Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Daerah » Situ Gede Mengering, Perahu Kini Parkir di Tanah Retak

Situ Gede Mengering, Perahu Kini Parkir di Tanah Retak

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Senin, 20 Jul 2026
  • visibility 120
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, BERITA DAERAH – Situ Gede Tasikmalaya, salah satu ikon wisata air di Kota Tasikmalaya, menghadapi kondisi yang memprihatinkan pada puncak musim kemarau tahun ini. Objek Wisata Situ Gede yang biasanya dipenuhi perahu wisata dan aktivitas pengunjung kini berubah drastis. Permukaan air menyusut, hamparan lumpur mulai mendominasi kawasan danau, sementara puluhan perahu hanya terparkir di atas tanah yang retak.

Pantauan di kawasan Situ Gede yang berada di Jalan Situ Gede, Kelurahan Linggajaya, Kecamatan Mangkubumi, Senin (20/7/2026), menunjukkan garis air mundur cukup jauh dari bibir danau. Aktivitas wisata yang sebelumnya menjadi daya tarik utama kini hampir tidak terlihat.

Bagi warga yang menggantungkan penghasilan dari sektor wisata, kondisi tersebut bukan sekadar perubahan pemandangan. Mereka kini menghadapi penurunan pendapatan yang signifikan karena jumlah pengunjung terus menurun sejak debit air mulai menyusut beberapa pekan terakhir.

Perahu Tak Lagi Berlayar, Penghasilan Warga Ikut Menurun

Agus, salah seorang juru perahu di Situ Gede, mengatakan suasana kawasan wisata berubah drastis dibandingkan dua bulan lalu.

Menurutnya, sebelum memasuki puncak musim kemarau, puluhan perahu masih hilir mudik mengantar wisatawan menikmati panorama danau. Kini, hampir seluruh perahu terpaksa diparkir di kawasan dangkal karena air tidak lagi cukup untuk dilayari.

“Dulu perahu hampir tidak pernah berhenti. Sekarang semuanya diam di atas tanah yang retak,” ujarnya.

Ia mengaku pendapatannya turun tajam. Jika sebelumnya mampu mengangkut penumpang hingga belasan kali dalam sehari, kini aktivitas tersebut nyaris tidak ada.

Sebagian juru perahu bahkan memilih menjala ikan atau melakukan pekerjaan lain sambil menunggu kondisi danau kembali normal.

Hamparan Lumpur Mendominasi Situ Gede

Warga sekitar memperkirakan genangan air yang tersisa kini hanya menutupi sebagian kawasan danau.

Mereka menilai musim kemarau menjadi salah satu faktor yang memengaruhi penyusutan debit air. Selain itu, beberapa warga juga berpendapat bahwa sedimentasi dan pendangkalan yang terjadi selama bertahun-tahun ikut mempercepat berkurangnya kapasitas tampung danau. Namun, penyebab pasti kondisi tersebut masih memerlukan penjelasan dari instansi berwenang.

Hamparan lumpur yang ditumbuhi rumput kini terlihat di banyak bagian Situ Gede. Dermaga kayu yang biasanya berada di atas permukaan air pun tampak menggantung cukup jauh dari garis genangan.

Wisatawan Berkurang, Warung Ikut Sepi

Penurunan debit air juga berdampak pada aktivitas ekonomi masyarakat di sekitar kawasan wisata.

Sejumlah warung yang biasanya melayani wisatawan memilih tutup karena jumlah pengunjung terus berkurang. Mereka yang datang umumnya hanya melihat kondisi Situ Gede, mengambil beberapa foto, kemudian meninggalkan lokasi.

Kondisi itu berbeda jauh dibandingkan akhir pekan pada musim penghujan, ketika kawasan ini dipadati keluarga yang ingin menikmati suasana danau menggunakan perahu wisata.

Warga Berharap Ada Penanganan Jangka Panjang

Selain berharap hujan segera turun, warga juga menginginkan adanya langkah penanganan yang berkelanjutan terhadap Situ Gede.

Menurut mereka, kawasan wisata ini memiliki nilai penting, bukan hanya sebagai destinasi rekreasi, tetapi juga sebagai sumber penghidupan bagi pelaku usaha kecil, juru perahu, hingga pedagang makanan.

Sejumlah warga berharap pemerintah dapat melakukan kajian mengenai kondisi Situ Gede, termasuk upaya menjaga fungsi kawasan tangkapan air dan penanganan sedimentasi apabila memang diperlukan berdasarkan hasil kajian teknis.

Hingga berita ini ditulis, AlbadarPost masih berupaya meminta keterangan resmi dari instansi terkait mengenai penyebab utama penyusutan debit air serta langkah yang akan dilakukan untuk penanganan Situ Gede.

Situ Gede Bukan Sekadar Danau

Bagi masyarakat Kota Tasikmalaya, Situ Gede bukan hanya ruang wisata, tetapi juga bagian dari identitas kota.

