Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Daerah » 40 Pemilih Pemula Tasikmalaya Belajar Bedakan Fakta dan Hoaks

40 Pemilih Pemula Tasikmalaya Belajar Bedakan Fakta dan Hoaks

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Minggu, 6 Sep 2026
  • visibility 32
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, BERITA DAERAH – Sebanyak 40 pemilih pemula mengikuti Seminar Pendidikan Politik bagi Pemilih Pemula di Pesantren Tarbiyyatul Ummah, Sindangwangi, Cibunigeulis, Kecamatan Bungursari, Kota Tasikmalaya, Minggu, 6 September 2026.

Kegiatan tersebut mengangkat tema “Kenapa Suaramu Penting? Cerdas Memilih untuk Pemula”. Selain mengenalkan politik dan demokrasi, peserta mendapat pembekalan tentang cara mengenali informasi politik, menilai kandidat, serta membedakan fakta dan hoaks di tengah derasnya arus informasi media sosial.

Acara dibuka oleh Kepala Bidang Kesatuan Bangsa Kesbangpol Kota Tasikmalaya, H. Ajat Sudrajat, S.Sos.I. yang hadir mewakili KPU Provinsi Jawa Barat dan Kesbangpol Jawa Barat.

Kehadiran unsur pemerintahan dalam pembukaan tersebut memberi pesan bahwa pendidikan politik bagi generasi yang baru menggunakan hak pilih tidak cukup hanya berbicara tentang pencoblosan. Pemilih muda juga membutuhkan kemampuan memahami informasi sebelum menentukan pilihan.

Ajat Sudrajat: Pemilih Muda Perlu Cerdas Menggunakan Hak Suara

Dalam pembukaan kegiatan, Ajat Sudrajat menyampaikan pentingnya memberikan pemahaman politik sejak pemilih memasuki usia pemilu.

“Pemilih pemula harus memahami bahwa satu suara memiliki arti dalam proses demokrasi. Karena itu, jangan menentukan pilihan hanya karena ikut teman, popularitas, tren, atau informasi yang belum jelas kebenarannya. Gunakan hak pilih dengan cerdas dan bertanggung jawab.”

Menurut Ajat, pendidikan politik juga perlu berjalan beriringan dengan literasi digital. Sebab, pemilih muda saat ini berhadapan dengan berbagai bentuk informasi politik yang beredar sangat cepat melalui media sosial.

“Di era digital, masyarakat khususnya pemilih pemula harus mampu memilah informasi. Jangan langsung percaya terhadap sebuah berita atau konten politik sebelum memeriksa sumber dan kebenarannya.” ujar Ajat.

Ketua Yayasan: Pendidikan Politik Harus Membentuk Sikap Bertanggung Jawab

Sementara itu, Ketua Yayasan Pendidikan Islam Tarbiyatul Ummah, Drs. H. Otong Koswara, M.Si., turut memberikan sambutan dalam kegiatan tersebut.

Dalam konteks pendidikan, seminar ini menjadi ruang untuk memperkenalkan demokrasi kepada generasi muda dengan pendekatan yang dekat dengan kehidupan mereka.

“Kami menyambut baik kegiatan pendidikan politik bagi pemilih pemula ini. Anak-anak kita perlu memahami bahwa menjadi warga negara bukan hanya memiliki hak, tetapi juga memiliki tanggung jawab.” kata H. Otong.

Ia juga dapat menekankan pentingnya membangun sikap kritis tanpa kehilangan etika ketika menghadapi perbedaan pilihan politik.

“Dalam konteks kebangsaan, kita boleh berbeda pilihan politik, tetapi tetap satu Indonesia. Perbedaan harus dikelola dengan ilmu, kedewasaan, dan saling menghormati. Inilah semangat Bhineka Tunggal Ika.” demikian kata mantan Ketua DPRD Kota Tasikmalaya ini.

Dari Arti Satu Suara hingga Bahaya Hoaks

Seminar dirancang dalam tiga sesi pembelajaran. Setiap sesi menggabungkan pemaparan materi dengan diskusi serta kuis atau permainan interaktif.

