Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Daerah » Sawah Tasikmalaya Dipenuhi Botol Miras, Petani Resah

Sawah Tasikmalaya Dipenuhi Botol Miras, Petani Resah

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Minggu, 5 Jul 2026
  • visibility 104
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, BERITA DAERAHBotol miras di sawah Tasikmalaya menjadi keluhan serius para petani di Kecamatan Tawang dan Kecamatan Purbaratu. Setiap pagi, mereka tidak hanya memeriksa pertumbuhan padi, tetapi juga harus membersihkan ratusan botol minuman beralkohol yang berserakan di pematang, saluran irigasi, dan lahan pertanian. Kondisi tersebut memunculkan kekhawatiran karena sampah kaca tidak hanya mengganggu aktivitas bertani, tetapi juga berpotensi membahayakan keselamatan warga.

Keluhan itu muncul dari sejumlah petani yang menggarap sawah di sekitar Jalan Baru, Kecamatan Purbaratu, serta Jalan Saptamarga, Kecamatan Tawang. Menurut mereka, dua lokasi tersebut berulang kali dipenuhi botol kosong berbagai merek minuman beralkohol.

Fenomena yang terus berulang itu membuat warga berharap ada langkah nyata untuk menjaga kawasan pertanian tetap bersih dan aman.

Petani Harus Memungut Ratusan Botol Sebelum Mulai Bekerja

Salah seorang petani, Iwan, mengaku kondisi tersebut sudah berlangsung selama beberapa bulan. Hampir setiap hari ia menemukan botol kaca berserakan sebelum memulai aktivitas di sawah.

“Ini bukan sekali dua kali. Tiap hari begitu. Pagi datang ke sawah, langsung pungut sampah dulu. Ada cap orang tua, anggur merah, bir. Semua campur,” ujar Iwan, Minggu (5/7/2026).

Menurutnya, dalam sehari jumlah botol kosong yang terkumpul bisa mencapai lebih dari 500 buah.

Akibatnya, waktu yang seharusnya digunakan untuk mengelola tanaman justru tersita untuk membersihkan sampah.

Selain itu, pematang sawah menjadi licin karena dipenuhi botol dan pecahan kaca. Saluran irigasi juga beberapa kali tersumbat sehingga menghambat aliran air menuju lahan pertanian.

Pecahan Kaca Mengancam Tanaman dan Keselamatan Warga

Dampak yang dirasakan petani tidak berhenti pada persoalan kebersihan.

Iwan menjelaskan bahwa pecahan botol berpotensi merusak tanaman padi ketika aktivitas di sawah berlangsung. Selain itu, banyak anak yang kerap ikut orang tuanya ke area persawahan sehingga risiko terluka akibat menginjak pecahan kaca menjadi perhatian tersendiri.

Ia menduga botol-botol tersebut berasal dari orang yang mengonsumsi minuman beralkohol di sekitar kawasan jalan sebelum membuang botol ke area persawahan. Namun, dugaan tersebut belum dapat dipastikan dan belum ada keterangan resmi dari pihak berwenang mengenai pelakunya.

“Ini sawah, bukan tong sampah. Kami menanam padi untuk kebutuhan pangan. Sampah seperti ini sangat merugikan petani,” kata Iwan.

Petani Minta Pengawasan dan Penegakan Aturan

Karena persoalan terus berulang, warga berharap ada langkah konkret dari instansi terkait untuk mencegah pembuangan sampah di kawasan pertanian.

Mereka mengusulkan peningkatan patroli pada malam hari di sekitar lokasi yang kerap menjadi titik berkumpul masyarakat. Selain itu, pemasangan kamera pengawas (CCTV) dinilai dapat membantu mengidentifikasi pelaku pembuangan sampah apabila pelanggaran kembali terjadi.

Warga juga meminta adanya penegakan aturan terhadap siapa pun yang terbukti membuang sampah sembarangan, agar kawasan persawahan tetap terjaga dan tidak menjadi lokasi pembuangan limbah.

Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi dari instansi terkait mengenai tindak lanjut atas keluhan tersebut. Redaksi masih berupaya memperoleh konfirmasi dari pihak berwenang.

Sawah Bukan Tempat Sampah, Tetapi Penyangga Ketahanan Pangan

Persawahan memiliki peran penting dalam menjaga produksi pangan masyarakat. Karena itu, kebersihan lingkungan pertanian tidak hanya berdampak pada hasil panen, tetapi juga berhubungan dengan keselamatan petani, kelancaran irigasi, dan kualitas lingkungan.

Keluhan para petani di Kecamatan Tawang dan Purbaratu menjadi pengingat bahwa menjaga kawasan pertanian merupakan tanggung jawab bersama. Dukungan masyarakat, pengawasan dari pemerintah, serta kepatuhan terhadap aturan lingkungan menjadi bagian penting agar lahan produktif tetap terpelihara.

