Berita Daerah

BPBD Tasikmalaya Percepat Pemangkasan Pohon di Jalan Nasional

BPBD Kabupaten Tasikmalaya percepat pemangkasan pohon di jalan nasional untuk mengurangi ancaman saat cuaca ekstrem.

albadarpost.com, LENSA – Hujan yang kian sering turun dalam beberapa pekan terakhir mendorong BPBD Kabupaten Tasikmalaya mempercepat pemangkasan pohon di sepanjang ruas jalan nasional. Langkah ini diputuskan setelah keluhan warga semakin banyak, terutama mengenai pohon-pohon besar yang dinilai rawan tumbang saat angin kencang. Ancaman itu bukan hal baru, tetapi intensitas cuaca ekstrem membuat risiko kian nyata bagi pengguna jalan.

Keputusan tersebut disepakati dalam rapat koordinasi lintas sektor pada Jumat, 5 Desember 2025, pukul 13.00 WIB. Pertemuan digelar menindaklanjuti laporan masyarakat serta permohonan resmi dari Satuan Kerja Pelaksanaan Jalan Nasional (Satker PJN) Provinsi Jawa Barat agar penanganan dilakukan segera. Rapat itu menjadi respons langsung terhadap situasi yang dianggap mendesak.

“Warga sudah lama resah. Setiap kali hujan deras, mereka khawatir melintas karena pohonnya condong dan mudah patah,” kata seorang pejabat yang terlibat dalam koordinasi tersebut. Pernyataan itu mencerminkan tekanan publik yang selama ini terasa namun belum tertangani secara sistematis.


Evaluasi Risiko dan Rencana Pemangkasan Pohon

Kabupaten Tasikmalaya berada pada wilayah rawan cuaca ekstrem, terutama pada November hingga Februari. Pada periode ini, hujan disertai angin kencang sering muncul secara tiba-tiba. Kondisi itu membuat pohon-pohon besar di tepi jalan nasional menjadi potensi bahaya. Di beberapa titik, cabangnya menjulur rendah dan sebagian batang terlihat rapuh.

BPBD menyimpulkan bahwa pemangkasan pohon harus dilakukan secara terukur dengan mengutamakan keselamatan pengguna jalan. Prosesnya akan melibatkan beberapa unsur: BPBD, Satker PJN, Dinas Lingkungan Hidup, kepolisian, dan pihak kecamatan. Pendekatan kolaboratif dipilih agar penanganan cepat tanpa mengganggu arus lalu lintas.

Analisis awal menunjukkan sedikitnya empat segmen jalan memiliki tingkat kerawanan tinggi. Kriteria yang dipakai meliputi usia pohon, posisi terhadap badan jalan, dan riwayat insiden pada musim penghujan sebelumnya. Evaluasi ini menjadi dasar agar pemangkasan dilakukan tepat sasaran, bukan sekadar rutinitas tahunan.

Baca juga: KPK Gelar Hakordia 2025 untuk Perkuat Gerakan Antikorupsi Nasional


Respons Warga dan Dampak pada Keamanan Publik

Keluhan warga ikut memperkuat urgensi pemangkasan pohon. Mereka menilai kondisi itu sudah lama terabaikan. “Kami perlu rasa aman saat lewat. Kalau hujan besar dan angin turun tiba-tiba, itu bikin takut,” ujar seorang warga di wilayah Cihideung.

Dengan adanya rencana pemangkasan pohon terjadwal, BPBD berharap risiko kecelakaan dapat ditekan. Pengguna jalan nasional—terutama pekerja harian, pedagang, dan angkutan umum—menjadi kelompok yang paling sering terpapar bahaya. Jalan nasional di Tasikmalaya bukan hanya jalur lokal, tetapi juga konektor ekonomi antardaerah yang vital.

Pemangkasan juga diperkirakan mengurangi gangguan lalu lintas ketika hujan deras melanda. Selama ini, pohon tumbang sering menutup sebagian lajur dan menimbulkan kemacetan panjang. Langkah pencegahan dianggap lebih efisien daripada penanganan setelah kejadian.

Pemangkasan pohon di Tasikmalaya dipercepat untuk menekan risiko kecelakaan saat cuaca ekstrem dan meningkatkan keamanan pengguna jalan. (Red/Asep Chandra)


Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button