Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Daerah » Rp296 Miliar Dipertanyakan, Jalan Selatan Garut Dapat Rp2,5 Miliar

Rp296 Miliar Dipertanyakan, Jalan Selatan Garut Dapat Rp2,5 Miliar

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Kamis, 20 Agt 2026
  • visibility 56
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

AlbadarPost.com, BERITA DAERAH — Persoalan jalan rusak Garut Selatan memasuki babak baru setelah ratusan warga yang tergabung dalam Gerakan Masyarakat Banjarwangi Singajaya Peundeuy (Gema BSP) mendatangi Gedung DPRD Kabupaten Garut, Kamis (20/8/2026).

Massa membawa persoalan ruas Banjarwangi–Singajaya–Peundeuy yang menurut mereka telah mengalami kerusakan selama sekitar 11 tahun. Namun, aksi tersebut tidak berhenti pada tuntutan perbaikan. Warga juga mempertanyakan prioritas anggaran jalan Garut, termasuk angka sekitar Rp296 miliar yang mereka sebut sebagai total anggaran jalan daerah.

Menariknya, audiensi tersebut kemudian menghasilkan komitmen awal. Ruas jalan yang menjadi tuntutan warga mendapat alokasi Rp2,5 miliar dalam APBD Perubahan 2026 untuk penanganan awal. Selain itu, terdapat komitmen untuk menuntaskan pembangunan ruas Banjarwangi–Singajaya–Peundeuy pada 2027.

Perkembangan itu membuat persoalan jalan di Garut Selatan tidak lagi sekadar cerita tentang jalan rusak. Kini publik menunggu apakah komitmen anggaran tersebut benar-benar berubah menjadi pekerjaan fisik di lapangan.

11 Tahun Jalan Rusak, Warga Bawa Persoalan ke DPRD

Ketua Gema BSP Alan Muhtar mengatakan masyarakat tidak meminta jalan mewah. Mereka, menurutnya, hanya membutuhkan akses yang aman dan layak.

Ia menyebut kerusakan jalan telah berlangsung sekitar 11 tahun dan berdampak terhadap berbagai aktivitas masyarakat.

“11 tahun tak kunjung diperbaiki, melumpuhkan alur distribusi hasil tani, memutus akses anak sekolah sampai menghambat evakuasi medis.”

Keluhan tersebut menunjukkan bahwa persoalan jalan Banjarwangi-Singajaya-Peundeuy berkaitan langsung dengan mobilitas warga.

Bagi masyarakat di kawasan yang aktivitas ekonominya banyak bergantung pada pertanian, kondisi jalan ikut menentukan kelancaran distribusi hasil produksi. Selain itu, akses menuju sekolah dan fasilitas kesehatan juga membutuhkan infrastruktur yang dapat digunakan secara layak.

Karena itu, tuntutan warga tidak semata-mata menyangkut permukaan jalan yang rusak. Mereka meminta kepastian mengenai kapan pemerintah memperbaiki ruas tersebut dan bagaimana pembiayaannya.

Rp296 Miliar Jadi Sorotan, Rp2,5 Miliar Muncul sebagai Respons

Salah satu persoalan yang dibawa Gema BSP adalah soal prioritas anggaran.

Menurut Alan, anggaran jalan daerah mencapai sekitar Rp296 miliar, tetapi ia menilai wilayah selatan belum mendapatkan porsi yang dianggap memadai.

Pernyataan tersebut merupakan pandangan Gema BSP. Karena itu, angka dan pembagian anggaran tersebut masih perlu dijelaskan secara resmi oleh pemerintah daerah agar publik memperoleh gambaran utuh mengenai struktur belanja jalan Kabupaten Garut.

Pertanyaan yang muncul pun cukup sederhana: dari total anggaran tersebut, berapa yang dialokasikan untuk Garut Selatan, ruas mana saja yang menjadi prioritas, dan apa dasar pemerintah menentukan urutan pengerjaannya?

Namun, setelah audiensi pada Kamis, muncul perkembangan baru.

Gema BSP menyampaikan bahwa pemerintah dan DPRD menyepakati Rp2,5 miliar pada APBD Perubahan 2026 untuk penanganan awal ruas Banjarwangi–Singajaya–Peundeuy. Menurut Alan, dana tersebut akan digunakan terlebih dahulu untuk penambalan.

