Rumah Warga Tasikmalaya Dibedah, Lanud Wiriadinata Turun Tangan
- account_circle redaktur
- calendar_month Sabtu, 22 Agt 2026
- visibility 21
- comment 0 komentar
- print Cetak

Bedah rumah Lanud Wiriadinata, Rutilahu Tasikmalaya (Foto: IG Lanud Wiriadinata).
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
AlbadarPost.com, BERITA DAERAH — Bedah Rumah Tasikmalaya kembali menyentuh kebutuhan dasar warga. Kali ini, Lanud Wiriadinata bersama PT Buana Kassiti membantu merenovasi rumah warga di Kampung Gunung Kialir, Kelurahan Setiajaya, Kecamatan Cibeureum, Kota Tasikmalaya, melalui program Bedah Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu).
Rumah tersebut kemudian diresmikan pada Jumat (21/8/2026) oleh Komandan Lanud Wiriadinata Kolonel Pnb A. Kholiq Yulianto, S.E., M.M., M.Han. Program ini menjadi bagian dari bentuk kepedulian dan pengabdian TNI Angkatan Udara kepada masyarakat di wilayah binaannya. Informasi mengenai kegiatan dan identitas Danlanud tersebut juga tercantum dalam publikasi resmi TNI AU.
Yang menarik, program bedah rumah Lanud Wiriadinata ini tidak berdiri sendiri. Lanud menggandeng pihak swasta untuk mewujudkan hunian yang lebih layak, sehat, aman, dan nyaman bagi warga penerima manfaat.
Dari Rutilahu Menjadi Rumah Layak
Rumah yang menjadi sasaran program tersebut merupakan kediaman Apud Mahpudin, warga Kampung Gunung Kialir. Setelah proses renovasi selesai, rumah itu kemudian diserahkan secara simbolis dalam acara peresmian.
Laporan mengenai kegiatan tersebut menyebutkan bahwa renovasi rumah Apud merupakan hasil kolaborasi Lanud Wiriadinata dengan PT Buana Kassiti. Pada acara tersebut, penyerahan kunci dilakukan secara simbolis oleh Danlanud Wiriadinata.
Bagi program Rutilahu Tasikmalaya, pendekatan seperti ini memiliki makna penting karena menyentuh kebutuhan yang sangat dekat dengan kehidupan masyarakat.
Rumah bukan hanya tempat tinggal. Di dalamnya keluarga menjalani rutinitas, beristirahat, dan membangun kehidupan bersama.
Karena itu, renovasi hunian dapat menjadi bentuk bantuan yang manfaatnya langsung terlihat secara fisik.
Namun, ukuran keberhasilan program sosial tentu tidak cukup hanya dilihat dari seremoni peresmian. Perawatan rumah, keberlanjutan perhatian, serta kondisi kehidupan keluarga penerima setelah program juga menjadi hal yang penting.
Lanud Wiriadinata Gandeng Dunia Usaha
Program Bedah Rumah Tasikmalaya tersebut juga memperlihatkan sisi lain dari kegiatan sosial di tingkat lokal: pentingnya kolaborasi.
Lanud Wiriadinata tidak menjalankan program tersebut sendirian. PT Buana Kassiti ikut mendukung pelaksanaan renovasi rumah warga.
Selain itu, peresmian turut dihadiri unsur Pemerintah Kota Tasikmalaya, TNI-Polri, Forkopimda, perangkat daerah, PIA Ardhya Garini, jajaran Lanud Wiriadinata, serta masyarakat sekitar.
Kehadiran berbagai unsur tersebut menunjukkan bahwa persoalan kebutuhan dasar masyarakat dapat menjadi ruang kolaborasi lintas sektor.
Di satu sisi, pemerintah memiliki tanggung jawab terhadap pelayanan masyarakat. Di sisi lain, institusi seperti TNI dapat menjalankan kegiatan pembinaan wilayah dan pengabdian masyarakat. Sementara itu, dunia usaha dapat memberikan dukungan melalui kontribusi sosialnya.
Dengan pola seperti itu, bantuan rumah warga Tasikmalaya tidak hanya menjadi kegiatan satu pihak, tetapi melibatkan beberapa unsur yang memiliki kapasitas berbeda.
Momentum Kemerdekaan, Pesan tentang Keadilan
Peresmian rumah tersebut berlangsung dalam rangkaian kegiatan memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Dalam sambutannya, Danlanud Wiriadinata menyampaikan bahwa momentum kemerdekaan dapat menjadi pengingat untuk memperkuat persatuan, mendorong pembangunan yang berkeadilan, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Semangat itu kemudian diterjemahkan melalui kegiatan yang menyentuh masyarakat di wilayah binaan.
Berdasarkan informasi yang disampaikan Lanud Wiriadinata, program tersebut merupakan bagian dari upaya menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat.
Sementara itu, publikasi mengenai kegiatan tersebut juga mencatat adanya apresiasi kepada pihak-pihak yang ikut mendukung renovasi rumah warga.
Pesan tersebut menjadi relevan karena pembangunan tidak selalu identik dengan proyek berskala besar.
Kadang, pembangunan dimulai dari sesuatu yang sederhana: memastikan sebuah keluarga memiliki tempat tinggal yang lebih layak.
Setelah Rumah Diresmikan, Apa Berikutnya?
Di sinilah program bedah rumah Tasikmalaya menghadapi tantangan berikutnya.
Peresmian memang menandai selesainya pekerjaan renovasi. Namun, manfaat program baru benar-benar terasa dalam kehidupan sehari-hari ketika rumah tersebut dapat terus dirawat dan digunakan dengan baik oleh keluarga penerima.
Karena itu, program sosial seperti ini sebaiknya tidak berhenti pada dokumentasi seremoni.
Ada pekerjaan lanjutan yang tidak kalah penting, yakni memastikan bantuan benar-benar memberikan manfaat berkelanjutan.
Dari sisi pemberitaan, AlbadarPost juga perlu menjaga proporsi. Program ini patut diapresiasi sebagai bentuk kolaborasi berdasarkan data yang tersedia, tetapi tidak tepat jika satu program langsung disebut menyelesaikan persoalan Rutilahu Kota Tasikmalaya secara keseluruhan.
Data yang tersedia hanya menunjukkan renovasi rumah warga di Kampung Gunung Kialir melalui program yang dijalankan Lanud Wiriadinata bersama PT Buana Kassiti.
Dengan demikian, fakta tetap menjadi pijakan utama.
Satu Rumah, Satu Perubahan
Program Bedah Rumah Tasikmalaya di Kampung Gunung Kialir memperlihatkan bahwa kepedulian terhadap masyarakat dapat diwujudkan melalui tindakan konkret.
Lanud Wiriadinata, pemerintah daerah, pihak swasta, dan unsur masyarakat bertemu dalam satu kegiatan dengan sasaran yang sederhana tetapi penting: menghadirkan tempat tinggal yang lebih layak bagi warga penerima manfaat.
Lebih dari sekadar acara gunting pita, rumah yang telah direnovasi menjadi pengingat bahwa pembangunan juga menyentuh ruang paling dekat dengan kehidupan manusia.
Sebab, pembangunan yang paling terasa bukan selalu yang paling megah. Kadang, ia hadir dalam bentuk sebuah rumah yang kembali layak ditinggali—dan dari sana, sebuah keluarga punya ruang yang lebih baik untuk menata hari esok. (GZ)
- Penulis: redaktur







Saat ini belum ada komentar