Berita Nasional

Kementerian PU Mulai Tol Getaci 2026, Akses Priatim Diperluas

Kementerian PU memastikan Tol Getaci dibangun 2026 untuk mempercepat akses dan konektivitas Priatim.

albadarpost.com, FOKUS – Kementerian Pekerjaan Umum memastikan pembangunan Tol Getaci akan dimulai pada 2026. Proyek jalan tol sepanjang 206,65 kilometer ini dinilai krusial untuk membuka keterisolasian wilayah Priangan Timur dan mempercepat konektivitas Jawa Barat–Jawa Tengah.

Kepastian ini penting bagi warga Priatim yang selama ini bergantung pada jalur arteri padat dan rawan kemacetan untuk aktivitas ekonomi, distribusi logistik, serta mobilitas harian.


Kepastian Pemerintah dan Skema Pengerjaan

Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo menegaskan komitmen pemerintah terhadap pembangunan Tol Getaci saat menghadiri apel siaga bencana di Kantor Direktorat Bina Teknik Jalan dan Jembatan Kementerian PU di Bandung, November 2025.

Dody menyatakan proyek ini menggunakan skema multi years, sehingga pengerjaan tidak terhenti setiap pergantian tahun anggaran. Skema tersebut dimaksudkan untuk menjaga kesinambungan konstruksi dan mencegah proyek mangkrak.

“Targetnya 2026 mulai dibangun. Proyek ini tetap berjalan sesuai rencana,” ujar Dody. Ia mengakui proses pembebasan lahan menjadi tantangan utama, namun dinilai masih dalam batas wajar proyek infrastruktur berskala besar.


Tol Getaci dan Tahapan Konstruksi

Pembangunan Tol Getaci akan dilaksanakan dalam dua tahap. Tahap pertama mencakup ruas Gedebage–Garut–Tasikmalaya dengan panjang sekitar 95 kilometer. Ruas ini diprioritaskan karena menjadi pintu masuk utama dari kawasan Bandung Raya menuju Priangan Timur.

Pada 2026, proyek tahap pertama akan masuk proses lelang, dilanjutkan dengan pekerjaan konstruksi. Pemerintah menargetkan ruas Gedebage–Tasikmalaya dapat beroperasi pada 2029.

Baca juga: Pemkab Garut Perluas Kerja Sama Keperawatan ke Jepang

Tahap kedua akan melanjutkan jalur dari Tasikmalaya menuju Ciamis, Kota Banjar, Pangandaran, hingga titik akhir di Cilacap, Jawa Tengah. Jika seluruh tahapan rampung, Tol Getaci akan menjadi salah satu tol terpanjang di Indonesia.


Analisis: Dampak bagi Wilayah Priangan Timur

Dari sisi kebijakan publik, Tol Getaci diproyeksikan menjadi tulang punggung baru konektivitas wilayah Priangan Timur. Selama ini, kawasan Garut, Tasikmalaya, hingga Pangandaran kerap tertinggal dalam akses infrastruktur dibanding wilayah utara Jawa Barat.

Keberadaan tol diharapkan memangkas waktu tempuh, menurunkan biaya logistik, serta meningkatkan daya tarik investasi. Sektor pariwisata Pangandaran dan sentra pertanian Priatim diprediksi menjadi penerima manfaat langsung.

Namun, pengalaman proyek tol sebelumnya menunjukkan bahwa keberhasilan tidak hanya ditentukan oleh konstruksi fisik. Penyelesaian pembebasan lahan, keterlibatan pemerintah daerah, serta pengawasan anggaran menjadi faktor penentu agar proyek tidak tersendat.


Proyek Prioritas Nasional

Menteri PU menyebut Tol Getaci sebagai bagian dari empat proyek jalan tol yang ditargetkan mulai dieksekusi dan beroperasi pada 2029. Pemerintah menempatkan proyek ini dalam agenda percepatan infrastruktur untuk mendukung pertumbuhan ekonomi regional.

Dengan panjang lebih dari 200 kilometer dan lintasan yang melewati banyak kabupaten/kota, Tol Getaci bukan sekadar proyek transportasi, tetapi instrumen kebijakan pembangunan wilayah.


Pembangunan Tol Getaci menjadi ujian konsistensi pemerintah dalam menghadirkan infrastruktur berkeadilan. Jika terealisasi sesuai jadwal, tol ini akan mengubah wajah konektivitas Priangan Timur.

Tol Getaci dipastikan dibangun 2026 dan diharapkan mempercepat konektivitas serta pertumbuhan ekonomi Priangan Timur. (Red/Asep Chandra)


Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button