SADESA Dibuka! Anak Desa Tasikmalaya Bisa Kuliah Gratis

albadarpost.com, BERITA DAERAH – Kabar ini langsung mengubah mimpi ribuan anak desa. Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya resmi meluncurkan Program SADESA (Satu Desa Satu Sarjana) pada Selasa (03/02/2026). Lewat program ini, pemuda desa berprestasi mendapatkan beasiswa penuh dari semester pertama hingga lulus kuliah.
Bagi banyak keluarga desa, kuliah sering terasa seperti impian mahal. Namun kini, pintu itu terbuka lebar. SADESA hadir sebagai jalan baru agar anak desa tidak lagi berhenti di bangku SMA.
Bupati Tasikmalaya Cecep Nurul Yaqin menyebut program ini sebagai pemantik perubahan dari akar rumput.
“Tidak mungkin kita bisa menjadi juara kalau kita tidak unggul. Karena itu, trigger-nya harus dimulai dari desa,” tegas Cecep.
Gandeng Kampus Top Jawa Barat, Bukan Janji Kosong
SADESA tidak berjalan sendiri. Untuk menjamin kualitas, Pemkab Tasikmalaya menggandeng perguruan tinggi negeri unggulan di Jawa Barat. Kerja sama resmi dilakukan dengan Universitas Padjadjaran (Unpad), Institut Teknologi Bandung (ITB), Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), serta Poltekkes Tasikamalaya.
Baca juga: Prestasi Nasional Kini Terhubung ke Beasiswa Kuliah Unggul
Kolaborasi ini membuka kesempatan nyata bagi anak desa Tasikmalaya untuk duduk di bangku kampus elite. Selain itu, langkah ini memperkuat kesiapan mereka bersaing secara nasional maupun global.
Dengan dukungan kampus ternama, SADESA bukan sekadar beasiswa. Program ini menjadi investasi jangka panjang SDM desa.
Beasiswa Penuh 8 Semester, Tanpa Setengah Jalan
Berbeda dari banyak program bantuan pendidikan, SADESA berjalan dengan komitmen penuh. Pemerintah daerah menanggung biaya kuliah sejak semester 1 hingga semester 8.
“Beasiswa ini bukan hadiah. Ini amanah,” kata Cecep.
Setiap desa hanya mengirim satu wakil per tahun. Skema ini menjaga keadilan sekaligus mendorong kompetisi sehat di tingkat desa. Meski begitu, Pemkab Tasikmalaya membuka peluang perluasan kuota.
“Tahun ini target 300 peserta. Jika APBD lebih baik, kita tambah. Bisa 350, bahkan lebih,” jelas Cecep.

Dengan pendekatan ini, satu sarjana diharapkan menjadi pemantik perubahan bagi ribuan warga desa lainnya.
Ada Syarat Penting: Lulus Harus Kembali ke Desa
SADESA tidak hanya membiayai kuliah, tetapi juga mengikat komitmen sosial. Setiap penerima beasiswa wajib kembali dan membangun desa kelahirannya.
Baca juga: Strategi Besar Ajax di Balik Transfer Maarten Paes
Cecep menegaskan bahwa ilmu tidak boleh berhenti di kota.
“Jangan sudah jadi dokter, insinyur, atau sarjana teknologi, lalu lupa desa asalnya.”
Lulusan SADESA diharapkan terlibat langsung dalam pembangunan desa, mulai dari pendidikan, ekonomi, layanan publik, hingga pengembangan potensi lokal.
Pendaftaran Dimulai dari Desa, Bukan Langsung ke Kabupaten
Berbeda dari program beasiswa lain, alur SADESA dimulai dari bawah. Calon peserta harus mendaftar melalui pemerintah desa. Mereka wajib melampirkan:
- Surat dukungan orang tua
- Pernyataan komitmen pribadi
- Rekam prestasi akademik
Berkas kemudian diteruskan ke kecamatan sebelum diverifikasi di tingkat kabupaten. Dengan cara ini, desa ikut bertanggung jawab menyeleksi calon terbaiknya.
Jadwal Seleksi dan Jalur Masuk Kuliah
Pemkab Tasikmalaya menargetkan pengumuman penerima SADESA pada Maret 2026, beriringan dengan seleksi masuk perguruan tinggi.
Peserta yang lolos SNBP langsung menerima pembiayaan sejak awal kuliah. Sementara itu, siswa yang belum berhasil masih memiliki peluang melalui SNBT. Selama ada bukti kelulusan di kampus mitra, beasiswa tetap diberikan penuh hingga lulus.
“Pemerintah hadir untuk membiayai. Namun, anak-anak desa harus siap berjuang dan belajar sungguh-sungguh,” tutup Cecep. (ARR)




