Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Nasional » BMKG Prediksi Hujan Lebat Melanda 15 Wilayah pada Pertengahan November 2025

BMKG Prediksi Hujan Lebat Melanda 15 Wilayah pada Pertengahan November 2025

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Sabtu, 8 Nov 2025
  • visibility 10
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

BMKG merilis prediksi hujan lebat pertengahan November yang berpotensi melanda 15 wilayah di Indonesia.


albadarpost.com, LENSA – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika memaparkan prediksi hujan lebat di 15 wilayah Indonesia pada dasarian II November 2025 atau periode 11–20 November. Peringatan dini ini disampaikan melalui ikhtisar cuaca harian BMKG pada Sabtu, 8 November 2025, setelah sejumlah indikator atmosfer menunjukkan penguatan aktivitas konvektif di berbagai wilayah.

BMKG menyampaikan prediksi hujan lebat yang berpotensi mengguyur 15 wilayah Indonesia pada pertengahan November. Peningkatan aktivitas konvektif, anomali samudera, hingga dinamika atmosfer skala besar dinilai dapat memicu curah hujan tinggi, yang berdampak pada potensi banjir, tanah longsor, dan gangguan aktivitas warga.

BMKG menyebut curah hujan pada periode tersebut diperkirakan berada pada kategori tinggi hingga sangat tinggi, lebih dari 150 mm per dasarian. Prediksi ini sekaligus menjadi peringatan bagi pemerintah daerah untuk meningkatkan kesiapsiagaan bencana hidrometeorologi, terutama di kawasan rawan banjir dan longsor.


Prediksi Hujan Lebat Dipicu Anomali Atmosfer dan Samudera

Dalam paparannya, BMKG menjelaskan beberapa faktor utama yang mendorong peningkatan intensitas hujan pada periode 11–20 November.

Pertama, kondisi ENSO tercatat berada di kategori negatif dengan indeks NINO 3.4 sebesar −0.84. Nilai tersebut menggambarkan pendinginan perairan Pasifik yang mendukung pembentukan awan hujan lebih mudah di wilayah Indonesia. Meskipun ENSO negatif cenderung meningkatkan peluang hujan, posisi SOI yang berada pada angka +14.2 ikut memperkuat aliran massa udara dari Pasifik tengah menuju barat, yang secara langsung meningkatkan peluang pertumbuhan awan konvektif.

Kedua, Dipole Mode Index menunjukkan nilai −1.94. Angka tersebut menandakan aliran massa udara dari Samudera Hindia timur Afrika menuju wilayah Indonesia semakin aktif. Kondisi ini memperkaya suplai uap air, terutama ke wilayah barat Indonesia, membuat potensi hujan lebat semakin besar.

Baca juga: Cuaca Ekstrem Indonesia Awal Tahun 2025: BMKG Peringatkan Hujan Lebat dan Angin Kencang

BMKG juga mencatat adanya anomali pada parameter Outgoing Longwave Radiation (OLR) yang mengindikasikan meningkatnya aktivitas pertumbuhan awan di sebagian Sumatera, Jawa, serta Papua bagian tengah dan selatan. Faktor lain termasuk pergerakan Madden Julian Oscillation (MJO) dan gelombang ekuator yang turut memperkuat pembentukan awan hujan.

Analisis daerah konvergensi memperlihatkan bahwa jalur pertemuan angin yang memicu pembentukan awan tebal terbentuk di berbagai wilayah, mulai dari Bengkulu, Sumatera Selatan, Lampung, Pulau Jawa, Bali, Kalimantan bagian barat hingga timur, Sulawesi Tenggara, Maluku, Maluku Utara, Papua Barat, Papua Tengah, Papua Pegunungan, hingga Papua Selatan.

Selain itu, analisis mikro skala menunjukkan kondisi labilitas atmosfera yang kuat di sejumlah daerah seperti Aceh, Sumatera Utara, Bengkulu, Jambi, Sumatera Selatan, dan Banten—kondisi yang mempermudah terbentuknya hujan intens.

BMKG menilai kombinasi seluruh faktor ini menempatkan pertengahan November sebagai periode krusial dalam siklus hujan 2025.


Wilayah dengan Risiko Tertinggi Menurut Prediksi Hujan Lebat

Merujuk pada hasil analisis atmosfer dan kelautan, BMKG mengidentifikasi 15 wilayah yang berpotensi mengalami hujan lebat selama dasarian II November 2025. Daerah-daerah ini diperkirakan menerima curah hujan tinggi hingga sangat tinggi, yang berpotensi menimbulkan gangguan aktivitas masyarakat dan risiko bencana.

Wilayah yang dimaksud meliputi:

• Kepulauan Bangka Belitung
• Sebagian kecil Sumatera Selatan
• Sebagian wilayah Banten
• Sebagian Jawa Barat
• Sebagian Jawa Tengah
• Sebagian Jawa Timur
• Bali
• Nusa Tenggara Barat
• Nusa Tenggara Timur
• Sebagian kecil Kalimantan Barat
• Sebagian kecil Kalimantan Tengah
• Sebagian kecil Kalimantan Timur
• Sebagian kecil Sulawesi Selatan
• Sebagian Maluku
• Sebagian kecil Papua Tengah

Data ini menjadi dasar bagi pemerintah daerah untuk menyiapkan mitigasi bencana, mulai dari kesiapan drainase, antisipasi banjir bandang, hingga penyediaan posko pengungsian jika diperlukan. BMKG juga merekomendasikan warga memantau kondisi cuaca harian karena intensitas hujan berpotensi berubah mengikuti perkembangan sistem cuaca.