Dengan penanganan yang tepat, kawasan pertanian dapat kembali berfungsi sebagaimana mestinya, yaitu menghasilkan pangan yang berkualitas sekaligus menjadi ruang yang aman bagi petani dan keluarganya.

Ketika sawah mulai dipenuhi botol kaca, yang terancam bukan hanya hasil panen, tetapi juga keselamatan petani dan masa depan ketahanan pangan. Menjaga sawah tetap bersih berarti menjaga kehidupan. (GZ)

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Program MBG Garut

    Camat Tarogong Kaler Evaluasi Program Makan Bergizi Gratis

    • calendar_month Kamis, 9 Jul 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 116
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Program MBG Garut atau Program Makan Bergizi Gratis terus diperkuat melalui langkah evaluasi dan koordinasi lintas pelaksana. Camat Tarogong Kaler, Rakhmat Alamsyah, memimpin kegiatan monitoring dan evaluasi (monev) bersama para pengelola SPPG Tarogong Kaler di Aula Kecamatan Tarogong Kaler, Kabupaten Garut, Kamis (9/7/2026). Kegiatan tersebut bertujuan memastikan pelaksanaan Program Makan Bergizi […]

  • istikharah dan musyawarah

    Menguatkan Istikharah dan Musyawarah dalam Keputusan Krusial

    • calendar_month Sabtu, 24 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 208
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Prinsip istikharah dan musyawarah kembali ditegaskan sebagai fondasi penting dalam pengambilan keputusan krusial umat Islam. Ungkapan hadis, “Ma khoba manistakhoro wa ma nadima manistasyaro”, kerap dijadikan rujukan karena menegaskan satu pesan utama: keputusan yang ditempuh dengan doa dan pertimbangan bersama akan meminimalkan penyesalan serta risiko kerugian. Bagi masyarakat, prinsip ini memiliki dampak […]

  • Tim SAR mengevakuasi korban pemancing tenggelam di Sungai Blok Bong Indramayu setelah pencarian dua hari.

    Operasi SAR Berakhir Duka, Pemancing Tenggelam Ditemukan di Sungai Indramayu

    • calendar_month Senin, 4 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 174
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Kasus pemancing tenggelam Indramayu kembali memicu perhatian publik. Insiden pemancing tenggelam di Indramayu ini berujung duka setelah korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia oleh tim SAR gabungan, Senin (4/5/2026). Korban diketahui bernama Agus Gunawan (24), warga yang dilaporkan hilang saat memancing di aliran sungai kawasan Sungai Blok Bong, tepatnya di Desa […]

  • Bibimbap Simple

    Bibimbap Simple Jadi Alternatif Menu Bergizi di Rumah

    • calendar_month Jumat, 19 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 200
    • 0Komentar

    Bibimbap Simple jadi menu rumahan praktis dan bergizi, cocok untuk edukasi pola makan sehat keluarga. albadarpost.com, LIFESTYLE – Keluarga kini makin aktif memilih menu rumahan yang praktis, bergizi, dan terjangkau. Salah satu pilihan yang mulai dilirik adalah Bibimbap Simple, versi sederhana dari hidangan Korea yang dapat diolah dengan bahan lokal dan teknik memasak dasar. Pilihan […]

  • Ilustrasi pengamatan hilal di ufuk barat saat matahari terbenam menjelang penentuan awal Syawal 1447 H

    Hilal Syawal 1447 Belum Terlihat, Lebaran Mundur?

    • calendar_month Kamis, 19 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 189
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Hilal Syawal 1447 menjadi sorotan menjelang Idulfitri 2026. Berdasarkan penjelasan Kementerian Agama, posisi hilal awal Syawal 1447 H secara hisab belum memenuhi kriteria MABIMS. Kondisi ini membuat banyak masyarakat bertanya-tanya, apakah Lebaran akan mundur dan mengapa hilal belum terlihat meski Ramadan hampir berakhir. Sejak awal, isu ini langsung ramai dibahas. Selain […]

  • Menjauhi Dajjal

    Bukan Karena Lemah, Ini Alasan Nabi Melarang Umat Mendekati Dajjal

    • calendar_month Kamis, 11 Jun 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 157
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HIKMAH – Suasana masjid mulai lengang selepas salat Magrib. Sebagian jamaah sudah pulang. Beberapa anak masih duduk di serambi sambil mengaji. Di sudut ruangan, seorang pemuda mengangkat tangan ketika pengajian membahas tentang Dajjal. Pertanyaannya sederhana. “Kalau iman kita kuat, kenapa Rasulullah tidak menyuruh umat Islam menghadapi Dajjal? Mengapa justru disuruh menjauh?” Pertanyaan itu membuat […]

expand_less