Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Daerah » Sawah Tasikmalaya Dipenuhi Botol Miras, Petani Resah

Sawah Tasikmalaya Dipenuhi Botol Miras, Petani Resah

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Minggu, 5 Jul 2026
  • visibility 42
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, BERITA DAERAHBotol miras di sawah Tasikmalaya menjadi keluhan serius para petani di Kecamatan Tawang dan Kecamatan Purbaratu. Setiap pagi, mereka tidak hanya memeriksa pertumbuhan padi, tetapi juga harus membersihkan ratusan botol minuman beralkohol yang berserakan di pematang, saluran irigasi, dan lahan pertanian. Kondisi tersebut memunculkan kekhawatiran karena sampah kaca tidak hanya mengganggu aktivitas bertani, tetapi juga berpotensi membahayakan keselamatan warga.

Keluhan itu muncul dari sejumlah petani yang menggarap sawah di sekitar Jalan Baru, Kecamatan Purbaratu, serta Jalan Saptamarga, Kecamatan Tawang. Menurut mereka, dua lokasi tersebut berulang kali dipenuhi botol kosong berbagai merek minuman beralkohol.

Fenomena yang terus berulang itu membuat warga berharap ada langkah nyata untuk menjaga kawasan pertanian tetap bersih dan aman.

Petani Harus Memungut Ratusan Botol Sebelum Mulai Bekerja

Salah seorang petani, Iwan, mengaku kondisi tersebut sudah berlangsung selama beberapa bulan. Hampir setiap hari ia menemukan botol kaca berserakan sebelum memulai aktivitas di sawah.

“Ini bukan sekali dua kali. Tiap hari begitu. Pagi datang ke sawah, langsung pungut sampah dulu. Ada cap orang tua, anggur merah, bir. Semua campur,” ujar Iwan, Minggu (5/7/2026).

Menurutnya, dalam sehari jumlah botol kosong yang terkumpul bisa mencapai lebih dari 500 buah.

Akibatnya, waktu yang seharusnya digunakan untuk mengelola tanaman justru tersita untuk membersihkan sampah.

Selain itu, pematang sawah menjadi licin karena dipenuhi botol dan pecahan kaca. Saluran irigasi juga beberapa kali tersumbat sehingga menghambat aliran air menuju lahan pertanian.

Pecahan Kaca Mengancam Tanaman dan Keselamatan Warga

Dampak yang dirasakan petani tidak berhenti pada persoalan kebersihan.

Iwan menjelaskan bahwa pecahan botol berpotensi merusak tanaman padi ketika aktivitas di sawah berlangsung. Selain itu, banyak anak yang kerap ikut orang tuanya ke area persawahan sehingga risiko terluka akibat menginjak pecahan kaca menjadi perhatian tersendiri.

Ia menduga botol-botol tersebut berasal dari orang yang mengonsumsi minuman beralkohol di sekitar kawasan jalan sebelum membuang botol ke area persawahan. Namun, dugaan tersebut belum dapat dipastikan dan belum ada keterangan resmi dari pihak berwenang mengenai pelakunya.

“Ini sawah, bukan tong sampah. Kami menanam padi untuk kebutuhan pangan. Sampah seperti ini sangat merugikan petani,” kata Iwan.

Petani Minta Pengawasan dan Penegakan Aturan

Karena persoalan terus berulang, warga berharap ada langkah konkret dari instansi terkait untuk mencegah pembuangan sampah di kawasan pertanian.

Mereka mengusulkan peningkatan patroli pada malam hari di sekitar lokasi yang kerap menjadi titik berkumpul masyarakat. Selain itu, pemasangan kamera pengawas (CCTV) dinilai dapat membantu mengidentifikasi pelaku pembuangan sampah apabila pelanggaran kembali terjadi.

Warga juga meminta adanya penegakan aturan terhadap siapa pun yang terbukti membuang sampah sembarangan, agar kawasan persawahan tetap terjaga dan tidak menjadi lokasi pembuangan limbah.

Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi dari instansi terkait mengenai tindak lanjut atas keluhan tersebut. Redaksi masih berupaya memperoleh konfirmasi dari pihak berwenang.

Sawah Bukan Tempat Sampah, Tetapi Penyangga Ketahanan Pangan

Persawahan memiliki peran penting dalam menjaga produksi pangan masyarakat. Karena itu, kebersihan lingkungan pertanian tidak hanya berdampak pada hasil panen, tetapi juga berhubungan dengan keselamatan petani, kelancaran irigasi, dan kualitas lingkungan.

Keluhan para petani di Kecamatan Tawang dan Purbaratu menjadi pengingat bahwa menjaga kawasan pertanian merupakan tanggung jawab bersama. Dukungan masyarakat, pengawasan dari pemerintah, serta kepatuhan terhadap aturan lingkungan menjadi bagian penting agar lahan produktif tetap terpelihara.