Pada sesi pertama, peserta membahas “Kenapa Suaramu Penting?”. Materinya mencakup pengertian dasar politik dan demokrasi, hak dan tanggung jawab warga negara, serta alasan pemilih pemula perlu peduli terhadap proses demokrasi.

Peserta kemudian diajak mengikuti simulasi “Kalau Aku Jadi Pemilih…”.

Melalui simulasi tersebut, peserta menghadapi sejumlah situasi sederhana terkait pilihan politik. Mereka kemudian diminta menentukan sikap sekaligus menjelaskan alasan di balik keputusan tersebut.

Pendekatan ini membuat peserta tidak hanya menerima teori. Mereka juga diajak berpikir dan mengambil keputusan.

Jangan Pilih Kandidat Hanya Karena Populer

Sesi kedua membawa peserta pada tema “Cerdas Memilih, Jangan Asal Pilih”.

Materi diarahkan pada cara mengenali kandidat berdasarkan visi, program, dan rekam jejak. Panitia juga memasukkan pembahasan mengenai perbedaan antara popularitas dan kapasitas.

Hal tersebut menjadi penting bagi pemilih pemula karena pilihan politik dapat muncul dari berbagai pengaruh di sekitar mereka.

Teman, keluarga, tren media sosial, hingga fanbase dapat membentuk persepsi. Karena itu, peserta didorong untuk melihat informasi secara lebih rasional sebelum menentukan pilihan.

Selanjutnya, permainan “Siapa yang Layak Dipilih?” digunakan untuk melatih peserta menilai profil kandidat berdasarkan kriteria yang telah ditentukan.

Satu Klik Bisa Mengubah Persepsi

Bagian yang paling dekat dengan kehidupan digital peserta muncul pada sesi ketiga.

Tema yang diangkat adalah “Jangan Sampai Suaramu Dipengaruhi Hoaks”.

Peserta mendapatkan materi mengenai pengaruh media sosial terhadap opini politik, berita palsu, judul provokatif, potongan video, dan informasi menyesatkan. Mereka juga diajak memahami pentingnya memeriksa informasi sebelum percaya dan membagikannya.

Dalam permainan “Fakta atau Hoaks?”, peserta menilai contoh konten politik fiktif. Mereka kemudian menentukan apakah informasi tersebut termasuk fakta, hoaks, atau belum terbukti.

Dengan metode itu, literasi digital tidak berhenti pada teori.

Peserta belajar bahwa sebuah informasi politik perlu diperiksa sebelum dijadikan dasar mengambil keputusan.

Pendidikan Politik Tidak Berhenti di Bilik Suara

Panitia menyusun kegiatan ini dengan sasaran lebih luas daripada sekadar meningkatkan kesadaran menggunakan hak pilih.

Kegiatan ini bertujuan diantaranya memberikan pemahaman dasar mengenai politik, demokrasi, hak dan tanggung jawab pemilih; mendorong pemilih pemula agar tidak apatis; serta membekali peserta agar mampu mengenali kandidat berdasarkan informasi, program, dan rekam jejak.

Selain itu, peserta diarahkan untuk mengenali informasi politik yang membutuhkan verifikasi. Panitia juga menargetkan terbentuknya sikap kritis, rasional, dan tetap menghargai perbedaan pilihan.

Karena itu, pesan utama kegiatan ini sebenarnya sederhana.

Menjadi pemilih bukan sekadar datang ke TPS. Pemilih juga harus tahu mengapa ia memilih.

Bagi generasi muda yang tumbuh bersama internet, kemampuan tersebut semakin penting. Sebab, sebelum sampai di bilik suara, pilihan seseorang bisa lebih dahulu dibentuk oleh apa yang ia lihat, baca, dengar, dan percayai di layar ponselnya.

Demokrasi tidak hanya membutuhkan pemilih yang datang ke TPS. Demokrasi membutuhkan pemilih yang datang dengan pikiran yang jernih. Sebab, satu suara memang kecil ketika sendirian—tetapi ketika jutaan suara memilih tanpa memeriksa fakta, masa depan bisa ditentukan oleh informasi yang salah. (Red)

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ilustrasi madu dalam Al-Qur’an Surah An-Nahl ayat 69 sebagai syifa dan tanda kebesaran Allah.

