Ketika Kuburan Gaza Tak Lagi Aman

albadarpost.com, BERITA DUNIA – Militer Israel menggali sejumlah area pemakaman warga Palestina di Jalur Gaza dalam rangkaian operasi militernya. Tindakan tersebut memicu kecaman warga setempat karena merusak makam dan menghilangkan jejak jenazah anggota keluarga mereka.
Peristiwa itu terjadi di beberapa lokasi pemakaman, termasuk di wilayah timur Kota Gaza. Sejumlah saksi mata menyebutkan alat berat militer dikerahkan untuk menggali tanah di area makam. Akibatnya, ratusan kuburan dilaporkan rusak, sementara posisi jenazah tidak lagi diketahui secara pasti.
Salah satu warga Gaza, Fatima Abdullah, mengaku kehilangan makam ayahnya setelah area pemakaman tempat ia dimakamkan digali. Ia mengatakan tidak menerima pemberitahuan apa pun sebelum penggalian dilakukan. “Kami datang untuk berziarah, tetapi makam itu sudah tidak ada,” ujarnya kepada media setempat.
Operasi Militer Israel Rusak Area Pemakaman
Menurut laporan sejumlah media internasional, penggalian pemakaman dilakukan militer Israel dalam upaya mencari jenazah tentaranya yang hilang sejak konflik bersenjata meningkat. Namun, langkah tersebut berdampak langsung pada warga sipil karena pemakaman yang digali merupakan makam umum masyarakat Gaza.
Baca juga: Menu MBG Ramadan: Ini yang Diterima Siswa Berpuasa dan Tidak
Warga menyebut tidak ada pemisahan antara makam lama dan baru. Beberapa nisan hancur, sementara kain kafan terlihat tersingkap di permukaan tanah. Kondisi ini menimbulkan keresahan dan kemarahan di tengah masyarakat yang telah lama hidup dalam situasi konflik.
Selain kerusakan fisik, penggalian makam juga menimbulkan masalah administratif dan emosional. Banyak keluarga tidak lagi mengetahui lokasi pasti jenazah kerabat mereka. Hal itu menyulitkan proses ziarah dan memperpanjang duka yang telah mereka alami sejak perang berlangsung.
Warga Gaza Kehilangan Jejak Jenazah Keluarga
Sejumlah organisasi kemanusiaan menyoroti dampak penggalian pemakaman terhadap hak-hak sipil warga Gaza. Mereka menilai pemakaman sipil memiliki status perlindungan khusus dalam hukum humaniter internasional. Oleh karena itu, kerusakan terhadap makam warga sipil dinilai berpotensi melanggar prinsip kemanusiaan.
Baca juga: Tentang Zarah yang Tak Pernah Hilang
Di sisi lain, warga Gaza menyatakan tidak memiliki mekanisme pengaduan yang efektif. Akses informasi terbatas, sementara situasi keamanan menghambat upaya pendataan kerusakan secara menyeluruh. Kondisi tersebut membuat banyak keluarga hanya bisa menerima kenyataan tanpa kepastian.
Hingga kini, belum ada pernyataan resmi yang merinci jumlah makam yang rusak atau jenazah yang dipindahkan. Warga berharap ada klarifikasi mengenai keberadaan jenazah dan langkah pemulihan pemakaman yang terdampak.
Penggalian kuburan digali Israel ini menambah daftar panjang dampak konflik terhadap kehidupan sipil di Gaza. Selain korban jiwa dan kerusakan infrastruktur, konflik juga menyentuh ruang pemakaman yang seharusnya menjadi tempat peristirahatan terakhir. Bagi keluarga korban, peristiwa ini mempertegas bahwa konflik telah memengaruhi seluruh aspek kehidupan, bahkan setelah kematian. (GZ)