Dengan penanganan yang tepat, kawasan pertanian dapat kembali berfungsi sebagaimana mestinya, yaitu menghasilkan pangan yang berkualitas sekaligus menjadi ruang yang aman bagi petani dan keluarganya.

Ketika sawah mulai dipenuhi botol kaca, yang terancam bukan hanya hasil panen, tetapi juga keselamatan petani dan masa depan ketahanan pangan. Menjaga sawah tetap bersih berarti menjaga kehidupan. (GZ)

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Petugas polisi melakukan olah TKP penemuan mayat pria di dalam selokan wilayah Cibatu, Garut, Jawa Barat.

    Identitas Misterius! Pria Ditemukan Tewas di Selokan Garut

    • calendar_month Jumat, 1 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 110
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH -Penemuan mayat di selokan Garut menggegerkan warga Kampung Salagedang, Desa Sukalilah, Kecamatan Cibatu, Kabupaten Garut, Jumat pagi, 1 Mei 2026. Sosok pria tanpa identitas awal itu ditemukan tergeletak di dalam saluran air saat warga memeriksa kondisi selokan yang selama ini kerap menjadi tempat pembuangan sampah. Peristiwa tersebut langsung menarik perhatian warga sekitar. […]

  • HUT Bhayangkara 80

    HUT Bhayangkara 80, Polres Tasikmalaya Tancap Gas

    • calendar_month Rabu, 1 Jul 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 56
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – HUT Bhayangkara 80 menjadi momentum penting bagi Polres Tasikmalaya untuk mempercepat transformasi pelayanan publik. Mengusung tema “Polri untuk Masyarakat”, peringatan Hari Bhayangkara pada 1 Juli 2026 tidak sekadar menjadi agenda seremonial, tetapi juga menegaskan komitmen kepolisian dalam menghadirkan layanan yang semakin cepat, mudah, dan dekat dengan masyarakat. Komitmen tersebut disampaikan Kapolres […]

  • ilustrasi seseorang berdoa dalam keadaan terpaksa dan rendah diri

    Rahasia Doa Mustajab yang Sering Kita Lupakan

    • calendar_month Jumat, 27 Feb 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 149
    • 0Komentar

    albadarpost.com, OPINI – Doa orang terpaksa sering disebut sebagai doa mustajab. Doa dalam keadaan mudhtor, doa ketika merasa tidak berdaya, justru lebih cepat menembus langit. Namun ironisnya, kita sering baru khusyuk saat benar-benar terpojok. Kita rajin merancang masa depan, tetapi lalai merancang ketundukan. Kita sibuk mengatur strategi, namun enggan mengakui kelemahan. Padahal, sejak lama para […]

  • kiai mengajar santri di pesantren dalam pendidikan pesantren tradisional

    Kiai Menjadi Jantung Pesantren: Peran Besarnya Membentuk Akhlak Santri

    • calendar_month Jumat, 13 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 143
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Pagi masih sangat muda ketika para santri mulai memenuhi serambi masjid pesantren. Kitab-kitab kuning terbuka di hadapan mereka. Di depan para santri, seorang kiai pesantren duduk tenang sambil menjelaskan makna ayat demi ayat. Inilah gambaran sederhana dari peran kiai pesantren dalam kehidupan pendidikan Islam. Dalam tradisi pendidikan pesantren, kiai bukan sekadar […]

  • Kebakaran Leuwikeris

    Di Balik Kebakaran Leuwikeris, Ada Pesan untuk Semua

    • calendar_month Sabtu, 4 Jul 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 49
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HUMANIORA – Kebakaran Leuwikeris yang terjadi di kawasan Bendungan Leuwikeris, Desa Handapherang, Kecamatan Cijeungjing, Jumat (3/7/2026), bukan hanya menyisakan lahan yang menghitam. Kebakaran Bendungan Leuwikeris juga menjadi pengingat bahwa kepedulian terhadap lingkungan masih memegang peran penting dalam mencegah bencana. Berdasarkan laporan BPBD Ciamis, api menghanguskan area penempatan sampah seluas sekitar 25 × 15 meter dan […]

  • Koperasi Merah Putih

    Puluhan Kendaraan KDMP Siap Didistribusikan ke Desa Tasikmalaya

    • calendar_month Rabu, 20 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 134
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Program Koperasi Merah Putih mulai bergerak nyata di Tasikmalaya. Puluhan kendaraan operasional yang dikirim langsung dari Jakarta tiba di halaman Makodim 0612/Tasikmalaya, Rabu (20/05/2026), untuk segera didistribusikan ke desa dan kelurahan di wilayah Kota serta Kabupaten Tasikmalaya. Kedatangan kendaraan tersebut langsung menarik perhatian warga dan aparat yang berada di sekitar Makodim. […]

expand_less