Breaking News
light_mode
Beranda » Hikmah » Benarkah Bulan Safar Membawa Sial? Ini Fakta Islam

Benarkah Bulan Safar Membawa Sial? Ini Fakta Islam

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Minggu, 19 Jul 2026
  • visibility 117
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, HIKMAH – Bulan Safar dalam kalender Hijriah masih sering dikaitkan dengan anggapan sebagai waktu yang membawa kesialan oleh sebagian masyarakat. Namun, bagaimana sebenarnya pandangan Islam tentang bulan Safar?

Dalam ajaran Islam, tidak ada dalil sahih yang menyatakan bahwa bulan Safar adalah bulan sial atau membawa musibah tertentu. Sebaliknya, Rasulullah ﷺ mengajarkan umatnya untuk meninggalkan keyakinan yang menghubungkan nasib buruk dengan waktu, tempat, maupun tanda-tanda tertentu.

Islam mengajarkan bahwa segala kejadian berada dalam ketetapan Allah SWT. Karena itu, seorang Muslim dianjurkan memperkuat iman, memperbanyak amal saleh, dan menjauhi keyakinan yang tidak memiliki dasar dalam syariat.

Berikut fakta penting tentang bulan Safar dalam Islam lengkap dengan dalil yang menjadi pedoman.

1. Bulan Safar Adalah Bagian dari Kalender Hijriah, Bukan Bulan Pembawa Sial

Bulan Safar merupakan bulan kedua dalam kalender Hijriah setelah Muharam dan sebelum Rabiulawal.

Islam mengakui perjalanan waktu sebagai bagian dari ketetapan Allah SWT. Dalam Al-Qur’an, Allah berfirman:

“Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah adalah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu Dia menciptakan langit dan bumi…”
(QS. At-Taubah: 36)

Ayat tersebut menjelaskan bahwa Allah menetapkan 12 bulan dalam satu tahun. Setiap bulan memiliki kedudukan sebagai bagian dari sistem waktu yang Allah ciptakan.

Dengan demikian, tidak ada dasar bahwa bulan tertentu secara mutlak membawa keberuntungan atau kesialan.

2. Rasulullah ﷺ Membatalkan Keyakinan Bahwa Safar Membawa Sial

Pada masa jahiliah, sebagian masyarakat Arab memiliki keyakinan bahwa bulan Safar membawa kesialan. Mereka bahkan menghindari perjalanan atau pernikahan karena menganggap waktunya tidak baik.

Namun, Rasulullah ﷺ meluruskan keyakinan tersebut.

Beliau bersabda:

“Tidak ada penyakit menular dengan sendirinya, tidak ada thiyarah (anggapan sial karena tanda tertentu), tidak ada hamah, dan tidak ada (kesialan) pada bulan Safar.”
(HR. Bukhari no. 5757 dan Muslim no. 2220)

Hadis ini menjadi dasar utama bahwa Islam menolak anggapan Safar sebagai bulan pembawa sial.

Maknanya bukan berarti seorang Muslim mengabaikan sebab, tetapi tidak boleh meyakini bahwa waktu tertentu memiliki kekuatan sendiri untuk mendatangkan bahaya.

3. Islam Melarang Keyakinan Takhayul tentang Waktu dan Pertanda

Kepercayaan bahwa bulan tertentu membawa kesialan termasuk bentuk thiyarah, yaitu merasa sial karena tanda atau kejadian tertentu.

Rasulullah ﷺ bersabda:

“Thiyarah itu syirik, thiyarah itu syirik, thiyarah itu syirik.”
(HR. Abu Dawud no. 3910 dan Tirmidzi no. 1614)

Hadis tersebut mengingatkan umat Islam agar tidak menggantungkan keyakinan kepada sesuatu selain Allah SWT.

Sebaliknya, seorang Muslim diperintahkan untuk bertawakal.

Allah SWT berfirman:

“Dan barang siapa bertawakal kepada Allah, niscaya Allah akan mencukupkan (keperluannya).”
(QS. At-Talaq: 3)

Ayat ini menjadi pengingat bahwa perlindungan dan ketentuan hidup berada di tangan Allah, bukan pada nama bulan atau waktu tertentu.

4. Tidak Ada Ibadah Khusus yang Ditetapkan untuk Bulan Safar

Berbeda dengan bulan Ramadan yang memiliki kewajiban puasa, atau bulan Zulhijah yang memiliki ibadah haji dan kurban, tidak ada ibadah khusus yang ditetapkan hanya untuk bulan Safar.

Tidak terdapat hadis sahih yang memerintahkan umat Islam melakukan salat tertentu, puasa khusus, atau amalan tertentu hanya karena memasuki bulan Safar.

Namun, hal tersebut bukan berarti Safar adalah bulan yang tidak memiliki nilai.

Allah SWT memerintahkan manusia untuk selalu berbuat baik kapan pun dan di mana pun.

“Dan berbuat baiklah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik.”
(QS. Al-Baqarah: 195)

Artinya, kesempatan mendapatkan pahala selalu terbuka sepanjang waktu.

5. Bulan Safar Memiliki Catatan Sejarah dalam Perjalanan Islam

Dalam sejarah Islam, bulan Safar menjadi bagian dari perjalanan dakwah Rasulullah ﷺ.

Sejumlah ekspedisi Rasulullah ﷺ bersama para sahabat tercatat terjadi pada bulan ini, termasuk beberapa perjalanan dalam rangka menjaga keamanan masyarakat Muslim di Madinah.

