Kebakaran Pasar Andir Garut, Aset Rp500 Juta Terselamatkan
- account_circle redaktur
- calendar_month Kamis, 27 Agt 2026
- visibility 47
- comment 0 komentar
- print Cetak

Kebakaran Pasar Andir Garut di Desa Mulyasari, Bayongbong (Foto: IG damkargarut113).
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
albadarpost.com, BERITA DAERAH — Kebakaran Pasar Andir Garut terjadi pada Rabu malam, 26 Agustus 2026. Api melanda area tempat usaha atau komersial di Kampung Pasar Andir, Desa Mulyasari, Kecamatan Bayongbong, Kabupaten Garut. Informasi tersebut dirilis dari Damkar Garut, yang mencatat petugas bergerak cepat setelah menerima laporan dan berhasil mengendalikan api sebelum menjalar ke kios maupun bangunan di sekitarnya.
Berdasarkan informasi Damkar Garut, laporan kebakaran masuk sekitar pukul 22.00 WIB. Selanjutnya, petugas langsung bergerak menuju lokasi dan tiba sekitar pukul 22.14 WIB.
Dengan demikian, respons awal berlangsung sekitar 14 menit sejak laporan diterima hingga petugas tiba di lokasi. Setelah itu, personel segera melakukan penanganan untuk membatasi kobaran api.
Area Terdampak Sekitar 4 x 5 Meter
Objek yang terbakar berada di area tempat usaha atau komersial di kawasan Pasar Andir. Sementara itu, luas area yang terdampak diperkirakan sekitar 4 x 5 meter.
Petugas kemudian melakukan pemadaman terhadap sumber api. Setelah kobaran berhasil dikendalikan, tim melanjutkan proses pendinginan untuk memastikan tidak ada titik panas yang berpotensi memicu kebakaran kembali.
Karena lokasi berada di kawasan pasar, pengendalian api menjadi penting. Sebab, bangunan dan kios yang berdekatan berpotensi membuat api merambat apabila penanganan terlambat.
Namun, berdasarkan keterangan yang dirilis Damkar Garut, api berhasil dikendalikan sehingga tidak meluas ke area kios serta bangunan di sekitar lokasi.
Hingga penanganan berlangsung, tidak terdapat laporan korban luka maupun korban meninggal dunia dalam kejadian tersebut.
Delapan Unit Gabungan Dikerahkan
Penanganan kebakaran Pasar Andir Garut melibatkan delapan unit yang berkolaborasi di lapangan.
Unit tersebut terdiri atas satu Unit Komando, tiga Unit Mako, satu Unit Pos Kota, satu Unit Pos Sektor Cikajang, satu Unit Suplai BPBD, serta satu Unit Water Tank TNI Kodim.
Selain itu, warga turut membantu proses penanganan bersama unsur Polsek, TNI, BPBD, dan PLN.
Kolaborasi tersebut membantu petugas menangani situasi di sekitar titik kebakaran. Di sisi lain, dukungan berbagai unsur juga penting untuk menjaga keamanan kawasan selama proses pemadaman dan pendinginan.
Dengan pengerahan sejumlah unit tersebut, petugas dapat lebih cepat mengendalikan api. Selanjutnya, tim memastikan kobaran tidak berkembang menuju bangunan lain.
Kerugian Diperkirakan Rp250 Juta
Kebakaran di Pasar Andir tetap menimbulkan kerugian material. Berdasarkan informasi yang dirilis Damkar Garut, kerugian sementara diperkirakan mencapai sekitar Rp250 juta.
Namun, angka tersebut merupakan perkiraan dan masih dapat berubah setelah dilakukan pendataan lebih lanjut.
Di sisi lain, aset di sekitar lokasi dengan nilai sekitar Rp500 juta disebut berhasil diselamatkan.
Perbedaan antara nilai kerugian dan aset yang berhasil diselamatkan menunjukkan pentingnya respons cepat ketika kebakaran terjadi di kawasan komersial.
Meski demikian, nilai tersebut sebaiknya dipahami sebagai estimasi berdasarkan informasi penanganan awal. Pendataan lebih lanjut tetap diperlukan untuk mengetahui nilai kerusakan dan aset secara lebih akurat.
Penyebab Kebakaran Masih Dalam Penyelidikan
Sampai informasi ini dirilis, penyebab kebakaran Pasar Andir Garut belum diketahui secara pasti.
Damkar Garut menyebut penyebab kebakaran masih dalam proses penyelidikan. Karena itu, masyarakat sebaiknya tidak berspekulasi mengenai sumber api sebelum terdapat keterangan resmi dari pihak berwenang.
Hal tersebut penting, terutama dalam pemberitaan mengenai kebakaran. Informasi mengenai penyebab harus berdasarkan hasil pemeriksaan atau keterangan resmi, bukan dugaan.
Sementara itu, kondisi utama di lokasi sudah terkendali. Api tidak meluas ke bangunan di sekitar titik kejadian dan tidak ada laporan korban jiwa.
Kejadian ini sekaligus menjadi pengingat bagi pengelola maupun pelaku usaha di kawasan pasar untuk memperhatikan potensi bahaya kebakaran. Selain itu, akses menuju lokasi juga perlu tetap terbuka agar petugas dapat bergerak cepat ketika keadaan darurat terjadi.
Pada akhirnya, kebakaran Pasar Andir Garut memang menimbulkan kerugian material. Namun, kecepatan petugas dan dukungan berbagai unsur berhasil membatasi dampaknya.
Api boleh muncul dalam hitungan menit, tetapi respons yang cepat dapat menentukan apakah sebuah kebakaran berhenti di satu titik atau berubah menjadi bencana yang lebih besar. Di Pasar Andir Garut, api berhasil dihentikan sebelum menjalar lebih jauh. (Red)
- Penulis: redaktur







Saat ini belum ada komentar