Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Daerah » WNA Tasikmalaya, Keluarga Klaim Keluar Rp2,66 Miliar

WNA Tasikmalaya, Keluarga Klaim Keluar Rp2,66 Miliar

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Rabu, 26 Agt 2026
  • visibility 42
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, BERITA DAERAH — Kasus WNA Tasikmalaya menjadi perhatian setelah keluarga warga negara China berinisial YF mengklaim mengeluarkan sekitar USD150.000 atau sekitar Rp2,66 miliar selama proses penanganan hingga pemulangannya.

Menurut keluarga, pengeluaran tersebut berkaitan dengan upaya menangani penangkapan YF hingga proses pemulangan ke negara asal.

Keluarga juga menyatakan memiliki bukti transfer dari pihak keluarga kepada penerima tertentu sebagai dokumen pendukung transaksi.

Namun, keberadaan bukti transfer tersebut belum otomatis menjelaskan tujuan hukum atau status setiap pembayaran. Karena itu, rincian transaksi masih perlu dilihat secara lebih menyeluruh.

Berawal dari Penanganan Tiga WNA

Peristiwa tersebut bermula ketika nama YF muncul dalam proses permohonan paspor di salah satu KBIHU di Kabupaten Tasikmalaya.

Petugas kemudian melakukan penelusuran terhadap permohonan tersebut. YF bersama dua WNA lainnya selanjutnya ditemukan di sebuah hotel di Kota Tasikmalaya dan menjalani proses penanganan.

YF kemudian menjalani proses hingga akhirnya dipulangkan ke negara asalnya.

Dalam proses tersebut, keluarga menyebut adanya sejumlah pengeluaran. Total yang mereka klaim mencapai sekitar USD150.000.

Jika menggunakan kurs Rp17.703 per dolar AS sebagaimana dicantumkan dalam laporan sumber, jumlah itu setara sekitar Rp2,655 miliar atau dibulatkan menjadi Rp2,66 miliar.

Ada Bukti Transfer dari Keluarga

Keluarga YF menyatakan memiliki bukti transfer yang menunjukkan adanya transaksi dari pihak keluarga kepada penerima tertentu.

Dokumen tersebut menjadi salah satu dasar yang dapat digunakan untuk menelusuri pengeluaran yang mereka klaim terjadi selama proses penanganan.

Meski demikian, bukti transfer pada dasarnya menunjukkan bahwa sebuah transaksi terjadi.

Dokumen tersebut belum otomatis menjelaskan untuk apa pembayaran dilakukan atau apakah pembayaran tersebut merupakan biaya resmi, jasa profesional, kebutuhan pendukung, atau jenis pengeluaran lainnya.

Karena itu, setiap transaksi tetap membutuhkan konteks dan dokumen pendukung.

Sebagian Pembayaran Dipersoalkan

Menurut keluarga, tidak semua pengeluaran menjadi persoalan.

Mereka menyebut terdapat pembayaran yang memiliki dokumen pendukung, termasuk pembayaran berkaitan dengan jasa hukum. Namun, keluarga kemudian mempertanyakan sebagian pengeluaran lain karena menurut mereka tidak disertai penjelasan mengenai tujuan dan penggunaan dana secara jelas.

Kondisi tersebut membuat rincian pembayaran menjadi bagian penting yang masih perlu diklarifikasi.

Terlebih, nominal yang disebut mencapai miliaran rupiah.

Publik tentu akan lebih mudah memahami persoalan apabila setiap pembayaran dapat dijelaskan berdasarkan tanggal, nominal, penerima, serta tujuan penggunaannya.

Belum Ada Kesimpulan Mengenai Status Pembayaran

AlbadarPost tidak menyimpulkan bahwa seluruh pengeluaran tersebut merupakan pungutan ilegal atau diterima oleh institusi tertentu.

Begitu pula, keberadaan bukti transfer tidak otomatis menunjukkan adanya pelanggaran.

Status setiap pembayaran harus dilihat berdasarkan dokumen dan keterangan para pihak.

Karena itu, pihak yang berkaitan dengan transaksi tersebut perlu mendapatkan ruang untuk memberikan penjelasan.

Pendekatan ini penting agar pemberitaan tetap berimbang dan tidak mengubah klaim menjadi kesimpulan.

Menunggu Penjelasan Para Pihak

Kasus WNA China Tasikmalaya ini masih menyisakan sejumlah pertanyaan yang menarik untuk ditelusuri.

Berapa total pembayaran sebenarnya?

Siapa saja penerimanya?

Apa tujuan setiap transaksi?

Apakah seluruh pembayaran memiliki dokumen pendukung?

Dan bagaimana pihak-pihak terkait menjelaskan pengeluaran tersebut?

Pertanyaan itu menjadi bagian dari proses verifikasi yang dapat dikembangkan dalam pemberitaan berikutnya.

