5 Fakta Inggris vs Argentina, Rivalitas Tak Pernah Padam
- account_circle redaktur
- calendar_month 9 jam yang lalu
- visibility 15
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
albadarpost.com, BERITA DUNIA – Inggris vs Argentina kembali menjadi perhatian pecinta sepak bola dunia setelah duel dramatis pada semifinal Piala Dunia 2026. Argentina berhasil membalikkan keadaan dan menang 2-1 atas Inggris, sekaligus mengamankan tiket menuju partai final. Namun, hasil pertandingan itu bukan sekadar soal skor. Laga tersebut kembali menghidupkan salah satu rivalitas paling legendaris dalam sejarah sepak bola internasional.
Anthony Gordon sempat membawa Inggris unggul lebih dulu. Akan tetapi, Argentina menunjukkan mental juara dengan menyamakan kedudukan melalui Enzo Fernández sebelum Lautaro Martínez mencetak gol penentu kemenangan pada masa tambahan waktu. Berkat hasil itu, Argentina akan menghadapi Spanyol di final, sedangkan Inggris dijadwalkan bertanding melawan Prancis untuk memperebutkan posisi ketiga.
Di balik pertandingan yang menyita perhatian publik itu, terdapat sejumlah fakta menarik yang menjelaskan mengapa setiap pertemuan Inggris vs Argentina hampir selalu menjadi laga yang dinanti jutaan penggemar sepak bola.
Rivalitas yang Melampaui Lapangan Hijau
Tidak semua pertandingan internasional memiliki nilai emosional sebesar Inggris vs Argentina. Rivalitas kedua negara terbentuk dari sejarah panjang yang kemudian terbawa hingga ke lapangan sepak bola.
Karena itu, setiap duel selalu berlangsung dengan tensi tinggi. Atmosfer pertandingan tidak hanya terasa di stadion, tetapi juga di kalangan pendukung di seluruh dunia. Bahkan, banyak pengamat menilai laga ini sebagai salah satu rivalitas paling ikonik dalam sejarah Piala Dunia.
Faktor sejarah tersebut membuat setiap kemenangan memiliki makna yang lebih besar dibandingkan pertandingan biasa.
Enam Pertemuan, Enam Cerita Berbeda
Semifinal Piala Dunia 2026 tercatat sebagai pertemuan keenam Inggris dan Argentina di ajang Piala Dunia.
Berikut rekor pertemuan keduanya:
- 1962: Inggris 3-1 Argentina
- 1966: Inggris 1-0 Argentina
- 1986: Argentina 2-1 Inggris
- 1998: Argentina 2-2 Inggris (Argentina menang adu penalti)
- 2002: Inggris 1-0 Argentina
- 2026: Argentina 2-1 Inggris
Catatan tersebut menunjukkan persaingan yang relatif seimbang. Kedua tim sama-sama pernah meraih kemenangan penting, sementara beberapa pertandingan bahkan harus ditentukan melalui adu penalti.
Dengan demikian, setiap pertemuan selalu menghadirkan ketidakpastian yang membuat laga semakin menarik untuk disaksikan.
Maradona Menciptakan Dua Momen Bersejarah
Pertandingan Piala Dunia 1986 menjadi salah satu laga paling dikenang dalam rivalitas ini.
Pada pertandingan tersebut, Diego Maradona mencetak gol kontroversial menggunakan tangannya. Momen itu kemudian dikenal sebagai “Hand of God” dan masih menjadi bahan diskusi hingga sekarang.
Namun, hanya beberapa menit setelahnya, Maradona memperlihatkan kemampuan luar biasa dengan menggiring bola melewati sejumlah pemain Inggris sebelum mencetak gol spektakuler yang kemudian dijuluki “Goal of the Century”.
Dua peristiwa itu lahir dalam satu pertandingan dan menjadikan duel Inggris kontra Argentina sebagai bagian penting dalam sejarah sepak bola dunia.
Beckham Bangkit Setelah Terpuruk
Rivalitas ini juga melahirkan kisah penebusan yang dikenang banyak penggemar.
Pada Piala Dunia 1998, David Beckham menerima kartu merah saat menghadapi Argentina. Inggris akhirnya tersingkir melalui adu penalti, sedangkan Beckham mendapat kritik keras dari media dan publik Inggris.
Namun, empat tahun kemudian keadaan berubah.
Di Piala Dunia 2002, Beckham mencetak gol penalti yang membawa Inggris menang 1-0 atas Argentina. Gol tersebut bukan hanya menentukan hasil pertandingan, tetapi juga mengubah cara publik memandang sang kapten.
Peristiwa itu menjadi salah satu kisah kebangkitan paling terkenal dalam sejarah sepak bola Inggris.
Argentina Kembali Menulis Babak Baru
Semifinal Piala Dunia 2026 menambah daftar panjang pertandingan dramatis antara kedua negara.
Meski sempat tertinggal, Argentina mampu mengendalikan permainan pada babak kedua. Enzo Fernández membuka jalan kebangkitan sebelum Lautaro Martínez memastikan kemenangan melalui gol yang membawa Albiceleste ke final.
Sementara itu, Inggris harus menerima kenyataan gagal melangkah ke partai puncak. Meski demikian, performa The Three Lions sepanjang turnamen tetap mendapat apresiasi karena mampu bersaing hingga empat besar.
Dengan hasil tersebut, sejarah rivalitas Inggris dan Argentina kembali bertambah satu babak yang akan terus dikenang.
Rivalitas yang Tak Pernah Kehilangan Daya Tarik
Generasi pemain boleh berganti. Pelatih bisa datang dan pergi. Bahkan gaya bermain kedua tim terus berkembang mengikuti zaman.
Namun, Inggris vs Argentina tetap memiliki magnet yang sulit ditandingi. Setiap pertemuan menghadirkan kombinasi antara kualitas permainan, sejarah panjang, emosi pendukung, dan drama yang kerap lahir di momen-momen penting.
Tidak mengherankan jika duel ini hampir selalu menjadi salah satu pertandingan yang paling ditunggu dalam setiap edisi Piala Dunia.
Enam pertemuan di Piala Dunia telah melahirkan kontroversi, gol legendaris, kartu merah, adu penalti, hingga tiket menuju final. Ketika Inggris dan Argentina saling berhadapan, dunia tidak hanya menyaksikan sebuah pertandingan, tetapi juga menyaksikan sejarah yang terus menulis babak-babak baru. (Red)
- Penulis: redaktur



Saat ini belum ada komentar