Selain itu, sebagian ahli sejarah menyebutkan bahwa Rasulullah ﷺ mulai mengalami sakit menjelang wafat pada akhir bulan Safar tahun 11 Hijriah. Kemudian beliau wafat pada 12 Rabiulawal tahun yang sama.

Catatan sejarah tersebut menunjukkan bahwa Safar bukan bulan yang harus ditakuti, melainkan bagian dari perjalanan panjang umat Islam.

Hikmah Bulan Safar: Memperkuat Tauhid dan Meninggalkan Mitos

Pembahasan tentang bulan Safar memberikan pelajaran penting bagi umat Islam.

Seorang Muslim tidak seharusnya takut kepada bulan tertentu, karena semua waktu adalah ciptaan Allah SWT. Yang menjadi ukuran bukan kapan seseorang menjalani kehidupan, tetapi bagaimana ia mengisi waktunya dengan iman dan amal kebaikan.

Jika ada ujian atau musibah, seorang Muslim meyakini bahwa semuanya terjadi atas izin Allah.

Allah SWT berfirman:

“Tidak ada suatu musibah pun yang menimpa seseorang kecuali dengan izin Allah. Dan barang siapa beriman kepada Allah, niscaya Dia akan memberi petunjuk kepada hatinya.”
(QS. At-Taghabun: 11)

Bulan Safar tidak pernah menjadi sumber kesialan. Yang membuat manusia jauh dari keberkahan bukanlah sebuah bulan, tetapi ketika hati mulai percaya kepada ketakutan yang tidak memiliki dasar. Dalam Islam, setiap waktu adalah kesempatan untuk mendekat kepada Allah SWT. (Red)

 

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Karya Jurnalistik

    Putusan MA: Karya Jurnalistik Bukan Objek Gugatan Perdata

    • calendar_month Selasa, 13 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 272
    • 0Komentar

    albadarpost.com, PERSPEKTIF – Putusan Mahkamah Agung yang menolak gugatan perdata terhadap sebuah pemberitaan kembali menegaskan satu prinsip penting dalam negara hukum: sengketa atas karya jurnalistik tidak diselesaikan di ruang perdata umum, melainkan melalui mekanisme yang diatur Undang-Undang Pers. Putusan ini relevan dibaca ulang hari ini, ketika kritik publik kerap berhadapan dengan upaya hukum yang berpotensi […]

  • HANI Tasikmalaya 2026

    HANI Tasikmalaya 2026, Perang Narkoba Dimulai dari Rumah

    • calendar_month Minggu, 5 Jul 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 131
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – HANI Tasikmalaya 2026 menjadi lebih dari sekadar peringatan tahunan. Ribuan warga memadati Alun-Alun Dadaha, Minggu (5/7/2026), untuk menyuarakan komitmen bersama dalam perang melawan narkoba. Melalui kampanye Hari Anti Narkotika Internasional (HANI), seluruh elemen masyarakat diajak memperkuat ketahanan keluarga sebagai langkah awal membangun generasi sehat, cerdas, dan kuat menuju Indonesia Emas 2045. […]

  • Kebakaran Pabrik Cobek

    Diduga Gara-Gara Puntung Rokok, Pabrik Cobek Tamansari Dilalap Api

    • calendar_month Kamis, 11 Jun 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 116
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH — Kebakaran pabrik cobek kembali menjadi perhatian warga Kota Tasikmalaya setelah sebuah pabrik produksi cobek kayu di wilayah Sukahurip, Kecamatan Tamansari, terbakar pada Kamis (11/6/2026) dini hari. Ironisnya, kobaran api diduga berawal dari sesuatu yang terlihat sepele: puntung rokok yang belum padam sempurna. Peristiwa kebakaran pabrik cobek tersebut terjadi di kawasan Ciwaas […]

  • Ilustrasi seorang Muslim sedang berdzikir dengan suasana tenang untuk menggambarkan ketenangan hati dalam Islam.

    Hati Gelisah dan Pikiran Kacau? Coba Amalkan Dzikir Ini

    • calendar_month Senin, 4 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 196
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Di tengah kehidupan yang semakin bising, banyak orang mulai mencari ketenangan dengan berbagai cara. Ada yang mencoba healing, menjauh dari media sosial, hingga mencari suasana baru agar pikirannya lebih tenang. Namun, sebagian justru menemukan jawaban paling sederhana: kembali berdzikir kepada Allah SWT. Amalan yang terlihat ringan itu ternyata menyimpan kekuatan besar bagi […]

  • dampak macet

    Kemacetan Kronis dan Beban Mental Warga Jabar

    • calendar_month Rabu, 7 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 215
    • 0Komentar

    Kemacetan harian di Jawa Barat berdampak pada kesehatan mental warga dan perlu diperlakukan sebagai isu publik serius. albadarpost.com, LIFESTYLE – Kemacetan lalu lintas selama ini sering dipandang sebagai persoalan waktu dan kenyamanan. Warga mengeluh terlambat bekerja, bensin boros, dan produktivitas menurun. Namun di Jawa Barat, kemacetan harian mulai menunjukkan dampak yang lebih dalam. Ia tidak […]

  • Operasi Patuh 2026

    Bukan Sekadar Tilang, Ini Pesan Penting di Balik Operasi Patuh 2026

    • calendar_month Sabtu, 6 Jun 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 164
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Pagi hari di sebuah persimpangan kota biasanya selalu sama. Lampu lalu lintas berganti dari merah ke hijau. Deretan sepeda motor mulai bergerak perlahan. Suara knalpot bercampur dengan bunyi klakson pendek yang sesekali terdengar dari belakang antrean. Di sisi jalan, seorang pengendara terlihat buru-buru mengenakan helm sambil sesekali melirik jam di layar […]

expand_less