Dengan demikian, tuntutan warga setidaknya menghasilkan perubahan dari tidak adanya alokasi yang mereka persoalkan menjadi munculnya anggaran penanganan awal.

Tetapi Rp2,5 miliar bukan berarti seluruh persoalan selesai.

Target 2027 Jadi Ujian Berikutnya

Hal yang lebih penting dari angka Rp2,5 miliar adalah komitmen untuk melanjutkan pembangunan pada 2027.

Menurut keterangan Gema BSP setelah audiensi, kesepakatan tersebut dituangkan dalam berita acara dan mencantumkan target penyelesaian ruas Banjarwangi–Singajaya–Peundeuy pada 2027. Sumber pembiayaan juga dapat melibatkan pemerintah pusat, provinsi, maupun daerah.

Target tersebut menjadi titik penting bagi masyarakat.

Sebab, warga bukan hanya membutuhkan penambalan sementara. Mereka menginginkan jalan yang dapat digunakan secara aman dan mendukung aktivitas ekonomi serta pelayanan dasar.

Di sisi lain, pemerintah sebelumnya memang telah mengupayakan dukungan dari pemerintah pusat melalui program Instruksi Presiden Jalan Daerah (IJD). Pemerintah Kabupaten Garut juga telah menyampaikan rencana penanganan infrastruktur di kawasan selatan.

Artinya, penanganan ruas tersebut memiliki beberapa sumber intervensi. Tantangannya sekarang adalah memastikan setiap program saling melengkapi, bukan berjalan terpisah.

Dari Jalan Rusak ke Persoalan Prioritas Pembangunan

Aksi Gema BSP memperlihatkan bahwa jalan rusak Garut Selatan telah berkembang menjadi isu kebijakan publik.

Warga tidak hanya meminta aspal baru. Mereka mempertanyakan bagaimana pemerintah menentukan prioritas pembangunan ketika kebutuhan infrastruktur di berbagai wilayah sama-sama besar.

Karena itu, angka Rp296 miliar perlu ditempatkan secara proporsional.

AlbadarPost tidak menyimpulkan bahwa anggaran tersebut telah dibagi secara tidak adil. Penilaian tersebut berasal dari Gema BSP dan masih membutuhkan penjelasan pemerintah daerah.

Justru di sinilah transparansi menjadi penting.

Pemkab Garut dapat menjelaskan total anggaran jalan, rincian alokasi per program, ruas yang masuk prioritas, serta alasan teknis dan fiskal di balik penentuan tersebut.

Dengan data itu, publik dapat menilai apakah distribusi anggaran memang sudah sejalan dengan tingkat kerusakan dan kebutuhan masyarakat.

Sementara itu, DPRD memiliki posisi strategis untuk memastikan komitmen yang muncul dalam audiensi tidak berhenti sebagai dokumen.

Rp2,5 Miliar Bukan Garis Akhir

Bagi warga Banjarwangi, Singajaya, dan Peundeuy, munculnya Rp2,5 miliar tentu menjadi perkembangan penting. Namun, angka tersebut baru merupakan penanganan awal, bukan penyelesaian keseluruhan persoalan jalan.

Karena itu, perhatian publik selanjutnya akan tertuju pada pelaksanaan APBD Perubahan 2026.

Kapan pekerjaan dimulai? Berapa panjang ruas yang dapat ditangani? Bagaimana kualitas pekerjaannya? Dan apakah target penyelesaian 2027 benar-benar dapat dicapai?

Pertanyaan tersebut akan menentukan apakah audiensi Gema BSP menghasilkan perubahan nyata atau hanya menjadi satu episode dalam panjangnya persoalan infrastruktur Garut Selatan.

Pada akhirnya, masyarakat tidak membutuhkan angka anggaran semata. Mereka membutuhkan jalan yang benar-benar bisa digunakan.