BMKG menegaskan pentingnya kewaspadaan di wilayah yang memiliki topografi curam atau riwayat banjir musiman. Di beberapa daerah, kombinasi hujan lebat dan kondisi tanah jenuh sangat berpotensi memicu longsor. Sementara itu, kawasan urban di Jawa dan Sumatra diingatkan pada risiko genangan yang dapat mengganggu transportasi.

Dengan tren anomali atmosfer yang berlangsung sejak September, prediksi hujan lebat menjadi perhatian serius bagi sektor pertanian, transportasi udara, hingga logistik perkotaan. BMKG meminta kerja sama lintas sektor untuk memastikan mitigasi berjalan efektif.

BMKG memperingatkan potensi hujan lebat pertengahan November. Pemerintah daerah diminta sigap mengantisipasi banjir dan longsor di wilayah berisiko. (Red/Arrian)


  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • pengawasan pengadaan barang”

    Mukena dan Sarung Dikorupsi Pejabat dan Anggota DPRD

    • calendar_month Rabu, 7 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 12
    • 0Komentar

    Kasus korupsi mukena dan sarung Rp1,7 miliar menyoroti lemahnya pengawasan pengadaan barang pemerintah. albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Kasus dugaan korupsi pengadaan mukena dan sarung yang merugikan negara hingga Rp1,7 miliar kembali membuka persoalan klasik dalam tata kelola pemerintahan, khususnya lemahnya pengawasan pengadaan barang dan jasa. Perkara ini kini memasuki tahap persidangan setelah menyeret pejabat publik […]

  • Iran vs Israel militer

    Militer Iran vs Israel: Siapa Lebih Kuat?

    • calendar_month Minggu, 22 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 14
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DUNIA – Perbandingan Iran vs Israel militer selalu memicu perhatian global. Banyak orang bertanya, apakah kekuatan militer Iran lebih unggul dibanding militer Israel, atau justru sebaliknya. Faktanya, kedua negara memiliki keunggulan yang sangat berbeda, sehingga sulit menentukan pemenang secara sederhana. Di satu sisi, Iran unggul dalam jumlah dan strategi asimetris. Namun di sisi […]

  • Ilustrasi mahasiswa penerima beasiswa LPDP dengan latar bendera Indonesia dan dokumen kontrak kewajiban penerima beasiswa.

    Apa Itu Beasiswa LPDP dan Kewajibannya? Ini Penjelasan Lengkapnya

    • calendar_month Selasa, 24 Feb 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 12
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HUMANIORA – Isu mengenai alumni penerima LPDP kembali menjadi perhatian publik. Banyak warganet mempertanyakan, APA itu beasiswa LPDP dan kewajibannya, serta apa saja tanggung jawab moral dan administratif yang melekat pada penerima dana pendidikan negara tersebut. Pertanyaan tentang apa itu LPDP, aturan beasiswa LPDP, serta kewajiban penerima LPDP langsung menjadi kata kunci yang ramai […]

  • Ilustrasi pekerja laki-laki dan perempuan mencerminkan ketimpangan pengangguran berdasarkan data pengangguran BPS terbaru

    Data Pengangguran BPS Ungkap Ketimpangan Gender

    • calendar_month Kamis, 5 Feb 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 17
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Data pengangguran BPS kembali membuka potret yang tidak bisa diabaikan. Badan Pusat Statistik mencatat bahwa pengangguran di Indonesia masih didominasi laki-laki. Fakta ini menegaskan adanya ketimpangan gender yang terus bertahan di pasar kerja nasional. Per November 2025, jumlah pengangguran nasional mencapai jutaan orang. Dari angka tersebut, proporsi pengangguran laki-laki tercatat lebih […]

  • pemotongan bansos PKH

    Pendamping PKH di Pamekasan Diperiksa Usai Dugaan Pemotongan Bansos

    • calendar_month Kamis, 13 Nov 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 9
    • 0Komentar

    Kasus dugaan pemotongan bansos PKH di Pamekasan diselidiki. Pendamping diperiksa setelah warga melapor soal dana tak utuh diterima. albadarpost.com, HUMANIORA – Rabu, 12 November 2025, publik Pamekasan dihebohkan oleh dugaan pemotongan bansos PKH di Kecamatan Tlanakan, Jawa Timur. Seorang warga bernama Jumaati mengaku hanya menerima Rp1,2 juta dari total bantuan yang seharusnya Rp2,05 juta. Kasus […]

  • Prediksi pertandingan Arema FC vs Bali United Liga Indonesia di Stadion Kanjuruhan dengan analisis statistik performa kedua tim.

    Arema vs Bali United Malam Ini: Statistik Bicara, Siapa Lebih Siap?

    • calendar_month Jumat, 6 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 13
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Pertandingan prediksi Arema vs Bali United atau duel Arema melawan Bali United dalam lanjutan kompetisi Liga Indonesia diprediksi berlangsung sengit. Laga yang mempertemukan dua tim papan tengah ini menarik perhatian karena statistik performa keduanya menunjukkan tren yang berbeda namun sama kuat. Arema tampil solid saat bermain di kandang, sementara Bali United justru cukup tajam ketika menjalani laga […]

expand_less