Keren! Siswa SMP Tasikmalaya Tampil di Hackclub Campfire Jakarta
albadarpost.com, BERITA DAERAH – Hackclub Campfire menjadi sorotan setelah remaja 14 tahun asal Tasikmalaya tampil percaya diri dalam ajang ngoding nasional tersebut. Kompetisi teknologi bertajuk Hackclub Campfire atau lomba game development ini digelar di Perpustakaan Jakarta Cikini dan diikuti sekitar 90 peserta, mayoritas dari Jabodetabek. Event ini membuka ruang kolaborasi lintas daerah sekaligus memperkuat ekosistem programmer muda Indonesia.
Arkanurrizky A.H, siswa SMPN 1 Kota Tasikmalaya, hadir dengan semangat besar untuk menambah pengalaman sekaligus memperluas jejaring sesama pengembang gim. Meski usianya masih belia, Arkan sudah sepuluh kali mengikuti kompetisi serupa dan mengoleksi tiga kemenangan dari ajang nasional maupun internasional.
Hackclub Campfire Jadi Magnet Talenta Muda
Hackclub sebagai penyelenggara menghadirkan Hackclub Campfire selama dua hari penuh di Perpustakaan Jakarta Cikini. Peserta berasal dari berbagai latar belakang, baik pemula maupun yang sudah berpengalaman. Menariknya, panitia tidak menerapkan proses seleksi sehingga kompetisi ini benar-benar terbuka untuk umum.
Selama dua hari, peserta fokus mengembangkan dan menyempurnakan karya mereka. Hari pertama dimanfaatkan untuk membangun konsep dan prototipe, sementara hari kedua diarahkan pada penyempurnaan fitur serta presentasi hasil akhir. Atmosfer kompetitif terasa kuat, namun kolaborasi tetap menjadi ruh utama kegiatan.
Selain itu, Hackclub Campfire mendorong peserta untuk saling berbagi wawasan. Karena itu, banyak peserta memanfaatkan momen ini untuk berdiskusi, bertukar ide, hingga merencanakan proyek bersama di masa depan.
Arkanurrizky, Konsisten Bangun Jejak di Dunia Game Development
Arkanurrizky A.H mengaku mengikuti Hackclub Campfire karena ingin memperkaya pengalaman game jam sekaligus memperluas networking. Ia menyebut event seperti ini sangat penting bagi pengembang gim muda.
“Saya ingin menambah pengalaman lomba ngoding dan bertemu sesama gamedev,” ujarnya kepada redaksi.
Sebelumnya, Arkan telah mengikuti sepuluh event serupa. Dari seluruh partisipasi tersebut, ia meraih kemenangan di G4C Student Challenge (online), Uni GameJam (online), serta International Environmental Coding Competition di Bandung. Catatan ini menunjukkan konsistensinya dalam mengasah kemampuan.
Meski demikian, ia tidak berpuas diri. Justru, Hackclub Campfire menjadi momentum untuk meningkatkan kualitas karya sekaligus menguji kemampuan di tingkat yang lebih luas.
Dukungan Jadi Harapan Keluarga
Orang tua Arkan berharap sekolah dan pemerintah memberikan dukungan serta apresiasi terhadap talenta muda di bidang teknologi. Menurut mereka, lomba luar kota sering kali membutuhkan biaya akomodasi yang tidak sedikit.
Saat pertama kali mengikuti lomba di Jakarta pada November lalu, Arkan mendapat dukungan dari legislator provinsi asal Kota Tasikmalaya. Selain itu, saat mengikuti kegiatan di Bandung, ia juga memperoleh bantuan serupa. Namun ke depan, keluarga berharap dukungan bisa lebih sistematis dan berkelanjutan.
Baca juga: Cashback Halal atau Haram? Ini Jawaban Fikihnya
Karena itu, Hackclub Campfire tidak hanya menjadi panggung kompetisi, tetapi juga simbol pentingnya perhatian terhadap generasi muda digital. Dengan dukungan yang tepat, potensi seperti Arkan dapat berkembang lebih maksimal.
Ekosistem Digital Remaja Terus Tumbuh
Perkembangan teknologi mendorong semakin banyak remaja tertarik pada dunia coding dan game development. Hackclub Campfire membuktikan bahwa minat tersebut terus meningkat, terutama di wilayah Jabodetabek dan sekitarnya.
Selain kompetisi, kegiatan ini mempertemukan komunitas pengembang muda dalam suasana yang produktif. Mereka tidak hanya berlomba, tetapi juga membangun relasi dan kolaborasi jangka panjang. Oleh sebab itu, event seperti Hackclub Campfire berperan strategis dalam mencetak talenta digital masa depan.
Ke depan, dukungan dari berbagai pihak akan sangat menentukan. Jika sekolah, pemerintah daerah, dan komunitas bergerak bersama, maka Kota Tasikmalaya berpeluang melahirkan lebih banyak inovator muda di bidang teknologi. (GZ)




