barat itu, Tim SAR Gabungan menemukan Riyanto (21) dalam kondisi meninggal dunia. Penemuan tersebut sekaligus menutup rangkaian operasi pencarian yang melibatkan puluhan personel dari berbagai instansi.
Korban diketahui merupakan warga Dusun Karangmulya RT 01/05, Desa Blanakan, Kecamatan Blanakan, Kabupaten Subang.
Kepala Kantor SAR Bandung Ade Dian Permana, S.A.P., M.Si. menjelaskan, informasi mengenai penemuan korban diterima Basarnas bersama Tim SAR Gabungan pada Rabu (22/7/2026) sekitar pukul 22.27 WIB.
Setelah menerima laporan tersebut, seluruh unsur SAR segera bergerak menuju lokasi penemuan yang berada sekitar 100 meter dari titik kejadian awal.
Jenazah Dievakuasi Dini Hari, Keluarga Pastikan Identitas Korban
Tim SAR kemudian mengevakuasi jenazah pada Kamis (23/7/2026) pukul 00.10 WIB.
Selanjutnya, petugas membawa jenazah ke RSUD Bayu Asih Purwakarta untuk menjalani proses identifikasi.
Hasil identifikasi memastikan bahwa jenazah yang ditemukan merupakan Riyanto, korban yang selama tujuh hari menjadi fokus pencarian di kawasan Waduk Jatiluhur.
Setelah seluruh proses selesai, petugas menyerahkan jenazah kepada pihak keluarga untuk dibawa ke rumah duka.
“Dengan telah ditemukannya korban dan berdasarkan hasil identifikasi pihak keluarga, maka Operasi SAR dinyatakan selesai dan seluruh unsur SAR Gabungan dikembalikan ke satuannya masing-masing,” ujar Ade Dian Permana.
71 Personel Gabungan Terlibat Selama Operasi Pencarian
Operasi pencarian berlangsung selama tujuh hari dengan melibatkan 71 personel dari berbagai unsur.
Mereka berasal dari Basarnas, Satpolairud Purwakarta, Brimob Polda Jawa Barat, BPBD Purwakarta, BPBD Subang, Damkar Purwakarta, Satpel ASDP, IEA Purwakarta, SAR MTA, BRIGANA KSPSI, Sinergi Kemanusiaan Purwakarta, Katana Rescue Karawang, Bushcraft Purwakarta, UAR, Scout Rescue Purwakarta, SAR Unpad Bandung, hingga RKP.
Kolaborasi lintas instansi tersebut menjadi bagian penting dalam memperluas area pencarian dan mempercepat proses evakuasi.
Peralatan Khusus Dikerahkan Menyisir Perairan Waduk
Selama operasi berlangsung, Tim SAR Gabungan mengerahkan berbagai sarana pendukung untuk menyisir kawasan Waduk Jatiluhur.
Peralatan yang digunakan meliputi LCR (Landing Craft Rubber), River Boat, Rescue Carrier, serta kendaraan operasional yang mendukung mobilisasi personel di lapangan.
Pemanfaatan berbagai peralatan tersebut bertujuan menjangkau area pencarian secara lebih efektif, mengingat karakteristik perairan Waduk Jatiluhur yang luas dan memiliki kondisi medan yang beragam.
Operasi Ditutup, Evaluasi Tetap Dilakukan
Usai korban ditemukan dan seluruh proses identifikasi selesai, Tim SAR Gabungan melaksanakan briefing penutupan, debriefing, serta evaluasi terhadap seluruh rangkaian operasi.
Evaluasi tersebut menjadi bagian penting untuk meningkatkan kesiapsiagaan dalam menghadapi operasi pencarian dan pertolongan pada masa mendatang.
Selain menjadi penutup misi kemanusiaan selama tujuh hari, proses evaluasi juga menjadi ruang pembelajaran bagi seluruh unsur yang terlibat agar koordinasi, strategi pencarian, hingga penggunaan peralatan semakin optimal.
Misi Berakhir, Semangat Kemanusiaan Tetap Menyala
Operasi pencarian di Waduk Jatiluhur menunjukkan bahwa proses penyelamatan tidak hanya mengandalkan teknologi dan peralatan, tetapi juga kerja sama lintas instansi yang berlangsung tanpa henti hingga misi selesai.
Selama tujuh hari, puluhan personel terus berupaya memberikan kepastian kepada keluarga korban. Meski hasil akhirnya membawa kabar duka, keberhasilan menemukan korban menjadi bentuk tanggung jawab kemanusiaan yang dijalankan hingga tuntas.
Kini, operasi telah resmi berakhir. Namun, semangat kolaborasi yang ditunjukkan seluruh unsur SAR menjadi pengingat bahwa setiap misi pencarian selalu dijalankan dengan harapan memberikan jawaban bagi keluarga yang menanti.
“Di balik setiap operasi SAR, yang dicari bukan hanya seorang korban. Yang diperjuangkan adalah kepastian bagi keluarga, kemanusiaan bagi sesama, dan komitmen untuk tidak pernah berhenti sebelum pencarian mencapai titik akhir.” (Red)
- Penulis: redaktur



Saat ini belum ada komentar