    Fakta Madu dalam Al-Qur’an yang Jarang Diketahui

    • calendar_month Rabu, 4 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 234
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Madu dalam Al-Qur’an bukan sekadar simbol manisnya kehidupan, melainkan disebut langsung sebagai syifa atau obat. Dalam Surah An-Nahl ayat 68-69, Allah menjelaskan asal-usul madu, warnanya yang beragam, serta khasiatnya bagi manusia. Selain itu, ayat ini juga menjadi bukti kebesaran-Nya bagi siapa saja yang mau berpikir. Karena itu, pembahasan tentang madu sebagai penyembuh […]

  • tafsir bersyukur

    Tafsir Syukur dalam Al-Qur’an: Cara Sederhana Mengundang Rezeki

    • calendar_month Jumat, 10 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 207
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Tafsir bersyukur menjadi topik yang selalu relevan, terutama saat banyak orang mencari ketenangan hidup. Dalam Islam, makna bersyukur, tafsir syukur, dan keutamaan bersyukur tidak hanya sebatas ucapan, tetapi juga tindakan nyata. Karena itu, memahami tafsir ayat tentang bersyukur membantu seseorang meraih kebahagiaan yang lebih dalam sekaligus memperkuat hubungan dengan Allah. Mengapa Bersyukur […]

  • Patroli Malam Polsek Purwaharja

    Patroli Malam Polsek Purwaharja Jangkau Perbatasan Jabar-Jateng

    • calendar_month Minggu, 12 Jul 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 101
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Saat sebagian besar warga mulai beristirahat, personel Patroli Malam Polsek Purwaharja justru bergerak menyusuri sejumlah kawasan permukiman hingga wilayah perbatasan Jawa Barat dan Jawa Tengah. Langkah preventif itu tidak sekadar menunjukkan kehadiran polisi di tengah masyarakat, tetapi juga memperkuat sinergi antara aparat dan warga dalam menjaga keamanan lingkungan. Patroli dialogis tersebut […]

  • Mobil Daihatsu Sigra abu-abu terparkir di Jalan KHZ Mustofa Tasikmalaya saat polisi melakukan olah TKP penemuan jenazah anggota polisi.

    Fakta Baru! Pria Meninggal Dalam Mobil di KHZ Mustofa Seorang Polisi

    • calendar_month Kamis, 30 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 199
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Suasana pagi di Jalan KHZ Mustofa, Kota Tasikmalaya, mendadak berubah tegang pada Kamis, 30 April 2026. Warga yang sejak subuh penasaran dengan sebuah mobil Daihatsu Sigra abu-abu akhirnya dikejutkan fakta memilukan. Pria yang ditemukan meninggal di dalam mobil tersebut ternyata seorang anggota polisi aktif dari Polsek Langensari Kota Banjar. Korban diketahui […]

  • Komcad 2026

    Komcad Matra Udara 2026 Dibuka, Daftarnya Gratis

    • calendar_month Senin, 22 Jun 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 208
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Di tengah rutinitas kuliah, pekerjaan, dan berbagai aktivitas sehari-hari, sebagian anak muda Indonesia mulai mencari pengalaman yang berbeda. Ada yang mengikuti pelatihan keterampilan, aktif di organisasi, sementara sebagian lainnya mulai melirik Komcad 2026 atau pendaftaran Komponen Cadangan Matra Udara 2026. Kesempatan bergabung dengan Komcad Matra Udara 2026 tersebut masih terbuka. Program […]

  • Anak Punk Bekasi

    Kasus Anak Punk Bekasi Masuk Babak Baru

    • calendar_month Jumat, 24 Jul 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 74
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Kasus Anak Punk Bekasi kembali mengalami perkembangan. Setelah menetapkan seorang tersangka dalam perkara penusukan yang menewaskan Faisal Anwar (FA), polisi kini menetapkan dua tersangka lain dalam dugaan pengeroyokan yang terjadi sebelum korban kehilangan nyawanya. Selain memeriksa sejumlah saksi, penyidik juga menjadikan video viral yang beredar di media sosial sebagai salah satu […]

expand_less