Karena itu, kondisi yang terjadi saat ini menjadi pengingat bahwa menjaga kawasan danau memerlukan perhatian bersama, mulai dari pelestarian lingkungan hingga pengelolaan sumber daya air yang berkelanjutan.

Ketika air surut, yang terlihat bukan hanya dasar danau. Harapan para pelaku wisata pun ikut mengering, menunggu Situ Gede kembali hidup seperti dulu. (GZ)

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • penyakit hati menurut al ghazali

    Penyakit Hati Menurut Imam Al Ghazali

    • calendar_month Jumat, 13 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 240
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Penyakit hati menurut Imam Al-Ghazali bukan sekadar istilah spiritual. Ulama besar ini menjelaskan bahwa penyakit hati dalam Islam sering hadir tanpa disadari pemiliknya. Seseorang bisa tetap tersenyum, bekerja, bahkan beribadah, tetapi hatinya perlahan kehilangan kepekaan terhadap kebenaran. Inilah yang membuat konsep hati menurut Al-Ghazali terasa sangat relevan hingga sekarang. Ia tidak berbicara […]

  • Pekerja migran konstruksi di Singapura bersiap mengikuti aturan baru perekrutan tenaga kerja asing mulai 2027.

    Peluang Kerja ke Singapura Makin Terbuka, Aturan Baru Berlaku 2027

    • calendar_month Kamis, 30 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 247
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DUNIA – Kebijakan baru soal pekerja migran Singapura mulai menarik perhatian banyak calon tenaga kerja di Asia Tenggara. Pemerintah Singapura resmi memangkas proses perekrutan pekerja konstruksi asing mulai 2027. Aturan baru ini membuat proses masuk kerja menjadi jauh lebih cepat dibanding sebelumnya. Jika dulu perusahaan harus menunggu hingga empat bulan untuk mendatangkan pekerja, […]

  • IRH Tasikmalaya 2026

    IRH Tasikmalaya 2026 Raih Predikat Istimewa, Apa Maknanya?

    • calendar_month Kamis, 20 Agt 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 63
    • 0Komentar

    albadarpost.com, PERSPEKTIF – Tasikmalaya kembali mencatat capaian dalam bidang reformasi hukum. IRH Tasikmalaya 2026, atau Indeks Reformasi Hukum Kota Tasikmalaya, meraih predikat Istimewa. Penghargaan tersebut diterima Sekretaris Daerah Kota Tasikmalaya dalam rangkaian Upacara Peringatan Hari Pengayoman Ke-81 Tahun 2026 di Kantor Wilayah Kementerian Hukum Jawa Barat, Bandung, Rabu (19/8/2026). Predikat tersebut menjadi apresiasi terhadap komitmen Pemerintah […]

  • Kasus Penganiayaan Banjar

    Kasus Penganiayaan Banjar Dipastikan Bukan Konflik Antar-Suku

    • calendar_month Sabtu, 25 Jul 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 93
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Kasus penganiayaan Banjar yang terjadi di sebuah kafe di kawasan Dobo, Kota Banjar, dipastikan merupakan tindak pidana yang dilakukan oleh oknum dan bukan konflik antar-suku. Penegasan tersebut mengemuka dalam rapat koordinasi yang mempertemukan Pemerintah Kota Banjar, TNI, Polri, organisasi masyarakat Pemuda Pancasila (PP), serta Paguyuban Suku Batak di Pendopo Wali Kota Banjar, […]

  • Resep Nasi Goreng Air Fryer

    Resep Nasi Goreng Air Fryer, Gurih Tanpa Banyak Minyak

    • calendar_month Minggu, 26 Jul 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 164
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Resep Nasi Goreng Air Fryer kini semakin banyak dicari karena menawarkan cara memasak yang praktis sekaligus menghasilkan rasa tetap gurih. Bagi pemilik air fryer, metode ini menjadi alternatif menarik untuk membuat nasi goreng rumahan tanpa harus menggunakan banyak minyak. Selain lebih sederhana, nasi goreng menggunakan air fryer juga menghasilkan tekstur nasi yang […]

  • Suasana jamaah Muslim berdoa setelah salat Idul Adha di halaman masjid dengan nuansa pagi yang khusyuk

    Jangan Lewatkan, Ini Doa-Doa Mustajab di Hari Idul Adha

    • calendar_month Rabu, 27 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 247
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HIKMAH – Suara takbir biasanya mulai terdengar sejak malam Idul Adha. Di beberapa kampung, gema pengeras suara masjid kadang mulai sedikit pecah menjelang dini hari karena dipakai terus-menerus sejak malam takbiran. Sementara di halaman masjid, plastik kresek daging mulai disusun panitia di dekat meja pembagian kurban. Namun di tengah suasana itu, banyak umat Islam […]

expand_less