Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Nasional » 9-2! Indonesia ke Final, Thailand Sudah Menunggu

9-2! Indonesia ke Final, Thailand Sudah Menunggu

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Jumat, 2 Okt 2026
  • visibility 91
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, BERITA NASIONAL — Indonesia ke final FIFA ASEAN Cup 2026 setelah menghancurkan Bangladesh 9-2 pada laga terakhir Grup A di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Kamis (1/10/2026). Kemenangan besar itu sekaligus memastikan Garuda finis sebagai juara Grup A dengan tujuh poin dan mengunci tiket ke pertandingan puncak.

Bukan sekadar menang, Indonesia menutup fase grup dengan pesta gol. Mitchell Baker mencetak lima gol, sedangkan Rizky Ridho, Justin Hubner, Luke Vickery, dan Kevin Diks masing-masing menyumbang satu gol. Bangladesh membalas dua kali melalui Mohammed Shariar Emon dan Farhaan Ali Wahid.

Kini, perhatian Garuda beralih ke satu pertandingan terakhir. Thailand sudah menunggu di final setelah mengalahkan Vietnam 2-0 pada laga Grup B di Stadion Si Jalak Harupat, Bandung.

Pesta Sembilan Gol Mengubah Persaingan Grup A

Indonesia memasuki laga terakhir Grup A dengan situasi yang belum sepenuhnya aman. Garuda dan Malaysia sama-sama mengoleksi empat poin sebelum pertandingan terakhir, sedangkan Singapura masih memiliki peluang untuk mengganggu persaingan. FIFA mencatat kondisi tersebut membuat dua pertandingan Grup A pada 1 Oktober menjadi penentu tiket final.

Karena itu, Indonesia membutuhkan hasil maksimal saat menghadapi Bangladesh.

Respons skuad Garuda datang dengan cara yang sangat terbuka: sembilan gol.

Indonesia sudah memimpin 6-1 pada babak pertama. Setelah jeda, tekanan tidak berhenti. Empat gol pada paruh pertama datang melalui Baker yang mencetak empat gol, Rizky Ridho, serta Justin Hubner, sementara dua gol tambahan kemudian melengkapi kemenangan menjadi 9-2.

Catatan pertandingan FIFA yang dikutip ANTARA mengonfirmasi Baker mencetak lima gol dalam laga tersebut. Rizky Ridho, Justin Hubner, Luke Vickery, dan Kevin Diks menjadi pencetak gol Indonesia lainnya.

Hasil tersebut menjadi sangat penting karena Malaysia juga menang telak 6-0 atas Singapura di Bandung. Kedua tim akhirnya sama-sama mengumpulkan tujuh poin dan memiliki selisih gol yang sama, tetapi Indonesia unggul dalam produktivitas gol sehingga menempati posisi pertama Grup A.

Dengan demikian, sembilan gol Indonesia bukan hanya mempercantik hasil pertandingan. Produktivitas tersebut ikut menentukan siapa yang berhak melangkah ke final.

Lima Gol Mitchell Baker Jadi Cerita Utama

Di tengah pesta gol tersebut, Mitchell Baker menjadi nama yang paling menonjol.

Lima kali Baker menjebol gawang Bangladesh. Catatan itu membuat kontribusinya mencapai lebih dari separuh total gol Indonesia dalam pertandingan tersebut.

Baker membuka pesta gol pada menit ke-11. Ia kembali mencetak gol pada menit ke-20, kemudian menambah dua gol lagi sebelum turun minum. Gol kelimanya hadir pada penghujung pertandingan.

Namun, Indonesia tidak bergantung kepada satu pencetak gol. Rizky Ridho, Justin Hubner, Luke Vickery, dan Kevin Diks ikut menyumbang gol sehingga kemenangan 9-2 memiliki distribusi pencetak gol yang lebih luas.

Fakta tersebut menjadi bagian menarik menjelang final. Indonesia datang bukan hanya dengan satu pemain yang sedang produktif, tetapi juga dengan beberapa pemain yang sudah membuktikan kemampuan mencetak gol pada pertandingan penentuan.

Thailand Sudah Menunggu di Final

Lawan Indonesia di final sudah diketahui sejak Thailand menaklukkan Vietnam 2-0 pada 29 September 2026.

Pertandingan di Stadion Si Jalak Harupat itu menjadi penentu bagi Thailand. Sarach Yooyen membuka keunggulan pada menit ke-10 melalui tembakan jarak jauh, kemudian Chaiyaphon Otton memastikan kemenangan lewat gol pada masa tambahan waktu.

Thailand pun memastikan tiket final dengan satu pertandingan fase grup tersisa. FIFA mencatat Thailand meraih dua kemenangan dari dua pertandingan pertamanya dan mencetak enam gol tanpa kebobolan sebelum menghadapi Filipina pada laga terakhir Grup B.

Artinya, final akan mempertemukan juara Grup A dan juara Grup B. Format turnamen memang menetapkan pemenang masing-masing grup sebagai finalis, tanpa semifinal.

Indonesia kini membawa modal berbeda. Garuda menutup fase grup dengan sembilan gol dalam satu pertandingan, sedangkan Thailand sudah menunjukkan catatan pertahanan yang solid pada dua laga awalnya.

Namun, seluruh catatan tersebut akan kembali ke titik nol ketika final dimulai.

Indonesia Vs Thailand, 5 Oktober di SUGBK

Pertandingan final FIFA ASEAN Cup 2026 dijadwalkan berlangsung Senin, 5 Oktober 2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta.

Jadwal resmi turnamen mencantumkan pertandingan final pada pukul 20.00 WIB. Perebutan tempat ketiga berlangsung lebih dahulu pada pukul 16.00 WIB.

Dengan demikian, perjalanan Indonesia di Grup A telah selesai. Garuda mengawali turnamen dengan kemenangan 2-0 atas Singapura, kemudian bermain imbang 0-0 melawan Malaysia, sebelum menutup fase grup dengan kemenangan 9-2 atas Bangladesh.

Tiga pertandingan tersebut menghasilkan tujuh poin dan cukup untuk membawa Indonesia ke pertandingan terakhir turnamen.

Kini tantangannya berbeda.

Thailand datang sebagai juara Grup B, sementara Indonesia datang dengan momentum kemenangan besar. Akan tetapi, final bukan sekadar kelanjutan dari fase grup. Satu pertandingan akan menentukan siapa yang membawa pulang trofi FIFA ASEAN Cup 2026 Divisi 1.

Bagi publik Indonesia, perhatian kini tertuju ke SUGBK.

Pesta sembilan gol sudah selesai. Perjalanan menuju final juga sudah tuntas.

Kini tinggal satu malam, satu lawan, dan satu trofi.

Bangladesh menjadi panggung pesta sembilan gol. Thailand akan menjadi ujian terakhir. Indonesia sudah membuka pintu final dengan 9-2—sekarang Garuda hanya punya satu pertandingan untuk mengubah pesta gol menjadi sejarah. (Red)

  • Penulis: redaktur
expand_less