Untuk saat ini, fakta yang dapat disampaikan adalah adanya klaim keluarga mengenai pengeluaran sekitar USD150.000, serta adanya bukti transfer yang menurut keluarga mendukung sebagian transaksi tersebut.

Bukan Sekadar Soal Angka

Nilai Rp2,66 miliar tentu menjadi perhatian karena jumlahnya tidak kecil.

Namun, angka tersebut baru menjadi informasi yang utuh apabila rincian di baliknya dapat dijelaskan.

Karena itu, pemberitaan selanjutnya perlu bergerak dari klaim menuju verifikasi.

Angka Rp2,66 miliar membuka pertanyaan. Bukti transfer membuka jejak. Namun, penjelasan para pihaklah yang akan menentukan cerita sebenarnya. (Red)

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ayam Rica Rica

    Rahasia Ayam Rica Rica Pedas yang Bikin Tambah Nasi

    • calendar_month Sabtu, 18 Jul 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 126
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Sudah mencoba berbagai resep Ayam Rica Rica, tetapi bumbunya masih terasa kurang meresap? Banyak orang mengira jumlah cabai menjadi penentu utama kelezatan ayam rica-rica. Padahal, rahasia sebenarnya justru terletak pada cara mengolah bumbu dan waktu memasaknya. Dengan teknik yang tepat, ayam rica-rica rumahan bisa menghadirkan cita rasa pedas, gurih, dan harum rempah layaknya […]

  • Ilustrasi peta administrasi Indonesia dan perbandingan desentralisasi fiskal daerah di Asia Tenggara dengan ketergantungan pada pusat

    80% Daerah Masih Bergantung Pusat, Ini Masalah Serius Desentralisasi Fiskal

    • calendar_month Minggu, 3 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 188
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Perdebatan soal desentralisasi fiskal daerah kembali mengemuka setelah Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat (LPEM) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia menyoroti tingginya ketergantungan pemerintah daerah terhadap transfer pusat. Angkanya cukup mencolok. Sekitar 80 persen pembiayaan pembangunan daerah di Indonesia masih bertumpu pada pendapatan non-pajak, yang mayoritas berasal dari pemerintah pusat. Di atas […]

  • Bakti Kesehatan Polres Tasikmalaya

    Polres Tasikmalaya Hadirkan Khitanan dan Pengobatan Gratis

    • calendar_month Rabu, 17 Jun 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 128
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HUMANIORA – Bakti Kesehatan Polres Tasikmalaya menjadi salah satu wajah lain peringatan Hari Bhayangkara ke-80 di Kabupaten Tasikmalaya. Selain menghadirkan donor darah dan pengobatan gratis, kegiatan sosial yang berlangsung di Ruang Dokkes Mapolres Tasikmalaya, Rabu (17/6/2026), itu juga menyisakan kisah-kisah kecil yang menghangatkan hati. Mulai dari senyum para lansia yang mendapatkan layanan kesehatan hingga […]

  • Anggota DPRD Banjar

    Anggota DPRD Banjar Jadi Tersangka Dugaan Penipuan Investasi Dapur MBG

    • calendar_month Minggu, 19 Jul 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 96
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Dugaan penipuan berkedok investasi pembangunan dapur pendukung Program Makan Bergizi Gratis (MBG) menyeret seorang anggota DPRD Kota Banjar berinisial ARM ke proses hukum. Setelah penyidikan dinyatakan lengkap atau P-21 oleh Kejaksaan Negeri Kota Banjar, perkara tersebut kini memasuki tahap penuntutan. Kasus ini bermula dari dugaan penawaran investasi pembangunan Satuan Pelayanan Pemenuhan […]

  • Erwan Setiawan Dilaporkan

    Kronologi Erwan Setiawan Dilaporkan Kasus Dugaan Rp3 Miliar

    • calendar_month Minggu, 26 Jul 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 117
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Erwan Setiawan dilaporkan ke Polda Jawa Barat oleh seorang warga Karawang, Andri Somantri, terkait dugaan penipuan dan/atau penggelapan dana senilai Rp3.036.500.000. Laporan tersebut juga mencantumkan nama putra Erwan, Daffa Al Ghifar, serta Sherly Ingga Setiawati dan Indra Kardiansah. Hingga artikel ini diterbitkan, perkara masih berada dalam tahap penanganan kepolisian. Belum ada […]

  • car free night Puncak

    Car Free Night Puncak Diterapkan Polisi, Akses Wisata Ditutup

    • calendar_month Minggu, 21 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 198
    • 0Komentar

    Polisi menutup Jalur Puncak lewat car free night saat Tahun Baru demi tekan kepadatan lalu lintas. albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Kepolisian memberlakukan car free night Puncak pada malam pergantian Tahun Baru 2025 menuju 2026. Kebijakan ini menutup total akses kendaraan dari arah Jakarta menuju kawasan wisata Puncak, Kabupaten Bogor. Penutupan dilakukan untuk mengendalikan kepadatan lalu […]

expand_less