Rp296 miliar boleh menjadi angka dalam dokumen anggaran. Rp2,5 miliar boleh menjadi langkah awal. Tetapi bagi warga Banjarwangi, Singajaya, dan Peundeuy, ukuran keberhasilannya sederhana: kapan jalan yang selama bertahun-tahun mereka keluhkan benar-benar kembali layak dilalui? (GZ)

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • HUT RI ke-81 Ciamis

    HUT RI ke-81 Ciamis, Herdiat Tekankan Pembangunan

    • calendar_month Senin, 17 Agt 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 37
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – HUT RI ke-81 Ciamis menjadi momentum bagi Bupati Ciamis Dr. H. Herdiat Sunarya untuk mengingatkan kembali makna kemerdekaan dalam kehidupan masyarakat. Dalam upacara peringatan 17 Agustus 2026 di Taman Lokasana Ciamis, Herdiat menekankan bahwa kemerdekaan bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan amanah untuk melanjutkan perjuangan melalui pembangunan dan pelayanan terbaik. Pesan tersebut […]

  • Wakil Bupati Tasikmalaya menghadiri rapat koordinasi perlindungan LP2B dan lahan sawah produktif di Jakarta.

    87 Persen Lahan Sawah Masuk LP2B, Tasikmalaya Perkuat Ketahanan Pangan

    • calendar_month Kamis, 30 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 148
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya mulai memperkuat pembahasan terkait LP2B Tasikmalaya atau Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan sebagai langkah menjaga ketahanan pangan daerah. Isu perlindungan lahan sawah produktif menjadi perhatian serius di tengah meningkatnya tekanan alih fungsi lahan untuk permukiman dan pembangunan infrastruktur. Pembahasan mengenai lahan baku sawah Tasikmalaya itu mengemuka dalam Rapat Koordinasi […]

  • Indonesia vs Singapura

    Bukan Statistik, Ini Pelajaran Besar dari Indonesia vs Singapura

    • calendar_month Sabtu, 8 Agt 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 54
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DUNIA – Indonesia vs Singapura berakhir imbang 1-1 dalam laga yang menentukan langkah menuju final. Hasil tersebut membuat Timnas Indonesia gagal melaju, sementara Singapura memastikan tiket ke partai puncak untuk menghadapi Vietnam yang sebelumnya menang 3-1 atas Kamboja. Hasil akhir itu memunculkan satu pertanyaan besar di kalangan suporter. Bagaimana mungkin Timnas Garuda mampu […]

  • Evakuasi Hape

    Hape Jatuh ke Got Tengah Malam, Damkar Ciamis Bergerak Cepat

    • calendar_month Minggu, 31 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 139
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Tidak semua panggilan ke petugas pemadam kebakaran berhubungan dengan kobaran api. Di Ciamis, sebuah operasi evakuasi hape atau ponsel yang jatuh ke dalam saluran got justru menjadi salah satu aksi penyelamatan yang menarik perhatian pada dini hari. Peristiwa itu terjadi Minggu (31/5/2026) sekitar pukul 01.45 WIB di kawasan dekat Ganesha Operation […]

  • Ledakan SMAN 72

    Terduga Pelaku Ledakan SMAN 72 Kelapa Gading Diidentifikasi Polisi

    • calendar_month Jumat, 7 Nov 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 237
    • 0Komentar

    Polisi telah mengidentifikasi terduga pelaku Ledakan SMAN 72 dan terus mendalami motif serta jaringan terkait. albadarpost.com, LENSA – Penyelidikan atas Ledakan SMAN 72 di Kelapa Gading, Jakarta Utara, bergerak cepat. Kepolisian memastikan sudah mengantongi identitas terduga pelaku dan kini tengah mendalami berbagai aspek penting terkait aksi yang mengguncang sekolah negeri tersebut pada Jumat, 7 November […]

  • wawasan kebangsaan

    Pemkab Ciamis Perkuat Wawasan Kebangsaan ASN

    • calendar_month Jumat, 12 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 194
    • 0Komentar

    Pemkab Ciamis memperkuat wawasan kebangsaan ASN sebagai upaya menjaga persatuan dan mencegah ancaman sosial. albadarpost.com, CAKRAWALA – Pemerintah Kabupaten Ciamis kembali menegaskan pentingnya wawasan kebangsaan di tubuh aparatur sipil negara. Kebijakan ini tak hanya bertumpu pada seremonial, tetapi diarahkan pada penguatan kapasitas ASN sebagai perekat sosial di tengah ancaman narkoba dan meningkatnya intoleransi. Penguatan Nilai […]

expand_less