Humaniora

Wisatawan Malaysia Terbanyak Kunjungi Indonesia pada 2025

Wisatawan Malaysia Terbanyak datang ke Indonesia sepanjang 2025, dominasi kunjungan ke Jakarta dan Bandung.

albadarpost.com, HUMANIORA – Arus Wisatawan Malaysia Terbanyak kembali menegaskan dominasi turis negeri jiran dalam daftar kunjungan mancanegara ke Indonesia. Data terbaru Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat hampir seperlima wisatawan asing yang masuk pada September 2025 berasal dari Malaysia, memperlihatkan ketergantungan kuat sektor pariwisata nasional pada pasar regional terdekat.


Wisatawan Malaysia Terbanyak Dominasi Kunjungan ke Jakarta dan Bandung

BPS mencatat 19,53 persen dari seluruh turis asing yang datang ke Indonesia pada September 2025 merupakan wisatawan asal Malaysia. Angka itu menempatkan Malaysia sebagai penyumbang terbesar kunjungan internasional pada tahun berjalan, ancang-ancang mencapai target ambisius 2,5 juta pengunjung sepanjang 2025. Hingga Agustus, realisasi kunjungan mencapai sekitar 1,6 juta wisatawan atau 67 persen dari target.

Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif menilai dua kota utama—Jakarta dan Bandung—tetap menjadi magnet bagi pasar Malaysia. Asisten Deputi Bidang Pemasaran Pariwisata Mancanegara I, Dedi Ahmad Kurnia, menyampaikan bahwa aksesibilitas dan daya tarik kota besar menjadi faktor utama. “Asal melihat pintu masuk kunjungan turis Malaysia, destinasi paling populer itu Jakarta. Bukan cuma ke Jakarta, tapi juga Bandung karena mereka wajib banget naik Whoosh,” ujarnya di sela Table Top Networking Familiarization Trip di Sumatera Barat, Kamis, 30 Oktober 2025.

Tren tersebut memperlihatkan bagaimana konektivitas berperan besar menggerakkan wisatawan. Sejak kehadiran kereta cepat Whoosh, Bandung menjadi salah satu destinasi favorit bagi turis muda dan keluarga dari Malaysia. Data dari PT KCIC menunjukkan, dari total 528.000 penumpang asing yang pernah menggunakan Whoosh, sekitar 225.000 atau 43 persen berasal dari Malaysia.

General Manager Corporate Secretary PT KCIC, Eva Chairunnisa, menyebut dominasi penumpang asal Malaysia sebagai bukti bahwa moda transportasi tersebut sudah menjadi bagian dari paket wisata yang ditawarkan agen perjalanan. Kepraktisan dan pengalaman baru dalam menjajal kereta cepat membuat jumlah penumpang Malaysia terus bertumbuh dari bulan ke bulan.


Pilihan Wisata Hingga Perubahan Pola Liburan Turis Malaysia

Managing Director Fairys Holiday Sdn Bhd, Norhaslina, menyebut Jakarta dan Bandung sebagai dua kota yang paling sering ia tuju bersama rombongan asal Malaysia. Ia telah berulang kali membawa tamu ke sejumlah kota besar, termasuk Yogyakarta serta Surabaya, namun Jakarta–Bandung tetap menjadi paket andalan. “Jakarta dan Bandung paling disukai banyak tamu-tamu saya dari Malaysia. Yogyakarta dan Surabaya juga menarik,” tuturnya.

Agensi perjalanan yang ia kelola menawarkan paket wisata Jakarta–Bandung seharga sekitar 2.550 ringgit Malaysia, termasuk tiket pesawat pulang-pergi, akomodasi, makan, dan tiket masuk tempat wisata. Norhaslina menjelaskan, rombongan muda kerap memilih Bandung untuk berburu tempat foto OOTD, pusat belanja, dan lokasi wisata yang tengah populer. Ia menambahkan bahwa sebagian wisatawan yang datang untuk menghadiri acara keluarga seperti pernikahan kerap memanfaatkan kesempatan untuk berbelanja kain atau pakaian dalam jumlah besar.

Baca juga: Raffi Ahmad Apresiasi Transformasi Nusakambangan Jadi Pusat Ketahanan Pangan dan Pembinaan Warga Binaan

Sementara itu, Faisal—General Manager JA Travel & Tours Sdn Bhd—menuturkan bahwa ia selalu memasukkan Batam, Jakarta, dan Bandung ke dalam daftar tujuan utama bagi wisatawan Malaysia yang menggunakan jasanya. Menurutnya, tiap kelompok usia memiliki preferensi yang berbeda. Wisatawan berusia lanjut lebih memilih pusat perbelanjaan dan aktivitas yang santai, sementara generasi muda cenderung mengejar lokasi yang tengah viral.

Faisal mengamati tren yang cukup menonjol dalam dua tahun terakhir. Kehadiran konten media sosial, khususnya TikTok, menjadi pendorong utama pergerakan wisatawan muda Malaysia. “Kalau orang Malaysia memang pengaruhnya sekarang dari TikTok, melihat tempat-tempat wisata menarik. Kalau ada tempat yang viral, mesti anak muda akan pergi,” katanya. Kecepatan informasi membuat destinasi wisata di Indonesia semakin mudah naik daun, terutama lokasi baru yang menawarkan pengalaman visual kuat.

Dominasi Malaysia dalam statistik pariwisata tahun ini sekaligus menunjukkan daya saing Indonesia sebagai tujuan wisata populer di Asia Tenggara, terutama bagi pasar keluarga dan generasi muda. Keberadaan moda transportasi modern seperti Whoosh turut memperkuat daya tarik rute wisata yang melibatkan Jakarta dan Bandung. Dengan dukungan paket perjalanan yang kompetitif, agen perjalanan Malaysia pun turut berperan mempertahankan arus kunjungan yang stabil.

Wisatawan Malaysia Terbanyak memperkuat posisi Indonesia sebagai tujuan favorit, terutama Jakarta dan Bandung yang tetap menjadi primadona pasar mancanegara. (Red/Arrian)


Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button